
Setelah menempuh perjalanan jauh dari sekte misty klod, Rangga bersama dengan seseorang wanita sambil mengendarai dua ekor kuda.
Sesampai di tempat penginapan wanita itu sangat kehausan, Rangga pun mengambil sebotol air untuk di berikan kepada perempuan itu.
" Apa kamu merasa kecapean? Tanya Rangga. "
" Iya perjalan kita selama lima hari membuat ku kelelahan. "
Rangga sambil senyum dan melihat di sekitar. Padang pasir yang sangat luas hanya satu pohon yang tumbuh di tempat itu dan rumput yang sangat berduri cocok untuk di berikan kuda makan.
Setelah memberi makan kuda. mereka mulai melanjutkan perjalanan menuju ke kota Alkemis, atau di sebut kota Rombawa.
Rangga sambil memandang ke langit yang begitu cerah, dia berpikir sambil tersenyum. Mengingatkan apa yang di pesan oleh kaisar.
" Lingling semoga kamu baik baik saja aku pergi untuk mendapatkan pil penyambung nyawa es. Ku mohon kepada kalian berdua tidak untuk tidak bertengkar. "
Bella dan Lingling di belenggu dalam sebuah ruang yang begitu kuat, mereka tidak bisa keluar dari tempat itu selama 10 tahun.
Siapa perempuan yang bersama Rangga apakah dia Meysia? Bukan dia adalah seseorang pelayan untuk mendampingi Rangga.
************
Pertempuran selama satu minggu semakin memanas antara dua belah pihak, benteng kerajaan Burpalingga sangatlah kuat.
Sampai pemimpin kongo sangat kagum dengan hal itu, di kerajaan iblis para penetua mereka menyiapkan bala tentara besar untuk membantu kerajaan Burpalingga.
Pasukan Kongo merupakan pasukan sangat di takuti oleh para kerajaan, di timur tengah ada sebuah kerajaan islam yang belum seluruhnya di taklukkan oleh mereka. Walaupun mereka pernah kalah melawan pasukan panci hitam.
" Retu mereka tidak ada habis-habisnya jumlah mereka semakin bertambah. "
" Kita atur lagi strategi serangan lain " ucap Reni.
Julia dan Salmi sambil berusaha untuk serang musuh bersama pasukan lain, sedangkan Rangga berusaha melawan pasukan kongo di atas bukit.
Yuna sambil melawan menggunakan anak panah, dia sangat mahir dalam memanah.
Pertempuran sangat sengit membuat beberapa pasukan gugur. Bala bantuan pun datang, kini pasukan kongo semakin panik dan mundur ke tempat mereka semula.
Perang semakin berdarah dan mereka pun berhasil mengalahkan pasukan kongo, di sebelah bukit Iskandar mengalami luka di bagian dada kiri membuat dia pingsan dan di lindungi prajurit.
Mereka berhasil mengusir musuh dan merahi pertempuran hebat, dengan sangat senang yang selama ini tidak pernah kalah. Pasukan dari kerajaan Iblis mulai kembali ke tempat mereka.
Di perjalan Rangga bersama pelayan nya mulai masuk ke kota Rombawa. Mereka bertemu dengan ketua alkemis dan membawa mereka suatu penginapan.
" Tuan aku sudah menyiap beberapa makanan untuk tuan. "
" Terima kasih. " ucap Rangga.
Tok tok tok... pintu.
" Coba lihat siapa itu. Ucap Rangga.
" Baik tuan aku akan melihat. "
" Seperti nya mereka dari sekte ini para ketua. " kata pelayan sambil senyum.
__ADS_1
" Bukan mereka pintu. "
Bunyi ketok pintu dari luar terdengar dari dalam, Rangga menyuruh pelayan nya untuk membuka pintu. Yang datang adalah Ketua alkemis dan penetua.
Mereka pun di persilakan duduk sambil menikmati beberapa hidangan malam, Rangga merupakan ketua alkemis pertama sekarang mereka datang untuk menyaksikan pertandingan besok pagi di area alkemis.
" Ketua kami kehadiran mu ini membuat kami sangat senang. " ucap penetua.
" Iya ketua kami sangat senang kalau anda telah tiba sini. "
" Besok ada sebuah pertandingan membuat pil penyambung nyawa bagaimana menurut ketua. Ucap ketua kedua. "
" Baikah aku akan hadir di tempat itu, jam berspa akan di mulai pertandingan nya? " ucap Rangga.
" Sekitar jam 8 pagi ketua. "
Setelah mereka selesai makan ketiga penetua itu kembali ke tempat mereka masing-masing, dan mulai siapkan diri untuk melihat para jenior yang bertanding.
Pagi mulai cerah semua orang mulai hadir di tempat alkemis. Rangga pun langsung datang bersama dengan pelayannya.
Semua orang memberikan hormat kepada nya. Mereka sangat kagum dengan Rangga masih mudah sudah menjadi seorang ketua alkemis.
Para jenior yang mengikuti pertandingan itu mulai berbisik bisik tentang Rangga.
" Dia sangat mudah dan tampan. " ucap salah satu jenior.
