SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)

SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)
CHAPTER 6. 13 NAGA


__ADS_3

Ada seorang kakek sepuh yang turun dari kereta kudanya setelah penyergapan yang terjadi sudah selesai, semenjak dimulainya penyergapan itu terjadi, dia hanya bisa menonton dari dalam kereta kuda.


Juli juga sudah melihat kalau dalam kereta kuda itu masih ada orang lain didalamnya, ternyata benar dengan apa yang sudah dia lihat karena ada seorang anak kecil yang dikalungkan dengan rantai besar serta pola segel yang sangat kuat mengikat tubuhnya, untuk membuka kalung borgol yang ada dilehernya itu tidak bisa dibuka dengan kunci biasa saja, tetapi untuk membuka borgolnya itu harus memecahkan atau menghancurkan segel pada tulisan kuno tersebut.


Juli yang mengenali siapa sebenarnya dari bocah perempuan yang lehernya dikalungi dengan rantai itu, pada di kehidupan juli sebelumnya kalau dia adalah seorang putri dari 'Bangsa Peri Utara'.


"Anak muda, siapa namamu dan kenapa kau begitu terkejut saat melihat bocah gadis budak ini?" Tanya dari orang tua sepuh tersebut.


"Nama saya adalah Juli kakek, dan saya adalah murid dari 'Si Pendekar Buta' yang dimana orangnya berada di sana itu!" Kata juli sambil menunjuk kearah gurunya yang lagi menasehati para anggota partai iblis lembah neraka, jarak antara dia dan kakek sepuh itu berdiri dengan gurunya itu.


"Ooh namanya nak juli, kamu bisa panggil kakek dengan nama 'Maja', atau lebih tepatnya adalah 'Kakek Maja' saja" Kata kakek maja yang sambil melirik kearah guru amin sambil duduk.


"Oh ya, sepertinya gurumu ini adalah seorang 'Pendekar Besar'?" Kata kakek sepuh itu yang dikenal dengan julukan 'Maja Si Dewa Pill Dunia Timur'.


"Oh tentu saja, atau lebih tepatnya guru saya adalah seorang pendekar hebat, tapi dia tidak mau membesar-besarkan namanya" Kata juli, yang justru dialah yang membesar-besarkan gurunya itu.


Tempat berdirinya kakek maja dan juli dari gurunya itu, jaraknya sekitar 25 Meter, jadi juli bisa dengan leluasa berbicara dengan kakek maja ini.


Sementara itu, kakek maja sudah tau kemampuan aneh dari pendekar buta itu bukanlah sesuatu yang dapat ditiru oleh orang lain, sebab kakek maja sudah memeriksa salah satu korban yang sudah mati atas pertarungan si penyerang dengan guru amin, dia sudah memperhatikan itu secara seksama kalau tidak ada tanda bekas luka dalam maupun tidak ada tanda bekas luka fisik, dengan kejadian itu lah yang membuat dia mengerutkan keningnya.


"Bagaimana caranya gurumu membunuh musuh tanpa meninggalkan bekas luka ataupun goresan?" Tanya kakek maja yang wajahnya sudah mulai pucat.


"Kakek maja, ini adalah rahasia kita berdua saja yang tau ya?" Kata juli yang sedikit berbisik dengan kakek maja, "Sebenarnya guruku itu bukan dari kerajaan ini, tapi dia itu berasal dari benua lain dan dia berasal dari 'Bumi Tengah', apa kakek tahu tentang itu?" Tanya juli.


Saat mendengar kata bumi tengah yang terucap dari mulut juli itu pun, seketika membuat kakek maja menjadi lemas dan lututnya pun mulai bergetar, 'Pantas saja dia bisa membunuh tanpa adanya bekas luka' Batin kakek maja.


Juli tahu kalau kakek maja mulai ketakutan, juli pun mulai berbisik lagi, "Ditempat tinggalnya guruku itu, dia di sana dijuluki sebagai 'Si Malaikat Maut', itu lah sebabnya siapapun yang berani melanggar kata-katanya akan mati dibunuh olehnya, tidak peduli seberapa kuat musuhnya itu" Jelas juli yang sedang menakutinya.


Dan sekarang itu sudah berhasil, seakan-akan kakek maja baru saja keluar dari mulut harimau tapi sekarang dia mulai masuk ke dalam mulut buaya.


