TAKDIR SANG PENGUASA BENUA

TAKDIR SANG PENGUASA BENUA
KEDATANGAN BERSAMA YUNA.


__ADS_3

Pertarungan antara kedua bela pihak semakin kuat, tidak ada di antara mereka yang kalah. Cuma beberapa kali di antara mereka yang terasa lelah dan semakin terkuras habis, mereka maka kekuatan mereka semakin melemah.


Prajurit mereka semakin sedikit, banyak yang mati akibat ledakan yang di keluarkan oleh Dewa Yaksa, walaupun banyak prajurit mereka mati tapi sisanya bisa membuat musuh tidak bisa melewati garis depan.


Rangga bersama Yuna dalam perjalan, beberapa jam lagi mereka akan sampai di tempat perang, Yuna mulai merasakan ada sekelompok yang sedang mengikuti mereka dari belakang.


Mereka adalah para ninja di kota Yahama kota para ninja yang dulunya adalah kota sangat maju dan terkenal, sekarang semua telah berubah dan menjadi kota tidak bernama.


" Rangga. di belakang kita seperti nya ada para ninja. " ucap Yuna.


".Tenanglah mereka tidak mungkin menyerang kita. " kata Rangga.


" Bagaimana mungkin kamu tahu kalau mereka tidak menyerang kita! " tanya Yuna.


" Sudahlah kamu fokus di depan kita hampir sampai. "


" Apakah masih jauh tempatnya? "


" Sedikit lagi kita hampir sampai. " ucap Rangga.


" Aku sangat bosan kalau berada di pelukan mu. "


" Kamu tidak bisa terbang, bagaimana aku bisa membawah kamu dengan dengan seperti ini. "


" Uh.. kamu mengambil kesempatan dari ku. " kata Yuna.


" Haha, tubuh mu kurang cantik, aku tidak tertarik sedikit pun. " ucap Rangga sambil ketawa.


" Sialan, kamu berengsek bau, berengsek bau. "


" Hey hey.. Kita hampir jatuh, jangan pukul lagi. " ujar Rangga.


" Uhh.. Aku sangat membenci mu. " kata Yuna sambil buang muka.


Dewa Neraka membuat formasi kekuatan Rantai Penarik Neraka semua orang melihat formasi itu, teriakan dari Raja Iblis untuk menghindar rantai yang akan di keluarkan oleh Dewa Neraka.


Kota-kota pun mulai terlihat dengan jelas di mata mereka, sampai di tempat itu Rangga melihat banyak asap dan api yang berkorbar sampai di mereka melihat banyak korban yang tergeletak di tanah.


Para ninja itu mengambio jalan pintas dan untuk pergi dari tempat itu, mereka melihat ada orang orang sedang mencari bantuan. Para ninja itu membantu orang-orang yang masih.


Raja Iblis dan Dewa Neraka sambil baku hantam di udara, betapa sulit nya antara kedua petarung itu untuk kalah sama-sama mereka sangat kuat dan brutal.


Reni dengan Julia membuat formasi gabungan perisai bintang kuno, kedua nya itu telah berlatih sangat keras untuk menciptakan sebuah kekuatan baru. Tapi belum bisa menerobos ke bintang kuno dousau misty.


Raja Iblis terbang menghampiri lawannya dia langsung di handang oleh kedua orang tidak di kenal, entah mereka muncul di hadapan identitas mereka tidak ketahui oleh orang di situ.


Membuat Raja Iblis terdesak sampai mereka bertarung, melihat Raja Iblis membuat Reni dan Iskandar terbang ke arah mereka. Sedangkan yang lain nya sambil melawan pasukan yang ada di perbatasan gerbang istana.


Para pasukan ninja sambil membantu beberapa orang yang masih hidup dan membawa mereka ke tempat yang lebih aman. Sedangkan ketua ninja yang bernama yosi muraka bersama tiga orang pengikut nya lari menujuh kawasan perang.


Di perjalan mereka bertemu dengan sosok misterius yang tiba-tiba muncul dari arah mereka, mereka pun sangat heran karena, dua orang itu adalah tingkat dou soung level langit.


Setelah mendekati dua orang yang berada di depan mereka, Yosi Muraka langsung mengejar dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Mereka menghadang dua orang itu sambil menyapa dengan lembut, tapi dua orang tadi tidak asing bagi mereka. Yosi Muraka sangat terkejut melihat gurunya yang dengan orang tua menggunakan jubah putih.


Pria bertopeng langsung menegur mereka, di sebelah nya ada Yosan yang sedang melihat di arah kejauhan, seperti gelombang yang sangat tinggi tidak begitu jauh dari tempat mereka.


Yosi Muraka langsung merintahkan kepada tiga orang untuk bersama-sama dengan Yosan menujuh ke arah lembah kematian.


Sedangkan pria bertopeng bersama anggota lainnya sambil merawat orang-orang yang lagi terluka, akibat dari perbuatan para musuh yang menyerang penduduk di desa dan kota.


Jumlah dari pasukan mereka sudah tidak mampu lagi bertahan di gerbang, karena musuh sangat banyak. Di arah kejauhan muncul lah Rangga bersama Yuna mengeluarkan pedang mereka.


Reni dan Iskandar merasakan sangat senang, dan berusaha bertarung dengan semangat, Julia langsung melihat adiknya telah kembali walaupun beberapa tahun mereka berpisah.


Rangga menghampiri Salmi dan Julia mereka sambil sedikit berbicara walaupun musuh sedang melawan mereka.


" Kita bertemu lagi. " ucap Rangga.


Untunglah kau cepat datang, kita sedikit lagi kewalahan melawan musuh. " ucap Salmi yang lagi menebas musuh.


" Kalau begitu aku pergi kesana dulu. " ujar Rangga.


Setelah terbang ke arah Raja Iblis dia melihat seorang wanita cantik yang belum dia lihat sama sekali walaupun mereka pernah bertemu.


Ratu Viola langsung terkejut di samping nya ada Rangga yang membantu nya, untung saja Rangga dengan cepat memblokir serangan dari musuh dan berhasil membawah Ratu Viola ke tempat yang aman.


Dia sangat gugup sampai tidak fokus untuk pertarungan, saling menatap membuat Rangga tersenyum dengan Ratu Viola. Musuh muncul di hadapan mereka dan Rangga melepaskan kekuatan nya sampai musuh terlempar jauh.


" Kamu bisa melepaskan aku sekarang, aku bisa berdiri sendiri. " ujar Viola.


" Iya hati-hati. "


Rangga langsung terbang menujuh ke arah orang tua nya sambil berpelukan, Reni menangis karena saat pergian ayahanya tidak di hadiri oleh anaknya. Melihat ibunya sangat kesedihan Rangga memberitahu apa yang terjadi dengan kerajaan mereka.


Iskandar mendekati dan berbicara kepada Rangga bahwa kakeknya sudah meninggal, karena di bunuh oleh bawahan Dewa Yaksa dan Ratu Viola pertama.


Mendengar hal itu dia semakin marah sampai membuat apa yang di sekitar nya menjadi hancur. Dewa Yaksa dan Dewa Neraka terkejut, mereka berhenti melihat anak mudah itu yang sambil menatap ke arah mereka.


Raja Iblis langsung menghindar di tempat itu tapi dia di kejar oleh Dewa Yaksa. Mereka mulai bertarung lagi walaupun dalam keadaan yang kurang baik.


" Yuna apa yang terjadi dengan mu saat bersama dengan dalam beberapa tahun ini. " ucap Julia.


" Aku dan Rangga sudah memasuki alam jendral tingkat langit. " kata Yuna sambil melihat ke arah Rangga.


Melihat kemarahan dari Rangga semua pasukan dari musuh bergerak untuk menghadapinya, tapi dengan satu pukulan dan kekuatan yang keluarkan olehnya membuat semua prajurit musuh terbunuh.


Dewa Neraka sangat terkejut melihat kekuatan yang besar itu, pasukan nya tergeletak di tanah dengan tubuh yang penuh dengan cabik cabikan membuat dia sangat marah.


Dia langsung lari ke Rangga dengan tongkat tombak yang sangat panjang mempunyai mata yang aneh, tombak itu bisa membuat diri kita dalam imajinasi sangat mengerikan.


Pertarungan antara mereka berdua semakin sengit, Yuna lari menghampiri Ratu Viola yang asik berdiri melihat Rangga.


Melihat ke datangan Yuna, Ratu Viola kira dia adalah musuh tapi untung saja Julia langsung menyusul dengan cepat. Ratu Viola langsung tersenyum melihat Yuna berlutut di depan nya.


Dia sangat kebingungan semua itu sampai bertanya siapa pemuda yang di atas sana, Yuna dan Juli langsung menceritakan semua atas kejadian saat itu. Di situlah dia tahu nama yang pernah dia pegang bersama di dalam peti.

__ADS_1


Karena itu adalah calon suaminya yang di pernah dia dengar dari Nenek sendiri saat itu. Julia dan Yuna kebingungan karena melihat ekspresi dari Ratu Viola.


Ratu, anda tidak apa-apa? "


Ratu Viola langsung terkejut melihat mereka berdua.


Aah, aku tidak apa-apa


Yuna langsung tersenyum dan melihat Ratu mereka yang cantik seperti bulan purnama membuat muka nya selalu ceria, yuna langsung berpikir sedikit kotor di depan Ratu Viola.


" Jangan- jangan Ratu menyukai anak mesum itu kan, Ratu kamu lebih baik jangan mendekati laki laki itu dia sangat licik dan mesum. " kata Yuna untuk memperingati Ratu Viola.


Ratu Viola cuma ketawa dan tersenyum manis mendengar apa yang bilang oleh Yuna, dia melihat Rangga sambil senyum karena mereka perjalanan mereka akan di mulai.


" Kau sangat hebat dan kuat anak mudah, membuatku tidak bisa memukulmu. "


" Kau terlalu banyak berbicara aku sangat bosan mendengar mu. " ujar Rangga.


" Kurang ajar, kamu ingin merasakan kekuatan ku sebenarnya! " ucap Dewa Neraka.


" Baiklah aku akan menerima serangan mu itu. " kata Rangga.


" Hahaha... Nyali mu sangat besar. "


Tidak lama Dewa Neraka mulai keluar kan mantra pengisap spirit darah. Rangga mulai terkejut melihat gumpalan roh yang ada di tangan Dewa Neraka. Dia merasakan auranya begitu besar sampai semua orang merasakan kesakitan.


" Guru kekuatan ini sangat besar. "


Gurunya melihat seperti nya kekuatan itu belum sempurna masih proses pertahapan, Rangga tidak tahan dan mengeluarkan pusaka nya.


" Kamu jangan menggunakan pedang itu aku memberikan mu pil roh surgawi biru. " ucap guru nya.


" Baik guru. "


Rangga mulai menutup matanya di sekitar tubuh nya mulai muncul aura api berwarna biru. Sedangkan Dewa Neraka melepaskan kekuatan untuk mengenai Rangga tapi penghalang api yang berada di tubuh Rangga berhasil memblokir serangan.


Dengan begitu marah dia mulai keluar kan semua kekuatannya, mantra bulat berwarna seperti api di lepas ke arah Rangga. Begitu banyak yang dia keluar sampai tubuhnya sangat lelah.


" Mengapa anak ini semakin hebat, ada yang tidak beres nih? " ucap Dewa Yaksa.


" Hey, kamu mau lihat ke arah mana lawan mu adalah aku. " ujar Raja Iblis.


Pukulan dari Raja Iblis mengenai pipi Dewa Yaksa, sampai tubuh nya terlempar ke bawah tanah membuat permukaan tanah menjadi ambruk.


Uhuk uhuk... Sialan, kekuatan semakin melemah. " ucap Dewa Yaksa.


Melihat ke arah atas, Dewa Yaksa sangat geram terhadap Raja Iblis, membuat dirinya terkepung oleh pasukan yang berada di sekitar situ.


Gadis siluman dan Salmi pun mulai mengunci arena perang yang berada di tempat musuh, tapi berhasil di hancur dengan mudah oleh Dewa Yaksa bersama prajurit nya.


Mulai keluar kan kekuatan sangat besar melihat Dewa Neraka mulai waspada untuk siap menggunakan perisai bulan, dia seperti nya kurang mampu menghadapi cahaya yang sangat kuat. Pelan demi pelan bola kecil bercahaya itu semakin membesar.


Thanks sudah membaca nya. Jangan lupa membaca episode berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2