
Juli langsung mengambil cincin yang dibuang oleh gurunya tadi, setelah juli mendapatkan cincin itu kembali segera dia memperhatikan cincin itu dengan seksama, setelah cincin itu diperiksa olehnya itu dia mulai menggambarkan sebuah pola spiral sebagai tanda pengenal pada 'Cincin Ruang Surgawi' sehingga tidak ada seorangpun yang dapat menggunakan cincin tersebut selain dirinya.
Kemudian cincin itu langsung dipakai oleh juli di jari tengahnya, cincin yang ada di jarinya itu langsung menghilang, setelah cincin itu menghilang terlihat sebuah senyuman diwajahnya.
"Cincin ruang surgawi! Hah, mungkin sekarang aku akan membuatmu untuk beristirahat terlebih dahulu" Kata juli dengan nada pelan serta senyum lebar diwajahnya.
'Tidak pernah terpikirkan oleh ku, kalau salah satu 'Pusaka Langit dan Bumi' dapat ku temukan hari ini dengan mudah, saat di kehidupan ku sebelumnya bahwa pusaka ini bukan hanya memakan korban ratusan nyawa saja, karena cincin ini juga yang ribuan kerajaan menjadi hancur dan ratusan juta manusia mati untuk memperebutkan 'Cincin Ruang Surgawi' ini! Cincin ruang surgawi ini di kehidupan ku sebelumnya, cincin ini dimiliki oleh 'Dewa Kaisar Siluman Langit' sehingga aku kesulitan untuk mengalahkannya saat aku melawannya.
Cincin ruang surgawi merupakan cincin yang diciptakan oleh tuhan yang diberi akal dan juga kepandaian pada cincin tersebut, sehingga sekuat apapun tingkatan budidaya orang tersebut maka mereka tidak dapat melacak aura apapun bagi orang yang memakainya.
Sekarang aku jadi penasaran dengan cincin dimensi ini. Yah! Setidaknya, salah satu kekuatan dewa kaisar siluman langit telah berkurang, akan tetapi di luaran sana masih banyak pusaka yang serupa dengan ini, dan kali ini aku akan berusaha untuk mendapatkan yang lainnya.
Cara penggunaan cincin ini hanya aku yang dapat menggunakannya dengan baik selain dewa kaisar siluman langit di kehidupan ku sebelumnya, untuk saat ini waktuku belum tepat' Pikir juli.
Saat ini juli sedang memperhatikan gurunya lagi menasehati pemimpin dari kelompok tersebut, setelah gurunya selesai menasehati panjang lebar, akhirnya dia melepaskan pemimpin 'Partai Hantu Tengkorak'. Sedangkan juli, dia hanya tersenyum saat melihat tingkah gurunya yang penuh kasih sayang itu.
Akhirnya anggota partai hantu tengkorak dapat bernafas dengan lega setelah mereka benar-benar dibebaskan, sedangkan pemimpin kelompok tersebut langsung menggunakan kesempatan itu untuk berlari sekencangnya mungkin untuk meninggalkan 'Lembah Teratai' seperti orang yang habis dikejar hantu.
Di kejauhan, si topeng tengkorak hitam berhenti sementara waktu karena dia sudah kelelahan.
"Sialan! Dasar lembah terkutuk! Setelah membunuh kedua saudaraku! Sekarang aku dipaksa untuk mendengarkan ceramah dari 'Si Buta' yang budidayanya di Tingkat Pejuang itu, ini sungguh penghinaan yang sangat luar biasa, namun aku bersumpah akan membalasnya berkali-kali" Kata Si Topeng Tengkorak Hitam.
Wus.. Wus.. Wus..
Sebuah Jarum Roh yang melesat dengan cepat yang membuat Si Topeng Tengkorak Hitam itu jatuh ketanah. "Bukankah kau tadi mengatakan kalau aku akan dibiarkan hidup?" Kata pemimpin kelompok itu sebelum dia tergeletak tak bernyawa.
Juli hanya tersenyum di kejauhan, 'Tidak boleh ada seorangpun yang mengetahui tentang keberadaan 'Cincin Ruang Surgawi' ini bisa dibiarkan hidup' Gumam juli.
Sementara Guru Amin yang sedang melepaskan semua gadis yang diculik oleh Partai Hantu Tengkorak, semua para gadis berterima kasih kepadanya.
"Terima Kasih tuan Pendekar! Sungguh aku tidak menyangka kalau tuan Pendekar begitu kuat, kalau tidak ada tuan pendekar maka kami tidak tau bagaimana nasib kami ini!" Kata Gadis itu dengan nada sedih.
"Sudah, sudahlah! Kalian pulanglah ke rumah kalian masing-masing, aku akan memeriksa ke lokasi yang lain, apakah masih ada para anggota Partai Hantu Tengkorak yang tersisa" Kata Guru Amin.
