SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)

SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)
CHAPTER 18. SI BODOH ITU!


__ADS_3

"Si.. si bodoh itu merupakan gurumu?" Kata putri daria yang terkejut, dia menjadi salah tingkah dan dia tidak menyangka kalau dia akan bertemu dengan murid si buta dengan pukulan ganda di sini.


Semua orang yang ada di ruangan itu sudah bisa melihat wajah putri daria, tapi dia mulai resah kalau terkadang dia tersenyum, lalu putri daria memegang keningnya seperti memikirkan sesuatu.


Ketika semua orang melihat perubahan dari tingkah putri daria ini, mereka dapat menyangka kalau guru dari juli itu bukan orang yang sembarangan, sekarang mulai terbukti yang dimana putri daria menjadi resah saat mendengar bisikan dari juli kepadanya tentang gurunya tadi.


Saat menteri bahar melihat putri daria yang mulai melunak terhadap bocah kecil yang ada di depannya itu membuat dia tidak senang, putri daria mulai melihat wajah juli yang tidak asing saat melihat wajahnya, malahan bisa dikatakan kalau dia akrab dengan wajahnya tetapi dimana dia melihatnya.


"Putri Daria! Dia adalah pengkhianat itu dan dia juga baru mengatakan hal bodoh untuk mengelabui mu. Percayalah, di dunia ini tidak ada yang lebih hebat dari putri daria" Kata menteri bahar dengan marah dan matanya berapi-api.


"Menteri bahar! Sebaiknya kamu keluar dari ruangan ini saja, jangan sampai membuat anak kecil ini marah, takutnya lidahmu semakin panjang kau julur lidahnya maka semakin lambat pula untuk kamu menariknya. Menteri bahar! Camkan satu hal ini baik-baik untuk diambil pelajarannya, dengan kejadian hari ini, kamu telah menjerumuskan ku kedalam masalah yang amat besar!" Bentakan kemarahan putri daria yang membuat mereka tidak bisa berdiri dikarenakan aura pembunuh yang dikeluarkan olehnya kepada mereka.


"A.. Aa.. Apa?" Tanya menteri bahar yang kaget saat mendengar apa yang dikatakan oleh putri daria, serta seluruh ruangan dibikin kaget olehnya seakan mereka tidak percaya kalau juli memiliki pengaruh sebesar itu.


"Cepat kamu minta maaf 🙏 kepada anak kecil ini! Setelah itu, segera kalian angkat kaki dari tempat ini!" Kata putri daria dengan nada yang dingin.


Dengan perasaan yang malu, menteri bahar dan para prajurit segera minta maaf 🙏 kepada anak kecil itu, lalu mereka turun dari ruangan itu dengan menundukkan wajah mereka serta muka mereka yang sudah merah.


Setelah semua masalah dengan menteri bahar dan para prajuritnya selesai, segera putri daria mengambil sebuah kursi kosong dan duduk di samping juli, lalu putri daria mulai menanyakan satu persatu kepada mereka yang ada di dalam ruangan itu. Sekarang putri daria sudah terlihat hangat serta dia tidak se-arogan yang dikabarkan oleh semua orang, dia juga suka bercanda dengan ketua kama yang terlihat senang kalau dia dapat berbicara langsung dengan orang yang paling sibuk di kerajaan awan ini.


Putri Daria juga mulai menceritakan mengenai kedatangannya untuk berkunjung ke kota rawa emas walaupun hanya untuk seminggu saja, setelah dua hari dia di sana maka dia akan kembali lagi ke 'Kota Raja'.


Ziya kecil pun datang dengan membawa satu porsi makanan dan diberikannya pada putri daria, yang membuat putri daria terkejut adalah ketika dia mengetahui kalau semua tagihan makanan mereka itu sudah dibayar oleh juli yang seharusnya dia tidak akan sekaya itu kalau dia mau mengikuti jejak gurunya itu.


"Juli! Apakah gurumu yang menyuruh kamu untuk mencuri, sehingga kamu bisa sekaya ini?" Tanya putri daria yang membuat juli sedikit tersedak ludahnya sendiri karena kaget atas pertanyaan dari putri daria kepadanya, namun juli dapat mengerti dengan pertanyaan dari putri daria, itu dikarenakan dia sudah tau betul dengan watak gurunya itu.


"Bibi guru! Mana mungkin lah aku melakukan pencurian, guruku selalu mengajarkan kepada ku supaya aku tidak berbuat dosa, namun berbeda kalau kita bekerja untuk mendapatkan sedikit upah. Boleh kan bibi guru" Kata juli dengan ringan.


Ketika juli memanggil putri daria dengan sebutan 'Bibi Guru' ada rasa senang yang mendalam yang dia dapat dia rasakan, dengan seketika pipinya mulai terlihat memerah dan malu, seolah-olah putri daria tidak mau pindah dari tempat duduknya, tetapi dia ingin terus berbicara dengannya.


