
Di akhir tahun, ada sebuah ujian perlombaan yang akan di adakan di setiap kerajaan. tabib tabib, pengurus alkemis juga hadir dalam perlombaan pembuatan Pil Darah Ular Piton Tujuh Warna.
Beberapa dari anak mudah berbakat datang ke kerajaan Burpalingga untuk mengikuti perlombaan pembuatan pil, bukan hanya di daerah kerajaan Burpalingga saja tapi di semua benua benua besar juga mengadakan hal seperti itu.
Rangga mulai mempersiapkan dirinya untuk mengikuti perlombaan dan bersama Dengan Lingling saat pulang dari kota.
Banyak orang gagal melakukan pembuatan pil darah ular piton 7 warna, sedang kan Rangga dan beberapa orang lain masih bertahan.
" Guru bagaimana untuk menyempurnakan kekuatan pil ini. "
" Kamu tenang saja aku akan mencoba mencari bahannya. "
Setelah beberapa jam kemudian terjadilah bentuk pil ular piton 7 warna dan mereka berhasil mendapatkan gelar tersebut.
Misi selesai dan mereka di berikan gelar oleh pejabat kota kini menjadi gelar bintang 6, dua orang gagal karena kesombongan dan bersifat jelek itu mereka merasakan sangat malu.
Di dalam kerajaan Burpalingga Yuna dan Meila berlatih sangat kuat sama sama menghampiri kekuatan para jendral tingkat 9, mereka sangat lelah saat pertarungan di dalam arena latihan.
Reni menghampiri mereka berdua untuk mencoba kekuatan mereka, apakah kekuatan mereka dan bela diri mereka sudah sangat sempurna? Sampai Reni mulai menyerang mereka.
Julia dan Salmi hanya berdiri melihat apa yang di ajarkan Reni kepada Yuna dan Meila.
" Kalian berdua maju lah. " ucap Reni.
Yuna dan Meila langsung ketawa, dan mengeluarkan jurus andalan mereka, mereka ingin menyerang tapi kecepatan Reni membuat mereka tidak bisa bergerak.
Tendangan dari Reni menghantam Meila sampai terpental, sedangkan Yuna berlari ke arah samping untuk memukul dengan jurus hantam gunung tapi berhasil di blok oleh Reni.
Ibunya Rangga pun keluarkan jurus tebasan langit, membuat Yuna sangat panik untuk menahan serangan itu.
Tidak lama Meila muncul di belakang Reni dengan cepat, dan membuat formasi lingkaran untuk menangkap Ibunya Rangga. Tapi gagal dan Reni berhasil lolos dari formasi itu.
" Ratu, bukankah formasi itu yang di buat oleh para tetua saat itu? " tanya Julia.
" Iya, formasi itu sangat mirip dengan saudariku. "
Ratu kerajaan Burpalingga sangat kuat kita juga bukan tandingan nya. " ujar Salmi sambil duduk.
" Iya, kekuatannya di atas rata-rata dengan para tetua. " ucap Julia.
Setelah beberapa jam kemudian Yuna dan Meila menyerah karena mereka tidak sanggup untuk melawan lagi, akan berusaha latihan dengan sekuat mungkin.
" Bangun lah, kalian harus belajar dengan kuat lagi dan berusaha untuk mengalahkan ku. " kata Reni.
" Siap guru, kami akan belajar dengan kuat. " ucap Meila dan Yuna.
Setelah kembali ke tempat sebuah pondok Reni melihat Ratu Viola, menyuruhnya untuk belajar menjadi master pembuatan pil, karena dia di tunjukkan untuk mengikuti lomba dalam tiga hari lagi.
Setelah mendapatkan banyak harta karun di Ruang rahasia di danau Nil, Rangga memanggil Lingling untuk membagi harta karun sama rata tapi Lingling menolaknya.
" Kenapa kamu tidak mau. " ucap Rangga.
" Aku tidak butuh itu. "
" Muka mu semakin memerah kakak seperguruan! " kata Rangga sambil senyum.
