SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)

SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)
CHAPTER 15. KOTA RAWA EMAS


__ADS_3

Di halaman yang luas dan pemandangan yang sangat indah serta tempat itu dari dulu selalu ditutupi oleh salju putih bersih, apalagi saat di pagi hari dengan pemandangan yang begitu asri, di sana terdapat 'Burung Pipit Merah' yang bersarang di pohon-pohon cemara di kawasan pegunungan. Di sana selain burung pipit merah, di sana juga terdapat sekawanan 'Rusa Salju' yang sering datang yang hanya sekedar untuk berteduh, begitulah pemandangan yang selalu terjadi di setiap pagi hari di gunung 🗻 salju.


Penyerangan yang dilakukan oleh 'Organisasi Manusia Serigala 🐺' tadi malam sudah banyak merubah segala sesuatu yang ada di sana, yang mana di sana terdapat banyak mayat yang bergelimpangan dimana-mana, saat sinar matahari menerangi jagat raya terlihatlah kawasan gunung 🗻 salju yang tadinya berwarna putih bersih sekarang berubah menjadi warna merah dikarenakan sudah tercampur dengan darah akibat penyerangan tadi malam.


Awalnya pemandangan di sana terlihat indah sekarang berubah menjadi sangat mengerikan bagi siapa saja yang melihatnya, dikarenakan banyak mayat yang bergelimpangan dimana-mana.


Disini lain, terdapat seorang bocah yang masih terduduk sambil menghadap ke matahari, karena dia sedang menunggu keluarga gunung 🗻 salju yang sedang berkemas untuk meninggalkan kawasan tersebut yang telah lama ditempati oleh mereka selama ratusan tahun lamanya ketempat yang lebih aman dikarena di sana sudah tidak aman lagi untuk keluarga mereka tempati.


"Teman! Apakah saya boleh tau, siapakah namamu?"


Terdengar sebuah suara yang begitu lembut yang dimana itu langsung memecahkan lamunan juli yang sedang duduk sambil memandangi cakrawala berwarna jingga yang sudah mulai memudar. Saat juli melihat kebelakang, terlihat seseorang yang sangat dia kenali di kehidupan yang sebelumnya saat dia menjadi sahabat yang baik untuknya, sekarang dia masih seorang gadis mungil yang cantik berusia enam tahun sambil memeluk boneka yang berbahan dasar kulit datang kepadanya dengan wajah yang polos dan tak berdosa.


"Ah! Apakah benar nama kamu ziya? Perkenalkan, nama saya juli, saya sangat senang kalau saya melihatmu baik-baik saja" Kata juli yang seketika matanya berair dikarenakan dia mulai teringat masa lalunya yang dimana gadis kecil itu sedang menolongnya bahkan dia sampai mengorbankan nyawanya di kehidupan sebelumnya.


Kalau dia mengingat-ingatnya lagi, saat itu dia sedang melawan 5 Kaisar yang telah merenggut nyawa orang-orang yang telah berkorban untuk nya di kehidupan sebelumnya, salah satunya adalah ziya temannya ini.


"Ah.., Terima kasih 🙏 banyak juli karena kamu telah menyelamatkan kami semua" Kata ziya sambil menundukkan kepalanya karena dia sedih saat melihat keluarganya banyak yang meninggal dalam penyerangan kali ini.


Kalau dipikirkan kembali, juli telah banyak menyelamatkan nyawa penduduk dalam penyerangan ini tapi kebanyakan penduduk yang meninggal kali ini adalah orang yang sudah tua atau orang yang sudah berumur di keluarga gunung 🗻 salju.


"Sama-sama, ziya kamu duduklah disini! Kita sambil lihat pemandangan yang indah ini untuk terakhir kalinya di kampung halaman mu ini, andaikan nanti kamu mau pulang suatu hari nanti pun pemandangan yang indah ini pasti banyak yang berubah!" Kata juli yang dimana mata masih menatap ke depan tanpa menoleh ke arah ziya.


Ziya yang tidak membantah perkataan juli pun, langsung duduk di samping juli yang matanya masih menatap ke langit yang indah dan terlihat megah itu, di sana juga juli banyak bertanya tentang kehidupan ziya kecil, tanpa disadari oleh mereka kalau hari sudah larut malam dan mereka masih lanjut bercerita.


