TAKDIR SANG PENGUASA BENUA

TAKDIR SANG PENGUASA BENUA
PERPISAHAN DAN PERJALAN PANJANG.


__ADS_3

Setelah merahi kemenangan dan berhasil merebut kembali kerajaan Burpalingga, menjelang beberapa bulan kota. Mulai berjalan dengan lancar.


Raja agung memerintahkan seluruh pasukan nya untuk merekrut pemuda pemudi yang handal dalam bela diri menjadi salah satu pasukan kusus di medan perang.


Mereka akan di latih dengan para Jendral tingkat alam dan memberikan beban yang berat antara hidup dan mati di dalam suatu pulau yang dekat dengan kawasan ibu kota Vietiene.


Merupakan ibu kota kedua dari dalam benua palingga sejati. Mereka akan di bekal dengan suatu teknik rahasia oleh Kakek tua itu dia yang menjadi sekte ketua pelatihan unsur.


Dua hari telah berlalu mulai lah merekrut para pemuda yang akan di menjadi pasukan kusus, di pegang oleh sekte pelatihan unsur.


Di dalam kerajaan itu banyak dari beberapa desa dan ada empat kota di kawasan Burpalingga yaitu kota wainena kosar, kota saljian lingga, kota malinenial sejati dan ibu kota Burpalingga Agung. Di desa berbagai 12 desa yang di pegang oleh kerajaan Burpalingga.


Anak muda berbagai daerah datang untuk mendaftar diri untuk menjadi pasukan perang dan pasukan kusus yang di pimpin oleh Kakek tua yang bernama DEWA PEMBANTAIAN atau di juluki Dewa Yosan. Tapi nama itu dia tukar menjadi yosam khalid.


Setelah semua peserta mendaftar kan diri ada beberapa peserta berhasil ikut tantangan pertama, jumlahnya ada sekitar 200 orang yang berhasil lulus. Sedangkan yang 1.800 orang lainya di masukan ke dalam pelatihan lain.


Inilah sistem yang pasukan yang di buat antara tiga pendapat di antara nya Yosam, Raja Agung dan Iskandar. Mereka ingin membalas serangan besar besaran di kerajaan Dewi Salju untuk meruntuhkan kerajaan itu.


" Rangga aku ingin kembali ke kerajaan Salju. Ku mohon kamu jaga lah adik ku dan kalau terjadi apa-apa dengannya kamu harus berjanji dengan ku untuk tidak membunuhnya. " ucap Julia.


" Kamu tenang saja aku akan menjaga dia dengan baik. "


" Tuan, dia sudah sadarkan diri. " ucap salah satu pembantu.


" Baiklah, ayo kita kesana. " jawab Rangga.


Di dalam kamar terjadi teriakan dan ingin melarikan diri dari tempat itu tapi Gadis siluman yang menjaga nya berhasil menahan Yuna untuk tidak bisa kabur dari kamar.


" Lepaskan aku, sialan aku akan membunuh mu. " teriak Yuna.


" Coba saja kamu kabur aku akan menahanmu dengan kuat. " ucap Gadis siluman itu.


" Aahh... Sakit sialaaann... " teriakan pun langsung terdengar di luar kamar.


Rangga dan Julia langsung datang dan membuka pintu sambil melihat Yuna ingin melarikan diri melewati jendela.


Melihat Julia yang datan dia langsung mencoba melawan tapi tali pusaka milik Gadis siluman itu membuatnya jatuh tersungkur.


" Kenapa kamu seperti ini Yuna, apa yang terjadi dengan mu? " ucap Julia.


Rangga langsung menarik Julia untuk bangun dan menyuruh dia untuk duduk, biarlah dia yang mengecek apa yang terjadi dengan adiknya Julia.


Setelah memeriksa keadaannya ada suatu dendam yang selalu muncul di dalam dirinya sampai kakaknya dia merasakan musuh.


Karena saat itu kebencian nya muncul saat dia di tinggal di dalam penjara waktu mereka di tangkap dari lembah kematian di dekat kawasan kerajaan Iblis.


Di situlah muncul kebencian nya karena di tinggalkan oleh kakaknya di dalam penjara, Julia di bebaskan akibat pertarungan nya untuk membantu teman nya tapi gagal saat pertandingan di kota Rombawa.


Julia langsung sadar gara-gara dia sampai adiknya sangat membenci nya, dia ingin kembali membalas dendam apa yang sudah membuat mereka di peralatkan oleh Ratu Viola.


" Dia telah tidur, ayo kita keluar. " ucap Rangga.


