SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)

SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)
CHAPTER 11. DUA KERDIL/KURCACI BERSAUDARA (GABU DAN GIBLI)


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, setelah busur panah kaisar peri api dan es di ambil dan di simpan dari tempatnya berada oleh yona, pada saat itu juga cuaca panas dan dingin yang ada di kota anggrek salju sudah menghilang, sehingga kota anggrek salju tidak ada lagi yang namanya wabah seperia yang selama ini dirasakan oleh semua penduduk.


Yona juga merupakan satu satunya ras peri yang berbeda di kota anggrek salju, membuat semua penduduk yang melihat putri yona bagaikan seorang malaikat yang turun dari surga selain kebaikan hatinya. Putri yona juga merupakan seseorang yang super jenius saat di usianya yang ke enam tahun, bahkan sekarang ini dia telah berada di tingkat batu bintang satu sehingga dia dapat menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekitarnya.


Di kota anggrek salju, guru amin serta juli menduduki posisi sebagai tetua tertinggi sedangkan putri yona, di sana dia menduduki posisi sebagai walikota kota anggrek salju serta dia juga yang akan mengelola berbagai macam administrasi yang ada di sana. Yona sangat cekatan dan jenius dalam mengerjakan tugas-tugasnya.


Di kehidupan sebelumnya, putri yona merupakan seorang 'Ratu Peri Utara' dan menjadi seorang peri yang akan memimpin sebuah organisasi besar yang paling sukses, yang dimana organisasi tersebut bergerak di bidang peralatan perang di bangsa peri untuk berperang melawan manusia nanti. Pada saat itu, bangsa peri dengan bangsa siluman bekerja sama yang membuat bangsa manusia berada di ambang kepunahan pada kala itu.


Juli juga dapat melihat hal yang sama yang akan terjadi, selain jenius dalam beradaptasi dan dia juga sangat cermat, yona merupakan seorang peri yang berumur 6 tahun namun dia sudah dapat mengemban satu kota itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.


Uang yang digunakan untuk berbelanja keperluan nanti, dia harus teliti dan tepat dalam mengelola uang masyarakatnya, sekarang ini putri yona sedang membangun sebuah gedung untuk perguruan anggrek salju, gedung pill 💊 serta gedung untuk menempa peralatan senjata nanti. Selain itu, dia tidak lupa untuk membangun puluhan pasar dan ribuan rumah penduduk yang sudah tertata rapi.


Setelah satu bulan setengah berlalu, kini kota anggrek salju telah berubah menjadi kota besar dan kota yang sangat indah, dengan pemandangan kota yang bersih serta banyaknya tanaman bunga yang membuat kota ini bagaikan sebuah kota khayangan di daratan tinggi gunung 🗻 anggrek salju. Selain itu, kekhawatiran penduduk kota juga bertambah besar di karena kota anggrek salju nanti akan mengundang banyak orang-orang kuat yang ada diluar sana untuk menguasai kota anggrek salju, apalagi kota anggrek salju juga merupakan sebuah kota yang terlemah dari kota yang lainnya.


Salah satu orang dari 13 anggota naga akan di beri kepercayaan sebagai jendral untuk menjaga kota anggrek salju, orang itu juga sangat menghormati dan juga mengagumi guru amin dan juli, serta dia juga telah melupakan kalau dirinya dulu merupakan seseorang dari aliran hitam, dengan kepercayaan yang tinggi dia akan diberikan 300 orang prajurit elite untuk dilatih olehnya. Dengan kitab serta pill 💊 yang telah di berikan oleh juli untuk mereka semua, kekuatan mereka semua telah meningkat secara drastis selama satu bulan setengah terakhir, dari orang yang biasa-biasa saja sekarang mereka semua telah menjadi seorang pendekar yang berada di peringkat pejuang.


Bangunan istana anggrek salju juga, selain besar bangunan ini juga memiliki menara lima puluh lantai yang menjual tinggi ke langit, sehingga jika kita berdiri di puncak menaranya maka kita dapat melihat pemandangan kota dari atas.


Puncak menara ini juga di jadikan sebagai tempat untuk memantau keadaan penduduk di seluruh kawasan maupun sudut kota.


Tujuan juli membangun menara yang sangat luas, menara ini juga dapat di jadikan sebagai tempat pertemuan para petinggi ataupun utusan yang datang ke kota anggrek salju. Jika ada orang yang mau naik ke atas puncak menara ada dua caranya, yang pertama; mereka bisa lewat tangga, yang kedua; mereka bisa lewat pintu portal hukum ruang yang dibuat oleh juli. Bagi orang yang memilih cara kedua, ada cara pemakaiannya yaitu dengan memberikan sedikit tenaga dalam lalu portal akan aktif, apabila kita masuk ke pintu itu maka kita akan langsung muncul di atas puncak menara, pintu portal untuk masuk ke puncak menara sudah dibuat dibeberapa sudut kota dan di Istana Kota Anggrek Salju sehingga aksesnya menjadi cepat.