"Apa gurumu menginginkan sebuah pill?" Tanya kakek maja dengan cepat agar tidak ketahuan kalau dia terlihat ketakutan.


"Pill-pill kakek itu sudah tidak berguna lagi bagi guruku, yang dibutuhkan oleh guruku paling tidak pill 💊 tingkat 5 itulah yang paling dibutuhkan olehnya" Kata juli dengan nada ringan yang nampak lugu itu.


Kakek maja yang mendengar itu pun seperti mau muntah seteguk darah, "Pill tingkat 5 yang ada di kerajaan ini paling tidak ada satu atau dua pill saja, dan bagaimana bisa dia mengatakan tawaran sekejam itu?" Kata kakek maja yang sudah mulai kehilangan harapan.


Juli hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, "Bagaimana bisa, seorang kakek maja yang dikatakan sebagai 'Dewa Pill'? Pill tingkat 5 saja tidak ada?" Tanya juli kepada kakek maja yang sedikit meremehkannya.


Saat kakek maja mendengarkan kalau dia diremehkan oleh juli pun seperti kebakaran jengot, sebenarnya pill tingkat 5 itu bukanlah pill sembarangan dan pill itu juga tidaklah mudah untuk di dapatkan, selain itu orang yang bisa membuat pill seperti itu hanya orang yang berada di benua timur saja yang bisa membuatnya.


"Bagaimana kalau begini saja, beberapa waktu yang lalu aku membeli seorang budak perempuan! Bagaimana kalau aku berikan budak itu sebagai hadiah untuk gurumu itu?" Tanya kakek maja dengan wajah yang serius.


"Ehem.. Ehem, begini saja bagaimana kalau kakek berikan saja anak kecil itu padaku, aku bisa menjamin kalau kakek maja bisa pulang dengan selamat, Bagaimana?" Tanya juli yang kelihatan serius tapi mata juli malah bersinar-sinar.


Saat kakek maja yang melihat mata juli yang terlihat polos namun cerdik itu, dia cuma bilang "Baiklah" Jawab kakek maja yang percaya dengan juli.

__ADS_1


"Satu hal lagi yang perlu saya katakan kepada kakek, bahwasanya guruku itu mempunyai sebuah pill tingkat 4, 5, dan 6! Apa kakek mau membelinya?" Tanya juli dengan serius.


Kakek maja yang mendengar penawaran yang diajukan oleh juli itu, seketika dia seperti disambar petir disiang bolong.


"Saya harus mendapatkan uang sebanyak itu dari mana, untuk membeli pill tingkat 6 saja setidaknya saya harus menjual seluruh aset pill saya miliki itu untuk membelinya!" Kata kakek maja.


"Apakah, gurumu orangnya sehebat itu?" Tanya kakek maja yang penasaran, awalnya dia ketakutan namun raut wajahnya seketika berubah menjadi kagum.


Juli yang melihat itu pun cepat-cepat berkata, "Kakek maja bagaimana kalau begini saja, untuk sementara saya akan menerima hadiah budak dari kakek dan jika kakek memiliki sedikit uang maka berikanlah, setelah itu kakek cepat pergi dari sini atau kakek mau seperti mereka yang harus mendengarkan nasehat dari guruku itu?" Tanya juli yang sambil menunjuk ke arah gurunya yang sedang asik memberikan 'Kuliah 24 Sks' itu.


Kakek maja yang mendengarkan perkataan dari juli itu, dengan segera kakek maja memanggil pengawalnya untuk menurunkan 'Dewi Peri Utara' itu untuk diserahkan kepada juli, dan memberikan uang setidaknya 500 keping emas yang dia punya.


Juli langsung menyimpan keping emas itu kedalam bajunya, kakek maja beserta pengawalnya langsung bergegas pergi dari sana tanpa minta izin untuk pamit terlebih dahulu kepada guru amin yang sedang asyik-asyiknya menasehati anggota partai iblis lembah neraka itu, mereka yang mendengarkan nasehat dari gurunya itu kelihatannya kepala mau meledak karena sudah penuh dengan wejangan, saat melihat itu juli tertawa kecil.


