SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)

SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)
CHAPTER 1. KAISAR LANGIT DAN BUMI


__ADS_3

Bumi yang sangat indah dan begitu damai itu pun hilang saat dua ribu tahun yang lalu, setelah Para Siluman tiba-tiba muncul dan membantai habis umat manusia dari seribu tahun yang lalu hingga masuklah umat manusia memasuki eranya kepunahan, pada saat itu lah datang suatu keajaiban bagi umat manusia pun terjadi, muncullah beberapa Ahli Kitab Umat Manusia berhasil menciptakan sebuah Perisai Kubah Pelindung yang nantinya akan melindungi seluruh umat manusia yang ada di bumi ini.


Perisai Kubah Pelindung yang sangat besar dan sangat luas serta dapat men cangkup jangkauan dari jutaan hektar wilayah ke


rajaan umat manusia pada saat itu, Perisai Kubah Pelindung ini tidak akan dapat ditembus ataupun dimasuki oleh para siluman manapun.


Setelah ratusan tahun telah berlalu ini, Perisai Kubah Pelindung masih bekerja dengan baik dan untuk keamanannya sendiri masih bekerja dengan baik menghalau serangan dari para siluman lagi.


Lambat laun disebabkan akibat ulah dari keserakahan umat manusia itu sendiri, Perisai Kubah Pelindung yang melindungi manusia dari serangan para siluman pun mulai melemah hingga suatu ketika Perisai Kubah Pelindung itu kini telah dapat ditembus oleh para siluman sampai akhirnya Perisai Kubah Pelindung itu hancur berantakan.


Setelah hancurnya Perisai Kubah Pelindung, manusia mulai memisahkan diri dari sana dan membiasakan diri mereka untuk bertahan hidup di alam terbuka yang sudah dipenuhi oleh para siluman di luar sana dengan cara berkelompok-kelompok maupun ada juga dengan cara individu yang sangat rentan akan diserang oleh para siluman kalau bangsa manusia memisahkan diri mereka untuk bertahan hidup.


Pada saat Lima ratus tahun setelah kehancurannya Perisai Kubah Pelindung telah berakhir, muncullah seorang manusia yang sangat jenius yang dijuluki dengan sebutan Ahli Pengetahuan ini berhasil mengumpulkan umat manusia untuk memimpin bangsa manusia untuk berperang saat akan melawan bangsa siluman pada tahun-tahun berikutnya.


Akan tetapi kekuatan manusia masih sangat lemah dan masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan tingkat budidaya nya bangsa siluman dengan bangsa manusia pada saat itu, untuk memerangi bangsa siluman yang ada di luar sana harus berlatih dengan giat dan umat manusia masih terus bergerilya sampai harus membutuhkan waktu beberapa ratusan tahun lamanya dan namun tidak ada kunjung waktu tanda yang akan berhasil.


Ada beberapa para Ahli Siluman yang telah mencapai Ranah Budidaya Dewa Tertinggi sehingga manusia akan kembali menerima petaka akibat pembantaian yang dilakukan oleh para siluman kepada manusia yang tidak ada henti-hentinya.


Setelah Seratus tahun kemudian, Ranah Budidaya seorang manusia yang Ahli Pengetahuan telah berhasil mengalami terobosan ke Ranah Dewa, dan sekarang julukannya pun juga berganti menjadi Dewa Pengetahuan, namun disisi lain juga jumlah populasi manusia pun semakin merosot turun sangat tajam bahkan sekarang sudah diambang kepunahan.


Dan sudah tiga ratus tahun berlalu, Dewa Pengetahuan akhirnya baru berhasil mencapai ke Ranah Dewa yang setingkat dengan Ranah Siluman Tertinggi, yaitu Ranah Dewa Kaisar.


Pada saat akhir pertempurannya antara Lima Dewa Kaisar Siluman melawan dengan seorang Dewa Pengetahuan atau yang dikenal dengan "Kaisar Langit dan Bumi."


Pertempuran yang tidak ada henti-hentinya itu antara Lima Dewa Kaisar Siluman dengan Dewa Kaisar Langit dan Bumi yang sudah memakan waktu selama 💯 tahun lebih, sehingga akibat dari pertempuran itu sudah hampir menghancurkan seluruh tatanan alam yang ada di dunia ini, dan akibat dari pertempuran itu juga sudah hampir musnahnya seluruh kehidupan yang mengakibatkan awal dari akhir kehidupan makhluk yang ada di bumi dan bumi sudah berubah menjadi sebuah reruntuhan.


