TAKDIR SANG PENGUASA BENUA

TAKDIR SANG PENGUASA BENUA
KELAPARAN MELANDA


__ADS_3

Benua timur tengah telah menjadi benua yang sangat mengerikan, semuanya di sapu rata oleh pasukan merah. Tidak ada tanda-tanda lagi kehidupan di sana.


Kerajaan-kerajaan besar maupun kerajaan kecil tidak sanggup mengalah kan pasukan merah, mereka seperti hantu atau monster yang berhati kejam. Semua runtuh di tangan pasukan merah.


Kemunculan pasukan merah membuat semua para petani kehilangan pangan mereka, dari pertenakan maupun semua tumbuhan yang mereka tanam.


Kelaparan melanda di mana-mana mulai dari timur dan sampai beberapa benua lain nya. Rangga bersama dengan semua pengikutnya mulai membangun tembok dari kota Rombawa. Pada saat pasukan merah menyerang kerajaan Misty klod yang sedang terjadi.


Banyak dari warga desa klod lari ke barat dan ada yang menyebar ke arah timur.


Pada saat itu. Rangga bersama dengan pelayan nya pergi ke kota Rombawa untuk melakukan kerja sama dengan penetua, untuk membuat benteng dan mempertahankan kota Alkemis yang akan jadi perang berikutnya di kota itu. Pasukan merah mulai bergerak menujuh kerajaan misty klod.


Perjalanan selama dua hari membuat mereka mulai memasuki kota klod dan menghancurkan semuanya, untung saja warga sudah melarikan diri ke tempat lain.


Perang semakin terjadi selama beberapa hari saja, semua orang di kerajaan itu telah di bunuh oleh pasukan merah, dan berakhirlah keruntuhan kedua kalinya oleh pasukan merah.


" Penetua kamu tidak apa-apa " ucap Aren.


" Aku tidak apa-apa bawah semua sisa prajurit kerajaan untuk pergi dari sini. " jawab penetua.


Tapi penetua bagaimana dengan mu" ucap Aren.


Jangan pedulikan aku, pergilah dari sini. " kata penetua misty klod.


Kerajaan Misty klod telah hancur total dan semua penerus tahta di bunuh oleh pasukan merah, sisa beberapa prajurit dan penetua kerajaan saja yang masih hidup.


" Hahahaaa.... Luar biasa ini kerajaan dulu sangat kuat kini hanya seekor semut kecil. "


" Siapa kamu " ucap Aren.


" Kau tidak perlu tau siapa aku. " jawab orang itu yang mengenakan baju emas merah.


Aren pun mulai berdiri dan siap untuk melawan orang itu. Tapi dia di jegah oleh penetua.


" Lari Aren.... Pergi dari sini."


Pemimpin pasukan merah tiba tiba melepaskan kekuatan besar ke arah Aren, untung saja kekuatan itu langsung di tahan oleh penetua.


Tapi, karena kekuatan itu terlalu kuat untuk menahan serangan dari musuh. Aren mulai berlari ke arah penetua dan menangis terharu.


Penetua pertama pun mati dengan cepat karena di tombaki oleh pemimpin pasukan merah. Aren sangat ketakutan melihat mereka dan sambil melihat wajah penetua kedua.


" Hahaaa.. Seperti ini kah ketua sang misty klod hahahaa.. " ketawa sambil membunuh orang.


" Formasi pengunci area!!!!!.... "


Wuuussss.......


Tempat itu langsung terkcunci semua pasukan merah terjebak di dalam sana, penetua langsung menyuruh Aren untuk pergi dari sini sebelum formasi kunci berakhir.


" Pergi dari sini Aren!! " teriak penetua.


" Tapi bagaimana dengan mu ketua? " ucap Aren.


" Sialan jangan pedulikan aku, bawah mereka pergi. " jawab penetua.


" Baiklah, hati-hati ketua " Aren sambil menangis.


" Pergiiiii sialan.... " teriak penetua sambil menangis.


Aren langsung lari menyusul para prajurit yang lain, mereka keluar dari gerbang misty klod dan menunggangi kuda. ada yang pasukan lain hanya berlari masuk ke dalam hutan.


Aren sangat merasa kan sedih dan segera membawah pasukan lain untuk kabur dari tempat itu. Setelah melewati berbukitan ledakan di arah jauh membuat asap-asap mengempal di atas udara.


" Jendral. Ayo kita tinggal tempat ini, mereka pasti akan mengejar kita. " ucap salah satu prajurit.


" Baiklah ayo pergi. "


Aren bersama yang lain sangat ketakutan melihat ledakan itu mereka berlari tak berhenti, karena pasukan merah akan mengejar mereka.


Itulah yang terjadi beberapa hari lalu dalam waktu singkat saja kehancuran mity klod sangat besar, tak ada lagi yang selamat dari kejaran pasukan merah.