Namun Juli yang melihat bocah perempuan yang diturunkan itu berada disampingnya itu seketika membuatnya sedikit merinding, karena saat Juli dikehidupan sebelumnya, hanya Dewi Peri Utara yang berhasil lolos dari kepungan dihari itu, lalu dia membalas dendam kepada umat manusia yang dimana satu Kerajaan dibuat obrak-abrik olehnya, dan tubuhnya itu terbentuk dari unsur cahaya dan air dan dia juga bisa dikatakan makhluk setengah abadi.


Tingkatan Jarum Roh Juli saat itu pun hanya dianggap sebagai mainan oleh Dewi Peri Utara itu, pada dikehidupan yang sebelumnya itu Juli menderita puluhan kali luka parah yang diterimanya, bahkan Juli juga mengalami beberapa kali nyaris terbunuh olehnya, Dewi Peri Utara adalah seorang ahli dalam menggunakan Panah dan Pedang, selain itu keahliannya itu dia juga orang yang ahli dalam penempa senjata berupa Panah dan Pedang.


Sekarang Dewi Peri Utara itu nampak menyedihkan, dia dikalungi dan diborgol dengan pola segel Enskripsi tulisan kuno, dengan pakaian yang compang-camping bahkan tidak ada yang mengetahui kalau bocah cantik itu sebenarnya berasal dari Ras Peri yang Legendaris.


"Adik kecil, siapa namamu?" Tanya Juli dengan senyum hangatnya.


"Yona" Jawabnya dengan ketus, karena dia tidak begitu peduli.


"Adik kecil, jika aku bisa membebaskan mu dari borgol ini, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Juli karena dia takut kalau sampai dia terbunuh oleh Peri itu setelah dia dibebaskan oleh dirinya.


"Baiklah, itu sudah lebih dari cukup" Kata Juli sambil melihat pola yang ditulis dengan menggunakan bahasa kuno tersebut.


Dikarenakan itu menggunakan bahasa Peri Angin Kuno, lalu Juli dengan segera mengambil sedikit darahnya yang kemudian dia menuliskan tulisan kuno lainnya diatas segel kuno itu, lalu tiba-tiba keluarlah sebuah cahaya keemasan yang dalam sekejab mata, borgol yang ada di tubuhnya itu terlepas semuanya.


Ketika borgol terlepas semuanya, tiba-tiba udara yang ada disekitarnya berubah menjadi sedingin Es, karena Aura yang menakutkan itu muncul didalam tubuh Putri Peri itu, Juli yang merasakan Aura yang itu segera meloncat kebelakang untuk menghindari benturan dari hawa yang mengerikan itu.


Guru Amin juga yang merasakan aura yang sangat mematikan itu dari kejauhan, sehingga dia bergerak dengan cepat kearah muridnya itu berada, takutnya terjadi sesuatu kepada Juli.


"Juli segera mundurlah dari sana, karena dia itu adalah siluman" Teriak Guru Amin yang sambil berjalan cepat dan hendak menyerang.


"Tunggu! Jangan guru! Dia itu adalah anak-anak guru" Teriakkan Juli yang membuat guru amin segera menghentikan serangannya.


Karena sudah tahu bahwa Peri itu sedang menyerap Inti Cahaya dan Air yang ada dialam sekitarnya untuk memulihkan tenaga dalamnya, setelah cukup dia menyerap Kadar Cahaya dan Kadar Air, dengan cepat tubuhnya mulai bercahaya dan berubah menjadi Putri Peri yang sebenarnya.


"Juli, siapa sebenarnya anak ini?" Tanya Guru Amin kepada Juli.


"Guru, dia sekarang akan segera menjadi bagian dari keluarga kita" Jawab Juli sambil tersenyum.


"Maksud mu apa Juli?" Tanya Guru Amin yang mulai kebingungan.

__ADS_1


"Karena dia akan menjadi murid mu juga guru" Jawab Juli.


"Apaaaa!" Kata Guru Amin yang tersedak dengan ludahnya sendiri ketika dia mendengar apa yang dikatakan oleh muridnya.


'Betapa keseringannya aku lapar dan sekarang ini sudah bertambah bocah satu lagi yang harus kuberi makan, akankah saya harus menjadi pengemis dijalanan?' Batin Guru Amin.


"Hei kalian semua anggota baruku, cepat buka topeng kalian dan cepat kuburkan mayat-mayat ini!" Kata Juli dengan nada biasa, tapi berbeda dengan mereka yang mendengar nada bicaranya Juli, karena mereka tidak kuasa untuk melawan dan dengan cepat mereka langsung mengerjakan apa yang dia perintahkan namun badan mereka seperti bergerak dengan sendirinya.


