SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)

SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)
CHAPTER 12. SUKU MANUSIA ANGIN


__ADS_3

Di sebelah timur kerajaan awan, terdapat sebuah pegunungan yang sangat luas itu dikenal sebagai 'Gunung Salju Timur', yang dahulu kala ada sebuah lembah yang dihuni oleh manusia tercepat di dunia yaitu 'Suku Manusia Angin' yang ada di 'Gunung Timur', di sana sekarang hanya ada sebuah reruntuhan kota angin dan selama beberapa ratus tahun reruntuhan itu sekarang dinamakan sebagai 'Kota Hantu'.


Sekarang kembali ke sisi juli, yang dimana juli sedang memacu kudanya dengan kencangnya selama tiga hari tanpa henti, untuk melewati kota hantu terdapat jalan pintas yang paling dekat untuk di lalui menuju ke gunung 🗻 salju.


Namun ketika rombongan juli telah melewati kota hantu, mereka mendengar suara keributan yang dimana juli menambah kecepatan nya untuk melihat apa yang terjadi didepan mereka.


Setelah sampai ditempat Itu, juli melihat ada seorang kakek dan cucunya yang lagi diserang oleh tiga puluh orang yang memakai topeng tengkorak, yang dimana juli langsung mengenali siapa mereka.


"Oh! Rupanya kelompok partai hantu tengkorak yang nyerang" Kata juli dengan wajah yang tersenyum sinis.


Kakek tua yang berbadan kurus berumur 60 tahun itu, dengan sebatang tongkat kayu dia dapat bertarung dengan imbang dengan 30 orang dari partai hantu tengkorak, rata-rata anggota nya berada di tingkat batu sementara untuk ketuanya, seseorang yang berada di tingkat timah.


Di sana juga, kakek tua itu sedang menggendong cucunya yang diikat kencang di punggungnya yang juga terlihat sangat kurus dan lemah.


Kalau seandainya kakek tua itu tidak mengendong cucunya, maka mungkin saja dia dengan mudah lolos diri dari kepungan mereka, namun sekarang kakek tua itu sangat terdesak dan lemah.


"Dewa Angin! Cepat serahkan bocah perempuan itu, kalau tidak maka hari ini akan menjadi hari kematian mu" Kata si topeng tengkorak hitam.


"Kalau kalian mau menculik 'Putri Yolanda', maka langkah i dulu mayat ku" Teriak kakek tua itu yang terlihat sudah kelelahan.


Saat juli mendengar siapa yang mereka serang itu, dia hanya tersenyum pahit, yang dimana juli kali ini dapat melihat siapa hantu yang sebenarnya yaitu 'Hantu Tanpa Bayangan' dan 'Sang Legenda Dewa Angin'.


Di kehidupan juli sebelumnya, 'Dewa Angin' sudah tewas di bantai oleh anggota partai hantu tengkorak di reruntuhan ini, namun semua orang tidak ada yang tau kapan pastinya kejadian itu, rupanya hari ini dan anak kecil yang di gendongnya itu merupakan keturunan terakhir dari 'Suku Manusia Angin' yaitu Yolanda, yang dimana dia akan menjadi 'Hantu Tanpa Bayangan'.


Pada akhirnya, putri yolanda menjadi ketua dari partai hantu tengkorak dan menjadi 'Si Manusia Angin' terakhir, dimana tidak ada orang yang bisa mengalahkannya dalam hal kecepatannya, dia adalah hantu yang paling ditakuti oleh semua orang karna hampir tidak ada satu pendekar pun yang dapat mengalahkannya, jika ada orang yang sudah menemukan nya maka tidak ada seorangpun yang dapat hidup dengan selamat.


Dia juga telah membunuh banyak penjabat kerajaan, hanya saja pada saat itu semua orang pada kecolongan dan pada saat dia hendak mencoba untuk membunuh 'Ratu Daria', yang merupakan ratu dari kerajaan awan. Dalam duel hidup dan mati, dia tewas terbunuh di tangan 'Ratu Daria'.


Sekarang juli sudah tau apa yang sebenarnya terjadi kepada putri yolanda, yaitu karena dia berakhir di tangan partai hantu tengkorak, sebab dia diculik oleh mereka dan pada akhirnya dengan bakatnya yang dia miliki, dia menduduki posisi sebagai ketua namun untuk sekarang ini dia masih sangat polos dan belum tau apapun.


Juli yang melihat kalau dewa angin sudah kelelahan dalam menghadapi banyak anggota dari partai hantu tengkorak yang menggunakan topeng putih.


