
Cuaca yang panas tempatnya sangat kering dan gersang, di dalam istana seorang Dewa yang sambil duduk sedang memakan daging dengan rakus.
Di belakang nya banyak tulang kepala manusia atau hewan yang berserakan dimana-mana, sangat menjijikkan kalau di lihat oleh tamunya. Di dalam penjara banyak tahanan mulai dari orang tua remaja sampai anak anak yang masih umur 6 tahun.
Ada beberapa pasukan yang berdiri tegak di dalam istana, semua mengenakan pakaian besi berwarna hitam dan mata mereka berubah menjadi merah. Seorang perempuan yang memakai baju jubah datang untuk melaporkan kejadian di kawasan kerajaan Burpalingga.
Dewa neraka itu atau di sebut dengan nama Raja Neraka kini kembali lagi menjadi penguasa di daerah sekitar nya.
Ada beberapa daerah yang hancur akibat dari kemarahan sang Raja Neraka.
Perempuan itu sambil duduk di pangkuan sang Raja Neraka, menuangkan secangkir anggur darah harum.
Melihat kelakuan perempuan itu sang Raja Neraka mulai memukulnya dan terjatuh dari atas lantai, prajurit membawah perempuan itu ke depan semua orang yang dalam kesusahan .
Mereka adalah rakyat yang kelaparan dan menjadi korban oleh Raja Neraka yang baru muncul dan berubah kerajaannya menjadi kerajaan Dewa Neraka.
" Siapa yang melakukan ini semua. " ucap Dewa Yaksa.
" Hamba tidak tahu tau tuan. "
Tuan hamba dapat kabar, kalau Ratu Viola masih hidup.
Dewa Yaksa langsung terkejut menarik bajunya pengawal itu. Dan berkata.
" Dimana dia sekarang jawab? " tanya Dewa Yaksa.
Di.. Diaa ada di kerajaan Burpalingga dan bersama dengan dua orang gadis yang berbeda aura. Dewa Yaksa merasa bingung kenapa Ratu Viola ada di dalam kerajaan Burpalingga?
Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres yang dia alami, membuat diri nya sangat penasaran dengan hal itu.
Rangga semakin pulih dan racun di dalam tubuh nya sudah hilang setjipelah dua hari di dalam kamar, Yuna dan wanita itu sambil menikmati ayam panggang yang di buruh oleh Yuna sendiri.
" Apa yang kalian lakukan di situ? " ucap Rangga.
" Kemarilah aku sedang membakar ayam untuk mu. "
Dia melihat orang tua yang dia temukan di dalam hutan sambil berdiri sejenak, Yuna menariknya untuk bergabung dengan mereka menikmati makanan.
Sedangkan perempuan tua yang duduk itu tersenyum sambil menyantapkan makanannya sambil melihat ke tepi sungai. Di kejauhan terlihat pria bertopeng yang sambil duduk di atas pohon.
Orang tua itu mengeluarkan benda berupa kalung yang sangat berharga dan memberikan kepada Rangga.
" Ini adalah kalung peninggalan dari kakekmu, dia selalu membawah kalung ini untuk ke daerah Teratai Biru Es. Di tempat itu banyak para pendekar yang tingkat sudah di atas alam dou soung bumi. " ucap wanita tua itu.
" Itu sangat luar biasa. " ujar Yuna.
" Bentar kamu mengetahui Kakekku dan siapa kamu sebenarnya. " ucap Rangga.
Aku adalah Nenek mu di kerajaan Ratu es,aku adalah dari berbatasan sang penguasa benua Floo. Kamu akan tahu semuanya saat sudah menguasai Jurus Telapak Naga dan Jari Pemetik Mematikan.
" Kamu nenek ku? Itu tidak mungkin kan? " tanya Rangga.
" Banyak rahasia yang tidak ku perlu ku ungkapkan, aku seorang buronan yang di kejar oleh tiga pendekar dari laut selatan. dan kabur dari kerajaan. " ucap nenek itu.
