
Geteran tanah membuat semua orang merasakan nya, pasukan dari kerajaan Burpalingga dan dua kerajaan itu mulai bergerak menujuh tempat pertempuran.
Salmi dan murid nya tiba di sebuah tempat pengungsian, tidak lama mereka istirahat di tempat itu. Banyak orang-orang yang membangun kemah mereka. Ratu Viola dan Julia pergi bertemu dengan Ratu Reni yang sedangkan di perjalanan bersama dengan suaminya.
Setelah dalam perjalanan mulai bertemu beberapa orang dari suku suku lain yang bergerak ke arah selatan. Tidak lama muncul pasukan besar yang menujuh ke tempat itu.
Mereka adalah pasukan gabungan kerajaan, tapi Dewa Yaksa dan Raja Iblis belum datang.
Mereka menceritakan kejadian disana, Reni tidak sabar untuk bertemu dengan anaknya, sudah sangat lama Rangga belum pulang ke istana kerajaan Burpalingga. Dia merasakan tanah selalu bergetar karena tempat itu tidak jauh dari mereka.
Semua pasukan mulai bergerak ke arah medan perang, Yuna dan Meyla bersama pasukan mulai bergerak duluan menujuh tempat peperangan. Sedangkan Julia dan Salmi bergerak dari belakang.
Ratu Viola dan lainya menggunakan sayap dongsou untuk terbang duluan membantu Rangga. Sampai di sana mereka melihat semua pasukan dari Kota Rombawa mati.
Ratu Viola dan Iskandar melihat ke arah benteng di dalam benteng itu Rangga sedang melawan satu penguasa, Ratu Viola ingin membantu Rangga tapi dia di hadang oleh pemimpin pasukan merah.
Mereka mulai saling menatap dan tidak lama pemimpin pasukan merah itu menyerang duluan. Ratu Viola menangkis serangan dari pemimpin pasukan merah.
Terjadilah pertempuran era kedua. Pasukan dari benua timur siap untuk berperang melawan pasukan merah, semua orang mulai bersiap bertarung dengan gagah berani.
Pasukan dari kerajaan Raja Iblis mulai siap kan barisan depan untuk maju duluan. Sedangkan pasukan dari Dewa Yaksa bersama pasukan kerajaan Burpalingga bergerak maju di barisan belakang.
Pasukan merah mulai rapat kan barisan dengan rapi. Mereka mulai bergerak maju sedangkan pasukan prajurit kuda mulai berlari mengitari seperti bulan sabit.
Betapa hebat nya pasukan mereka dalam mengatur trategi tempur Dari sisi kanan dan sisi kiri. Mulai lah terjadi perang besar Para jendral dari pasukan merah dan gabungan pasukan benua timur membuat era perang dua besar besaran.
Tiga orang penguasa mulai turun menghantam lawannya seperti ombak yang menyapu seluruh daratan. Reni dan Iskandar juga tidak tinggal diam mereka bersama sama maju menghancurkan pasukan merah.
Sedangkan Rangga melawan Ratu Iblis di dalam benteng. Pukulan bertubi tubi datang dari perlawanan membuat Rangga langsung menghindar dengan cepat, dan melepaskan kekuatan besar membuat tembok kota Rombawa runtuh.
Gurunya mulai merasakan kekuatan semakin berkurang aktivitas energi semakin redup. Tapi serangan bertubi tubi datang dari Ratu Iblis membuat sedikit merepotkan raga Rangga.
" Guru. Apa kamu tidak apa-apa? " tanya Rangga kepada gurunya.
" Aku baik baik saja, hanya tenaga raga mu terlalu lemah untuk menahan serangan nya. " jawab Gurunya.
" Kita lebih baik mundur saja untuk memancing dia ke tempat jebakan. " kata Rangga.
__ADS_1
Gurunya pun sangat setuju dengan pendapat Rangga, mereka mulai bergerak keluar dari kawasan itu dan mencari tempat lain.
" Bocah sialan aku akan membunuh dan merobek seluruh tubuh mu. " teriak Ratu Iblis.
Ratu Iblis Bulanna sangat marah karena Rangga selalu menjebaknya di dalam hutan. Teriakan Ratu Iblis Bulanna membuat semua tempat itu hancur berkeping keping.
Ratu Viola dan lainnya bertarung dengan sengit, Iskandar berhadapan dengan Raja Wuraman. Iskandar sedikit ragu untuk menghadapi lawan yang sangat kuat.
Mereka menggunakan pukulan tangan membuat ledakan di area mereka terkena pasukan lain sampai terhempas, di samping itu ada Reni yang membantu suaminya untuk berhadapan dengan Raja wuraman.
Mereka berdua akan menghadapi Raja Wuraman di medan perang, Iskandar sangat terkejut melihat pertempuran satu lawan dua membuat mereka imbang kekuatan.