Tiga tetua sebelumnya hanya duduk diam sambil mendengarkan pembicaraan putri daria dan juli dengan santainya, juli yang memanggil putri daria dengan sebutan bibi guru, dalam pikiran tiga tetua dari perguruan rajawali emas bahwa, kalau gurunya juli itu merupakan seorang senior dari putri daria, tetapi itu semua hanya pemikiran yang dipikirkan oleh tiga tetua itu saja.


Tiga tetua yang melihat juli dan putri daria berbicara dengan santai itu membuat mereka kebingungan dan mereka bertiga mulai berbisik-bisik.


"Aku tidak menyangka, kalau tuan juli itu benar-benar orang yang mempunyai pengaruh sebesar itu ya?."


"Dia merupakan seorang anak yang masih berumur tujuh tahun tetapi dia sudah secerdas ini, bagaimana masa depannya kelak ya. Pasti dia akan menjadi orang yang paling berpengaruh di dunia ini."

__ADS_1


"Kalau bisa, sebaiknya kita membawa anak-anak kita ke tempatnya agar anak kita bisa berguru di sana dan aku berharap kalau aku bisa secerdas tuan juli."


"Ya.. Ya, aku setuju" Kata tiga tetua dari perguruan rajawali emas yang berbisik-bisik disudut ruangan dan larut dengan percakapan mereka sendiri.


Juli mulai teringat dengan kisah perjalanan guru dan bibi gurunya itu;


Mereka saling bermusuhan, saling menghargai, dan saling melengkapi serta mereka tidak dapat dipisahkan karena mereka akan selalu dalam kerinduan, mereka juga tidak bisa saling berdekatan karena mereka selalu dibenci.


Namun, bukan berarti mereka itu orang yang jahat, mereka berdua adalah orang yang sangat baik tapi guruku tidak pernah menceritakan tentang bibi guru, sampai hari kematiannya pun dia tetap tidak menceritakannya, namun aku selalu melihat guruku itu meniup seruling nya di malam hari dengan nada yang pilu, pada saat itu aku masih kecil jadi aku tidak tau maknanya itu.


Guru dan aku pada saat itu terus mengembara dan terus menolong siapapun, makanan apapun akan kami makan asalkan itu tidak membuat kami mati. Namun semenjak terjadinya perubahan besar dan hancurnya kubah pelindung, manusia mulai diburu oleh siluman tiada akhir.


Setiap harinya, aku dan guru hanya bisa berlari dari kejaran siluman, hingga suatu saat guruku yang mendengar kabar tentang bibi guru yang dikeroyok oleh segerombolan serigala 🐺 api, segera dia pergi ke tempat bibi guru namun setelah sampai di sana, dia tidak menemukan bibi guru sama sekali tapi malahan kami yang menjadi sasaran dari gerombolan serigala itu.


Membuat kami terus berlari sampai ke jurang yang tiada akhir itu, saat guru ingin menyelamatkan ku, kata terakhir yang diucapkan oleh guru yang selalu membekas di dalam diriku adalah;


"Murid ku! Selamatkan lah nyawamu dan aku akan mempertaruhkan nyawa si buta yang tidak berharga ini untuk membukakan jalan untuk mu."


Selama seribu tahun, aku belum pernah melihat kalau ada seorang guru yang hanya mempunyai satu jurus, dengan kegigihannya lah yang membuat dia dapat membunuh hampir dari setengah gerombolan serigala api.


Tubuh guru yang basah kuyup karena air hujan pun terlihatlah badannya yang kurus dan tinggal tulangnya lagi, itu dikarenakan guru tidak dapat bertahan dengan kelaparan selama berhari-hari yang dirasakannya itu, sehingga membuat dia terjatuh serta diterkam oleh gerombolan serigala secara terus menerus. Saat itu, aku yang ingin membela guru dari ganasnya serangan kawanan serigala, tapi malahan serigala menerkam ku. Dalam hati aku berkata, guru.. aku akan menyusul mu.


Kematian guru di tepi jurang tiada akhir itu, aku sempat berpikir kalau aku akan mati di sana juga, tetapi disitulah pertama kali aku melihat bibi guru.


Bagaikan 'Sang Dewi Pelangi' kecantikannya yang berkilau dan terpancar di seluruh cakrawala, dengan dua kali serangan dari pedangnya itu, membuat seluruh kawanan serigala terbunuh.


Saat dewi pelangi melihat jasa'dari guru yang terbujur di tanah itu, membuat dia menangis dan menjerit sejadi-jadinya, walaupun dia menjerit sampai mengeluarkan darah, itu tidak dapat mengembalikan guruku yang telah mati.


Bibi guru pun mengambil pedangnya untuk mengakhiri hidupnya, ketika dia menatapku dengan dengan air mata yang tidak dapat dibendung olehnya di antara derasnya hujan.


"Anak kecil! Kamu siapa?" Gumamnya dengan pelan.


