SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)

SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)
CHAPTER 17. MUNCULNYA DEWI PELANGI


__ADS_3

Pada awalnya, menteri bahar berencana untuk mempermalukan rombongan juli tapi dia sendiri yang berakhir dengan di permalukan.


Sampai-sampai nyawanya sendiri yang terancam, wajahnya sampai pucat karena dia tidak pernah menyangka kalau bocah yang ada di hadapannya ini begitu arogan. Menteri bahar tidak mengetahui identitas dari bocah itu, namun apapun identitas dari bocah itu, yang pasti identitasnya tidaklah rendah darinya.


Kalau ada yang berani melakukan pembunuhan terhadap menteri bahar di kotanya sendiri, maka dari itu orang tersebut bukanlah orang yang biasa-biasa saja, apalagi dia telah melihatnya sendiri kalau ada sebuah jarum yang keluar dari tangannya juli secara misterius.


Seluruh ruangan restoran menjadi hening serta tidak ada yang berani untuk berkomentar sedikitpun, bahwa menteri bahar sudah menebaknya apabila dia sampai salah mengambil langkah maka hari ini adalah hari kematian untuknya.


Wajah menteri bahar mulai pucat sambil memberi isyarat kepada pasukannya untuk meninggalkan tempat itu.


"Ayo kita tinggalkan tempat ini, lain kali kita akan melakukan pemeriksaan kepada mereka setelah mereka selesai makan" Kata menteri bahar yang dimana mukanya sudah merah karena menahan amarahnya.


Menteri bahar beserta prajurit elitenya akhirnya turun dan meninggalkan tempat itu sedangkan juli, dia hanya tersenyum melihatnya lalu mereka semua melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat tertunda sambil menikmati hidangan yang disajikan.


Setelah juli dan rombongannya selesai menikmati semua hidangan yang disajikan, sementara tiga orang tamu pertama yang masuk dan duduk di sudut ruangan, mereka hanya memperhatikan semua kejadian demi kejadian yang telah terjadi namun mereka hanya mengamatinya saja dan tidak ikut campur sama sekali dalam situasi tegang tersebut. Terkadang mereka dikejutkan dengan berbagai tindakan yang dilakukan oleh juli.


Setelah menteri bahar dan rombongannya turun dari lantai tiga dan keluar dari restoran tersebut, kemudian ketiga tamu misterius mulai mendekati juli yang duduk semeja dengan ketua kama.


"Tuan! Terima kasih 🙏 sebelumnya karena tuan telah membayar sewa tempat untuk kami, perkenalkan nama saya Jura dari 'Perguruan Rajawali Emas' dan saya di sana sebagai tetua. Saya berencana untuk mengundang tuan untuk membicarakan hal yang penting, dan saya sudah melihat kalau tuan mengerti mengenai tulisan kuno. Jadi kami datang kemari untuk memerlukan bantuan tuan tentang hal itu" Sebuah permohonan dari tamu yang dikenal sebagai tetua jura dan dia sedikit membungkukkan badannya untuk memberi hormat kepada juli.


Tetua jura bersama 2 teman sebayanya yang kira-kira umur mereka adalah 40 tahun itu meminta bantuan dari juli dengan terus terang agar dia sudi untuk memberikan bantuannya.


Juli tidak menjawab perkataan dari tetua jura tapi dia hanya tersenyum yang kemudian dia mengalihkan pandangannya ke arah dua orang teman tetua jura yang dimana mereka masih berdiri di sampingnya.


Ketiga orang tamu itu memakai pakaian berwarna emas dengan jubah berwarna hitam, hal itu merupakan salah satu tanda pengenal kalau mereka merupakan para tetua dari perguruan rajawali emas.


Di perguruan rajawali emas sendiri, warna pada sebuah jubah itu akan dijadikan sebagai simbol status tingkatan mereka, di kehidupan juli sebelumnya, dia sudah mengetahui tingkatan warna pada jubah yang mereka pakai yang dimulai dari tingkatan yang paling rendah sampai tingkatan yang paling tinggi, yaitu:



Jubah Putih;


Jubah Kuning;


Jubah Hitam.



Saat juli mendengar permintaan dari mereka itu, juli mulai membatin 'Pada saat ini, ketua perguruan mereka menjadi saat ini adalah 'Maha Guru Sima' si 'Rajawali Jambul Emas' dan kondisinya saat ini, dia mengalami sakit keras dan dia akan mati dalam kurung waktu lima bulan kemudian, karena didalam tubuhnya ada sebuah penyakit yang sangat aneh' Batin juli sambil memijit keningnya seperti orang yang sudah tua yang sedang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


Setelah juli terdiam sejenak sambil memejamkan matanya, kemudian dia membuka mata dan menatap mereka dengan tatapan serius, "Apa ini ada kaitannya dengan guru besar sima si rajawali jambul emas itu ya?" Tanya juli dengan santainya.