Sebab itu adalah kutukan budak, Juli dapat melakukan apapun kepada mereka dengan sesuka hatinya, bahkan dia bisa saja membunuh mereka yang hanya dengan niatnya saja, dan Juli juga bisa mengirimkan perintah langsung kedalam pikiran mereka sehingga nyawa mereka berada ditangan Juli.


Guru Amin jadi tersenyum dengan sikap orang-orang yang baru saja dia berikan sebuah pencerahan, "Nah itu kan bagus kalau kalian langsung mengerjakannya, bisa dikatakan kalian sudah sedikit mulai memahami maksud dari perkataan ku tadi".


Guru Amin yang manggut-manggut kan kepalanya sebagai tanda kalau dia senang, namun sebenarnya berbeda dengan apa yang dalam dipikirkan mereka, 'Sialan! Apa yang sudah terjadi dengan ku, kenapa sekarang aku jadi bodoh begini?'.


Juli sekarang hanya bisa duduk tersenyum disamping 'Si Putri Peri' Yona.


Setelah semua jenazahnya dikuburkan dengan baik, lalu mereka segera menghadap ke Juli dengan berbaris patuh seakan kalau mereka bukan dari kalangan Aliran Hitam.


"Guru, mari kita pergi ke Kota Terlarang" Ajak Juli kepada gurunya.


"Juli, untuk apa kita ke Kota Terlarang? Bukannya disana tempat berkumpulnya orang-orang yang dikutuk dan tempat orang-orang miskin, bahkan mereka lebih miskin dari kita?" Tanya Guru Amin kepada Juli.


"Tidak apa-apa guru, sekarang kita segera menolong mereka karena kita sekarang punya 500 Keping Emas yang diberikan oleh saudagar tadi, tapi saya sudah menolaknya guru tapi dia tetap memaksanya guru!" Kata Juli yang berbohong kepada gurunya.


"Ehh.. Ehh.. Li.. Lima Ratus Keping Emas?" Tanya Guru Amin yang tidak percaya karena selama semasa hidupnya, dia belum pernah memiliki uang sebanyak itu.


Juli tidak mengatakan kalau dari uang itu juga dia ambil dari mereka yang sudah mati dan dari ke-13 Anggota Partai Iblis Lembah Neraka yang tersisa dan sekarang mereka telah menjadi anak buahnya.


Jadi jumlah total uang yang didapatkan oleh Juli adalah lebih dari 1000 Keping Emas.


Juli segera menunjuk kearah anak buah barunya, "Sekarang ke-13 kalian ku beri nama dengan 13 Naga dan kalian juga diwajibkan untuk memanggil ku dengan sebutan tuan, sekarang kalian semua ikut aku!" Kata Juli kepada mereka semua.


Mereka semua pun segera menundukkan kepalanya dan seraya berkata "Siap Tua".


Guru Amin yang tidak tahu apa-apa dan tidak dapat melihat tingkah dari muridnya itu, namun itu membuatnya terlihat 'Hah, dasar anak-anak, setelah kuberi pencerahan baru, eh malah dia jadi sok-sok an jadi tuannya' Batin Guru Amin.


"Hei? Tunggu dulu, kenapa mereka juga harus ikut kita? Mereka kan sudah bebas untuk pergi sesuka hati mereka" Kata Guru Amin yang sedikit keberatan itu, karena selain itu makanan juga tidak akan cukup.


"Bukan begitu guru? Apa guru mau mendengar kalau mereka terjerumus lagi ke Dunia Hitam lagi? Lagian mereka kan sudah amat tercerahkan dengan nasehat guru" Kata Juli yang sedikit mengarang cerita.


"Ooo.. begitu ya? Baiklah saya mengerti!" Kata Guru Amin yang manggut-manggut senang.


Di pikiran 13 Naga baru itu hanya terus mengerutu dan mengutuk dengan ulah Juli, namun tiba-tiba sebuah pesan yang terdengar dikepala mereka, "Kalian Diam atau Mati" Baru mereka tersadar.


"Mari cepat guru kita kesana untuk menolong mereka yang sedang membutuhkan!" Kata Juli.

__ADS_1


"Dimana Juli?" Tanya Guru Amin.


"Di Kota Terlarang lah guru" Jawab Juli.


__ADS_2