TAKDIR SANG PENGUASA BENUA

TAKDIR SANG PENGUASA BENUA
GADIS SILUMAN


__ADS_3

Perdesaan yang jauh dari kota dan kerajaan membuat kesepian di dalam desa pedalaman sangat sederhana, mereka tidak mempunyai lampu atau segala bahan elektronik kuno tidak di gunakan sama sekali di tempat itu.


Rangga bersama Julia sepakat untuk turun dari dalam sumur tua yang dalamnya sekitar 100 m. Mereka menggunakan lembungan seperti gelombang kecil untuk bernafas.


Sumur tua sangat lumayan besar sekitar lima langkah kaki tapi kedalamanya sangat jauh dari bawah dasar bumi.


Sore mulai tiba mereka istirahat di penginapan yang sudah di sediakan oleh orang setempat. Seorang anak kecil membawahkan sebuah makan untuk mereka makan malam.


" Tempat tidur cuma satu." ucap Rangga.


Julia merasa malu dan mukanya kemerahan melihat kasur hanya satu cuma bisa dua orang boleh tidur, mereka dua sambil menatap dan menoleh ke arah lain.


" Aku mau pergi kamar mandi dulu. "


" Iya. hati hati. " ucap Rangga.


" Sialan, temanin aku bodoh. " ucap Julia.


" Apa? Aku juga akan pergi ke kamar mandi. " kata Rangga.


" Bukaaaan... Seperti itu, kamu jaga di luar...." jawab Julia.


" Ooh. Baiklah. " Rangga mengikuti nya.


Dalam istana kerajaan Burpalingga mereka sambil berundingan untuk mengadakan kegiatan pemburu hewan berlevel 5, tapi Jihan menolak itu.


Mereka semua bertanya kenapa Jihan menolak itu, apakah ada yang membuat dia ketahui tempat sangat berbahaya?


Sebenarnya bukan untuk berburu hewan berlevel 5 cuma ada hewan yang sangat besar di dalam bukit kalorsa.


Mereka semuanya menyelidiki beberapa peta untuk melewati jalur lain, karena di dalam hutan yang sangat lebat dan penuh air seperti yang akan di gambar masa depan yang di namakan hutan Amazon.


Kerajaan Dewi Salju sedang membuat bala tentara besar besar untuk menyerang kerajaan Iblis dan juga menguasai seluruh dunia. Semua orang di renggut untuk menjadi prajurit.


" Ratu Dewi tenanglah waktu kita masih panjang untuk menghancurkan kerajaan itu. " Ucap tetua pertama.


" Diam, aku tidak menyuruh mu untuk berbicara. " jawab Dewi Salju.


" Bagaimana dengan kabar anak itu? Tanya Dewi Salju.


" Kami sudah mencarinya Ratu. Tapi kami tidak mendapatkan jejaknya sedikitpun. " jawab komandan perang.


" Kalian semua sangat bodoh. " ucap Ratu Viola.


" Ratu hamba menghadap. Beri hamba tugas untuk mencari Julia. " ucap Yuna.


" Baiklah bawah dua orang pengawal untuk menemani mu di perjalan. "


" Baik Ratu, hamba segera pergi. "ucap Yuna


Mereka pergi berangkat mencari Julia, setelah memasuki di kota Rombawa mereka istirahat untuk berangkat ke desa Gertati embun.


Keesokan harinya Rangga bangun sambil melihat di sebelah ada Julia, dia sangat kaget melihat tubuh yang indah membuat pikirannya sedikit terganggu.


Tidak lama Rangga keluar dari dalam rumah dan melihat suasana pagi hari yang sangat cerah, orang orang yang melewati depan rumah mereka sambil memberikan salam dengan senyuman lembut.


Penulis : lupa sebelum nya Rangga bangun Julia sudah suda berada di sampingnya, tadi malam julia tidur di lantai tidak ingin tidur satu kasur dengan Rangga.


" Di mana Rangga? Ucap Julia.


Rangga pun masuk ke dalam kamar dan melihat Julia sudah bangun, melihat ekspresi dari nya seperti ada yang tidak beres yang di alami oleh Julia.


Dia merasa gugup kenapa bisa tidur satu kasur dengan Rangga.apakah Rangga menyentuhnya tadi dalam? Itu pasti bukan.