Bumi yang sudah menjadi reruntuhan tersebut, bangsa manusia dan bangsa siluman sudah mulai sedikit populasinya dari awal populasinya akibat dari pertempuran antara Lima Dewa Kaisar Siluman melawan dengan Dewa Kaisar Langit dan Bumi, sekarang hanya tinggal menyisakan seorang Kakek tua yang sudah renta sedang melayang di atas langit yang memakai baju zirah perang ber element Langit dan Bumi, serta terdapat Lima Dewa Kaisar Siluman yang sudah mengalami terluka yang sangat parah.


"Kaisar Langit dan Bumi, dengan kekuatan mu yang sekarang ini, kau benar-benar sangat kuat bahkan kau telah menghancurkan sebagian dari Bumi secara keseluruhan, dan itu bukan hanya bangsa siluman saja yang terkena imbasnya akan tetapi itu juga sudah termasuk seluruh bangsa yang ada di bumi juga terkena imbasnya" Kata salah satu dari Lima Dewa Kaisar Siluman yaitu Siluman Langit yang sedang memegang dadanya karena sedang menahan kesakitan habis melawan dengan Dewa Kaisar Langit dan Bumi.


"Aku tidak peduli terhadap apa yang kalian katakan barusan itu, Sekarang! Kalian majulah dan sekarang kalian harus merasakan Pedang Elemen Langit dan Bumi ku ini!" Kata Juli Sang Kaisar Langit dan Bumi dengannya suara yang lantang dan sekarang Juli mulai menyerang lagi tapi Juli menyerangnya dengan cara membabi buta mengarah ke Lima Dewa Kaisar Siluman.


"Kalian semuanya, sekarang buatlah pertahanan untuk menahan serangan dari Dewa Kaisar Langit dan Bumi" Seru dari salah satu Lima Dewa Kaisar Siluman.


"SERANGAN PEDANG ELEMEN LANGIT DAN BUMI! TUSUKAN PENGHANCUR GALAXY!" Teriak Juli mengeluarkan tebasan nya ke udara dikarena dengan mengurangi tebasan anginnya, angin itu akan dapat memotong apa saja yang berada di hadapannya.


"Semuanya segera terbang ke atas langit, jangan ada yang masih berada di permukaan bumi, jika tidak, Bumi akan terpotong-potong menjadi beberapa bagian dan akan hancur berkeping-keping" Teriakan peringatan oleh salah satu Lima Dewa Kaisar Siluman yaitu Dewi Peri.


Spontan Keempat Dewa Kaisar Siluman dari Lima Dewa Kaisar Siluman langsung terbang ke atas langit, namun mereka terlambat dikarenakan tebasan anginnya malah mengarah dan mengejar mereka.


BOM.. BOM.. BOM..


"TEKNIK ILUSI! PERTAHANAN PERISAI ABADI!" Seru Kelima Dewa Kaisar Siluman menggabungkan kekuatan untuk membuat pertahanan abadi ini.

__ADS_1


Kelima Dewa Kaisar Siluman terpental sangat jauh dan mengeluarkan darah dari mulut mereka, dikarena Perisai Abadi yang mereka buat tidak dapat menahan serangan yang dikeluarkan oleh Juli Sang Kaisar Langit dan Bumi dan perisainya pun hancur berkeping-keping yang mereka buat.


"Kalian semua, kalian segeralah Minum Pill Surga tingkat Dewa untuk memulihkan diri kalian masing-masing!" Seru salah satu Dewa Kaisar Siluman yaitu Dewa Langit kepada Keempat Dewa Kaisar Siluman lainnya.


”Sekarang masih ada berapa banyak lagi Pill Surga yang kalian miliki? Setelah semua Pill yang kalian miliki sudah ku hancurkan semuanya" Seru Juli menyeringai karena melihat Lima Dewa Kaisar Siluman dalam keadaan sekarat yang ada di hadapannya.


Seketika Kelima Dewa Kaisar Siluman terkejut dan menyadari bahwa Pill Surga tingkat Dewa mereka yang sudah tidak ada lagi yang tersisa, akan tetapi mereka hanya berpura-pura kalau mereka masih memiliki persediaan Pill yang banyak untuk mengelabui Juli Sang Kaisar Langit dan Bumi.


Pada dasarnya kalau besi dan baja tidak akan pernah bisa mencelakai ataupun melukai mereka, namun hal lainnya jika mereka bertanding dengan Para Ahli setara dengan Kaisar Dewa seperti mereka maupun lebih tinggi tingkatannya dari mereka.


