SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)

SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)
CHAPTER 21. BUSUR SILANG


__ADS_3

Partai Iblis Lembah Neraka telah menguasai separuh dari kerajaan awan bagian timur yang dibantu oleh 20 partai aliran hitam sebagai anggota aliansi, sebab itu lah partai aliran putih tidak berdaya untuk melawan mereka.


Untuk sementara waktu, di dunia persilatan ini sudah mulai mendengar desas-desus mengenai kota terlarang yang ada di wilayah timur yang mulai bangkit kembali dengan nama baru yaitu 'Kota Anggrek Salju'.


Saat mendengar kabar tersebut, baik dari aliran hitam yaitu partai iblis lembah neraka, mereka telah menugaskan 'Perguruan Racun Timur' untuk menguasai kota terlarang. Namun, menurut informasi yang mereka dengar tentang kota terlarang yang telah berkembang tersebut, perguruan racun timur telah menambahkan pasukan mereka sebanyak 30% dari kekuatan perguruan racun timur, rencananya mereka hanya mengerahkan pasukan sebanyak 2% saja.


Sekarang, perguruan racun timur membawa pasukan sebanyak 5000 pendekar yang mereka miliki, jumlah pasukan tersebut sudah melebihi jumlah penduduk yang ada di kota terlarang. Tingkatan kultivasi dari pasukan yang mereka bawa adalah beberapa orang yang berada di tingkat pejuang dan tingkat kayu, 20 orang di tingkat timah, 5 orang di tingkat besi, dan 2 orang di tingkat perunggu.


Pakaian yang dipakai oleh seluruh pendekar dari perguruan racun timur yaitu baju hijau lumut dengan membawa bendera yang berwarna hijau serta ada gambar tengkorak nya. Perbedaan yang sangat mencolok dari mereka itu terletak pada topinya, yakni topi berwarna hijau, kuning, merah dan perunggu, serta perbedaan warna topi itu juga berdasarkan jabatan yang ada di perguruan racun timur.


Terdapat dua pemimpin yang memakai topi berwarna perunggu, orang yang memakai topi tersebut dikenal sebagai ’Racun Bumi dan Racun Langit', mereka juga merupakan seorang tetua di perguruan racun timur.


Di dunia persilatan, perguruan racun timur terkenal karena kesadisan mereka saat membunuh dan mereka juga akan meracuni siapapun yang sudah menjadi target mereka, serta semua senjata yang mereka miliki sudah dilumuri dengan racun yang sangat mematikan.


Untuk pasukan yang sebanyak itu, waktu perjalanan yang harus mereka tempuh untuk sampai ke kota terlarang harus membutuhkan waktu selama 4 hari, jumlah pasukan sebanyak itu juga dapat diketahui oleh berbagai aliran.


Walaupun demikian, aliran putih yang sudah mengetahui pergerakan dari aliran hitam dengan jumlah yang cukup besar yaitu perguruan racun timur, karena itu lah yang membuat mereka enggan untuk menghadapi mereka yang sebanyak itu.


Disisi lain, pada malam hari di kota anggrek salju.


Terdapat lima ratus prajurit tingkat pejuang dan 20 orang di tingkat kayu dari manusia kurcaci, sedang untuk tingkatkan yang ada diatasnya itu hanya dapat di hitung dengan jari.


Juli sudah memberitahukan kepada amin sebagai gurunya itu kalau malam ini ada kemungkinan besar ada seseorang atau perguruan yang akan melakukan penyerangan ke kota anggrek salju. Juli sudah mengetahui tentang penyerangan tersebut di kehidupan pertamanya, guru amin yang mendengar apa yang dikatakan oleh juli pun menanyakan kebenaran mengenai berita itu, dia hanya mengatakan kalau itu informasi yang dia dapat itu dari intelijennya, padahal kelompok intelijen belum dibentuk oleh nya.


"Juli! Kau berlindung lah di belakang guru, karena guru yang akan menghadapi mereka diluar gerbang kota terlarang" Kata guru amin dengan penuh semangat.


"Baiklah guru, saya akan mencari tempat yang aman untuk bersembunyi" Kata juli ke guru amin.


Juli sudah tau kalau tidak ada gunanya dia berdebat dengan gurunya itu, bahkan nama kota terlarang yang telah berubah menjadi kota anggrek salju pun gurunya masih saja menyebutkan nama kota terlarang padahal nama kota yang mereka tempati itu sudah berubah.


"Baiklah! Sekarang guru akan ke gerbang benteng kota" Kata guru amin sambil mengajak dua prajurit untuk mengawalnya.