" Ini semua salah ku, aku ingin membalas dendam kepada mereka. " kata Julia.


" Kamu tidak akan bisa melawan nya dia sangat hebat " ucap Rangga.


" Tenang saja aku masih mempunyai kekuatan cadangan. Lagian beberapa bulan latihan di bukit itu aku sudah mencapai level alam, dan punya jurus baru. " jawab Julia dengan yakin.


" Baiklah aku menyuruh Gadis siluman untuk menemani mu ke perjalan. " ucap Rangga


" Besok aku akan melanjutkan perjalanku di ke bukit lembah Padang koroksi bersama adikmu. " sambung Rangga.


Malam pun tiba bulan yang sangat terang menghiasi malam yang indah, di sebuah danau Rangga bersama Julia asik duduk melihat bulan purnama. Mereka asyik ngobrol dan sambil ketawa.


Tidak lama suara itu mulai diam saat Julia melihat bulan, yang tiba-tiba di tutup awan. Merasakan hatinya akan jauh dari Rangga.


Saat bersama Rangga hatinya mulai terpikat oleh Rangga tapi melihat dia selalu tenang dan tidak sedikit bangga kepada nya hatinya hanya bersembunyi tanpa di ketahui.


" Rangga, kamu sangat baik denganku walaupun dulu aku selalu jahat sama kalian. " ucap Julia.


" Kamu juga sangat baik, dulu aku tahu kamu pasti sangat jahat tapi sekarang kamu sangat baik. " jawab Rangga.


" Hmm.. Besok kita akan berpisah! " tanya Julia.


" Iya. "


" Boleh aku sandar di bahu mu? " ucap Julia sambil malu.


" Tentu saja bisa." Rangga langsung mendekati Julia.


Julia langsung sandar ke pundak Rangga, mereka sambil duduk dan menikmati hari hari perpisahan mereka, di atas pohon Gadis siluman sambil tersenyum dan melihat mereka berdua yang asyik duduk.


Pagi pun sudah tiba, Rangga menyiapkan barang barang nya untuk meninggalkan desa itu. Setelah keluar dari gerbang pintu desa semua masyarakat melambaikan tangan untuk perpisahan mereka membuat suasana menjadi terharu.


Mereka perjalan menuju hutan di tempat itu ada dua cabang jalan, di samping berdiri sebuah pondok kecil yang sangat sederhana mereka istirahat sambil makan dan waktunya untuk berpisah.

__ADS_1


Julia melihat adiknya tidak menghiraukannya dia hanya berpesan kepada Rangga untuk berjanji menjaga adiknya sampai mereka bertemu lagi.


Mereka langsung pergi sedangkan Rangga bersama Yuna melewati arah menuju bukit lembah itu, di sana banyak sekali orang yang pergi berdagang melewati jalan menuju lembah koroksi.


Tidak lama ada perampokan berkuda melewati arah mereka, seseorang pedagang langsung mengeluarkan senjata mereka untuk melawan perampokan yang berkuda.


Perkelahian langsung terjadi di tengah padang penuh rumput hijau membuat banyak dari beberapa pedagang berjatuhan, untung saja Rangga langsung turun tangan mengatasi perkelahian itu dan berhasil mengusir perampok.


" Terima kasih tuan, Anda sudah menyelamatkan kami dari perampok itu. " ucap salah satu pemimpin mereka.


" Tidak apa apa aku juga bersama dengan rombongan ini menuju ke arah sana. " kata Rangga.


" Kalau begitu kita satu jalur, bagaimana kalau ngobrol di dalam sambil melewati perjalanan kita. "


" Baiklah terima kasih tuan. " ucap Rangga.


Julia langsung mengambil air minum memberikan kepada Rangga, dia masih merasa malu dan membenci Rangga saat melawan dengan nya.


" Terima kasih. " ucap Rangga.


" Sama sama. " jawab Yuna sambil malu.


" Apa kamu ingin tidur, kamu boleh sandar di pundak ku.


Mendengar hal itu Yuna terlihat terkejut sambil duduk tersipu malu muka nya pun langsung merah.


" Tidak usah aku tidak ngantuk. " ucap Yuna.


" Hmm, baiklah biar aku yang tidur di pundak mu sementara. " ucap Rangga.


Yuna cuma diam sambil melihat pemandangan di luar jendela itu, dia merasa tidak bisa menyelamatkan Kakaknya saat ini karena perjalan sudah sangat jauh.