__ADS_1


Bagaimana nasib jendral Aren dari kerajaan misty klod! Apa dia di bunuh atau selamat dari kejaran pasukan merah? Di dalam hutan yang lebat membuat suasana di hutan sangat berbahaya.


****


Di kerajaan Burpalingga mereka mulai membuat perangkap di hutan area berbatasan Kota palingga. tidak lama Dewa Yaksa datang ke tempat itu bersama dengan empat orang jendralnya.


Ratu Reni sangat terhormat menyambut kedatangan Dewa Yaksa, Ratu Reni memberikan salam kepada Dewa Yaksa dan sebaliknya Dewa Yaksa. Mereka mulai merundingkan peperangan besar yang akan terjadi selanjutnya di kerajaan Burpalingga.


Karena tidak ingin di kuasai Pasukan merah. Dewa Yaksa mulai bekerja sama dengan Kerajaan Burpalingga.


Mereka sambil membahas tentang perekonomian yang menurun secara drastis, karena hasil panen mereka mulai berkurang dan dampak cuaca yang sangat buruk.


" Bagaimana menurut Ratu? " ucap Dewa Yaksa.


" Baiklah. Aku setuju untuk bekerja sama dengan Dewa Yaksa. " jawab Ratu Reni.


Iskandar selalu di samping istrinya untuk menjaga keamanan sang Ratu. Dia melirik istrinya. Tidak lama datang utusan dari kerajaan Raja Iblis, mereka mengirimkan surat bekerja sama.


Dalam surat itu berisi tentang bekerja sama.


Isi surat dari Raja Iblis.


( " Salam Hormat dari sang Raja Iblis. Surat ini ku tuliskan untuk sang Ratu kerajaan Burpalingga. Saya ingin bergabung dan bekerja sama memperkuat benua kita di timur ini semoga bekerja sama kita bisa mengusir Pasukan merah keluar dari arena benua ini.


Kami akan datang untuk jamuan besok. Salam hormat dari kami. " )


Di kerajaan Misty klod yang di duduk oleh pasukan merah, kini mulai susun rencana baru untuk bergerak ke kota Rombawa.


Semua orang di kota Rombawa mulai bersiap untuk menujuh ke arah timur, banyak dari warga yang sudah mengungsi ke tempat lain. Sedangkan beberapa dari warga belum bisa meninggalkan tempat mereka.


Dewa Yaksa mulai pamit untuk menyusun trategi mereka. Sedangkan Ratu Viola memerintahkan dua pasukan nya untuk menyusun Rencana baru setelah selesai memasangkan perangkap.


Iskandar dan temannya mulai berangkat menuju ke bukit untuk memasang bendera hitam, suapaya tempat itu menjadi sebuah pertahanan mereka.


Meyla keluar dari tempat ruangan dan bertemu dengan Yuna, dia mengajak Yuna untuk pergi ke taman belakang. Setelah selesai berbicara dengan Yuna, tidak lama muncul seorang perempuan cantik berlutut di hadapan Meyla.


Yuna langsung terkejut melihat seorang perempuan itu, tiba-tiba muncul membuat Yuna tidak merasakan sura sama sekali. Siapa perempuan yang berlutut di hadapan Meyla?


Reni merasakan aura perempuan ini begitu hebat, dia bukan seorang manusia tapi seorang siluman. Iskandar mulai siap untuk menyerang tapi Meyla langsung menjegatnya.


" Dia adalah pelayan ku kalian jangan menyakiti hati nya. " ucap Meyla.


Reni pun penasaran dengan Meyla dan bertanya kepada nya.


" Siapa kamu sebenarnya " tanya Reni.


Meyla langsung memutarkan badannya dan berjalan menujuh ke tempat kolam, dia langsung tersenyum melihat wajah nya.


" Aku sebenarnya seekor siluman rubah berekor sembilan, aku dulu pernah di usir dari kerajaan siluman dan di asingkan di sebuah sumur dekat desa pedalaman. " jawab Meyla.


" Ohh jadi kamu adalah seorang putri siluman yang pernah membunuh warga di desa wangsi. " tanya Iskandar.


Reni dan Yuna sangat terkejut mendengar hal itu, dulu pernah ada sebuah desa yang terkenal di daerah misty klod. Tempat itu dulu di bantai oleh seorang perempuan yang masih mudah.


" Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku pernah membunuh mereka semua. " ucap Meyla.


" Karena kamu adalah anak dari Raja Komba. yaitu Raja siluman rubah berekor sembilan emas. " jawab Iskandar.


Setelah mereka mengetahui siapa Meyla sebenarnya, Reni tidak peduli hal itu. Yang penting dia bagian dari keluarganya karena Rangga yang membawah Meyla pulang ke rumah mereka.


Semua pangan dan panen mereka sangat berkurang beberapa hari ini, tidak ada kabar dari pasukan merah yang ingin menarget kan kerajaan Burpalingga.