"Percayalah kalau kami masih memiliki persediaan Pill Surga penyembuh kami untuk Lima Puluh Tahun lagi!" Seru dari Dewa Kaisar Siluman yaitu Dewa Bumi


"Hahahaha, Juli Sang Kaisar Langit dan Bumi, memang pantas julukan itu disandang untuk mu, kami berlima sudah tidak sanggup lagi untuk mengalahkan mu walaupun kami telah mengerahkan seluruh kekuatan kami dan pasukan kami selama 💯 tahun lebih" Kata dari Dewa Kaisar Siluman yaitu Dewa Garuda Lava dengan suara yang melengking.


"Kesalahan terbesar ku adalah aku terlalu meremehkan kalian, sekarang aku masih tidak mengetahui siasat apa yang telah kalian rencana ini selama seratus tahun, dan kalian juga telah berhasil memperalat umat manusia untuk berada di sisi kalian dan menyerang para pendekar di kalangan manusia yang lemah" Jawab Juli.


"Hahahaha, kau salah besar Juli, justru para manusia itu sendirilah yang mengajak kami membantu untuk menyerang sesamanya demi keuntungan mereka sendiri, sehingga kami juga terseret ke peperangan yang tiada akhir ini dengan mu Juli" Jawab dari salah satu Lima Dewa Kaisar Siluman yaitu Dewi Peri.


"Sekarang aku akan membunuh kalian semua dan aku akan serius mengeluarkan seluruh kekuatan yang aku miliki demi untuk bisa bertarung dengan kalian hingga sampai akhir" Teriak Juli Sang Kaisar Langit dan Bumi.


Setelah bertarung selama 💯 tahun lebih pertarungan ini tidak ada henti-hentinya, untuk Kaisar Langit dan Bumi bertarung seolah tidak ada lelahnya. Bahkan Aura pembunuh yang dikeluarkan oleh Juli membuat Dunia menjadi gelap dan sekarang wajah dari Kelima Dewa Kaisar Siluman pun mulai pucat mengeluarkan keringat dingin.


Kelima Dewa Kaisar Siluman mulai saling memandang satu sama lain, mereka pun sadar bahwa Pill Surga tingkat Dewa yang mereka miliki telah habis, dan jika pertarungan ini masih diteruskan maka bisa dikatakan ini adalah hari terakhir untuk mereka hidup.


Setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh 'Dewi Kaisar Siluman Iblis', juli pun mulai sedikit tertegun dan mulai memikirkan kata-katanya, perlahan juli mulai menarik kembali aura pembunuhnya, lalu juli perlahan turun ke bumi lalu juli mulai duduk di atas sebuah bongkahan batu, seraya memejamkan matanya.


Diantara kelima dewa kaisar siluman, tidak ada yang berani mengusik, menganggu, maupun mendekat ke arah juli.


Juli mulai memikirkan kembali kisah perjalanan hidupnya, dan mulai merenung sampai jauh masuk ke dalam masa kecilnya dulu.


Dulu juli memiliki seorang guru yang hampir juli melupakan sang guru, guru yang selalu memberikan sebuah petuah kepadanya, guru yang selalu memberikan petunjuk jalan hidupnya, dan segala kata-katanya juli mulai hampir semua yang juli lupakan.


Dulu misinya adalah berada di puncak dunia persilatan dan itu semua pun sudah telah tercapai, kini manusia telah punah dan itu hampir semuanya atas perbuatannya sendiri, sekarang juli mulai dirundung dengan penyesalan besar atas apa yang juli perbuat didalam hatinya.


"Guru pernah berkata kepadaku, hidup yang terbaik adalah berguna bagi orang lain, jika tidak sanggup menyelamatkan hidup orang lain, maka jangan menghancurkannya" Seru juli yang mengingat petuah yang diberikan oleh gurunya kepadanya yang hampir dilupakan oleh juli dikarenakan petuah itu sudah lama pada seribu tahun yang lalu.


Juli mulai menyipitkan matanya dan memandang ke arah langit biru yang sudah dipenuhi dengan debu sampai keluar ke luar angkasa, itu dikarenakan akibat dari pertarungannya melawan dengan para dewa kaisar siluman.


"Guru! Sekarang apa yang mesti Juli lakukan sekarang?" Gumamnya dan air mata pun keluar dari kelopak mata dikarenakan juli sudah mulai lupa kapan terakhir kalinya juli mengeluarkan air mata kesedihannya.


