TAKDIR SANG PENGUASA BENUA

TAKDIR SANG PENGUASA BENUA
MENCARI RAMUAN


__ADS_3

Di tengah gurun pasir yang sangat panas, hidup beberapa kelompok orang yang sambil duduk di bawah pohon Kanvvuun mereka adalah orang dari suku bayyoon yang sedang duduk beristirahat.


Perjalan yang sangat panjang membuatnya sangat kelelahan untung saja di depan ada mata air sungai yang kecil. Perjalan masih jauh menempuh sekitar 200 meter.


Setelah sampai di kota sufansui atau di sebut kota tembaga. Semua orang lagi mengadakan perlombaan untuk mendapat mutiara kuning.


Perempuan misterius itu menyuruh nya untuk mengikuti perlombaan itu, dia langsung mendaftar diri untuk bertanding.


Ada beberapa pendekar tingkat alam di kota itu. Mereka sangat ahli taktik tempur yang sangat mematikan.


Sampai di tempat pertandingan dia melihat ada seseorang wanita seperti dia sangat kenal dan pernah melihat di hutan mana. Cuma saja pikirannya tergantung.


Setelah mendekati beberapa langkah barulah dia mengingat perempuan itu dia adalah Julia yang dulu pernah bersama dengan nya.


Sambil mengambil kain sarungnya yang berada di lehernya untuk menutupi setengah mukanya. Rangga kembali ke tempat untuk mempersiapkan dirinya nanti.


Namanya di panggil oleh juri untuk naik ke atas area pertandingan, dia mulai naik ke panggung. Semua orang penasaran dengan pemuda itu.


" Siapa anak mudah ini."


" Iya seperti aku belum melihat nya. " ucap salah satu orang.


" Pasti dia akan kalah melawan orang dari kerajaan Dewi Salju. "


" Iya betul, di kerajaan dewi Salju sangat lah kuat. Apa lagi mereka adalah kerajaan yang kuat. "


" Anak mudah itu akan tamat. " Sambil geleng kan kepalanya.


Seorang perempuan dengan pakaian yang begitu indah naik ke atas panggung membuat semua pria tertarik kepada. Rangga melihat itu sambil mengeluarkan pedangnya.


Perempuan itu mengeluarkan tombak yang berbentuk pedang seperti melengkung ke arah dalam, mereka berdiri dengan siap. Wasit langsung memberikan aba-aba kepada mereka berdua.


Pertandingan sangat serius, saling menatap dengan sinis, mulai lah menyerang dari arah lawan. Rangga langsung Berlari memutarkan dengan melepas sebuah kekuatan yang begitu besar.


Perempuan itu tiba tiba langsung tergeser dengan jarak enam langkah. Semua orang merasa terheran-heran, apa yang terjadi sampai wanita itu tergeser? Itu adalah kekuatan yang sudah mencapai level 9 alam.


Mereka berdua sambil menyerang jarak dekat dengan membuat kecepatan hindar sangat cepat. Perempuan itu sangat kesal melihat Rangga yang selalu menghindar.


Julia merasakan sahabatnya akan kalah kalau tidak mengeluarkan jurus andalan nya.


Di sisi lain ada tunangannya sedangkan asik melihat perkelahian itu bersama seorang pria dari kerajaan Batraam.


" Bagaimana menurut mu apa pemuda itu cocok dengan selera mu? " ucap Firgo.


" Lumayan " jawab Vella.


Aku akan merenggut nya untuk menjadi bawahan mu, apa kamu mau? " tanya firgo.


" Baiklah bawah dia untuk menemuiku di tempat penginapanku. "ucap Vella.


Berkelahian masih berlanjut. Sampai akhirnya teman Julia mengeluarkan kekuatan nya membuat semua orang ketakutan.


Sambil melihat Rangga yang berdiri dengan waspada, dia ketawa dan mengucapkan tamatlah riwayatnya.


" Aku akan membunuh di area ini sekarang juga. " ucap wanita itu.


" Hmm... Coba saja. " kata Rangga.


" Terima ini jurus pemungkas ku, gelombang Es naga air. "

__ADS_1


Rangga berdiri itu pun langsung menutup matanya dan tiba tiba membuka mata muncullah dua mata yang berbeda.


Setelah melepaskan ke arah Rangga membuat ledakan sangat besar, perempuan itu sambil ketawa terbahak bahak. Setelah beberapa detik mukanya murung melihat Rangga yang baik baik saja.


Semua orang merasa terkejut, Julia langsung panik melihat pemuda itu. Untung saja Rangga hanya memakai kain untuk menutup setengah wajahnya.


Vella melihat aura yang kuat mengeluarkan dari tubuh anak mudah itu, seperti ada gelombang yang kuat ingin membunuh lawannya.


Julia langsung menyuruh Milah untuk turun dari atas panggung, tapi Milah mala membantahnya. Dia pasti akan menahan serangan dari Rangga.


Rangga pun langsung mengeluarkan pedangnya dan mengangkat sampai mengayunkan ke bawah membuat aura itu terlepas begitu kencang sampai menghantam Milah dengan deras.


Tidak bisa menahan lagi, tenaganya langsung terkuras membuat padang di tangan nya patah sampai terlempar begitu jauh membuat nya terpental keluar dari arena.


Milah terjatuh dari area dan tidak sadarkan diri, Julia langsung menghampiri temannya untuk di rawat, dia pun naik ke panggung menghadapi Rangga tapi tidak semudah itu.