Pertanyaan dari juli tersebut, yang membuat ketiga tetua itu terperanjat dari tempatnya dan mereka saling pandang satu sama lain, bagaimana mereka tidak terperanjat dari tempatnya itu yang dimana guru besar sima memang mengalami sakit yang misterius, namun hal tersebut tidak ada seorangpun yang tahu tentang kondisi guru besar sima, bagaimana bisa seorang bocah tujuh tahun ini seolah-olah dia sudah mengetahui semuanya.


Wajah pucat mulai terlihat di wajah mereka bertiga, dengan perlahan tetua jura mulai berbisik pada juli mengenai hal tersebut "Guru besar sima memang mengalami sakit parah, kalau tuan mau membesuk beliau maka kami akan sangat berterima kasih" Bisik tetua jura kepada juli dengan penuh berharap.


Juli hanya tersenyum saat melihat keterkejutan dari tetua jura, "Apakah kalian tahu dimana letak kota terlarang?" Tanya juli kepada mereka bertiga.


"Tentu saja kami mengetahuinya tuan, itu merupakan tempat yang paling berbahaya dengan wabah penyakit seperia yang mewabah di sana" Jelas tetua jura.


"Nah, kalau begitu kalian bawalah dia ke sana, saya akan menunggu setelah kalian sampai di sana, hm 🤔.. kalian tenang saja, jika kalian membawa semua orang ke sana nanti, saya telah memastikan di antara kalian semua sehat dan tidak ada yang mengidap penyakit seperia dan saya juga berusaha untuk menyembuhkan penyakitnya guru besar kalian" Ucap juli dengan penuh keyakinan kepada mereka.


Mereka mulai kebingungan saat berhadapan dengan anak kecil yang pandai berbicara layaknya orang dewasa, namun disisi lain keadaan guru mereka semakin memburuk.


"Tapi! Bagaimana jika tuan mendatangi tempat kami untuk sebentar saja" Pinta tetua jura yang sedikit memelas.


"Tetua jura, begini! Masalahnya adalah saya memiliki seorang guru yang sedang menunggu saya dan rombongan saya di kota terlarang, jadi saya harus berada di sana sebelum matahari terbenam, apa tetua sudah bisa membayangkan bagaimana caranya kami harus memacukan kereta kuda kami ke sana dengan tepat waktu? Bila saya tidak berada di sana sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan maka saya akan dihajar habis-habisan oleh guru saya" Ucap juli dengan nada serius ke tetua jura.


"Apakah gurunya tuan segitu menakutkan?" Tanya salah satu teman tetua jura.


Tetua jura mulai berfikir dengan bijak, 'Anak ini dapat mengalahkan menteri bahar dengan mudahnya, namun dia sangat menakuti gurunya itu, bisa saja gurunya itu termasuk sepuluh besar orang terkuat di dunia persilatan.' Setahunya, di kerajaan ini guru sima juga termasuk peringkat sepuluh besar.


Lalu tetua jura mulai menebak-nebak, siapakah nama dari gurunya bocah tujuh tahun di hadapannya sekarang ini.


Melihat wajah penasaran tetua jura, semua orang dapat melihatnya hingga dua kerdil bersaudara mulai angkat bicara.


"Di dunia ini, saya rasa yang benar-benar bisa memukul tetua juli ialah gurunya sendiri, selain gurunya itu maka aku harus pikirkan terlebih dahulu siapa yang bisa melakukannya?" Kata gibli yang pernah melihat juli dipukuli serta dimarahi oleh gurunya itu.


"Jadi, guru dari tuan ini sangatlah hebat ya?" Tanya tetua jura sambil penasaran, 'Siapa ya guru dari tuan ini' Batinnya tetua jura.


Juli tertawa saat melihat raut wajahnya, "Tidak usah penasaran seperti itu, orang terkuat di kerajaan ini saja takut padanya" Kata juli hanya tertawa terkekeh-kekeh, membuat tetua jura semakin penasaran.


"Orang terkuat di kerajaan ini adalah putri daria, dia orangnya sangat kuat dan tidak mungkin ada orang yang membuatnya gentar?" Kata tetua jura dengan serius, seolah-olah dia sudah dipermainkan oleh bocah didepannya ini.


"Benar! Putri daria sekalipun, jika dia berhadapan dengan guruku itu, dia pasti akan gentar saat melihatnya, hahaha 🤭" Ucap juli terkekeh yang diiringi dengan tertawa dua orang kerdil bersaudara yang sebenarnya yang sebenarnya mereka tidak tahu apa-apa.


Hahaha Hahahaha


Tiba-tiba saja ruangan restoran menjadi gelap, serta muncul tekanan aura membunuh yang sangat kuat mulai menyebar hingga semua orang yang ada di dalam ruangan menjadi sesak, dan muncul sesosok gadis muda yang cantik jelita seperti bidadari yang memakai pakaian kebesaran dari kerajaan awan yang sudah ada di dalam ruangan itu.

__ADS_1


Wajah dari gadis itu sangatlah cantik rupawan namun, dikarenakan aura pembunuh yang sangat kuat yang keluar dari tubuhnya lah yang membuat semua orang yang ada di sana jadi ketakutan kepadanya.


Saat melihat gadis cantik itu, ketiga tetua dari perguruan rajawali emas itu langsung berlutut seraya memberikan hormat kepadanya.