Setelah semua persiapan yang telah disiapkan oleh keluarga gunung 🗻 salju selesai, datanglah seseorang mendatangi tempat juli dan ziya duduk sembari memberi tau kalau mereka sudah siap untuk berangkat.


"Tuan! Semuanya telah selesai, mari kita berangkat sekarang."


"Bagaimana keadaan penduduk lain yang sedang terluka, apakah mereka semua sudah diobati?" Tanya juli kepada orang tersebut.


"Ooh, begini tuan! Di keluarga kami, kami memiliki sebuah pill 💊 yang dimana itu dapat mempercepat penyembuhan luka luar maupun dalam dan secara otomatis semua itu sudah bisa dikategorikan dalam keadaan memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh."

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu, terima kasih paman" Kata juli sambil menarik tangan ziya, "Ayo ziya kita berangkat!" Kata juli sambil tersenyum bahagia karena di kehidupannya kali ini, ziya masih memiliki kaki yang utuh.


Gabu dan gibli yang sudah siap di atas kuda mereka, dengan wajah mereka yang terlihat senang walaupun sedikit pucat karena mereka sedang menahan kedinginan.


"Tetua! Saya sangat senang kalo kami bisa terus berpetualang seperti ini, karena seumur hidup saya, saya belum pernah melakukan perjalanan yang begitu jauh seperti ini" Kata gibli yang terlihat senang.


"Tetapi dengan adanya tetua juli, kami bisa sering-sering keluar kota seperti ini dan mendapatkan pengalaman baru, benar kan tetua juli?" Tanya gabu yang juga terlihat senang.


Juli hanya bisa tertawa saat mendengarkan obrolan dari mereka berdua, lalu juli dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju ke kota anggrek salju, diperjalanan mereka semua terlihat mempercepat laju kuda mereka dengan cepat.


Untuk posisi anak-anak dan perempuan, mereka berada di posisi tengah sementara untuk dua orang yang memimpin jalan mereka adalah dua kerdil bersaudara, sedangkan untuk juli, dia berada diposisi belakang bersama ketua kama.


Setelah juli dan rombongannya menempuh perjalanan sangat jauh selama dua hari sambil mengambil jalan memutar, dikarenakan banyak orang yang berlalu lalang yang membuat perjalanan mereka menjadi lebih aman dalam jarak tempuh yang lebih jauh.


Semua keluarga gunung 🗻 salju yang terlihat kelaparan dan kelelahan setelah menempuh perjalanan selama setelah hari, yang membuat juli harus mengajak mereka untuk beristirahat di 'Kota Rawa Emas'.


"Kota Rawa Emas adalah salah satu kota besar yang berada di Provinsi Kerajaan Awan, di kota ini juga terdapat tiga perguruan besar yang di kota rawa emas, nama dari tiga perguruan besar yaitu Perguruan Rajawali Emas, Perguruan Gadis Suci dan Perguruan Singa Emas, sehingga perguruan ini sangat ditakuti dan disegani jika mereka mendengar nama dari tiga perguruan besar ini serta kota ini menjadi lebih aman dari penyerangan 'Golok Hitam'.


'Siapa sebenarnya anak ini? Kenapa dia selalu bisa membuatku terkejut? Aku sangat yakin sekali kalau dia adalah seorang ahli yang sangat tinggi dan bisa merubah bentuk tubuhnya menjadi segala usia yang dia inginkan!' Pikir ketua kama agar dia tidak terlalu terkejut dengan berbagai macam hal dikemudian hari.


Akhirnya mereka semua dapat masuk kedalam restoran di lantai tiga yang dimana itu adalah lantai tertinggi di restoran tersebut setelah ketua kama meyakinkan kepada semua keluarga gunung 🗻 salju, setelah dia berbicara dengan juli tadi. Untuk bisa makan dilantai tiga pengunjung harus membayar harga tempat untuk duduk dilantai atas, dikarenakan juli tidak pernah pelit sama sekali dalam menggunakan uang untuk kenyamanan teman-temannya.


Semua tempat duduk di lantai tiga sudah dipenuhi oleh rombongan juli, sebelumnya terdapat tiga orang yang duduk di sudut lantai tiga, juli tidak mengusik mereka bertiga malahan dia membayar harga sewa untuk semua orang yang ada di lantai tiga.