Guru amin pun berlalu dari sana, kemudian dia pergi dengan sangat cepat menuju benteng pertahanan yang dimana di sana sudah dipenuhi oleh ratusan prajurit dan pendekar.


Kemudian juli masuk ke dalam menara melalui portal untuk naik ke puncak menara, sesampainya di puncak dia telah ditunggu oleh gabu sang raja penempa.


"Senior gabu! Tolong perlihatkan busur jarak jauh yang telah kau buat" Kata juli ke gabu.


Gabu pun berjalan ke pinggir menara, yang dimana di sana ada sebuah benda yang ditutupi dengan kain, kemudian gabu mendekat ke arah benda tersebut lalu dia menarik kain yang menutupi benda tersebut sehingga terlihat lah sebuah 'Busur Silang Raksasa' yang di tempatkan di sana.


"Busur ini akan ku namakan sebagai Busur Silang Pembunuh" Kata juli sambil tersenyum saat melihat busur hasil desainnya itu.


Sebenarnya, pada saat di kehidupan sebelumnya dia berencana untuk membuat busur itu di tujuh ratus tahun kemudian, namun kali ini dia meminta gabu untuk membuatkan busur itu sesuai dengan blueprint atau cetak biru yang telah dia berikan ke gabu.


Busur silang itu adalah busur otomatis, jadi tidak terlalu menguras tenaga saat digunakan oleh pemiliknya, untuk saat ini busur itu hanya dapat diproduksi cuma satu saja yang dapat dibuat oleh gabu dan waktu pembuatan busur itu pun terbilang sangat singkat.

__ADS_1


"Senior gabu? Berapa jumlah anak panah yang dapat kau buat?" Tanya juli.


"Sekitar 50 anak panah, tuan!" Kata gabu yang sedikit bangga dengan buatannya itu.


"Kalau lima puluh, itu masih tidaklah cukup! Namun ya sudahlah, itu tidak usah di permasalahkan lagi!" Kata juli.


"Sekarang! Apa yang akan kita lakukan tetua juli?" Tanya gabu.


"Tolong panggilkan putri yona untuk datang kemari, karena kita sedang membutuhkan bantuannya untuk saat ini" Kata juli dengan wajah datar.


"Baik, tetua" Kata gabu.


Setelah memberi hormat ke juli, segera gabu masuk kedalam portal dan bergegas untuk mencari yona. Tampaknya juli menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Boneka jiwa, keluarlah" Kata juli.


Wuss.. Wuss..


Seorang gadis cantik yang berumur belasan tahun dan berpakaian seperti seorang ratu kerajaan tapi serba hitam pun keluar dari tubuh juli, lalu dia berdiri di depan juli.


"Apa yang bisa saya bantu, tuan?" Kata boneka jiwa.


"Coba kamu awasi berapa besar kekuatan musuh di luar sana dan kasih tau seberapa jauh jumlah musuh dari kita!" Perintah juli ke boneka jiwa.


"Baik tuan! Saya pergi dulu" Kata boneka jiwa dewi kegelapan.


Dia dapat melihat pemandangan dari menara istana kerajaan anggrek salju, itu dikarenakan kota anggrek salju diterangi dengan menggunakan obor, namun dia sangat kesulitan untuk memprediksi berapa jumlah pendekar dari perguruan racun timur tapi dapat dipastikan kalau jumlah musuh yang datang ke kota anggrek salju itu sekitar ribuan orang.


"Tidak habis pikir olehku, kalau perguruan racun timur itu benar-benar berencana untuk meratakan kota anggrek salju" Kata juli dengan senyum simpul di bibirnya.


Pintu portal menara istana aktif lalu mulai terbuka.


Wham.. Wham..


Yang keluar dari pintu portal adalah putri yona dan gabu, lalu dengan cepat mereka menghadap ke juli yang sedang berdiri sambil memperhatikan pasukan musuh yang sudah terlihat di depan pintu gerbang kota anggrek salju.


"Tuan memanggil saya?" Tanya yona ke juli yang terlihat khawatir di wajahnya.


"Putri Yona! Kali ini, saya sangat membutuhkan bantuan mu" Kata juli sambil mendekati yona dan menepuk pundaknya.


Putri Yona mulai menatap juli secara perlahan karena dia tahu kalau juli meminta bantuannya pasti keadaan sekarang ini benar-benar terdesak, putri yona tidak menjawab apa yang dikatakan oleh juli tapi dia hanya bisa mengangguk kan kepalanya.


Juli yang melihat putri yona menganggukkan kepalanya pun tersenyum, "Putri Yona! Ini ada busur silang raksasa yang dibuat oleh gabu dan jangkauan serangan busur ini sangatlah jauh. Jadi, saya minta tolong ke kamu untuk lindungi saya dari kejauhan, sekarang saya akan keluar untuk berburu malam ini" Kata juli ke putri yona.