Saat malam itu cuaca tiba tiba dingin dan Julia langsung bangun menghampiri Rangga asik tidur dengan pulas, melihat hal itu dia juga naik ke atas kasur sambil memeluk rangga.


Apa yang ku lakukan tadi malam? " ucap Julia.


Merasa sangat malu dia hanya menutup muka nya dan berpikir Rangga pasti melakukan sesuatu terhadap nya.


Melihat tingkah lakunya Julia Rangga langsung bertanya kepada Julia.


" Hey ada dengan mu? "kata Rangga.


" Tidak ada aku baik-baik saja." jawab Julia.


" Kamu sangat aneh, ayo bangun dan sarapan kita masi ada tugas untuk turun dari sumur itu. " kata Rangga.


Di dalam sumur mereka sambil menerangkan obor untuk melihat sesuatu di bawah, sampailah mereka berdua di bawah sana ada sebuah lobang yang sangat besar.


Di dalam lobang sepertinya ada sesuatu hawa sangat besar, sangat mengerikan. Sampai mereka berdua tidak bisa mendekati lubang itu.


Karena Rangga punya pedang Raja Iblis, membuat hawa yang kuat itu di blokir oleh pedang. Mereka memasuki dalam lubang yang gelap sambil memegang obor.


Suara hembusan seperti orang lagi berlari terdengar di sudut pandangan mereka, melihat seorang perempuan dengan tubuh di ikat oleh rantai besar dengan tiga batu tumpukan seperti jarum membuat perempuan itu tidak bisa bergerak.


" Guru apa yang terjadi dengan perempuan itu. "tanya Rangga.


" Dia adalah gadis siluman berekor 10 dengan darah biru api. Ucap wanita misterius itu.


" Rangga lebih baik kita pergi dari sini, seperti nya ada sesuatu yang terjadi. " kata Julia.

__ADS_1


" Tenang lah siluman ini tidak bisa membunuh kita "


" Hey, manusia lemah kenapa kalian datang ke sini? " ucap siluman itu.


" Kami datang karena ingin kamu menghentikan apa yang telah kamu lakukan kepada desa embun. "


Hahahaa... Siapa kamu menyuruh ku untuk berhenti mengganggu mereka? " kata perempuan siluman.


" Aku akan menggunakan pedangku untuk membunuh mu. " ucap Rangga.


Melihat pedang itu ekspresi wajah perempuan siluman itu berubah dan ketakutan melihat sosok hitam berdiri di samping Rangga.


Dari mana kamu menemukan pedang itu. " tanya siluman


Aku di berikan oleh teman ku, dia mendapatkan pedang ini di danau berdarah.


Mendengar hal itu dia menceritakan dulu ada penguasa yang menaklukkan bumi dan langit, saat itu Seorang Dewa dari kerajaan awan turun ke bumi untuk berhadapan dengan sang penguasa dunia.


Mereka bertarung dengan sengit saat itu, sampai beberapa kerajaan hancur lebur.


Aku ras siluman ikut membantu Dewa dari kerajaan awan tapi akhirnya ras ku tidak mampu mengalahkan nya. Dewa di bunuh oleh pedang bermata setengah Iblis dan Dewa.


Tak di sangkah kamu berhasil mendapatkan benda legendaris itu, konon nya benda itu adalah suatu sangat mengerikan pada saat itu


Ceritanya selesai, mereka langsung ingin membunuh nya tapi Gurunya yang misterius itu menolak dan menyuruh lepaskan dia.


" Guru dia pasti akan membunuh kami berdua? " kata Rangga.


" Tenang saja dia tidak akan membunuh kalian. " jawab wanita misterius.


" Rangga apa yang kamu lakukan? " ucap Julia.


" Melepaskan nya. "


"Tapi dia akan berniat jahat nanti. "


Kamu tenanglah. "ucap Rangga.


Mereka melepas kan rantai di itu dan memukul sebuah tumpul yang berada di dekat wanita siluman.


" Hey, apa kamu tidak takut aku menyerang kalian berdua? " ucap siluman itu.


" Kalau kamu melakukan sesuatu kepada kami berdua aku membunuhmu dengan pedangku. " jawab Rangga.


Perempuan siluman itu hanya ketawa dan sambil melihat Julia, dengan tatapan yang begitu sinis dia bertanya kepada Rangga kenapa perempuan berasal dari suku Ganhan bisa di bersama nya.