"Bibi! Aku adalah muridnya" Kata juli kecil.


"Berarti! Aku tidak bisa menyusulnya untuk sekarang ini. Setelah dia meninggal, dia telah meninggalkan tugasnya untukku."


Saat ini putri daria masih terus berbicara dengan keluarga gunung 🗻 salju, sementara mata juli mulai basah saat dia mengingat kembali kehidupan sebelumnya.

__ADS_1


'Di kehidupanku sekarang ini, aku akan menyelamatkan menyelamatkan mereka berdua serta tidak akan kubiarkan mereka berdua mati dengan sia-sia' Batin juli.


"Ah! Kita terlalu lama disini, pasti guru sedang menungguku pulang sekarang" Kata juli yang tiba-tiba teringat dengan gurunya itu.


"Eh! Kenapa kalian semua harus terburu-buru sih?" Tanya putri daria dengan penasaran.


"Sebelum pergi, guru sempat mengatakan kepadaku kalau aku harus pulang setelah urusan selesai, jadi aku harus pulang cepat sekarang" Kata juli sambil memberikan isyarat kepada semua rombongan untuk segera berkemas karena mereka akan berangkat sekarang.


Di sana, ziya kecil duduk dengan wajah senang sambil bercerita panjang lebar dengan putri daria, serta putri daria nampak senang kalau dia berbicara dengan ziya kecil karena bawaan bicaranya itu sangat lembut.


Putri Daria mulai memegang tangan juli lalu dia berjongkok untuk menyetarakan tubuhnya dengan juli karena juli itu masih anak-anak dan badannya terlalu rendah, "Juli! Di mana gurumu sekarang?" Tanya putri daria dengan nada suara yang pelan supaya apa dia bicara hanya juli yang tau.


Juli pun mulai berbisik ditelinga putri daria, "Bibi guru! Sekarang guru berada di kota terlarang."


Putri Daria mulai terperanjat dari tempatnya ketika dia mendengarkan apa yang dikatakan oleh juli barusan, "Apa?" sontak saja dia mulai berdiri, "Apa yang aku dengar ini tidak salah kan?".


Juli hanya menghela nafas panjang, "Bibi guru! Berkunjung lah kesana, aku bisa menjamin kalau bibi guru tidak akan terkena wabah seperia" Kata juli dengan senyum lebar.


Juli juga menceritakan kepada putri daria tentang keadaan dunia sekarang yang selama ini dia temukan saat dia berkelana dengan gurunya itu, serta terdapat banyak informasi tentang golongan hitam yang mulai bergerak, itu membuat putri daria terkagum-kagum dengan cerita yang sampaikan oleh juli, apalagi ketika juli menceritakan tentang seberapa heroik gurunya itu yang membuat putri daria dengan ekspresi senang sambil menggelengkan kepala, dia berkata "Si Bodoh itu!".


Terkadang putri daria berpikir, bagaimana bisa si bodoh itu bisa mendapatkan muridnya ini yang begitu jenius.


Dan juli juga menceritakan kepada putri daria kalau gurunya itu terkadang sering meniup serulingnya dengan nada yang pilu dan terkadang dia mengigau sambil memanggil nama putri daria secara terus menerus.


Ketika mendengar hal itu, membuat pipi putri daria menjadi memerah karena dia terkadang cemberut, rona matanya itu bisa mencerminkan kegembiraan yang tidak dapat dilukiskan, putri daria juga seakan tak mau melepaskan juli karena dia masih mau bercerita tetapi juli pun harus bergegas pulang.


Juli juga mendapatkan sedikit informasi dari putri daria, bahwasanya kunjungan dia kali ini untuk memastikan kalau kelompok aliran hitam tidak tumbuh di wilayah bagian timur.


Tapi harapannya itu tidak sesuai dengan apa yang di harapkannya, itu dikarenakan orang dari aliran hitam sudah menguasai setengah dari wilayah bagian timur dan aliran hitam juga sudah bersekutu dengan kaum siluman.


Saat mendengar apa yang dikatakan oleh putri daria barusan, itu membuat juli sangat terkejut karena di kehidupan sebelumnya, wilayah bagian barat lah yang menjadi incaran pertama yang dikuasai oleh orang dari aliran hitam, itupun disebabkan karena kurang perhatiannya dari pihak kerajaan awan.


Sementara itu, para anggota keluarga gunung 🗻 salju yang telah selesai bersiap-siap dengan perbekalan untuk perjalanan mereka nanti, juli pun izin pamit untuk melanjutkan perjalanan mereka kepada putri daria, serta dia juga izin pamit kepada tiga tetua dari perguruan rajawali emas.


Setelah semua orang pada berpamitan dan pergi dari restoran tersebut, barulah putri daria merasakan kerinduan yang sangat mendalam saat mengingat kembali kejadian yang telah dia alami.


"Dasar si bodoh itu" Gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2