SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)

SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)
CHAPTER 7. PERGURUAN ANGGREK SALJU


__ADS_3

Nama dari kota terlarang dulunya merupakan 'Kota Anggrek Salju' yang dimana kota ini merupakan salah satu kota besar yang berada di kerajaan awan, tapi semenjak 100 tahun yang lalu datanglah sebuah wabah penyakit misterius yang mengubah kota anggrek salju ini berubah menjadi 'Kota Mati', wabah misterius itu sering dinamai 'Speria'.


Saat itu, wabah 'speria' ini telah merenggut banyak nyawa manusia pada kala itu, sehingga banyak penduduk yang lebih memilih mengungsi ke ibukota kerajaan awan yang berjarak sekitar 20 Km.


Karena wabah itulah yang membuat kota anggrek salju berubah menjadi kota terlarang, tapi sekarang kota ini hanya dihuni oleh 'Suku Kerdil' dan 'Suku Anggrek Salju' serta kedua suku itu juga merupakan sebuah endemik keturunan asli dari kota anggrek salju.


Dari pihak kerajaan juga melarang kalau kedua suku ini keluar dari perbatasan kota terlarang, sebab itulah yang membuat kedua suku tersebut terkucilkan yang pada akhirnya dari Kota Anggrek Salju yang dulunya makmur namun sekarang itu telah berubah menjadi kota angker yang berpenduduk kan fakir miskin, walaupun itu adalah bagian kecil dari masyarakat yang tetap mencari-cari kesempatan untuk keluar yang akan memenuhi kebutuhan hidupnya, namun hal itu masih tidak cukup untuk mendongkrak kehidupan perekonomian.


Tapi karena hal itulah yang membuat Suku Kerdil dan Suku Anggrek Salju kebal terhadap penyakit Speria, bagi orang yang mengidap penyakit Speria ini akan mendapatkan sebuah tanda dengan suhu badan menjadi terasa dingin ataupun panas, dan dalam waktu 2 hari mereka akan membeku atau meledak itu pun tergantung pada efeknya.


Suku Kerdil atau biasa disebut dengan Kurcaci dan Suku Anggrek Salju pada dikehidupan Juli sebelumnya, mereka menjadi Suku pendukung Juli saat mau berperang melawan Kaisar Siluman selama 100 Tahun.


Kedua suku ini juga tidak akan segan-segan untuk kehilangan nyawa mereka demi menyelamatkan Juli dari para Kaisar Siluman, sehingga Juli merasa berhutang budi banyak kepada mereka dan pada dikehidupan sekarang nya ini, Juli mulai berencana untuk membalas kebaikan yang mereka perbuat.


Setelah 50 Tahun dari sekarang, penyebab dari penyakit Speria mulai terpecahkan, suhu panas dan dingin itu disebabkan oleh sebuah Pusaka Kuno yang tersimpan dibawah kota itu, Pusaka tersebut merupakan salah satu Pusaka Langit dan Bumi yaitu Panah Kaisar Peri Api dan Es.


Panah Kaisar Peri Api dan Es merupakan Panah Legendaris yang telah banyak mengguncang dunia selama 1000 Tahun yang lalu dan telah banyak membunuh Jutaan Siluman.


Juli bersama rombongannya akhirnya dapat melihat kalau didepan mereka itu adalah pintu gerbang yang bertuliskan, 'Kota Terlarang' terpampang diatas pintu gerbang, sesaat Juli menarik nafas panjang dan mulai mengenang masa lalu.


'Dikehidupan ku sebelumnya, Pusaka Rahasia di Kota ini berupa Panah Kaisar Peri Api dan Es telah jatuh ke tangan Dewi Peri Dunia Tengah, seorang Peri yang sangat berambisi untuk menguasai dunia, namun untuk dikehidupan ku yang sekarang ini, hal itu tidak akan kubiarkan. Jika Panah Kaisar Peri Api dan Es itu jatuh ke tangannya lagi, maka ribuan kubah pelindung manusia dapat dihancurkan dengan mudah' Batin Juli.


Namun menurut ingatan Juli, dalam 2 Bulan dari sekarang, Kota Terlarang akan diserang oleh Perguruan Racun Timur yang bersekutu dengan Partai Iblis Lembah Neraka yang merupakan bawahan dari Kaisar Siluman.


Namun Perguruan Racun Timur sudah mengetahui caranya untuk bertahan dari wabah Penyakit Speria ini serta mereka mulai berencana untuk mempelajari penyebab dari penyakit ini dan mereka ingin menyebabkan teror di Kerajaan Awan, namun naas setelah 50 Tahun kemudian mereka sudah menemukan sumbernya.