Tidak lama tubuh siluman itu mengeluarkan aura cahaya yang sangat hebat, dan berhasil bebas dari berlenggu selama ribuan tahun hidup di penjara sumur tua.


" Haa.. Aku sangat kesepian berada di sumur tua ini. " sambung siluman tadi.


" Apa yang kamu lakukan selanjutnya? Tanya Rangga.


Mereka keluar dari dalam sumur tua semua orang terkejut dan melarikan diri melihat siluman rubah ekor sepuluh telah muncul kembali. Inilah akan terjadi saat melihat orang-orang yang sambil lari ketakutan membuat siluman itu ingin membunuh mereka.


Tapi Rangga dengan cepat mencegahnya dengan menggunakan pedang Iblis, terjadi pertarungan antara mereka berdua. Sedangkan Julia sambil membawa semua masyarakat untuk menghindari dari ancaman siluman.


Di sebelah samping, ada wanita misterius sedang mengamati jurus dari klan siluman. Jurus itu sangat kuat pada jaman Dewa.


Tapi jurus itu belum sempurna dan terkurung dalam sumur tua dengan majikan sendiri.


Dari arah belakang datang seorang ahli bela diri membawa tiga anak buahnya, mereka adalah prajurit dari kerajaan Dewa Yaksa.


Disisi lain Rangga sambil bertarung sengit dengan siluman itu sama sama sangat kuat untung saja di samping seorang wanita misterius membantu dirinya.


" Bukan itu Siluman Rubah berekor sepuluh kenapa dia bisa ada di sini? ucap salah satu anggota dari Dewa Yaksa.


" Lihat bukankah anak mudah itu bernama Rangga? "


" Aah.. betul itu dia "


Angin yang sangat kencang merupakan akibat dari kekuatan dua belah pihak yang saling berkelahi di atas udara. Rubah siluman itu mulai kelelahan menghadapi Rangga.


Pertempuran di hentikan oleh seorang kakek tua yang tiba-tiba muncul di hadapannya mereka dengan kekuatan sangat misterius.


Mereka berdua langsung terpental melihat kakek itu melepaskan tenaga dalamnya.


Berani sekali menggangu ku di wilayah ini, apa bosan hidup ya? "


" Siapa kamu berani sekali mengganggu kami? " ucap gadis siluman.


" Hmm.. Kamu tidak perlu tahu namaku. " kata kakek tua itu sambil menoleh ke arah Rangga.


" Dia menatapku. " ucap Rangga.


" Hey anak mudah di dalam tubuh mu mempunyai kekuatan besar. "


Aah.. ka.. kamu bisa melihat kekuatanku? " jawab Rangga.


" Bodoh. " sambil geleng kepala.


Gadis siluman itu ingin kabur dari mereka, semua area sudah di kendalikan oleh kakek tua itu dan tidak ada satu pun yang berhasil keluar dari dalam lingkaran.

__ADS_1


Melihat dinding kaca seperti bentuk kekuatan portal mereka tidak bisa keluar dari portal dinding tadi.


" Guru seperti orang tua ini berada di tingkat alam dan langit. "ucap Rangga.


Gurunya hanya tersenyum mendengar muridnya yang lagi kagum dengan kehebatan kakek itu. Tapi dia tidak tahu cara untuk menghancurkan dinding portal.


Semua orang melihat dengan keheranan, apa yang terjadi di dalam sana kenapa ada dinding di desa mereka.


" Hey, anak mudah. Seperti kamu meremehkan kekuatanku? "


" Aah... Tidak aku hanya kagum melihat mu saja. "


" Cihh... Dasar anak mudah, kamu akan tau portal ini di ciptakan oleh ku untuk menahan musuh dan melemahkan lawan. " ucap kakek tua.


" Apa? Itu sangat hebat. " jawab Rangga


" Hahahaa... Bocah bodoh.. " sambil ketawa.


" Hee... Lihat baik baik aku akan menghancurkan dinding portal ini. "


" Oh.. Coba saja. "


Rangga langsung mengeluarkan pedangnya sambil melepaskan kekuatan di dalam pedang, orang tua itu terkejut dengan melihat benda pusaka itu ada di tangan Rangga.