Namun tiba-tiba banyak warga yang keluar dari rumah mereka masing-masing, mereka ada yang membawa parang dan peralatan lainnya, dan pandangan mereka langsung terhenti ketika melihat puluhan mayat Anggota Partai Hantu Tengkorak yang terbaring tak bernyawa.
"Siapa yang sudah membunuh para penjahat ini!" Tanya seseorang yang berpakaian petani dan dia juga yang menjabat sebagai Kepala Desa Lembah Teratai.
"Ayah! Pendekar Buta inilah yang telah membunuh mereka semua" Jawab Seorang gadis yang barusan diculik.
"Nak! Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Seorang petani itu dengan cepat.
"Ya ayah, berkat tuan pendekar inilah saya baik-baik saja" Jawab Gadis itu.
__ADS_1
"Kepala Desa! Mari kita menolong warga yang lain, aku rasa tak akan ada lagi anggota perampok disini".
Mereka pun akhirnya segera bubar
Semuanya sudah terlihat lesu setelah penyerangan Partai Hantu Tengkorak, walaupun mereka dapat mengusir perampok namun tidak ada rasa gembira di wajah mereka, karna itu adalah hal wajar, karena ada banyak anggota keluarga mereka yang meninggal akibat penyerangan tersebut.
Untuk Guru Amin dan Juli akhirnya izin pamit dan pergi dari Desa itu.
Setelah berjalan jauh dari Desa Lembah Teratai, Guru dan Murid itu beristirahat di tepi hutan.
Juli meminta izin pada gurunya untuk mencari air untuk bekal perjalanan jauh ditepi sungai dekat hutan.
Sementara Guru Amin duduk di atas sebuah batu sambil menunggu muridnya, beberapa saat kemudian Juli muncul dibalik semak-semak yang tangannya memegang dua ayam hutan gemuk-gemuk yang telah disembelih, lalu Juli duduk di samping gurunya.
"Juli, Ingatlah, segala sesuatu yang ada di bumi itu sifatnya sementara, dan akan sirna setelah kita mati. Ambillah sebuah pelajaran yang sebagaimana Partai Hantu Tengkorak yang mati tidak sempat bertaubat, Sungguh kasihan" Ucap Guru Amin yang memberikan nasehat kepada Juli.
Juli hanya bisa tersenyum dalam hatinya, namun Juli tidak menjawab sepatah kata pun, dari segi pengalaman hidup gurunya itu masih sangatlah muda, karena Juli telah hidup selama 1000 tahun, dan telah berada di puncak budidaya dengan berbagai macam pengalaman hidup.
"Guru! Kita akan makan dulu, saya tadi sudah menangkap dua ayam hutan" Kata Juli sambil mengangkat dua ayam hutan gemuk dikedua tangannya.
Guru Amin dapat merasakan bahwa itu benar kalau itu ayam hutan, namun bagaimana caranya Juli menangkapnya, hal itu sangat membingungkan.
"Bagaimana kamu menangkapnya?" Tanya Guru Amin yang kelihatan kebingungan.
"Bagaimana bisa kamu merubahnya?" Tanya Guru Amin yang penasaran.
"Tenaga Dalam Bidadari! Tangkapan Ayam Ganda!" Gerak Juli yang sambil mempraktekkan nya dengan lucu.
Walaupun tidak bisa melihat, tapi Guru Amin itu bisa merasakannya dari nada bicara Juli, membuatnya tertawa terbahak-bahak. Akhirnya Guru Amin pun tidak bisa menolak untuk makan, apalagi karena Guru Amin sudah dua hari dia belum makan.
Juli tau, andaikan dia meminta makan pada warga pasti gurunya tidak akan sudi memakannya, karena warga pun sedang dilanda musibah. Juli sangat mengerti jalan pikiran gurunya itu.
Guru Amin dengan sabar menunggu muridnya yang sedang memasak dengan bumbu yang seadanya, setelah beberapa menit ayam gorengnya siap dihidangkan.
Juli membagikan satu ayam untuk gurunya dan untuk satunya lagi itu untuk dirinya, Guru Amin mengunyah makanan sedikit pelan sambil merasakan nikmatnya masakan Juli.
"Wah! Juli ayam ini sungguh sangatlah sedap, bagaimana cara kamu memasaknya? Ini makanan terenak yang pernah guru makan" Kata gurunya dengan senyuman bahagia diraut wajahnya.
Pada kehidupan sebelumnya, Juli yang dijuluki sebagai Dewa Pengetahuan jadi dia bukan hanya pintar dalam pengetahuan budidaya, Juli juga pernah jadi Raja Koki selama 20 tahun disebuah restoran Kerajaan Besar di Benua Tengah.
Namun itu bukan berarti Juli menggoreng tanpa bumbu, sebelum Juli meninggalkan Desa Lembah Teratai, Juli telah meminta beberapa peralatan masakan seperti Kuali, Sendok, Piring, dan berbagai alat masak lainnya serta bahan rempah-rempah untuk dijadikan sebagai bumbu sebuah masakan dari warga Desa, para warga yang di sana tentunya memberikan dengan sukarela begitu mereka mengetahui kalau dia adalah murid dari pendekar buta, dan semua peralatannya dimasukan kedalam Cincin Ruang Surgawi.