Beberapa saat kemudian, Juli dan rombongannya telah sampai di pintu gerbang 'Kota Terlarang'.


Wajah Guru Amin mulai kelihatan pucat karena dia sedikit tahu informasi tentang keadaan dalam kota mati itu, sebuah kota yang dipenuhi dengan wabah penyakit yang mematikan.


Sedangkan Juli yang terlihat sibuk untuk menggambarkan sebuah enskripsi segel kuno di telapak tangannya, sebuah segel yang sangat sulit dimengerti oleh orang lain dan itu terlihat sangat rumit dari tulisan Kerajaan Salju Kuno, lalu dia mengalirkan tenaga dalamnya ke tulisan itu yang seketika segel itu mulai bercahaya.


Bahkan Yona dan Ke-13 Anggota Naga yang terlihat sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat.


'Siapa sebenarnya anak ini! Dia memiliki Pengetahuan yang begitu tinggi didalam bidang segel-segel kuno' Pikir Ketua dari Anggota Naga.


Dengan segera datang suara yang terdengar di dalam kepalanya, "Aku adalah Tuan Mu, dan aku dapat membunuh mu kapanpun yang aku mau" Jawaban Juli yang membuat kepalanya terasa mau meledak, namun dia tidak bisa bergerak.


Sebuah tatapan yang begitu dingin dari Juli yang dimana itu membuat takut seorang budak tingkat Batu tersebut.


"Guru, ulurkan tanganmu itu karena saya akan membuat guru kebal dari penyakit Speria selamanya." Kata Juli yang tiba-tiba dengan nada yang serius.

__ADS_1


Tentunya Guru Amin terkejut dan tidak dapat dipercaya, namun karena guru amin mengingat niat baik dari Juli jadi dia tidak menolaknya.


"Hahahahahah.. anak baik, kamu mau melakukan kebaikan untuk warga miskin, namun kamu tidak seharusnya untuk menipu gurumu, tapi gurumu ini akan selalu mendukung mu berada dijalan mana yang kamu pilih selagi itu masih berada dijalan yang benar" Kata Guru Amin sambil menggeleng- gelengkan kepalanya karena itu lucu menurutnya.


'Dasar anak nakal, tapi saya akan turuti dengan kemauanmu, bagaimanapun kamu pasti memiliki niat yang baik.' Batin Guru Amin dengan mengulurkan tangan kanannya.


Juli hanya bisa tersenyum karena dia tahu betul apa yang dipikirkan oleh gurunya itu dan berpikir kalau dia hanya bercanda saja, lalu Juli meletakkan telapak tangannya diatas telapak tangannya guru amin dan Juli pun segera menyalurkan energi esnya kedalam Ranah Jiwanya.


Guru Amin terkejut karena dia merasakan kalau seluruh tubuhnya terisi dengan tenaga dalam yang luar biasa, namun disisi lain kalau Juli juga terkejut dan segera melompat mundur kebelakang.


"Pewaris Dewa Petir dan Dewi Bidadari Langit!" Teriak Juli karena dia terkejut bukan main.


Saat dikehidupan sebelumnya, gurunya meninggal semasa saat Juli masih kecil, gurunya juga sering menasehatinya namun gurunya tidak pernah menceritakan latar belakangnya sedikitpun mengenai dirinya sebagai Pewaris Dua Keturunan yang terhebat dari Dewa-Dewi selama 1000 Tahun yang lalu.


Disisi lain, guru amin juga terkejut dengan perkataan tiba-tiba dari Juli, "Apa katamu? Tapi bagaimana kamu bisa tahu?" Tanya Juli yang terkejut karena selama ini tidak ada seorangpun yang mengetahui identitasnya, bahkan dirinya saja tidak begitu mengerti.


Seketika Juli menjadi gugup, dia tidak sadar dengan apa yang barusan dia ucapkan, "Ahh? Begini guru, karena kita ini satu keturunan, jadi yaa.. Jadi saya juga dari keturunan yang sama?" Jawab Juli yang sedikit ragu-ragu.


Mata dari guru amin mulai menggeluarkan cairan bening saat mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Juli, "Sungguh keturunan anak yang malang! Sungguh saya sangat bangga kepadamu, mungkin ini adalah sudah ditakdirkan oleh Tuhan yang tidak saya pikirkan kalau masih ada keturunan mereka yang masih hidup sebab saya sudah mengira kalau tidak ada lagi keturunan dari mereka yang masih hidup." Kata Guru Amin sambil menepuk pundaknya Juli karena bangga.


Menjawab guru amin sambil tergagap-gagap "I.. I.. Iya Guru" Karena wajah Juli yang sudah sedikit pucat karena sudah keceplosan dengan apa yang sudah dia katakan tadi.