" Sialan.. jangan bilang seperti itu bodoh. "
__ADS_1
" Kalau begitu aku akan diam saja. " ujar Rangga sambil memasuki barang ke cincin.
Selesai menyimpan barang ke dalam cincinnya dia bangun tapi Lingling menahannya untuk melakukan netral bersamanya, karena tubuh nya semakin sakit kalau mereka tidak menetralkan nya.
Rangga mulai menarik Lingling untuk merendam bersama, di dalam air itu sudah ada obat pil pengembangan perisai pertahanan tubuh yang telah di larut dalam air.
Lingling yang tadinya malu kini menjadi pemberani, mereka pun mulai melakukan netral rasa malu dan membuat muka mereka sangat merah Rangga pun semakin mimisan.
Beberapa jam kemudian Lingling mengenakan kain sedangkan Rangga asyik tidur dan tidak sadarkan diri, setelah dia bangun dia melihat kakak seperguruannya telah pergi.
" Seperti nya ada perlombaan pembuatan pil! " ucap Rangga dalam hati.
Gurunya muncul dan memberitahu atas ramuan yang harus dia siapkan di dalam ruangan alkemis. Bahan yang harus dia sediakan adalah ginseng ribuan tahun, tumbuh tiga warna, jamur api, dan serbuk salju tingkat dewa.
" Apa kamu mengerti? "
" Guru itu sangat sulit bagi ku untuk membuat pil itu. "
" Kamu tenang saja aku akan membantu mu. "
" Baiklah aku akan menang dalam pertandingan. "ucap Rangga.
Keesokan harinya Salmi dan Julia mulai berlatih, mereka sangat ahli taktik tempur dan pedang. Sedangkan Yuna di rekrut oleh perguruan tinggi para Ninja yang di pimpin oleh pria bertopeng.
Reni ingin muridnya akan lebih kuat dari musuh, dan menjadi penyelamat kerajaan Burpalingga kalau diri nya sudah tidak ada.
Ratu Viola bersama Meila Gadis siluman pergi ke gunung tombawa yaitu kawasan yang sangat bagus untuk berlatih, untuk menjadi murid dalam di area teratai biru es. Tempat para murid belajar mantra dan jurus es pedang.
Tapi dia harus ikut perlombaan baru bisa keluar dari kerajaan Burpalingga bersama Meila. Reni ingin Viola bisa menjadi ahli medis untuk calon suami kelak yaitu Rangga.
Dua hari pun telah tiba, ini yang di tunggu tunggu oleh semua orang untuk menghadiri perlombaan, semua orang dari berbagai daerah datang untuk menikmati suasana di arena.
Semua para sekte dari kerajaan maupun di luar sudah menghadiri di tempat itu.
Peserta yang ikut lomba mulai menyalakan api untuk membakar tungku yang sudah di siapkan, menggunakan api mereka masing-masing untuk membuat pil.
Ketua alkemis sangat keheranan apa yang di lakukan oleh Rangga, kenapa aura yang sangat berbedah oleh peserta yang lain.
Ramuan mulai di campur menjadi satu, gurunya selalu membantu nya untuk menyelesaikan penyaringan obat.
Setelah beberapa jam kemudian mereka mulai menyelesaikan tugas dengan baik, dan mulailah penilaian kepada para ketua alkemis dan tabib.
Rangga berhasil menang dan masuk di posisi satu dalam perguruan kerajaan gaib. Melihat kemenangan yang dirahi oleh sekte alam gaib banyak orang orang semakin ingin mencelakai Rangga.
Di kerajaan Burpalingga Ratu Viola memenangkan dan membawa harta sangat berharga yaitu ramuan dan cermin permata ikan duyung.
Seorang dari kerajaan Rombawa sangat terkejut melihat Ratu Viola di kerajaan Burpalingga, dia bertanya kepada orang-orang di sekitar situ.
" Siapa perempuan itu yang mengenakan pakaian seperti seorang kerajaan. "
" Itu ada Ratu viola dia tinggal di sini dan menetap di dalam istana ". Ucap salah satu warga.