"Tapi tuan! Ini sangatlah beresiko, saya takut kalau serangan ini akan meleset" Kata yona dengan wajah sedikit pucat.

__ADS_1


"Berarti, keadaan kota anggrek salju saat ini sekarang berada di tangan mu" Kata juli dengan senyum simpul di wajahnya.


Juli mengerti dengan betul kalau di kehidupan sebelumnya yang paling dia takuti adalah serangan anak panah dari busur dewi peri utara. Ada yang mengatakan kalau serangan yang dilancarkan oleh busur dewi peri utara itu tidak akan pernah melesat sedikit pun saat targetnya terkena serangan busurnya, namun di kehidupan nya saat ini sangatlah berbeda dan telah banyak yang berubah saat juli dihidupkan kembali sebelum perang besar terjadi antara kaum manusia dengan kaum siluman.


"Bagaimana tuan, sepertinya musuh semakin mendekat kemari" Kata gabu yang memperhatikan pasukan perguruan racun timur yang semakin mendekat.


"Senior gabu! Bersediakah kamu ikut saya berperang di depan sana, mari kita buktikan siapa di antara kita yang paling banyak membunuh musuh" Kata juli sambil tersenyum lebar.


"Saya akan ikut tetua juli! Karena, dalam hal membunuh seperti ini, saya sangat yakin kalau saya yang akan membunuh musuh melebihi mu tetua" Kata gabu sambil menatap musuh yang ada di luar gerbang.


Hahahahaha


Hahahahaha


Mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak, namun wajah putri yona saat ini sangatlah khawatir, lalu dia menatap wajah juli dengan serius.


"Tapi ingat! Jangan sampai guruku mengetahui kalau aku ikut dalam pertempuran ini" Kata juli yang serius dengan wajah sedikit pucat.


Mereka mengerti akan ketakutan juli dan sekarang giliran yona yang tertawa kecil saat melihat raut wajah juli yang ketakutan, membuat yona yang merupakan seorang bocah peri berumur 6 tahun itu terlihat sangat imut saat dia tertawa.


Tiba-tiba datang seekor rajawali yang terbang ke arah mereka, seketika yona mengeluarkan busur kaisar peri api dan es saat melihat ada yang datang. Saat melihat kalau keadaan mulai menegang, juli pun mengangkat tangan nya agar yona tidak memanah burung rajawali yang terbang ke arah mereka itu.


Seketika burung rajawali tersebut berubah menjadi gadis cantik jelita setelah burung itu turun di depan mereka, 'Boneka jiwa dewi kegelapan' Batin putri yona saat mengenal siapa yang datang.


"Siapa dia, tetua?" Tanya gabu ke juli.


"Hanya boneka jiwa" Jawab juli yang seadanya.


"Tetua! Ajari aku cara membuatnya, nanti saya akan membuat satu boneka jiwa untukku" Kata gabu dengan mata yang berbinar-binar saat melihat boneka jiwa juli.


Juli hanya tersenyum pahit saat mendengar permintaan dari gabu yang kelihatannya sedikit bernafsu dengan boneka jiwanya, 'Dasar suku kerdil' Batin juli.


Selanjutnya, boneka jiwa dewi kegelapan memberi laporan ke juli.


"Jumlah mereka sekitar lima ribu lebih, kekuatan mereka rata-rata berada di tingkat pejuang dan kayu, namun ada beberapa yang berada di tingkat diatasnya" Kata boneka jiwa dewi kegelapan.


Boneka jiwa dewi kegelapan pun memberikan segala informasi yang lainnya, seperti jumlah pendekar yang pemanah, pedang, tombak, dan lain sebagainya.


"Dewi! Berubah lah sesuai apa yang kuinginkan" Kata juli sambil mengirim sedikit kesadarannya kedalam boneka jiwa dewi kegelapan.


Boneka jiwa pun berubah menjadi dua buah busur silang otomatis.


"Tuan! Teknik perubahan ini sangat banyak menguras energiku, setelah ini saya tidak akan mampu lagi untuk berubah menjadi senjata dalam waktu sebulan ke depan, karena senjata sejenis busur panah akan membuat diriku harus memisah-misahkan diri saya untuk berubah menjadi anak panah" Kata boneka jiwa itu.


"Baiklah! Untuk sementara waktu, tidak akan ku gunakan dulu kalau seperti itu, namun akan ku gunakan senjata yang lainnya saja" Kata juli ke boneka jiwa.

__ADS_1


"Baiklah! Mari kita berangkat sekarang" Kata juli.


__ADS_2