"Ya.. Tuhan! Apakah ada jalan keluar bagi Si Tua Bangka ini? Jika itu masih ada maka aku mohon tunjukkanlah jalannya, ataukah aku harus meratapi kesedihan ini selamanya" Gumamnya juli sambil memejamkan kedua matanya untuk menahan kesedihannya.


"Semua ini telah berakhir, memang semuanya telah berakhir, karena bagi ku sekarang sama saja mau itu hidup ataupun mati mati" Teriak juli sambil memperhatikan kelima dewa kaisar siluman yang kelihatannya juga sudah kehilangan semangat bertarungnya, membuat senyum kecil yang menghiasi bibirnya juli.

__ADS_1


Tiba-tiba saja, sebuah ingatan terlintas di dalam pikirannya juli tentang suatu kejadian, juli juga mengingat suatu hal yang sudah lama juli lupakan, dikarenakan pada saat tujuh ratus tahun yang lalu juli dapatkan melakukan sebuah teknik yaitu 'Teknik Ruang dan Waktu'.


Dahulu, tenaga dalam yang juli miliki pada waktu itu juli hanya bisa memulihkan kembali tenaga dalam dan harus memerlukan waktu selama satu jam untuk pulih total.


Namun sekarang dengan kekuatan dan teknik budidaya yang juli miliki saat ini sangatlah besar, mungkin juli bisa kembali ke beberapa tahun puluhan tahun yang lalu, setidaknya saat umat manusia masih belum punah.


Seberkas senyuman kecil terlihat menghiasi bibirnya, setidaknya juli masih memiliki harapan walaupun itu kecil kemungkinannya, dan juli juga harus menghabiskan seluruh teknik budidaya selama ini, mungkin itu adalah hal yang sepadan yang juli dapatkan selama ini.


Lalu juli pun mulai menolehkan wajahnya kearah kelima 'Dewa Kaisar Siluman', lalu juli mulai mengacungkan tangannya kearah kelima 'Dewa Kaisar Siluman' yang masih berdiri tegak melayang di atas langit.


"Suatu saat kita mungkin akan bertemu kembali dikemudian harinya, jika hal itu sampai terjadi maka aku tidak akan melepaskan dan mengampuni kalian" Seru juli dengan suara yang lantang kearah kelima dewa kaisar siluman.


Lalu juli meletakkan kedua tangannya ke tanah dan mengaktifkan Portal Ruang dan Waktu.


"Teknik Ruang dan Waktu! Portal diaktifkan!"


Tiba-tiba saja muncul sebuah portal cahaya yang muncul di depan hadapan 'Dewa Kaisar Langit dan Bumi'.


Kelima 'Dewa Kaisar Siluman' mulai terkejut 'apa yang sedang terjadi' Batin mereka.


"Mungkinkah juli ingin melarikan diri?"


"Tidak mungkin dia melakukan itu, bahkan kemungkinan besarnya kita tidak akan bisa bertahan lagi ditangannya, jika ia melakukannya dengan serius."


"Lantas sedang apa yang akan ia lakukan dengan portal yang ada di hadapannya itu."


"Bukankah itu adalah sebuah portal ruang, mungkin saja ia sudah mendapatkan dunia lain dan akan menjalani kehidupannya di sana."


"Bukankah itu adalah ide yang bodoh, kecuali ia masih menyimpan anak-anaknya dan cucunya di sana."


Juli yang mendengar itu pun tidak memperdulikan dengan apa yang mereka bicarakan, lalu juli pun mulai mendekat dan masuk ke dalam portal tersebut, dan mulai memikirkan didalam pikirannya.


"Berapa lama sih yang akan aku sanggupi untuk kembali ke masa lalu."


Dan **Wuss...**


Setelah masuk ke dalam portal tersebut, semua tenaga dalam yang Juli miliki telah terkuras habis tak tersisa, tenaga dalam yang juli peroleh selama seribu tahun lamanya, telah terkuras habis sampai tak tersisa sedikitpun yang tersisa hanyalah ingatannya saja yang ia miliki.


Tubuhnya mulai terasa sangat sakit yang tak terkira, juli pun terus bertahan dan bertahan, lambat laun juga tubuhnya sudah tidak sanggup lagi dan mulai melemah hingga pada akhirnya juli pun pingsan.


Pingsan adalah hal yang sangat tidak pernah terjadi saat ia hidup selama Sembilan ratus tahun sampai sekarang.


Setelah itu, portal pun mulai menghilang dan juga aura juli 'Sang Dewa Kaisar Langit dan Bumi' tidak dapat terdeteksi lagi sedikit pun oleh kelima dewa kaisar siluman itu.

__ADS_1


__ADS_2