"Gabu dan GIBLI, segera habisi mereka" Kata juli yang memberikan perintah kepada mereka.


"Baik, tetua" Kata mereka seraya menerjang maju.


SERANG!!!


Sekarang kedua kerdil bersaudara itu menerobos maju serta menyerang dengan menggunakan senjata mereka masing-masing, kedua kerdil bersaudara itu mengamuk bagikan seekor singa yang kehilangan anaknya, sekarang juli baru menyadari kalau rupanya dua kerdil bersaudara memang benar-benar sangat kuat.


Pantas saja kalau di kehidupan juli sebelumnya, mereka berdua harus banyak dikeroyok oleh 'Aliran Hitam', dengan campur tangan dari dua kerdil bersaudara itu dengan cepat anggota partai hantu tengkorak dapat dipukul mundur oleh mereka berdua dengan cepat karena beberapa anggota mereka sudah kehilangan nyawanya.


Ciat.. Ciat.. Ciat..


Trang Ting Trang Ting


Bruk.. A..


Sedangkan juli, dia hanya duduk menonton dan dia juga telah mempersiapkan tiga puluh jarum rohnya untuk membuat mereka kesulitan


Disisi lain, saat mereka melihat serangan yang dilakukan oleh dua kerdil bersaudara itu, tidak ada seorangpun dari anggota partai hantu tengkorak yang dapat menangkis serangan mereka.


Sementara itu, kakek tua yang sudah kelelahan mulai lemas seperti layangan putus lalu jatuh dan terduduk lemah, juli yang dapat melihat kekuatan dari kakek tua itu paling tidak berada di tingkat emas ataupun di atasnya, namun karna dia dalam kondisi sakit-sakitan dan kurang makan, jadinya dia tidak bisa melawan ke 30 anggota dari partai hantu tengkorak, kalau seandainya saja dia dalam kondisi prima nya maka dalam hitungan detik saja dia dapat dengan mudah menghabisi mereka semua.


Setelah melihat keadaan untuk beberapa saat, juli baru tau kalau dua kerdil bersaudara untuk menghabisi mereka semua harus membutuhkan waktu sekitar satu jam. Sementara itu, juli harus bergerak cepat untuk sampai ke gunung 🗻 salju.


Aakkkkk..


Hiatt.. Trang..

__ADS_1


Aakkkkk..


Saat enam orang yang tersisa dari anggota partai hantu tengkorak melihat anggota yang lainnya dapat membantai dengan mudahnya dengan menggunakan senjata mereka yang besar milik gabu dan gibli, yang membuat mereka semakin melemah dan apabila mereka masih meneruskan pertarungan mereka maka mereka akan membantai semua.


"Tunggu" Ucap salah satu dari enam orang tersisa.


"Kami tidak ada permasalahan dengan para orang kerdil, tapi kenapa kalian mencampuri urusan kami" Ucap dari topeng tengkorak hitam.


Juli hanya tersenyum untuk menanggapi ucapan dari orang tersebut, dengan cepat juli melemparkan jarum roh kearah mereka semua yang berhenti karena kelelahan.


Wus.. Wus.. Wus..


Aakkkkk.. Aakkkkk.. Aakkkkk


Satu persatu anggota dari partai hantu tengkorak mulai tumbang dan terjatuh ke tanah lalu kejang-kejang bagaikan ayam yang disembelih, mereka semua berusaha untuk menghindari nya namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


"TIDAK"


"AKU TIDAK MAU MATI"


"JANGAN BUNUH AKU"


A..


Mereka semua yang berada di tingkat kayu dibunuh oleh juli namun dia hanya menyisakan satu tingkat batu dan satu tingkat timah.


Dalam waktu dua detik saja, 14 orang sudah mati dengan cara yang mengenaskan.


Segera juli menunjuk ke arah topeng tengkorak hitam.


"Kau! Mau pilih 'Mati' atau jadi 'Budak' ku? Akan ku beri waktu untuk berpikir selama 5 detik dimulai dari sekarang" Kata juli dengan tatapan dingin yang membuat bulu kuduk mereka berdiri.


"Kami pilih jadi budak! Kami pilih jadi budak!" Jawab mereka dengan cara bersamaan.


Juli hanya tersenyum sambil menutup mulutnya karena senang, namun bagi mereka yang melihat senyuman juli malahan itu sangatlah menyeramkan.


"Bagu, bagus! Sekarang kalian minumlah air ini, waktu kalian hanya 10 detik" Kata juli kepada mereka.


Segera juli melemparkan kepada mereka masing-masing satu botol air berwarna merah terang yang sudah dia sediakan sebelumnya.


Melihat itu, mereka tidak sempat untuk berpikir dan langsung meminum airnya, ada satu orang dari mereka yang enggan untuk meminumnya, dengan cepat juli menghabisi orang tersebut disaat itu juga, terlihat dengan jelas senyuman yang ada di wajah juli setelah melihat satu orang anggota partai hantu tengkorak mati mengenaskan.


Sedangkan untuk dua kerdil bersaudara saat melihat juli yang berbeda, seorang anak kecil berumur 7 tahun dengan niat membunuh yang tinggi, bahkan dia tersenyum sewaktu dia membunuh orang, sungguh orang seperti dirinya ini jangan sampai dijadikan musuh.


"Tetua juli sangat mengerikan ya kalau dia sedang marah, dengan mudahnya dia membunuh 14 orang hanya kurang waktu 2 detik, senjata apa yang digunakan oleh tetua Juli untuk membunuh mereka semua?" Tanya gibli.


"Benar! Tetua juli sangatlah misterius di usia tujuh tahunnya ini, dia bahkan dapat membangun kembali kejayaan kota anggrek salju dan disini lain, dia juga amat lihai dalam membunuh seseorang" Kata gabu.


"Kalau seperti ini, tidak ada kita pun tetua Juli dapat membunuh mereka semua bukan?" Tanya gibli.


"Tentu saja, mungkin dia hanya mau melihat kesetiaan kita saja" Jawab gabu.


"Kau benar juga" Timpal gibli.


Hahahahaha


Juli yang melihat kalau dua kurcaci yang sedang tertawa terbahak-bahak, juli hanya senyum senang.


Sembilan anggota yang sudah meminum air kutukannya hingga habis, seketika itu terdengar sebuah suara yang sedang berbicara di dalam kepala mereka semua.

__ADS_1


"Sekarang! Kalian semua adalah budak ku, jadi jangan buat kesalahan, jika kalian melakukannya maka hanya kematian lah yang lebih baik dari siksaan dari ku" Kata suara juli yang ada di dalam kepala mereka semua.


Rasa sakit yang sangat luar biasa yang dirasakan oleh kepala mereka, namun mereka tidak dapat mengerakan badan mereka untuk menahan rasa sakitnya, tubuh mereka seakan terkunci, begitu badan mereka yang terkunci sudah terlepas segera mereka berlutut dan memohon ampun kepada juli.


"Hahaha 😂, sekarang kita punya 30 kuda tambahan, itu sangat bagus" Kata gibli sambil tertawa.


Mereka semua melihat kalau ada Tiga Puluh Ekor Kuda yang terikat pada pohon-pohon di dekat reruntuhan, kuda itu adalah milik anggota partai hantu tengkorak sebelumnya.


"Bagus, sepuluh dari kita akan menggunakan kuda untuk mencapai tempat tujuan kita, selebihnya akan kita bawa pulang untuk pasukan kita nantinya" Kata Juli kepada mereka semua.


Lalu Juli turun dari kudanya dan dia melihat kalau Dewa Angin kelihatan kelelahan dan lemas, Juli pun mengeluarkan pill 💊 dan beberapa makanan untuk mereka makan.


"Terima kasih tuan muda! Kalau tidak ada kalian bertiga, maka kami berdua pasti tidak akan selamat" Ucapnya dengan napas yang sedikit terengah-engah, kemudian dengan lembut, kakek tua itu menolak pemberian dari Juli.


"Maafkan kami tuan muda, kami berdua tidak dapat menerima makanan ini" Kata kakek tua itu menolak makanan itu.


Memang, makanan sekarang memang sangat sulit ditemukan untuk sekarang ini, kematian karna kelaparan itu sudah hal yang lumrah di Kerajaan Awan, bukan karna mereka malas untuk bekerja namun itu semua karna keadaan sekarang ini.


Mereka semua yang sudah bekerja keras untuk mendapatkan makanan dari hasil mereka bekerja, namun hasilnya mereka semua akan di rampok dan di jarah, karna itulah yang membuat mereka semakin miskin karna tidak adanya perlindungan dari pemerintah Kerajaan Awan.


"Kakek, nama kakek siapa?" Tanya Juli.


"Nama kakek adalah Kunai, panggil saja kakek Kunai" Jawab kakek.