Untuk mengalihkan perhatian gurunya itu, lalu dengan cepat Juli memanggil rombongan yang lainnya, "Kalian 13 Naga cepat kemari dan ingat barisan antrian yang akan kubuatkan nanti serta kalian akan kunamai berdasarkan Kualitas Tingkatan Budidaya masing-masing kalian!" Kata Juli kepada Ke-13 Naga sambil menyusun barisan antrian yang dimulai dari yang terkuat dari mereka yaitu Mantan Pemimpin Kelompok mereka.


Guru Amin hanya bisa tertawa terkekeh-kekeh saat melihat tingkah laku yang dilakukan oleh muridnya itu yang memperlakukan mantan para penjahat yang sudah bertaubat.


Setelah urusan dengan Ke-13 Naga selesai maka datanglah Yona dan mulai mengulurkan tangannya yang sebenarnya Juli sudah tau kalau tubuh dari Putri Yona tidak akan terkena pengaruh sedikitpun dari efek racun dari kota yang mereka singgah ini, namun karena Juli cerdas maka dia akan menanamkan kebaikan sehingga Putri Yona tidak akan berkhianat kepadanya.


"Ah iya, ayo kemari kan tanganmu untuk diberikan segel" Kata Juli dan menyalurkan sedikit tenaga dalamnya yang dimana itu sudah cukup untuk membuat Putri Peri Yona itu tersenyum bahagia.


"Terima kasih tuan" Kata Putri Yona.


Juli yang mendengar itu pun hanya bisa tersenyum tipis, namun berbeda kalau didalam hatinya karena dia sudah merasakan kekuatan yang amat sangat kuat dan mengerikan yang ada didalam tubuh Putri Yona.


Rombongan Juli pun mulai memasuki Kota Terlarang yang dimana semua mata mereka dapat melihat disekelilingnya banyak bangunan yang sudah tua dan mulai roboh, dan kehidupan penduduk yang penuh dengan kesengsaraan serta jumlah penduduk yang tinggal di Kota Terlarang ini setidaknya hanya berjumlah Tiga Ribu Jiwa.


Juli serta rombongannya terus berjalan ke arah gedung utama yang dahulu dikenal sebagai Istana Raja Kota Anggrek Salju yang bertepatan di tengah-tengah kota, dan yang sekarang dia lihat adalah sebuah reruntuhan yang terurus serta ditempati oleh seorang kakek yang tua dan tubuhnya yang sudah kurus yang berusia sekitar 70 tahun.


"Juli kenapa kamu membawa kami semua kemari? Bukankah orang yang ada dipinggiran kota sana banyak penduduk miskin?" Tanya guru amin yang mulai penasaran dengan sikap muridnya itu.


Di mata guru amin sekarang Juli sudah sangat berbeda dengan Juli setahun sebelumnya yang dimana Juli yang selalu murung dan hanya menurut saja dengan apa yang diperintahkan oleh gurunya itu, tapi sekarang dia seperti melihat Juli adalah seorang pemimpin besar "Mimpi apa semalam anak ini" Gumam guru amin.

__ADS_1


"Ahh.. Itu guru! Mulai sekarang kita akan tinggal disini dan kita dapat membangun sebuah Perguruan" Kata Juli yang bersemangat untuk mengajak gurunya itu.


Guru Amin yang mendengar perkataan yang dilontarkannya oleh Juli, dia merasa disambar oleh petir disiang bolong karena selama beberapa hari terakhir ini, dia tidak pernah bisa henti-hentinya untuk terkejut dengan apa yang dilakukan oleh seorang bocah yang berumur 7 tahun itu, dan sekarang dia dikejutkan lagi oleh bocah tersebut karena sekarang bocah itu ingin mendirikan sebuah perguruan.


Dengan hati yang mulai setress, guru amin pun bertanya kepada muridnya itu, "Nak, apa yang harus saya ajarkan kepada mereka semua nak! Nak Juli kalau hanya berharap untuk mencari nafkah ditempat ini maka jangan ditempat orang miskin seperti kota ini? Kita kan bisa cari di kota-kota yang lainnya? Lagian apa yang harus saya ajarkan kepada mereka?" Tanya guru amin yang sudah frustrasi.


"Guru! Bukankah guru sendiri yang mengajari ku kalau hidup itu harus saling tolong menolong dengan sesama ciptaan Tuhan, kalau kita tidak bisa menolong mereka setidaknya kita harus bisa berikan pandangan hidup yang baik kepada orang lain agar mereka tidak melakukan perbuatan dosa? Apakah guru sekarang sudah mulai keberatan! Apa guru memberikan nasehat kepada mereka karena mereka itu miskin?" Pancing Juli karena dia sudah tau dengan watak gurunya itu.