"Guru! Sekarang kita akan kemana selanjutnya!" Tanya Juli yang sudah selesai makan, sementara untuk gurunya hanya makan sedikit namun untuk sebagian daging ayamnya disimpan dibalik jubah bajunya.
__ADS_1
Juli yang melihat itu tersenyum pahit, karena dia tau kalau gurunya itu akan menyimpan untuk Juli nantinya, apabila tidak ada makanan maka itu sebagai cadangannya.
"Di kehidupan Ku ini, tidak akan ku biarkan guru kelaparan yang terjadi seperti di kehidupan Ku sebelumnya" Batin Juli.
"Kita akan pergi ke Kota Gunung Kabut, karena di sana ada kenalan lama jadi guru rindu dengannya" Kata Guru Amin.
"Baik Gu..." Belum selesai Juli jawab.
Tiba-tiba terdengar suara yang tak jauh dari mereka, terdengar suara gaduh pertempuran, Juli dan Guru Amin segera berdiri dari tempat duduk mereka, dan Guru Amin yang sambil meraba tongkatnya.
Ciat! Trang! Ciat!
Trang! Ting! Hiak! Ting
"Juli, mari kita bergegas pergi ke sana! Dan kau tetaplah berada dibelakang guru!" Kata Guru Amin sambil mempercepat jalannya, sedangkan tongkatnya terus meraba-raba jalan dengan cepatnya.
Tidak jauh dari sana, terlihat sebuah Kereta Kuda yang Mewah yang dikawal oleh 20 orang pengawal yang berada di Tingkat Kayu dan 1 orang yang berada di Tingkat Batu sebagai Pemimpinnya.
Yang dicegat oleh 41 orang yang menggunakan pakaian serba hitam dan memakai penutup wajah, dari 41 orang tersebut ada 20 orang yang berada di Tingkat Pejuang, 20 orang berada di Tingkat Kayu dan 1 orang berada di Tingkat Batu yang sebagai Pemimpin rombongan.
Terjadi pertempuran antar 2 lawan 1, dan korban yang telah banyak berjatuhan berada di rombongan Kereta Kuda.
"Juli, coba kamu lihat siapa mereka!" Tanya Guru Amin.
Juli pun segera melihat Kereta Kuda yang ada benderanya dengan lambang Pill Dunia, dan tidak salah lagi kalau mereka berasal dari Organisasi Dewa Pill Dunia, dan orang yang berpakaian hitam serta mereka memakai Tali Pinggang dengan warna yang berbeda-beda sesuai dengan Tingkatan mereka di Partainya seperti Warna Putih, Kuning, Merah dan Biru, juga mereka berasal dari Organisasi Partai Iblis Lembah Neraka.
Memang kalau sekarang mereka tidak ada yang mengetahui identitas mereka, tapi saat 2 Tahun ke depan identitas mereka akan tersebar luas.
"Partai Iblis Lembah Neraka yang menyerang Organisasi Dewa Pill Dunia" Kata Juli dengan wajah yang marah.
"APA!" Kata Guru Amin yang kaget setengah mati dan di kepalanya yang bagaikan disambar petir.
Organisasi yang berada di Tingkat Dunia dan Pemberontak Kerajaan sekarang bertempur didepan matanya, Guru Amin yang baru-baru ini sedikit mengetahui mengenai Partai Iblis Lembah Neraka yang berencana melakukan pemberontakan.
Juli mengepalkan tangannya, karena dia mengingat kejadian di kehidupan pertamanya.
"Partai Iblis Lembah Neraka, kalianlah yang telah menghancurkan Perisai Kerajaan Awan pada di kehidupan ku sebelumnya, dan juga Organisasi kalianlah yang mendorong manusia untuk mati di tangan Siluman, serta kalian pula lah yang mendorong ku untuk masuk ke Dunia Siluman dan menyebabkan kematian guruku. Sementara Organisasi Dewa Pill Dunia, pada di kehidupan ku sebelumnya telah banyak menyumbang Pill dan lainnya untuk kemajuan budidaya pendekar dalam menghadapi para pemberontak dan para Siluman, walaupun pada akhirnya Organisasi ini binasa, namun mereka sangat berjasa dalam melindungi Dunia ini" Batin Juli.
"Juli, kamu bersembunyi lah disini! Sedangkan Guru akan membuat mereka, dan jika terjadi sesuatu pada guru maka kamu tetap tidak diizinkan untuk keluar dari persembunyian sebelum mereka semua pergi" Kata Guru Amin sambil mengingat Juli.
Guru Amin pun segera meloncat keluar
Dalam sekejap mata, Guru Amin melancarkan sebuah serangan kearah Anggota Partai Iblis Lembah Neraka, dan suara Guru Amin terdengar dengan keras.
__ADS_1
"Tenaga Dalam Bidadari! Pukulan Ganda!"