Rangga memukul nya sampai terlempar dari area panggung membuat badanya begitu kesakitan, dia sangat lemah untuk menghadapi pemuda tadi


Vella cuma duduk diam hanya menatap Rangga sambil tersenyum.


Semuanya pun sudah berakhir dia mendapatkan Ramuan Jahe Merah yang hidup selama ribuan tahun. Membuat dirinya sangat senang.


Rangga mulai meninggalkan kota itu tapi tidak lama ada seseorang yang menghadangi jalannya, dia adalah pengikut dari Vella yang menyuruh nya untuk datang di tempat penginapan tersebut.


Hai.. Anak mudah sang putri kami mengundang anda untuk ke tempat nya.


" Siapa mahkota putri kalian ? " ucap Rangga.


" Anda akan tau kalau sudah bertemu dengan nya. "


" Baiklah tunjukan jalan nya. "


Sampai di ruangan penginapan, Vella langsung menyuruhnya untuk masuk ke dalam kamar. Melihat mantan tunangannya yang begitu seksi dia mendekati sambil memegang bahu Vella.


" Wanita yang sangat cantik? "ucap Rangga.


Perempuan itu cuma ketawa sambil mengeluarkan benda di belakang nya tapi Rangga sudah tau niat busuk nya.


Setelah Vella sambil menggoda Rangga tidak lama kain yang ada di mukanya terlepas, betapa terkejut nya Vella sampai melihat wajah Rangga.


" Ka... Kamu Rangga? Ucap Vella.


" Iya ini aku. " jawab Rangga sambil melepaskan tangan nya.


Vella langsung menghindar dari hadapan Rangga dengan mengambil kain untuk menutupi tubuhnya.


Karena merasa sangat malu dia cuma diam dan tidak ingin bersuara sedikit pun.


" Kenapa kamu diam. " tanya Rangga.


" Aku.. Aku hanya sedikit gugup bertemu dengan mu. " ucap Vella.


" Ooh.. Apa kamu seperti ini tuan putri? " jawab Rangga.


" Tidak aku hanya ingin menjebak mu saja, aku juga tidak kenapa itu mala kamu? Jawab Vella.


" Aku kira kamu akan menggoda semua pria dengan cara seperti itu. "


Diam aku tidak seperti itu aku juga tidak tahu, aku hanya menjebak orang itu. " ucap Vella.

__ADS_1


" Tapi yang muncul adalah kamu, aku sampai tidak tahu kalau itu kamu. " Vella menyambung pembicaraan nya.


" Aku akan pergi dari sini, kita akan bertemu lagi setelah dua tahun mendatang, karena itu adalah perjanjian kita. " ucap Rangga.


Mendengar hal itu membuat Vella mengusirnya keluar dari dalam kamar. Sedangkan dirinya merasa malu karena tubuh nya di lihat oleh tunangannya sendiri.


" Aku akan membunuhmu dan membuat semua keluarga mu akan hancur di tangan ku. " kata Vella


Rangga berjalani menujuh tempat yang ingin dia kunjungi karena banyak bahan yang dia harus kumpul.


Keluar dari kamar dia menyuruh dua orang untuk mengikuti Rangga.


Vella menyuruh dua orang bawahan nya untuk mengikuti Rangga, tapi semuanya mati di perjalannya karena ada seorang pria bertopeng yang mengawasinya.


Kerajaan rombawa lingkar, adalah kerajaan yang dekat dengan daerah pegunungan Ilibetar. Banyak binatang buas yang sangat kuat.


Di gunung itu ada sebuah patung jaman kuno di dalamnya mempunyai ruangan rahasia.


Banyak para pendekar yang kesana tapi mereka tidak selamat, semuanya akan mati di tempat itu.


Sampai di kota Rombawa lingkar, Rangga sambil melihat-lihat ramuan yang di jual oleh pedagang di jalan.


Banyak para penduduk di daerah Rombawa semua cewek cewek nya sangat cantik, orang-orang di Rombawa sangat ramah dan sopan terhadap tamunya.


Rangga membeli beberapa taman ramuan dan pil eleksir tingkat menengah untuk memurnikan satu bagian ramuan.


Setelah sampai di tempat ruangan tempat pembuatan pil dia di hadang oleh penjaga ruangan.


" Siapa kamu anak mudah. Dimana token mu? Ucap para penjaga itu.


" Ee.. Ak aku hanya orang dari luar yang ingin membuat pil. " kata Rangga.


" Kamu tidak boleh masuk kalau tidak punya token. "


" Aah.. Bagaimana ini. "


" Ketua alkemis telah tiba. " ucap pengawal.


" Apa yang terjadi di sini? " tanya ketua alkemis.


" Anak mudah ini tidak punya token tapi dia ingin masuk. "


" Hay.. Anak mudah siapa kamu sebenarnya.


" Salam hormat kepada ketua alkemis. Hamba datang ingin mengikuti lomba pembuatan pil. " ucap Rangga.


" Baiklah, berikan dia masuk. "


" Baik ketua. "


Setelah masuk ke dalam ruangan dia melihat ada beberapa orang yang sudah di tempat masing-masing.


Dia mengambil tempatnya untuk siap siap membuat pil tingkat empat.


Para tetua alkemis langsung mulai, mereka semua menyala api masing-masing ada yang kuning gelap ada biru mudah ada yang berwarna hijauh mudah.


Sedangkan Rangga apinya adalah berwarna hitam ungu, yang begitu tebal. Membuat para ketua alkemis sangat heran denganya.


Sampai disini dulu, jangan lupa like dan komentar kalau ada yang salah.

__ADS_1


__ADS_2