Seorang pelayan restoran segera menghampiri ketua kama dan menanyakan mau memesan apa, pelayan restoran itu tidak memperdulikan juli dikarenakan dia masihlah anak-anak.


Ketua kama malah bingung untuk memesan apa, juli yang melihat ketua kama kebingungan hanya tersenyum saja.


"Pelayan, tolong bawakan semua makanan terenak yang kalian miliki kemari dan tolong bungkus lah masing-masing dari mereka dua porsi makanan dengan sejumlah orang yang ada disini!" Kata juli kepada pelayan itu.


"Ups.. hahahaha, maaf 🙏 nak biarkan ayahmu saja yang memesannya, ada-ada saja anak ini!" Kata pelayan itu yang melihat juli dengan ekspresi lucu.

__ADS_1


"Ketua kama! Tolong kamu katakan seperti apa yang aku katakan tadi" Kata juli kepada ketua kama dengan sedikit kesal saat mendengar apa yang dikatakan oleh orang itu.


Ketua kama batuk beberapa kali dan dia membenarkan apa yang dipesan oleh juli barusan, seketika pelayan itu langsung terperanjat kaget.


"Tuan! Harga dari semua makanan yang dipesan tadi lebih dari 5 keping emas" Kata pelayan itu sambil mengingatkan kepada ketua kama kalau harga makanan itu sangat mahal.


Segera juli mengeluarkan 6 keping emas yang lalu dilemparkan kearah pelayan itu, dengan cepat pelayan menangkap lemparan Juli.


"Sekarang katakan kepadaku, apa uang itu cukup?" Tanya juli kepada pelayan itu.


Memang benar kalau kelakuan yang dilakukan oleh juli itu terlalu kasar, tetapi ketika pelayan itu memeriksa koin emas dengan cara menggigitnya, dia langsung sadar bahwa semua koin itu memang emas asli dan jumlahnya lebih dari apa yang dia tawarkan yang membuat wajah pelayan itu langsung berubah dengan senyuman semanis mungkin namu itu terlihat menjijikkan.


"Ow.. Ow.. Tuan muda, saya minta maaf sebelumnya yang telah lancang dengan tuan muda yang membuat kita jadi salah paham!" Kata pelayan yang berumur 40 tahun itu manggut-manggut kan kepalanya.


"Sudahlah lupakan saja, sekarang bawakan makanannya kemari, kami sedang buru-buru untuk meneruskan perjalanan kami" Ucap juli kepada pelayan itu.


Pelayan itu langsung pergi sembari menggigit koin emas pemberian juli dengan senangnya.


"Terima kasih ketua kama karena kamu telah membantuku" Kata juli dengan tersenyum pahit, 'Dengan tubuh kecil ini, aku dapat menipu semua orang' Batin Juli.


"Tidak masalah tuan, justru saya lah yang seharusnya mengucapkan terima kasih" Kata ketua kama dengan cepat.


Lalu para pelayan mulai datang dengan membawakan makanan pembuka yang di letakannya di setiap meja untuk tamu kehormatan seperti mereka.


Tiba-tiba saja terdengar suara keributan dari lantai bawah, berselang beberapa menit kemudian datanglah sekelompok orang berseragam penjabat dari kerajaan awan naik ke lantai tiga.


Seseorang yang berpakaian penjabat kerajaan awan yang berumur 25 tahun beserta dua puluh prajurit yang bersenjatakan pedang dan tombak ke arah meja tempat rombongan juli berada saat ini.


"Tuan-tuan sekalian! Perkenalkan saya adalah menteri dari kerajaan awan yang bernama Menteri Bahar, saya ingin berbicara dengan ketua dari rombongan ini" Katanya dengan sorotan mata yang tajam ke segala arah kemudian sorotan matanya berhenti di dua kerdil bersaudara.


Dalam sekali lihat, juli sudah mengetahui kalau menteri itu menginginkan tempatnya dan dia juga ingin mengusir rombongannya dari sana, juli hanya tersenyum saja karena dia ingat kalau Menteri Bahar ini adalah anak dari Gubernur Karim yang merupakan Gubernur di Kota Rawa Emas.

__ADS_1


"Oh.. Nama kamu Menteri Bahar, ya?" Tanya juli yang pura-pura enggak kenal dengan orang didepannya itu.


__ADS_2