Di sisi lain, seorang kakek tua yang dulu pernah bersama Rangga kini melawan dua orang penguasa sekaligus. Kedua orang itu sangat heran dengan orang tua itu.
" Siapa kamu sebenarnya? " tanya dua orang penguasa.
" Kalian tidak perlu tau siapa aku, tapi aku pernah melawan kalian pada era masa kejayaan ku dulu. "
" Apa? " Kaisar Veladin sangat bingung.
" Jadi kamu adalah seorang pahlawan bertopeng itu? " ucap Kaisar Veladin.
" Hahahaaa.. Aku kira kalian tidak mengingat ku lagi. "
Raja Reisan langsung menyerang menggunakan telapak tangan buddha dan kakek tua itu menghindar dengan cepat, tapi di belakang muncul Kaisar Veladin dengan cepat menendang nya .
Dengan cepat dia menangkis pukulan itu membuat tangannya terasa mati merasa, dia akui mereka sangat hebat dan tidak bisa di anggap remeh sedikit pun.
Di dalam hutan Rangga sambil berlari untuk membuat jebakan, Sedangkan Ratu Iblis Bulanna begitu marah dia sangat merasakan kesal terhadap anak mudah itu.
Sampai menggunakan jurus andalan nya, Rangga berhenti karena terkena tekanan gravitasi dari energi Ratu Iblis.
Di belakang Ratu Iblis sangat puas dan tertawa sambil menggoda Rangga. Tidak lama Meyla muncul sambil menggunakan pedang bermata siluman untuk menebas leher Ratu Iblis.
Tapi sayang sekali, kekuatan Ratu Iblis sangat kuat dan berhasil membuat Meyla terlempar dari luar hutan. Ratu Iblis langsung menggunakan kekuatan nya untuk membunuh Rangga.
Meyla langsung muncul di hadapan Ratu Iblis dengan wajah bersimbol Siluman, ekor nya sembilan keluar dengan sempurna. Ratu Iblis mulai terkejut melihat serangan dari Meyla dan berhasil menangkis serangan bertubi tubi.
__ADS_1
" Sialan.... Hewan kecil ini sangat merepotkan ku saja, mati sana. "
Meyla langsung terkapar dan tak berdaya di atas tanah, dia melihat Rangga yang di bunuh dengan tangan Ratu Iblis.
" Tidaaaaakkk..... lepaskan diaaaaa... " teriak Meyla.
Rangga pun jatuh dan tidak berdaya lagi, sedangkan Meyla langsung berlari kesemboyongan ke arah Rangga, dia melihat Rangga yang yang sekarat.
Meyla langsung merangkul dan berusaha menyuruh Rangga untuk menggigit tubuh Meyla supaya dia bisa mengisap darahnya, dengan rasa kesakitan membuat Meyla terbaring lemas.
Ratu Iblis melihat anak mudah itu bangun kembali, dia tahu kekuatan anak itu telah berubah drastis.
Rangga pun menggendong Meyla yang sedang sekarat, Ratu Iblis sangat terkejut melihat Rangga pulih dengan cepat.
" Perempuan siluman itu....?
Dengan cepat Rangga mendekati Ratu Iblis secepat kilat dan memukul wajah Ratu Iblis, tendangan yang begitu keras membuat Ratu Iblis terlempar sangat jauh.
Rangga kembali ke tempat medan perang, dia melihat ayah dan ibunya terkapar di atas tanah. Sedangkan kakek tua itu telah tewas di cekik Kaisar Veladin.
Melihat kejadian itu, Rangga sangat marah dan kekuatan aslinya mulai muncul di seluruh tubuh nya. Meyla langsung pingsan dengan cepat dia serahkan kepada Ratu Viola yang menghampiri nya.
Rangga berjalan ke arah mereka mulai lah pertarungan tiga lawan satu, sedangkan Ratu Iblis belum kembali dari arah jauh.
Perlawanan antara mereka berempat sangat sengit, saat Rangga langsung mengeluarkan pedangnya setengah dewa dan iblis itu. Membuat mereka begitu serius.
Mereka sangat heran melihat pedang itu, dan berusaha bertarung melawan dengan sungguh sungguh. Rangga pun sedikit kewalahan berhadapan dengan mereka.
Di atas udara yang begitu ribut menimbulkan suara tangkis menangkis di antara. Kaisar Veladin sangat kagum dengan Rangga yang masih mudah.
Mereka sangat kagum melihat anak mudah itu melawan mereka bertiga dengan sendirinya, terpaksa pertarungan di hentikan sementara.
Angin badai membuat semua debu bertebaran dimana-mana, para tetua mulai bergerak menujuh tempat untuk membuat formasi pelindung area.
Terima kasih sudah membaca episode ini. Jangan lupa like dan komentar di bawah.
Tunggu episode berikutnya sambungan.
__ADS_1