Tidak lama hujan pun turun dengan deras, semua masyarakat di sekitar situ sambil melarikan diri untuk mencari tempat teduh.
Ratu Viola dan anak buahnya mencari tempat yang aman di sebuah kafe yang sangat terkenal, mereka masuk di tempat itu sambil memesan makanan.
Datang seorang laki laki setengah tua untuk mencari masalah dengan orang di sekitar situ.
__ADS_1
Sebuah gedung yang sangat tinggi Rangga bersama Lingling menatap gedung itu. Karena tempat itu sangat lah tinggi.
" Apa kamu ingin naik? " ucap Rangga.
" Iya, kalau begitu tunggu apa lagi. "
" Waah tangga ini sangat panjang untuk naik ke atas. ".
Iya mana mungkin orang mempunyai kekuatan hanya level 5 bisa menaiki tangga ini ". Kata Lingling.
Setelah beberapa jam kemudian mereka sampai di atas lantai 99, di sana ada banyak sekali anak-anak yang berbakat.
Mereka masing masing mengambil kamar perlatihan masing-masing. Ling ling mulai mengambil tempat nya untuk berlatih, tidak lupa juga dengan Rangga mulai berapa sambil fokus untuk menguatkan tubuhnya.
Setelah berlatih satu bulan lebih, Rangga mulai mendapatkan kekuatan baru yang di sebut flame biru teratai.
Lingling berhasil mendapatkan kekuatan jendral tingkat 9 dengan di juluki perempuan baja hitam. Setelah keluar dari tempat itu, mereka berdua melanjutkan perjalanan ke daerah misty klod.
Semua anak mudah maupun dewasa hadir di tempat itu, untuk menyaksikan perlawanan tanding di arena hidup dan mati.
Tapi seorang laki-laki dengan pakaian seperti pelayan mengajak mereka tempat dunia gaib. Di sana lah akan mereka mendapatkan sebuah ilmu sana.
" Salam hormat kepada ku wahai anak mudah. "
" Salam hormat juga. "
" Siapa anda? " ucap Lingling.
" Hamba dari kerajaan gaib di utus oleh kaisar untuk membawah kalian ke sana. "
" Siapa kaisar kalian? " ujar Rangga.
" Kamu akan tau kalau kamu sudah sampai di sana. " Ucap pelayan itu sambil senyum.
Rangga dan Lingling terdiam sejenak, seperti nya mereka menolak untuk ke sana. Karena mereka berdua tidak mau mengikuti nya terpaksa mereka pun berkelahi.
" hahahaa.. Anak mudah sangat keras kepala ya. "
" Seperti nya kita akan berduel disini. " ucap Rangga.
" Oh itu tentu. "
" Lingling kamu mundur lah biarkan aku saja yang menghadapi nya. "
" Baiklah, kamu harus hati hati. "
Terjadilah perkelahian sengit antara mereka berdua, membuat tanah dan sungai bergetaran akibat dari kekuatan besar mereka.
Rangga mengeluarkan pedang nya. Sampai langit pun mulai mendung awan hitam pun menutupi langit, guntur dan kilat pun bertebaran.
Seorang pelayan merasa gelisah melihat pedang yang ada di tangan Rangga, ada hal yang membuat dia sangat sulit untuk bergerak.
Karena di area itu sudah terkunci oleh pedang milik Rangga. Membuat dia merasa berat untuk melangkah keluar dari tempat itu.
" Tunggu dulu, kita henti perkelahian ini. Aku di utus untuk kaisar menjamu kalian. " ucap pelayan itu.
Rangga dan Lingling merasa kebingungan mendengar apa yang di ucapkan oleh orang itu. Mereka tidak percaya dengan orang itu.
__ADS_1
Tidak muncul lah suara dari langit membuat awan hitam menghilang menjadi bersih.
Setelah semua sudah di jelaskan mereka pergi bersama dengan pelayan itu ke tempat kerajaan gaib.