
Pasukan merah pun mulai bertambah lagi, membuat tiga pasukan gabungan itu terdesak karena musuh semakin banyak. Reni dan Iskandar merasa kewalahan menghadapi musuh. Pasukan mereka mulai berkurang tidak ada lagi bala bantuan yang datang.
Empat penguasa mulai mengambil tempat untuk keluar dari lingkar pertempuran, mereka bukannya untuk mundur atau istirahat tapi mereka lagi menyusun sebuah kekuatan besar.
Ratu Iblis mengambil sebuah kertas bertulis mantra pengendali petir untuk mengubah permukaan langit menjadi petir. Semua orang sangat ketakutan melihat petir di atas langit.
Di arah kejauhan Rangga belum mampu mengendalikan kekuatan dari pedang misterius nya itu. Dia bisa sekuat tenaga untuk mampu menghadapi dengan kekuatan biasa.
Viola berlari ke arah tempat Rangga, dan memberikan sebuah pil sangat kuat di sebut pemulihan tubuh.
Rangga tersenyum melihat tingkah laku Viola yang sangat hebat, tidak lama musuh langsung menyerang mereka berdua. Satu persatu musuh pun berhasil mereka kalahkan dengan mudah.
Jendral dari empat penguasa benua floo langsung turun tangan untuk menghadapi mereka berdua, Viola pun sedikit gemetar karena dia tau lawan mereka bukan orang biasa.
Tiga orang jendral dari pasukan merah itu mulai melepas serangan bertubi tubi ke arah Ratu Viola. sedangkan Rangga membantu nya untuk menyerang balik.
Ratu Viola menahan serangan dari tiga orang jendral membuat para pasukan lain mengambil ahli untuk membalas serangan. Tidak lama muncul Raja Valadin dari arah belakang.
Ratu Viola dan Rangga mulai dengan cepat menghindar serangan dari Raja Valadin, tidak lama kekuatan besar menghantam mereka berdua. Mereka berdua terpental.
" Hahahaaa... Rasakan pukulan tongkat naga ku. "
" Sial... Dia sangat kuat. " Kata Rangga.
" Kamu tidak apa-apa? " ucap Ratu Viola.
Rangga hanya tersenyum melihat wajah cantik nya Ratu Viola.
" Aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja. " Kata Rangga.
".Rangga... Kamu fokuslah pada lawan mu. Musuh kita bukan orang biasa, kekuatan mereka sudah melebihi para dewa. " ucap Ratu Viola.
Rangga pun mulai sadar, apa yang di katakan oleh Ratu Viola itu memang benar. Lawan mereka bukan manusia biasa tapi mereka sedang melawan para dewa yang kuat.
Tidak lama Ratu Viola sangat terkejut melihat ada yang aneh dengan empat penguasa itu, sepertinya yang mereka lawan adalah belahan bayangan dari Raja valadin.
" Rangga awas di belakang mu! " teriak Ratu Viola.
" Apa? "
__ADS_1
Wuuusss... Boooommmmm... Ledakan membuat tanah bergetar.
"Uhuk... Uhuk... Sial, aku kurang fokus dengan nya. " gumam Rangga.
Kekuatan besar pun datang bertubi tubi menghantam mereka berdua, Ratu Viola dan Rangga membuat perisai tahanan. Di hadapan mereka muncul Raja vincen yang sudah mengawasi mereka dari tadi.
Tapi itu bukan tubuh yang asli. Dia adalah belahan dari bayangan Raja Vincen. Reni dan para pasukannya sangat kewalahan menghadapi mereka.
" Hey... Saudaraku kamu sangat berlebihan melakukan mereka seperti itu! " ucap Raja wuraman.
"Aku sangat muak melihat para kurcaci ini. Lebih baik aku gunakan belahan bayangan untuk melawan mereka. " kata Vincen.
Iskandar sangat perihatin dengan mereka yang mulai kehabisan tenaga. Sebuah terompet pun mulai terdengar bertanda bahwa mereka mundur.
" Semua pasukan mundur. Naik ke atas bukit. " teriak Iskandar.
Raja Iblis dan dewa Yaksa sambil menghadang pasukan merah untuk menjaga keamanan prajurit lain. Banyak para jendral mereka yang mati demi pertarung dengan pasukan merah.