__ADS_1
" Sedangkan kakekmu sudah mati di bunuh oleh pamanmu kedua mu. " "sambung nya.
" Apa? mereka membunuh kakekku berani sekali mereka. " ucap Rangga sambil marah
Dia sangat marah sampai muncul sedikit aura dari dalam tubuh nya dan pergi dari tempat itu. Setelah naik ke atas bukit tebing yang tidak jauh dari lokasi nya, dia meminta guru nya untuk melatih dirinya dengan kuat.
Dewa Yaksa memerintahkan kedua orang pembunuh bayaran untuk menculik Ratu Viola, setelah di kedua orang itu pergi muncul Dewa Neraka di hadapan Dewa Yaksa.
Di antara mereka adalah teman baik saat masih kecil, mereka selalu bermusuhan tapi kalau ada sesuatu di antara mereka di serang kedua orang ini selalu bekerja sama.
Mereka mulai membicarakan sesuatu yang sangat penting mengenai masalah dari kerajaan Iblis. Satu musuh dengan mereka saat perang.
Dewa Neraka inginkan kerajaan Iblis menjadi kerajaan nya, tapi dewa Yaksa memberitahu dirinya jangan terlalu memikirkan itu.
Mereka harus bersatu untuk melawan pasukan dari kerajaan Iblis. Itu sangat berbahaya bagi mereka berdua, karena di kawasan kerajaan Iblis mempunyai lima orang yang sangat hebat.
Dewa Yaksa sangat marah saat itu, sampai sekarang dendamnya terhadap kerajaan Iblis sangatlah besar. Di dalam hatinya timbul rasa kemarahan sangat luar biasa.
Kesepakatan antara keduanya terbuat bekerja sama untuk menghancurkan Raja Iblis, dan menguasai daerah nya dengan pusat kota nya.
" Aku pergi dulu aku akan datang lagi lain kali. "
" Baiklah aku akan menunggu semua itu tiba. " ucap Dewa Yaksa.
Setelah Dewa Neraka pergi, dia sangat puas untuk menunggu kabar tiba dan menghancurkan serangan berutal. Dalam hatinya tidak tahan untuk menghancurkan kerajaan Raja Iblis.
Dewa Yaksa dan pengawal ingin pergi ke sebuah kota yang tidak jauh dari istana nya, ada sesuatu yang ingin dia ambil berupa benda senjata di buat oleh tukang besi.
Benda itu merupakan tombak yang terbuat dari tembaga dan emas murni dengan kekuatan yang sangat gelap seperti pedangnya Rangga.
Tuan hamba sudah membuat senjata yang tuan suruh kan. "
Lumayan bagus seperti nya mempunyai kekuatan yang sangat besar. " ucap Dewa Yaksa.
Merekapun masuk ke dalam rumah beberapa jam kemudian mereka keluar dengan tubuh yang penuh darah. Dewa Yaksa sangat senang dan puas dengan senjata itu.
Semua yang ada di dalam rumah di bunuh habis satu keluarga mati di tangan Dewa Yaksa, merekapun kembali ke istana untuk mempersiapkan diri saat berperang melawan musuh.
Suasana malam tiba, Ratu Viola dan lainnya sambil duduk di ruangan kerajaan untuk membahas suatu moment di laut pasifik. Reni ingin bersama seratus pasukan untuk kesana, karena ada sesuatu tempat yang pernah dia kunjungi.
Rencana mereka dua hari lagi mereka akan pergi kesana dan para ketua sekte tinggal untuk mengurus istana dan keamanan dalam semua daerah.
Di gerbang pintu masuk dua orang pesuruhan dari Dewa Yaksa telah sampai di tempat kerajaan Burpalingga mereka melihat ada empat pengawal yang jaga gerbang istana.
Setelah memukul empat pengawal mereka mengikuti di atap rumah sambil waspada dan dengan pasukan lain nya.
Baiklah semua nya sudah setujuh, kembalilah ke tempat kalian masing-masing. " ucap Reni.