" Aahh.. dia sangat tampan imut, apa dia sudah punya pacar? "
" Hey hey kamu kamu terlalu berlebihan dia pasti akan jadi miliku. "
Semua para peserta sangat tergila gila dengan Rangga, kecuali laki laki mereka hanya fokus mendengar dari arahan Rangga.
Jumlah peserta sekitar 40 orang mengikut pertandingan membuat pil penyambung nyawa. Setelah selesai memberikan sebuah kunci jawaban Rangga menyuruh mereka untuk mengambil tempatnya masing-masing
Semua para penetua dan ketua senior duduk untuk melihat para peserta mengikuti ujian dalam pertandingan. Mereka melihat pelayan Rangga yang sangat cantik sampai tidak fokus untuk melihat murid.
Author : sialan orang tua bangka mata keranjang. Hahahaa... Semoga kakek kalian tidak seperti ini.
" Tuan kamu melupakan ini "
" Ohh terima kasih. "
" Sama-sama tuan, semangatlah. Ucap pelayan nya.
Rangga hanya tersenyum sambil siap melakukan uji coba pertandingan. Semua peserta mulai menyiapkan bahan bahan ramuan dan berbagai macam jenis ramuan tinggi.
Rangga berjalan ke arah peserta untuk melihat apa saja mereka simpan duluan. Sangat di sayangkan ada beberapa peserta yang gagal di dalam ronde pertama.
" Julia, Salmi. Kalian pergi lah ke kota Rombawa untuk membeli beberapa pil obat berharga. "
" Baik Ratu. "
" Bisakah aku mengikuti mereka berdua nyonya Ratu. " ucap Ratu Viola.
" Baiklah kamu bisa mengikuti mereka berdua. "
__ADS_1
Mereka siap untuk mengemaskan barang barang yang mereka bawah, dan beberapa prajurit untuk menuju ke tempat kota Rombawa.
Di dalam ruangan alkemis, Rangga mulai memberikan penilaian kepada semua peserta yang ikut dalam pertandingan, siapa saja yang akan lolos dalam pembuatan pil penyambung nyawa. ?
Setelah mendengar nama mereka ada tiga orang berhasil lolos, mereka adalah vandi konia dan merry. Peserta yang lain akan di masuki ke ruangan latihan selama 5 tahun.
Selesai berbicara dengan beberapa orang, Rangga pamit untuk kembali ke penginapannya bersama pelayan.
Rangga mengajak pelayan nya untuk pergi ke ruangan pelatihan alkemis, sampai di sana dia bertemu dengan seorang kakek tua yang sedang berjaga di tempat itu.
" Tuan tempat ini sangat besar. " ujar pelayan itu.
" Ini tempat dulunya aku sering berlatih untuk menjadi seorang alkemis. " ucap Rangga.
" Aku sudah membersihkan tempat itu silakan masuk. "
" Terima kasih kek. "
Kakek tua itu langsung melirik pelayan sambil ketakutan, seperti nya perempuan itu bukan orang biasa.
Rangga semakin penasaran dengan mereka berdua, dan semoga tidak terjadi sesuatu yang melibatkan perkelahian.
Mereka langsung masuk kedalam kamar alkemis mulai membuat pil untuk meningkatkan kekuatan besar.
Selama beberapa bulan di dalam ruangan, Rangga meningkatkan kekuatan ke level yang melebihi kekuatan Dewa.
Gurunya memberitahu kepada nya untuk cepat meningkat kekuatan lobus teratai bunga, karena akan ada kekuatan besar yang muncul di benua mereka.
Rangga sangat terkejut mendengar ucapan dari gurunya, kenapa guru nya memberikan sebuah kode akan ada sesuatu bencana yang menghampiri mereka.
" Apa itu guru? " ucap Rangga.
" Kamu akan tahu saat nanti kalau sudah meningkatkan kekuatan mu. "
" Baiklah aku akan berusaha untuk membuat pil sebanyak mungkin. " ucap Rangga.
Rangga mulai melatih diri nya untuk menggabungkan pil teratai biru dengan api es salju. Gurunya mulai meresapkan sel api roh dan api bumi untuk memasuki tubuh Rangga.
Setelah berhasil mempelajari kekuatan besar Rangga melanjutkan perjalanan ke ruangan pembuatan pil sembilan warna.
Setelah selesai membuat pil sembilan warna, dia bertemu dengan penetua alkem. Di dalam ruangan itu ada dua perempuan donghua yang sambil menatapnya.
" Siapa dua orang itu? "
" Mereka adalah perguruan dari benua lain, mereka ke sini untuk mempelajari seni pembuatan pil sembilan warna. " ujar penetua.
" Hmm... Semoga mereka tidak merasakan pil sembilan warna di tubuh ku. " ucap Rangga dalam hati.
" Kalau begitu aku pergi bertemu dengan ketua alkemis tiga. "
" Baiklah aku akan kesana kalau sudah selesai. "
Rangga pergi meninggalkan tempat itu dan menujuh ke tempat kediaman ketua ketiga. Dia bertemu dengan pelayannya di perjalanan.
Mereka pergi bersama dan selesai berbicara dengan ketiga ketua, Rangga mulai siap untuk berangkat ke sebuah tempat.
__ADS_1
Tempat itu terletak di perbatasan dengan kawasan dari kerajaan Burpalingga, karena dekat dengan lembah kematian.