"Baiklah kakek Kunai, kakek ambil saja makanan dan pill 💊 ini, sebagai gantinya kakek Kunai bekerja kepada saya! Bagaimana, kakek?" Tawaran Juli kepada kakek yang membuat kakek kunai sedikit tersenyum.


"Baiklah" Ucap kakek kunai yang menerima roti 🍞 itu lalu membangunkan Yolanda, seorang gadis perempuan berumur lima tahun itu untuk di berikan makanan, kondisi Yolanda yang terlihat sedikit lemas namun, begitu ada makanan di depannya langsung dia makan dengan terburu-buru karena dia kelaparan yang sudah dia rasakan selama berhari-hari.


Juli langsung teringat dengan gurunya itu di kehidupannya dulu, dia bernasib sama seperti Yolanda pada saat ini yang dimana dia makan dua hari sekali, pada saat itu manusia tidak tau bagaimana cara bercocok tanam dengan mudah dan mendapatkan bibit-bibit yang bagus dan berkualitas, sehingga mereka harus menunggu selama bertahun-tahun.


Namun, di kehidupan sebelumnya, Juli telah melakukan terobosan dengan tanaman herbal atau tanaman obat yang sudah berumur lama dan berbuah banyak, seperti pohon mangga salju yang berbuah selama 5 tahun sekali setelah itu diubah susunan gen mangga nya yang akan berbuah tanpa mengenal musim, Padi Rimba pada saat itu dia panen dalam 3 tahun sekali namun sekarang padi itu dapat di panen setiap 2 bulan sekali.


Terobosan riset saat itu akan Juli kembangkan di kehidupannya sekarang ini, namun itu akan membutuhkan waktu yang lama setidaknya tiga bulan ke depan, namun sekarang yang paling penting adalah menyelamatkan saudara-saudaranya di kehidupan sebelumnya serta membuat tempat yang aman bagi mereka nantinya, kalau tidak itu sama saja mereka akan mati kapan saja.


"Kakek Kunai, apa kakek tau dimana kota terlarang?" Tanya Juli kepada kakek kunai.


Kakek Kunai langsung terkejut karena itu adalah tempat wabah penyakit, 'Semua orang pasti akan tau dimana kota itu, kakek kunai terkejut karna dia baru menyadari kalau dua kurcaci yang ada di hadapannya itu pastilah dari kota terlarang' Batinnya Juli.


"Anak muda, jangan bilang padaku kalau kamu ingin menyuruhku untuk pergi ke sana" Kata kakek kunai dengan cepat.


Juli hanya tersenyum melihat keterkejutan dari kakek kunai, karna itu sudah menjadi hal yang wajar karna Kota Terlarang memang sangat di takuti oleh semua orang.


"Kakek Kunai tenang saja! Kakek kunai cukup datang saja ke sana, karna disana sudah tidak ada lagi yang namanya wabah speria. Saya berharap kalau kakek kunai sudah sampai disana, kakek bilang saja kepada walikota kalau saya yang menyuruh kakek untuk datang dan segera perlihatkan lencana ini kepada mereka" Kata Juli kepada kakek kunai.


Juli segera memberikan sebuah lencana yang terbuat dari emas itu, dengan sedikit ragu-ragu kakek kunai menerima lencana nya, Juli sudah mengetahui kalau kakek kunai masih kebingungan namun, setelah dia melihat lencana emas dengan teliti, wajah kakek kunai mulai berseri-seri karna dia tau betul bahwa orang yang memiliki lencana emas yang harganya lebih dari 10 keping emas tidak akan berbohong.


Juli juga memberikan kakek kunai seekor kuda agar mereka cepat sampai ke Kota Anggrek Salju, dengan sedikit ragu akhirnya kakek kunai itu pun meminta pamit kepada Juli dan meneruskan perjalanannya.


"Selamat tinggal kakek, semoga kita dapat bertemu lagi di kota terlarang" Kata Juli sambil melambaikan tangannya.


"Terima kasih anak muda" Kata kakek kunai yang sudah pergi.


"Tetua, bagaimana sekarang? Apa kita akan berangkat?" Tanya Gibli dan Gabu kepada Juli.


Juli langsung melihat kesembilan anggota partai hantu tengkorak yang menundukkan kepalanya, karena mereka sekarang telah menjadi budaknya.


"Kalian semua, ikuti aku" Kata Juli kepada mereka.


"Baik, tuan" Jawab mereka dengan serempak.

__ADS_1


__ADS_2