Mereka sampai di tempat kota Karangtuna yang berdekatan dengan kota Welandesak. Di tempat itu banyak pasar internasional dan barang barang berharga lainnya.


" Kita sudah sampai bangunlah. " ucap Yuna.


" Waah..hari sudah malam ya. " ucap Rangga.


" Tuan kita sudah sampai silakan turun" ucap kepala pemimpin itu.


Mereka pun langsung berpamitan dan sambil memasuki gerbang kota dan banyak sekali orang-orang di tempat itu. Ada berbagai rempa rempa yang dan segala kebutuhan yang bisa di jumpai di tempat kota Karangtuna.


Mereka berjalan jalan sambil membeli beberapa cemilan untuk di makan di perjalan, mereka langsung membayar penginapan dan beristirahat sejenak.


Rangga mulai keluar ramuan-ramuan yang di kumpulkan oleh nya selama satu tahun ini, dan membuat pil tiga putaran energi kinjang level langit.


" Kamu pintar memasak juga ya!." ucap Rangga sambil duduk di kursi makan.


" Makanlah jangan banyak bicara lagi apa mau ku tonjok muka mu. " jawab Yuna.


" Baiklah-baiklah aku akan makan, pasti ini sangat enak. " tanya Rangga sambil mengambil ayam panggang.


" Umm... Kamar cuma satu, bagaimana kita akan tidur? " sambil malu.


" Kita tidur saja, lagian aku mana mungkin tertarik dengan tubuh itu. " ucap Rangga.


" Sialan apa kamu bilang, apa kamu tidak ingin hidup lagi. " ujar Yuna.


" Aa... Henti kan aku bisa keseleo kalau begini, maaf-maaf. "


" Hmm.. "


" Kamu sangat kejam, pasti tidak ada seorang pria yang melamarmu. " kata Rangga.


" Itu lebih bagus, karena semua laki laki sangat bodoh seperti mu. "


" Heyy... Siapa kau bilang bodoh? " ucap Rangga.


" Aku sudah kentang, aku mau tidur. " ujar Yuna sambil ke kamar.


Di perjalan Gadis siluman dan Julia istirahat di perbatasan kota Rombawa, mereka menikmati makan malam di sebuah rumah makan. Dan di dalam ada seorang para petarung level alam tingkat 2, yang asyik menceritakan tentang mundur nya Ratu Viola di kerajaan Burpalingga.


Dia tidak hiraukan itu dia kembali untuk membalas dan membunuh seorang wanita dari kerajaan Dewi Salju yang sudah membuat nya masuk dalam perangkat tali kuning jambukan maut.


Gadis siluman duduk sambil makan ayam yang sudah di sediakan atas meja, mereka mulai menyantap dengan sesama. Tidak lama datang seorang perempuan bernama Bella dia adalah tunangan Rangga. Mereka langsung memesan empat porsi.


Di sampingnya ada dua orang laki laki dengan pakaian seperti seorang kaya dan memegang sebuah pedang di tangannya sambil mengancam pelayan itu.


" Kurang ajar aku ingin menghanjarnya orang sombong itu. " ucap Julia.


" Tenanglah sobat kita jangan dulu turun tangan. " kata Gadis siluman itu.


Setelah mereka memesan makan seorang laki laki itu melihat ke arah dua gadis cantik yang duduk dekat jendela. Dia langsung bangun dan berjalan ke arah mereka untuk menyapa.


" Hey, orang gadis cantik, apa boleh aku bergabung dengam kalian? " ucap laki-laki itu

__ADS_1


" Silakan saja. " ucap Julia.


" Terima kasih, kalian sungguh baik ya, kalau boleh bagaimana ikut aku nanti ke penginapan ku? " ucap pria itu.


" Aku punya penginapan. " jawab Gadis siluman.


" Hey, tempat ku sangat bagus kamu akan menyukai nya sayang. "


Mendengar perkataan itu Julia langsung menegurnya dan menyuruh laki laki itu tidak mengganggu nya.


" Jangan panggil aku seperti itu, pergi kamu dari sini. " ucap Julia.


Laki laki itu langsung marah dan memukul meja dengan mengeluarkan kata kata yang tidak pantas di dengar membuat Julia sangat dan menendang laki-laki itu sampai terpental.


Bella langsung bangun dan membantu pria sombong itu, dia langsung memarahi mereka berdua tapi dia Julia dan Gadis siluman itu cuma diam dan lanjut makan mereka.


Bella langsung mengeluarkan pedang nya dan lari ke menujuh mereka berdua, Julia dan Gadis kecil loncat keluar dari luar jendela mereka langsung berkelahi dengan sengit.