Iskandar dan Reni masuk ke dalam kamar dan istirahat, sedangkan Julia bersama Salmi mengantar Ratu Viola ke kamar nya.
Gadis siluman merasakan ada sesuatu yang di atap rumah, dia mengambil jalan lain sedangkan Salmi menegurnya. Dan bertanya kepada nya.
" Kamu pergi kemana? " ucap Salmi.
__ADS_1
" Aku mau ke belakang dulu, kalian duluan lah pergi. " kata Gadis siluman itu.
" Baiklah segera datang istirahat. "
Dua orang penjahat itu melempar kan bom asap berancun ke arah mereka, mereka sangat panik dan sampai pingsan Ratu Viola melihat kedua nya sudah terkapar. Hanya dia yang belum pingsan dan ingin minta tolong tapi terlambat dia juga pingsan dan di bawah pergi.
Sampai di gerbang pintu mereka di serang jurus cakaran maut dan satu nya terkena goresan cakar rubah. Terjadi pertarungan sampai semua orang datang.
Reni dan Iskandar bangun dan keluar dari dalam rumah, mereka melihat satu orang sedang menggendong Ratu Viola.
" Cepat selamat kan Ratu Viola itu. " ucap Reni.
Yosan dan pria bertopeng itu datang membantu, serangan pun semakin sengit dua orang sangat kuat tapi Ratu Viola berhasil di selamat kan.
Salmi dan Julia sadar dari pingsan dan mendengar ada keributan di sana, mereka ke sana melihat pertarungan di udara.
" Kalian dari mana saja kenapa baru muncul? " ucap Reni.
" Maaf Sang Ratu kami di racuni oleh dua orang itu. "
" Iya Ratu. "
Iskandar kembali membawa Ratu Viola yang pingsan mereka berdua langsung membawa nya ke kamar. Dua orang tadi telah lari dan menghilangkan dari pandangan mereka.
Malam yang begitu dingin Rangga Nenek nya duduk sambil melihat air sungai yang lagi mengalir dengan deras.
" Aku akan pergi, kelak kalau kamu sudah menjadi penguasa seluruh dunia kita akan bertemu lagi cucuku. " ucap Neneknya.
" Kenapa tidak bisa besok? " ucap Rangga.
" Aku lagi ada urusan jadi aku harus pergi. " jawab Neneknya.
" Terima kasih banyak Nek sudah memberikan benda ini. "
" Selamat tinggal cucuku. " ucap wanita tua itu.
Perpisahan dengan neneknya sangat lah cepat melihat kepergian nenek nya dia merasakan sedikit tidak mengerti tentang semua ini. Kenapa saat masih kecil dia tidak pernah mendengar Kakek dan neneknya dari Ayahnya.
Dulu dia selalu di bulli dan selalu di lempar dengan batu. Sekarang dia menjadi orang sangat kuat dan mempunyai kemampuan di atas rata rata para Dewa.
Sudah 20 tahun dia menjelajahi benua yang berada dia injak belum lagi di beberapa benua yang belum dia pergi untuk mendapatkan banyak ilmu.
Kemarahan sang Dewa Yaksa membuat dua orang itu terlempar dari dalam istana dan di bunuh oleh tangannya sendiri. Melihat kerajaan Burpalingga semakin hebat dia ingin menghancurkan semuanya.
" Kerajaan Burpalingga tunggu saja pembalasan dendamku, aku akan membunuh kalian semuanya yang sudah membuat ku marah. "
" Tuan sabarlah waktu kita masing panjang. "
" Diam kamu, aku ingin Ratu Viola sekarang jugaaaaa..... " teriak kemarahan Dewa Yaksa.
Rangga pun langsung masuk ke tempat kemahnya, dia selalu terbayang wajah perempuan yang dia temui di alam sadarnya ingin cepat mencari perempuan itu.
Setelah esok nya Dewa Neraka mulai datang kembali tempat kerajaam Dewa Yaksa, mereka sepakat dua hari lagi akan siap menyerang kerajaan Iblis.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca.