TAKDIR SANG PENGUASA BENUA

TAKDIR SANG PENGUASA BENUA
MENJADI KETUA ALKEMIS.


__ADS_3

Kota rombawa adalah kota yang sangat kaya ramuan herbal, di tempat itu banyak orang mempelajari pil tingkat menengah dan atas. Segalah kegunaan seperti pil pembangkit pertahanan, pil pengobatan dan lain sebagainya.


Kota yang sangat besar dan juga ramai membuat diri seseorang betah tinggal di kota itu, orangnya dari luar biasa menyebut kota metropolitan terbesar. membuat kota itu sebagai pusat seluruh perdagangan dari kerajaan di timur tengah, sampai barat.


Dalam aula pembuatan pil ramuan tingkat tinggi, para ketua alkemis sedangkan memperhatikan kepada peserta yang mengikuti perlombaan itu, mereka sangat antusiasi terhadap Rangga yang begitu cepat membuat pil merah.


Beberapa murid lain pun tidak ingin kalah dari Rangga. Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk supaya dapat selesai.


" Baiklah waktunya sudah selesai. " ucap para tetua.


Semua murid melepas kan alat mereka dan menghidangkan pil merah itu ke depan para juri, semua juri langsung meneliti dengan benar melihat kecacatan terhadap pil atau yang lainnya.


Ada beberapa peserta yang lulus dalam kompetisi perlombaan itu, di antaranya Rangga bersama tiga orang dari kota dalam.


Setelah lulus dari perlombaan, Rangga ingin melanjutkan membuat pil tingkat bumi kelas 4. Semua para peserta mengetawainya sampai ketua juga tidak percayaa dengan nya.


" Hai. Anak mudah apa kamu bisa membuat pil tingkat bumi? " ucap para Tetua alkemis.


" Iya aku ingin mencobanya. " jawan Rangga.


" Hahaha.. Kamu pasti bercanda kan. " ucap peserta yang berada di dekatnya.


" Aku tidak bercanda. " kata Rangga.


" Baiklah anak mudah kamu bisa melanjutkan nya, aku ingin tau bagaimana kamu bisa membuat pil itu. " ucap tetua alkemis.


" Terima kasih ketua, kalau begitu aku akan melanjutkannya. "


" Silahkan anak mudah. " jawab tetua alkemis.


Dia langsung mulai dan mengeluarkan api berwana putih pucat, semua orang semakin terkejut melihat api itu. Sedangkan para tetua sampai di buat keringat.


Mereka sampai bangun melihat Rangga melanjutkan usahanya itu, semua para tetua sambil menatap dan tidak bisa berbuat apa-apa.


" Bukankah itu api surgawi? Tanya tetua kedua.


" Aku belum melihatnya. "


" Iya aku juga belum melihat tapi itu, aku hanya baca di dalam buku. "


" Api putih adalah api sangat langkah di dapatkan, hanya orang orang yang tertentu yang bisa mendapatkan api itu. " ucap tetua pertama.


Beberapa jam kemudian pil itu selesai di buatnya, mereka langsung memberikan Rangga sebagai salah satu ketua master alkemis.


Semua peserta di bubarkan sedangkan Rangga di bawah ke dalam ruangan alkemis rahasia, di tempat itu banyak buku dan barang berharga lainya yang tersimpan di dalam ruangan rahasia.


" Wah.. Ini banyak barang berharga. " ucap rangga.


" Inilah rahasia barang berharga untuk kota Rombawa. "jawab tetua alkemis.


" Ambil ini, ini adalah pil tingkat sembilan alam langit. " ucap tetua kedua.


" Kalian menyuruh ku untuk menyempurnakan pil sembilan alam langit? " kata Rangga.


" Iya. itu betul, kami ingin kamu mencoba dengan buku rahasia ini. " ucap tetua sekte pertama.


" Hm, baiklah aku akan mencoba membuat pil itu. Tapi ada syaratnya nya. "

__ADS_1


" Apa syaratnya itu. Kami akan Memberikanny kepada mu."


" Aku ingin bunga lotus ungu untuk menukarnya. " ucap Rangga.


Mereka saling memandang dengan sesama, di pikiran mereka pasti sangat susah untuk melepaskan bunga lotus kuning. Bunga itu sangat berharga dan mempunyai tahan tubuh kuat untuk mendapatkan nya.


" Kalau tidak mau yaa.. Tidak apa aku akan pergi mencari yang lain. " ucap Rangga.


" Tunggu anak ketua alkemis. Baiklah kita sepakat dengan memberikan bunga lotus kuning untuk mu. " jawab tetua alkemis pertama.


" Terima kasih atas kebaikan nya para tetua. "


Berhasil menyempurnakan pil tingkat sembilan alam langit, dia pun mendapatkan bunga lotus kuning yang dia ingin kan.


Waktunya berpisah dengan mereka. Di pertengahan jalan Rangga melihat seorang perempuan yang sambil duduk di bawah pohon Beringin.


Rangga menghampiri dirinya sambil memandang dirinya, perempuan itu meminta bantuan kepadanya untuk mengobati kakinya.


Di dalam perjalanan Rangga sudah menyiapkan beberapa pil obat untuk menyembuhkan dirinya banyak berbagai obat yang bisa bermanfaat.


Dia selalu memandang wanita itu dengan senyum walaupun perempuan itu tidak bisa melihat senyum karena di tutup oleh kain.


Melihat kantikan wanita yang pernah bersama nya dulu dan pernah menyakitinya di dalam area pertandingan membuat dia sangat bersalah.


" Minumlah obat ini. " ucap Rangga.


" Terima kasih tuan. " jawab Julia.


Karena terlalu gegabah dia menolek ke belakang dan mengucapkan selamat tinggal. Tapi perempuan itu berusaha menahan nya dirinya.


" Jangan pergi. " ucap Julia.


" Kenapa kamu menyuruh ku untuk jangan pergi. " kata Rangga.


Tidak lama Julia memeluk nya dari belakang, membuat Rangga terkejut melihat itu.


" Hey. Apa yang kamu lakukan. " ucap Rangga.


" Ini kamu kan Rangga? " sambil menangis.


Melihat dirinya ketahuan dia langsung menoleh ke arah Julia sambil memeluk dan menyuruhnya berhenti bersedih.


" Bagaimana kamu bisa tahu ini aku? " kata Rangga.


" Aku tahu dari pembicaraanmu dan suaramu. " ucap Julia.


Hm. Berapa lama kamu harus seperti ini? Lepaskan pelukan mu. Aku sampai tidak bisa bernafas. "


" Aku tidak ingin melepaskan orang yang ku cintai. " jawab Julia.


" Apa? Bukanya dulu kamu sangat membenci ku. " ucap Rangga.


" Aku membencimu karena selalu mendekati perempuan yang bernama Salmi. " jawab Julia.


" Jadi kamu cemburu sampai ingin membunuh nya? "


" Aku bodoh. " kata Julia.

__ADS_1


Setelah berpelukan terlalu lama Rangga menyuruh untuk duduk sambil berbincang hal di istana Dewi Salju.


Mereka berhasil lari dari penjara dan di kejar oleh ahli bela diri tingkat alam yang di perintahkan oleh Ratu Viola.


Setelah di perjalan nya dia dan adiknya berpencar untuk membuat musuh bingung mengejar mereka.


Di situlah dia bertemu dengan seorang perempuan desa Kalinggak Barem dan menjadi teman. Setelah pulang tempat itu di ketahui oleh musuh perempuan itu menyuruh Julia pergi dari sini, untung saja dia belum di lihat oleh mereka.


Sekarang hanya dia sendirian dan tidak tahu kemana adik nya berada, dia tidak punya apa apa lagi hanya berlari seperti tidak mempunyai arah tujuan.


Mendengar hal itu Rangga merasakan terharu, langsung merangkulnya akan melindungi dan menjaganya, setelah selesai menengkan diri Julia mereka melanjutkan perjalan untuk petualangan bersama.


Persahabatan mereka mulai semakin dekat. Julia langsung menaruh perasaan terhadap Rangga mereka menjalani hubungan sebagai sang kekasih.


Malam semakin tiba waktunya mereka sambil memanggang seekor kelinci dan mencicipinya. Julia sangat senang menikmati makanan itu Rangga tersenyum sambil menyuapin Julia.


Mereka istirahat sambil melihat bulan, Julia sambil bersandar di pohon yang sedangkan Rangga sambil baring di pangku oleh Julia.


" Lihat bintang itu, Dia sangat cantik. " ucap Rangga.


" Kalau menurut mu siapa yang lebih cantik aku apa bintang? " ucap Julia.


" Kamu yang lebih cantik. " jawab Rangga.


Julia merasa malu dan terdiam tidak berkata apa-apa lagi, sedangkan Rangga tertidur dengan mulas. Melihat bintang itu membuat Julia merasa selalu berada dalam kebahagiaan yang belum dia rasakan.


Pagi hari mulai tiba suara burung bernyanyi Julia terbangun dari tidurnya, melihat kekiri dan kanan ada sebuah makanan yang sudah siap di hadapannya.


Dia mencari Rangga sambil berteriak sana sini, membuat semua hewan buas mendengar Suaranya.


" Hey. Aku di sini " ucap Rangga.


" Aahh... kamu kenapa tidak memakai baju? " jawab Julia sambil menutup mata.


Julia langsung menoleh ke belakang dan berjalan ke tempat yang mereka istirahat, Rangga menyusulnya dan sambil tersenyum membuat Julia kesal.


Hey, gadis cantik. Bukanya tadi kamu sudah melihatnya. Ucap Rangga.


" Aku tidak melihat nya. " kata Julia yang bermuka merah.


Selesai istirahat mereka langsung menujuh ke tempat lembah gurun Getarti Embun desa pedalaman yang dulu nya adalah kota tua. Sekarang sudah musnah karena pada saat itu Dua para Dewa dahulu pernah bertempur di kawasan itu.


Membuat kota itu menjadi rata di akibatkan oleh kekuatan besar antara dua Dewa terdahulu.


Sampai di tempat itu dua orang dari desa menyambut kedatangan mereka, dengan ramah dan sopan membuat senyuman selalu menghiasi di wajah mereka.


Mereka berdua bertemu dengan ketua desa di tempat itu. Membicarakan tentang asal mula desa ini, dan juga harta karung yang berada di sumur tua.


Ketua desa sangat terkejut mendengar kalau Rangga adalah ketua alkemis di kota Rombawa kota kedua dari desa Gertati Embun. Ketua desa membawah mereka berdua ke sumur tua itu.


" Sumur ini mempunyai energi yang kuat. " kata Rangga.


" Seperti ini ada energi yang sangat mengerikan. "jawab Julia.


" Apakah ini mempunyai roh yang sangat jahat? " jawab orang tua itu.


" Iya di dalam sepertinya ada jasad yang mempunyai kekuatan jahat. " ucap Rangga.

__ADS_1


Apakah di dalam sana sangat berbahaya? Itu pasti adalah ada sang pertarung yang di bunuh oleh masa dahulu saat dua Dewa itu bertempur di daerah itu. Membuat ada dari seseorang yang di buang dalam sumur itu.


__ADS_2