Reni membawah pasukan lain untuk kabur dari tempat lembah bukit tursinai. Sedangkan pasukan merah berusaha kejar mereka.
Mereka di hadang oleh Dewa Yaksa dan Raja Iblis. Sampai Raja Wurman yang turun tangan untuk menghadapi mereka berdua.
" Berani sekali kalian menghadangi jalan untuk ku. " tegas Raja wuraman.
" Hahahahaaa... Bagus-bagus kalian memang hebat. " ujar Raja Wuraman.
" Hey... Pak tua kau lupa dengan ku yang disini! "
Raja wuraman pun langsung menoleh melihat Raja Iblis yang sedang mengeluarkan pedang bermata tiga.
" Bukan kah kau adalah klan Iblis? " tanya Raja Wuraman kepada Raja Iblis.
" Ya. aku dari klan Iblis yang menguasai daratan lembah kematian sebagai Raja. " Jawab Raja Iblis.
" Bagus hari ini aku bertemu lagi dengan kalian berdua. "
Dewa Yaksa pun mulai turun tangan untuk menyerang duluan, Tapi pukulannya berhasil di tangkis oleh Raja Wuraman.
Tidak lama tendangan keras menghantam Dewa Yaksa sampai terpental, Raja wuraman menyerang kebalik dia di hadang oleh Raja Iblis.
__ADS_1
Raja Iblis mengayunkan pedangnya ke arah leher Raja wuraman tapi berhasil menghindar.
Di lain tempat Rangga bersama dengan Ratu Viola hampir terbunuh oleh bayangan Raja Vincent, untung saja mereka selalu berhati-hati.
Raja Valadin cuma melihat dengan sekali membuat mereka berdua tidak bisa bergerak.
Raja Vincent pun menendang Ratu Viola sampai terpental. Tinjuan keras membuat Rangga tersungkur di tanah.
" Vincent lepaskan mereka. " ucap Valadin.
" Kau ingin mereka hidup? " Kata Raja Vincent.
" Mereka semut yang tidak berguna buat apa bunuh mereka! "
Raja Vincent cuma melirik Rangga dengan mata yang tajam. Dia ingin sekali membunuh anak itu.
" Ayo kita pergi. " Kata Raja Veladin.
" Tunggu... Uhuk... Uhuk... Sial aku sampai tidak berdaya berhadapan dengan kalian berdua. " Kata Rangga penuh emosional.
Dua orang Penguasa itu sangat heran dan melihat tubuh Rangga mulai berubah dengan dratis. Aura yang sangat menakutkan keluar dari tubuh nya.
" Kalian berempat maju lah aku ingin bertarung melawan kalian. "
Ratu Iblis pun datang sedangkan Raja wuraman berhasil membuat Dua orang itu sekarat.
Tidak lama, Raja Wuraman Muncul dengan cepat dan mulai siap untuk menghadapi Rangga. terjadilah pertarungan sengit antara mereka.
Pukulan bertubi tubi datang dari mereka berempat tapi berhasil di tangkis dengan sempurna. Rangga berhasil mengeluarkan pedang nya dan menciptakan sebuah kekuatan besar.
" Sial bukan itu pedang Dewa Iblis. " Kata Valadin.
" Anak ini telah mendapatkan sebuah pusaka yang kita cari-cari selama ini, Cepat buat pertahanan. teriak Raja Wuraman.
Ratu Iblis dan Vincent mulai ambil mantra pertahanan, sedangkan Rangga melepaskan kekuatan besar itu sampai perisa mereka retak dan habislah membuat diri mereka terjatuh.
Rangga pun langsung tersungkur akibat tenaga nya terkuras, Ratu Viola dan dua orang itu membawah Rangga kabur dari tempat bukit tursinai.
Untungnya empat penguasa masih hidup kalau bukan karena perisai tahanan mereka, apa yang terjadi pasti mereka akan mati di tempat.
__ADS_1
Pasukan merah pun mulai mundur dan kembali ke tempat mereka di benua Floo. Mereka akan datang lagi untuk membalas dendam atas kejadian ini.
dua Hebat penguasa di lembah kematian bersama dengan Ratu Viola sambil melihat ke arah semak semak, semoga saja mereka tidak di kejar oleh empat penguasa benua floo.