"Tuan putri, kami minta maaf 🙏 atas kelancangan kami barusan" Kata mereka secara bersamaan sambil berlutut di depannya.


Sedangkan juli, dia masih saja duduk di tempat duduknya sambil memandang ke arah gadis itu dengan takjub seraya senyuman hangat yang terlukiskan di wajahnya itu, namun air matanya yang terus keluar dari sudut matanya.


"Bibi guru! Hahaha!" Kata juli, antara sadar maupun tidak dengan apa yang dia katakan barusan.


Juli yang terus tertawa sambil diiringi dengan air mata yang terus menerus mengalir di sudut matanya dan dia sama sekali tidak terpengaruh dengan aura pembunuh yang dikeluarkan oleh putri daria.


Yang kemudian, putri daria mulai menarik kembali aura yang dikeluarkan nya itu dikarenakan dia mulai menyadari bahwasanya didalam ruangan tersebut terdapat banyak anak-anak maupun balita (bayi).


Di antara rombongan keluarga gunung 🗻 salju, tidak ada diantara mereka yang berlutut kehadapan tuan putri dikarenakan mereka mengganggap putri daria hanya datang ke acara jamuan makan mereka sedangkan tuan putri, dia menatap kearah juli dengan tatapan tajam.


Tidak lama kemudian, rombongan menteri bahar mulai masuk ke dalam ruangan.


Saat melihat situasi didalam ruangan yang lagi tegang, dengan cepat menteri bahar menunjuk ke arah juli yang masih tertawa dengan air mata yang terus mengalir, tidak ada yang tahu apa yang ditertawakan oleh anak kecil itu sampai dia menangis 😭.


"Hahahaha"


"Tuan putri, bocah inilah yang telah mengancam untuk membunuh saya beserta prajurit istana. Menurut saya, dia harus mendapatkan hukuman karena dia merupakan seorang pemberontak!" Tuduhan menteri bahar dengan wajah yang marah.


Sebelum masuk kedalam ruangan tersebut, menteri bahar yang tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh juli kalau putri daria itu akan takut pada gurunya, itu dikarena dia dan rombongannya datang terlambat jadi dia dia tidak mendengarnya. Jika dia mendengarnya sedikit saja maka dia akan menggunakan juli sebagai kambing hitam untuk memprovokasi putri daria sejadi-jadinya.


Saat putri daria mengalihkan pandangannya ke arah keluarga gunung 🗻 salju, dia belum pernah melihat keluarga gunung 🗻 salju berada di kota ini sebelumnya dan dia juga tidak tahu mereka ini berasal dari mana. Ketika dia mengalihkan pandangannya ke arah baju perangnya kurcaci bersaudara, putri daria langsung terperanjat dari tempatnya.


Saat dia melihat ini, putri daria langsung membatin dalam hatinya, 'Bukankah baju perang ini sudah punah sejak 500 tahun yang lalu, kenapa sekarang baju perang ini berada di sini' dan perasaan putri daria semakin tidak nyaman saat melihat baju itu.


'Apakah mereka itu berasal dari masa lalu ya? Tapi itu tidak mungkin terjadi, jika benar mereka itu berasal dari masa lalu tapi kenapa mereka tidak mengenaliku? Atau mungkin karena wajah ku yang sudah berbeda, jadi mereka tidak mengenaliku?' Batin putri daria yang sedikit kebingungan, karena putri daria itu sebenarnya berasal dari masa lalu.


Lalu putri daria sadar dari lamunannya dan dia kembali ke topik tujuannya dia datang ke tempat ini, "Kamu bilang kalau aku ini akan takut kepada gurumu itu. Apakah itu benar?" Tanya putri daria dengan nada yang sedikit mengejek.


Juli yang tadinya tertawa namun sekarang dia mulai menguasai dirinya lagi, di kehidupan sebelumnya dia sangat mengenal siapa putri daria sebenarnya dan bisa dikatakan kalau putri daria itu merupakan guru keduanya juli setelah kematian guru pertamanya yaitu 'Guru Amin', juli dapat mengingat kembali kisah kedua gurunya itu dengan baik.


"Adik bilang kalau saya akan takut dan gemetar kalau berurusan dengan gurumu itu bukan? Sebutkan saja siapa nama gurumu itu, saya mau melihat seberapa gemetarnya aku nanti?" Tanya putri daria dengan nada yang lembut namun penuh dengan ancaman dari nada bicaranya itu.


Juli hanya bisa tersenyum tapi di dalamnya mengandung kesedihan, kemudian dia mendatangi putri daria setelah itu dia memberikan isyarat kepada putri daria agar dia mau mendengarkan bisikannya.

__ADS_1


Putri Daria mulai membungkukkan badannya supaya dia bisa mendengar bisikan juli pada telinganya.


"Abang Amin bodoh! Dan dia memiliki satu-satunya jurus yaitu 'Tenaga Dalam Bidadari, Pukulan Ganda!' Apakah sekarang bibi guru sudah mengenalinya?" Bisik juli di telinga putri daria.


__ADS_2