Untuk pintu portalnya, Juli sendiri yang membuatnya dengan menggunakan pola hukum ruang agar mempermudah akses kemanapun didalam kota anggrek salju.


Juli yang sedang duduk dilantai tertinggi menara sambil menikmati secangkir teh, dia selalu mengingat kejadian dimasa lalu sebelum terjadinya penyerangan yang dilakukan oleh Perguruan Racun Timur ke Kota Anggrek Salju, yang akan terjadi satu minggu lagi.


Tiba-tiba saja Juli teringat sesuatu yang membuatnya terperanjat berdiri dari tempat duduknya, dia tampak gelisah dan mukanya yang pucat pasi.


"Dalam 4 hari lagi yang dimana hari pembantaian Keluarga Gunung Salju yang dilakukan oleh Organisasi Serigala Gunung, kali ini tak akan kubiarkan Ziya kehilangan kakinya dan menjadi lumpuh kali ini" Teriak Juli yang kemudian dia duduk sejenak sambil berpikir.

__ADS_1


Setelah mendapatkan ide, Juli yang tengah terburu-buru mulai bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari menara, kemudian dia lari menuju keruangan Istana untuk menemui Yona dan gurunya untuk memberitahukan kepada Yona dan gurunya kalau dia ingin meninggalkan kota selama 10 hari, dengan niatan untuk membawa dua orang kerdil bernama Gabu dan Gibli untuk menemaninya.


Juli dapat mengingat dengan jelas kalau dua pandai besi Gabu dan Gibli berada ditingkat besi, dan tubuh mereka sangatlah kuat yang dimana mereka berdua lah yang dapat mempertahankan Kota Terlarang dari serangan Dua Minggu lagi dikehidupan Juli sebelumnya.


Dua kerdil bersaudara ini tewas ketika penyerangan kota yang kedua kalinya, karena banyak para ahli yang dibawa oleh Perguruan Racun Timur, selain mereka yang berada dalam kondisi terluka dan kekurangan makanan, mereka juga dikeroyok oleh banyak ahli.


Namun untuk kehidupannya kali ini, Juli tidak akan membiarkan kedua Ksatria Kurcaci yang paling setia pada tanah airnya ini harus mati mengenaskan seperti dikehidupan sebelumnya.


Gabu dan Gibli hanya memiliki tinggi satu meter saja, namun mereka memiliki kekuatan yang sangat besar, sekarang mereka berumur 20 tahun yang termasuk generasi paling jenius di masanya.


Gabu dan Gibli ketika pertemuan pertama kali dengan Juli, mereka sudah merasakan ketertarikannya kepada Juli yang kelihatannya pintar dan membantu Bangsa Kerdil tanpa membeda-bedakan mereka, bahkan mereka mendapatkan kepercayaan dari Juli jadi karena hal itulah yang membuat kekaguman mereka berdua tumbuh pada Juli seorang bocah berusia 7 tahun itu.


Bahkan mereka berdua diberi masing-masing gelar oleh Juli, yang dimana Gabu diberi gelar sebagai Raja Penempa Kota Anggrek Salju dia juga membangun sebuah Gedung besar untuk menempa, dengan 100 orang kerdil yang dibawah asuhannya yang membuat mereka berhasil menghasilkan banyak senjata, baju jirah besi, dan berbagai peralatan yang lainnya. Sedangkan Gibli, dia diberi gelar sebagai Raja Bangunan Kota Anggrek Salju, yang dimana pembangunan kota dibawah pengawasannya, dia juga memiliki lebih dari 500 manusia dan orang kerdil dibawah asuhannya.


Kedua Ksatria Kurcaci ini adalah pilar terpenting di Kota Anggrek Salju dan mereka juga salah satu penduduk pribumi yang memiliki hak penuh atas kota anggrek salju, sehingga peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Juli bagi seluruh penduduk kota anggrek salju yang sama, di kota ini tidak ada yang namanya hukum rimba di kota anggrek salju, mereka harus saling bahu membahu untuk memajukan Kota Anggrek Salju.


Di ruangan Istana Kota Anggrek Salju


Saat di dalam ruangan, jelas Yona tidak berani untuk berbicara apa-apa saat di depan Juli, cuma guru amin yang berani memarahi bahkan berani memukulinya.


"Juli! Kalau kau mau pergi kenapa kau tidak mengajak guru mu ini, kenapa kamu mau pergi harus membawa dua orang kerdil itu? Apakah kamu telah meragukan kemampuan guru mu ini?" Tanya guru amin yang bingung sambil memijat keningnya.