Gadis siluman langsung tidak berkutik melihat tenaga dan kekuatan pedang Dewa Iblis membuat badan nya terserap oleh pedang.


" Tunggu itu adalah pedang dewa Iblis. " ucap kakek tua.


Aahh... Aku tidak tahan lagi hentikan itu. " Gadis siluman langsung berubah wujud aslinya.


Melihat kedaan semakin kacau dinding portal itu tidak lama retak dan hancur, membuat kakek tua tadi langsung memuntahkan darah.


" Sial.. aura pedang itu sangat berbahaya sekali. "ucap kakek tua.


Rubah berekor sepulu langsung menyerang Rangga dengan kekuatan penuh membuat seluruh tanah bergetaran, kakek tua itu langsung berdiri dan menghadangnya tapi dia sangat terluka akibat dari aura pedang.


Perkelahian antara Rangga dan Gadis siluman itu semakin sengit sama-sama kuat dalam pertempuran jarak dekat tapi sayang sekali adanya pedang Dewa Iblis membuat Gadis siluman itu tidak bisa melawan.


Dia langsung kalah dan terluka akibat tertusuk pedang di sebelah dada kanannya.


" Aku mangku kalah. " ucap Kakek tua.


" Ahuk uhukk.. haa.. sial pedang itu sangat mengerikan. " ucap Gadis siluman itu


Setelah semuanya berakhir, Anggota dari kerajaan Dewa Yaksa telah melarikan diri dan sampai di tempat istana mereka untuk melaporkan Rubah berekor sepuluh telah muncul kembali.


mendengar hal itu Dewa Yaksa memerintahkan untuk mengirimkan surat ke Dewi Salju. Semua pasukan siap untuk pergi ke kota Rombawa menujuh desa Embun.


Sedang kan Dewi Salju cuma mengutus empat orang baru turun dari petapa, mereka adalah empat bersaudara dulunya adalah anak yatim piatu seperti Yuna dan Julia.


Di penginapan Rangga, Rubah berekor sepuluh telah sadarkan diri dari pingsan nya. Dia melihat di samping nya ada Julia dan kepala desa Embun.


di sisi lain dalam rusngan bawah tanah yang di buat oleh Rangga, dia sedang melakukan tanya jawab dengan kakek tua itu.


" Tuan Siluman itu telah bangun. " ucap salah satu penduduk desa.


" Baiklah aku segera kesana. "


sampai di tempat kamarnya dia melihat Gadis itu sudah duduk sambil memakan beberapa buah yang sudah di siapkan oleh Julia.


Julia menghampiri Rangga dan berkata kepadanya untuk berhati hati dengan siluman itu.


" Kamu harus berhati hati siapa tahu dia akan berulah lagi di sini. " ucap Julia.


" Tenang saja dia tidak akan membuat kekacauan di tempat ini aku sudah memberikan dia mantra. " jawab Rangga sambil tersenyum.


" Hey.. apa kamu sudah pulih? " ucap Rangga.


" Lumayan, badan ku semakin bertenanga. " ujar Gadis siluman itu.


" Karena aku memberikan mu obat pil penyegaran tubuh. " jawab Rangga sambil garuk kepala.


" Apa aku bisa pergi sekarang dari sini? " tanya siluman itu.


" Aku tidak menginzinkan kamu pergi dari sini. " jawab Rangga.


" Apa maksudmu melarang aku pergi dari sini. " ucap siluman itu dengan nada marah.


" Karena kamu sudah menjadi pelayan ku dan senjata ku juga. "


" Oh.. kamu manfaatkan aku untuk menjadi mesin bunuh mu? tanya Gadis siluman.


" Bisa di bilang seperti itu ikutlah bersama dan kamu akan baik-baik saja dengan ku. " ucap Rangga.


Gadis Siluman yang cantik itu merasa seperti punya kehidupan, dia langsung setujuh menjadi budaknya Rangga dan akan setia selalu bersama nya.


Walaupun di kakek tua itu tidak setuju untuk menjadi budak dia ingin menjadi perisai bagi senjata Rangga, dulunya orang itu adalah pasukan dari pasifik utara di mana tempat nya sangat dingin.


Dalam kerajaan Burpalingga semakin kacau, semua orang kira Rangga sudah mati tapi itu adalah pancingan orang orang dari mata mata kerajaan lain.


Selamat membaca..

__ADS_1


__ADS_2