Kemiskinan sangat tinggi di berbagai daerah, semua orang kelaparan dan banyak warga saling membunuh sesama mereka.


Dimana pasukan merah? apa yang terjadi dengan mereka sampai belum bergerak di medan perang. kenapa mereka belum ada kabar sama sekali di telinga kerajaan Burpalingga.


Pasukan merah sedangkan memutar arah untuk menghancurkan daerah-daerah di sekitar kawasan barat daya. Mereka semakin tanggung berhasil mengalahkan lawan mereka.


************


Musim kemarau yang sangat panjang langit yang tidak berubah sama sekali saat pasukan merah tiba, membuat kemiskinan sangat mengerikan yang di alami petani.

__ADS_1


Rangga dan lain nya mulai menyiapkan alat perang, mereka khawatir yang akan di target selanjutnya adalah mereka.


" Aku mau keluar sebentar, kalian tunggu lah di sini. "


" Apa kamu ingin sendiri pergi " ucap Julia.


" Aku juga ingin ikut bersama mu. "


" Tidak-tidak aku ingin sendiri saja. " jawab Rangga.


Salmi dan Julia mulai merajuk dan tidak ingin berbicara dengan Rangga. Sedangkan Ratu Viola hanya terdiam sambil tersenyum melihat muridnya dan Salmi yang merajuk berat.


" Kenapa kau tidak ingin membawah mereka berdua untuk menemani mu keluar? " tanya Ratu Viola sambil senyum.


" Aku ingin sendiri. Apa kamu merasa keberatan kalau aku tidak membawah mereka berdua? "


" Tidak! " jawab Ratu Viola.


Salmi dan Julia meninggal tempat itu dan menujuh ke ruangan mereka, pelayan membawah Lingden masuk ke rumah. Tinggal Ratu Viola yang bersama dengan Rangga.


" Kamu melihat diri mu semakin kuat." kata Ratu Viola.


" Oh. kamu bisa membaca aura ku? " ucap Rangga.


" Iya. Aku punya kemampuan untuk mendeteksi kemampuan seseorang. "


" Itu luar biasa. "ucap Rangga.


" Baiklah aku pergi dulu jaga dirimu baik baik. " ujar Rangga.


Rangga langsung buru buru pergi meninggalkan Ratu Viola sendirian, mereka saling menatap dan dan lepas pandangan.


" Tuan di gudang mulai kehabisan kadum dan lain nya. " Melen


" Haa... Kita sedang di landai oleh musibah panjang. "


" Tenang saja Rangga pergi ke hutan untuk mencari buruan. " kata Ratu Viola.


" Apa dia pergi sendirian. " ucap Melen ( seorang kementerian pangan).


" Panggil beberapa orang untuk mengikuti Rangga. Cepat. " ucap kaisar.


" Tidak perlu, dia bisa pergi sendiri. " jawab Ratu Viola.


" Baiklah. "


Rangga bersama dua orang lainnya pergi ke sebuah hutan untuk berburu mencari rusa atau hewan lain yang bisa di makan. Setelah mendapat seekor beruang raksasa mereka sampai sempat bertarung melawan beruang itu.


Rangga langsung mengambil anak panah dan melepaskan ke arah beruang, tapi gagal sampai ke dua kali nya baru beruang raksasa itu terkapar.


Mereka bertiga sangat senang dan berhasil mendapat makanan malam yang banyak, Setelah membawah pulang hasil daging beruang Mereka terdengar suara di arah mereka.


Di perjalanan pulang mereka bertemu dengan prajurit yang menggunakan pakaian merah, Rangga dan teman nya mulai menatap pasukan itu.


Mereka saling berhadapan sesama, tidak lama terjadi perlawanan di antara mereka, Rangga langsung mengambil anak panah dan melepaskan ke arah pasukan merah. Tapi bisa di lumpuh kan.


Pertarungan sangat sengit mengakibatkan satu orang terluka berat di dadanya. Rangga langsung melepaskan kekuatan besar nya semua pasukan merah mati tak tersisa.


Mereka pulang membawa daging dan teman mereka yang terluka itu, sampai di sana semua orang siap untuk berjaga jaga karena pasukan merah mulai masuk berani masuk ke perbatasan kota Rombawa.


" Bagaimana keadaannya tabib? " tanya Rangga.


" Dia baik-baik saja hanya luka ringan. "ucap tabib.


" Baiklah aku akan pergi dulu. "


Setelah mereka membahas apa yang sedang terjadi barusan. Kaisar memerintahkan semua anak buahnya untuk bersiap-siap menjaga wilayah mereka.


Rangga dan lainnya mulai waspada untuk menjaga keselamatan kota Rombawa, Ratu Viola, Salmi dan Julia mulai bekerja sama dengan pelayan di dapur.


Terima kasih sudah membaca episode 36, jangan lupa like dan komentar di bawah.

__ADS_1


Selamat berjumpa lagi di episode selanjutnya.


__ADS_2