"Bukan begitu maksud saya guru, guru kan disini sebagai tetua tertinggi di kota anggrek salju dan guru juga orang terhebat dalam mengerjakan filsafat di perguruan anggrek, jika kita berdua pergi dari kota ini berarti tetua tertinggi di kota anggrek salju ini sudah tidak ada lagi, dan siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu kalau kita berdua tidak ada disini" Kata Juli sambil menjelaskan maksud dari membawa mereka berdua kepada guru amin.


"Apa kamu sudah berani untuk mengajari guru mu ini, apa kamu berbicara seperti ini hanya untuk membuat alasan saja!!" Bentak guru amin yang kesal ke Juli.


"Guru, percayalah kepada murid mu ini, kedua kurcaci itu juga sudah berada ditingkat besi, jadi tidak akan terjadi apa-apa kepada murid mu ini, saya pergi dari kota ini hanya 10 hari saja guru" Kata Juli yang tahu betul kalau gurunya sedang mengkhawatirkan keselamatannya.


"Baiklah, kalau sudah 10 hari kamu tidak pulang kesini, saya sendiri yang akan mencari mu" Kata guru amin dengan nada serius dan seketika itu juga Juli mengeluarkan keringat dinginnya.

__ADS_1


"Terima kasih guru" Ucap Juli.


Sementara para penjabat tinggi kota anggrek salju yang ada di dalam ruangan hanya bisa melihat saja, mereka tidak ada yang berani untuk ikut campur jadi mereka hanya sedikit menundukkan kepala mereka untuk memberi hormat kepada Juli.


Juli segera melirik ke para penjabat tinggi kota anggrek salju yang dipilih oleh Yona, mereka semua masih muda-muda dan tidak buruk sama sekali, mereka semua terdiri dari orang biasa dan orang dari suku kerdil, Juli telah memberikan masing-masing sebuah buku pedoman mereka semua untuk bekerja.


Sekarang di Kota Anggrek Salju sudah tidak ada lagi yang namanya orang miskin, semua penduduk sudah di pekerjakan dengan pendapatan yang sangat lumayan dan sudah tidak ada lagi penduduk yang memakai pakaian yang compang camping, semuanya sudah terlihat rapi dan bersih.


Tidak lama kemudian, datanglah dua kerdil bersaudara didalam ruangan yaitu Gabu dan Gibli, segera mereka menunduk sedikit kepala mereka untuk memberi hormat.


"Apakah Tetua Juli yang memanggil kami?" Tanya Gabu dengan hormat.


"Benar, mari kita segera berangkat" Kata Juli ketika Juli melihat kalau mereka sudah sepenuhnya siap.


Juli segera berpamitan kepada gurunya dan Yona serta para penjabat yang ada disana, setelah itu mereka langsung beranjak pergi yang diikuti oleh dua orang kerdil itu, yang dimana mereka telah siap dengan memakai baju jirah perangnya.


Mereka pun berangkat dengan menaiki kuda setelah keluar dari gerbang kota, memang jumlah kuda yang dibeli oleh Juli tidaklah banyak hanya sekitar seratus kuda saja, namun itu adalah kuda yang terbaik sedangkan kuda lainnya yang digunakan oleh 13 Naga dengan kesibukan mereka masing-masing yang luar biasa dalam menjalankan tugas mereka.


Juli yang sedikit heran kepada kedua bersaudara itu yang sudah memakai baju jirah perang dan membawa senjata mereka masing-masing berupa kapak besar yang berada di punggung dan palu yang diikat di pinggang nya.


Kedua bersaudara memang lebih cocok dikatakan sebagai Ksatria ataupun Jenderal.


"Kalian berdua yang sudah memakai baju jirah perang lebih awal, memangnya apa kalian sudah bisa menduga kalau saya mengajak kalian kemana?" Tanya Juli kepada mereka yang sedikit kebingungan.


"Iya tetua! Tetua Juli memanggil kami berdua pasti ada hal penting untuk dikerjakan, apalagi selama kota kita telah berubah menjadi kota besar, yang dimana kita hanya tinggal menunggu hari saja untuk diserang" Jelas Gabu kepada Juli.


"Kalian berdua memanglah jenius, Gelar Raja Penempa dan Raja Bangunan memang pantas untuk kalian dapatkan" Kata Juli seraya mempercepat laju kudanya.


"Kita sekarang akan menunjuk kemana tetua Juli?" Tanya Gibli kepada Juli.

__ADS_1


"Kita sekarang akan menuju ke Gunung Salju" Kata Juli.


"APA!" Kata kedua bersaudara itu yang kaget dengan apa yang dikatakan oleh Juli.


__ADS_2