"Baiklah! Tapi jangan berharap kalau nak Juli dan kalian semua akan mendapatkan upah dari penduduk kota ini" Kata guru amin dengan nada yang pahit.


"Guru! Kita kemari bukan untuk membebankan mereka tapi kita kemari Itu untuk menolong mereka, guru hanya menasehati mereka serta guru dapat membagi-bagikan uang ini kepada mereka? Yang mudah-mudahan dengan uang ini dapat menolong mereka" Kata Juli yang tersenyum dan memberikan sekantong penuh Coint Emas kepada guru amin.


Seketika itu juga guru amin mulai bersemangat karena dia mendapatkan kepercayaan dari muridnya itu dengan uang sebanyak itu dan dia juga seakan menjadi seorang dermawan yang tulen.


Juli hanya tersenyum karena melihat wajah gurunya yang berseri-seri dan cerah karna selama ini gurunya itu sudah tidak merasakan kelaparan lagi, sehingga pipi gurunya sekarang ini sedikit gemuk dari hari-hari biasanya, tidak seperti dikehidupan sebelumnya.


Kakek tua yang ada dihadapan mereka itu adalah keturunan asli dari Kerajaan Anggrek Salju yang bernama Hidan. Sekarang dia melihat kalau ada tamu asing yang dimana kakek hidan datang menyambutnya dengan antusias.


"Tuan-tuan ini dari manakah? Dan, ada keperluan apa kalian sampai-sampai datang kemari dan perkenalkan nama saya adalah Hidan pemilik dari reruntuhan bangunan ini?" Tanya Kakek Hidan sambil memperkenalkan dirinya.


Juli yang merupakan pemimpin kelompok mereka segera maju ke depan dan langsung menjawab apa yang ditanyakan oleh Kakek Hidan kepada mereka sebelumnya, "Maaf kek, kami ini dari orang luar dan kami datang kemari untuk membeli gedung ini dari kakek, bagaimana kalau kakek menjualnya saja kepada kami?" Tanya Juli kepada kakek dengan sopan.


"Tidak! Saya tidak akan pernah bisa menjualnya kepada siapapun karena bangunan ini adalah peninggalan dari Leluhur saya" Kata Kakek Hidan yang wajahnya sudah agak memerah.


"Tapi bagaimana kalau dengan Dua Keping Emas ini kek" Tawar Juli sambil mengambil dua keping emas dan diserahkannya kepada kakek hidan itu, yang dimana wajahnya itu seketika merona dan matanya bersinar-sinar.


Pada saat itu juga, kakek hidan langsung terdiam dan sekarang dia mulai terlihat bingung dengan apa yang terjadi sekarang, Juli yang dapat membaca ekspresi wajah dari kakek hidan itu pun mulai menawarkan tawaran nya lagi ke kakek hidan.


"Kakek, bagaimana dengan Sepuluh Keping Emas ini untuk seluruh area sekitar reruntuhan" Kata Juli sambil memberikan 10 Keping Emas kepada Kakek.


Seketika itu juga wajah Kakek Hidan mulai lebih cerah dari sebelumnya yang dimana dia tidak pernah bisa dipisahkan dari keping emas yang ada tangannya itu.


"Baiklah! Mulai sekarang bangunan ini beserta beberapa hektar tanah yang ada disekitarnya akan menjadi milikmu! Dan saya sangat setuju!" Kata Kakek Hidan dengan senyum lebar dan puas yang terlihat diwajahnya itu.


Juli juga mulai tersenyum lebar 'Harga yang teramat murah untuk sebuah Istana Megah yang didirikan pada 1000 tahun yang lalu' Batin Juli yang kemudian Juli mengeluarkan sekeping emas lagi dan diberikan kepada Kakek Hidan.


"Kakek! Bisa saya minta tolong gak kek untuk mengajak orang dari suku kurcaci untuk membenahi istana ini dan juga ambillah sekeping emas ini sebagai tanda jasa kakek berikan" Kata Juli yang memberikan satu keping emas kepada kakek hidan.


Segera Juli menolehkan kepalanya ke gurunya dan ke semua anggotanya yang ikut bersamanya, "Guru, mulai dari sekarang ini adalah tempat tinggal kita dan juga tempat untuk kita mendirikan sebuah perguruan disini!" Kata Juli yang bersemangat.


"Memang nak Juli mau mendirikan perguruan apa" Tanya Kakek Hidan yang mulai penasaran.

__ADS_1


"Nama perguruan nya adalah Perguruan Anggrek Salju" Jawab Juli.


__ADS_2