Sedangkan Gadis siluman cuma berdiri untuk menyaksikan petarungan antara Julia dan Bella. Semua orang melihat dan sampai mereka lakukan taruhan besar besaran untuk siapa yang menang.


Saling menahan pukulan dan sambil sama-sama kuat dalam menggunakan pedang, Julia sangat kaget melihat perempuan itu karena lawannya sangat kuat di posisi tingkat alam dan langit. Membuat tangannya dan pedang nya selalu bergetar kalau terbentur.


Julia langsung mengeluarkan jurus andalannya tapi di hadang oleh Gadis siluman itu, membuatnya sangat marah untung saja Gadis itu berbisik kepada nya. Dia langsung berhenti tapi Bella langsung menyerang mereka. Gadis siluman itu menatap dengan matanya membuat Bella ketakutan.


Pertarungan berhenti Julia dan Gadis itu langsung pulang dan melanjutkan perjalan di dalam hutan sedang Bella mengirim anak buah nya untuk membunuh mereka berdua.


" Kamu tidak boleh menggunakan jurus mu itu, mereka pasti akan tahu kamu dari kerajaan mana. " ucap Gadis siluman itu.


" Aku tahu itu, aku cuma tidak bisa mengontrol ke marahanku. " kata Julia.


" Seperti ada seseorang yang mengikuti kita dari belakang. " ucap Gadis siluman.


" Apa? Di mana mereka. " jawab Julia.


Mereka pun langsung lari dengan kecepatan tinggi, empat orang itu berusaha kejar dan sampai lah di suatu tebing yang sangat tinggi. Mereka bertenti dan mulai serang dengan mematikan.


Gadis siluman itu langsung menahan serangan dari musuh dan mencoba melawan empat anak buah Bella. Julia tidak tinggal diam dan berusaha membantu.


Mereka saling serang menyerang dan saling mengeluarkan ilmu mereka, membuat diri mereka sama sama kuat tapi di sisi lain Gadis siluman belum menunjukan dirinya sebenarnya.


" Sialan mereka sangat kuat bagi kita. " ucap salah satu orang.


" Iya aku kira mereka sangat lemah tapi tidak. "


" Bagaimana kalau kita lepaskan jurus andalan kita? "


Mereka langsung siap menerima serangan dari empat orang itu, muncul lah formasi serangan besar dan ini sangat lah berbahaya bagi mereka tapi Gadis siluman itu hanya menggap sebuah trik kecil.


Serangan besar mulai terjadi menghantam mereka berdua dengan kekuatan sangat kuat membuat pohon itu tumbang semua. Setelah asap menghilang mereka sangat terkejut melihat tidak ada satu orang di situ.


Julia dan Gadis itu melarikan diri membuat musuh mereka sangat marah dan mengejar mereka.


" Woii, sialan kenapa kamu bisa lari dari serangan itu? " ucap Julia.


" Tenanglah mereka cuma sampah tidak perlu menghadapi mereka. "kata Gadis siluman.


".Aah.. Yang lari dari musuh itu yang sampah bodoh. " teriak Julia. "


" Kamu diam sedikit kita mau sampai dari perbatasan kota Dewi Salju. "


Empat orang itu langsung berhenti dan melihat seperti nya mereka sampai di kawasan kerajaan Dewi Salju. Sedangkan Julia dan Gadis mulai menggunakan baju jubah dan toping untuk menutup wajahnya biar tidak ada yang mengenal mereka berdua.


Dalam dua hari mereka berhasil sampai di kota kerajaan itu dan mulai menyusun rencana nya, tapi dalam istana ada pasukan dari Dewa yaksa baru sampai. Ini sangat lah berat untuk menghadapi pengawal di kerajaan.


Kembali ke tempat penginapan Rangga dan Yuna mereka mulai tidur berduaan dalam satu kasur, sedangkan Yuna selalu waspada sampai tidak bisa semalaman.


Kesokan harinya pagi sangatlah indah, burung burung selalu berkicau di mana mana. Setelah mengumpulkan banyak ramuan dan bekalan, mereka meneruskan perjalanan mereka di dalam hutan.


" Hey.. Apa kau tidak tidur semalaman ya? " ucap Rangga.


" Aku ada tidur, aku selalu waspada supaya kamu tidak menyentuhku. " jawab Yuna.


Ee.. Apa? Kamu waspada takut aku berbuat macam-macam dengan mu, yang kau pikirkan sampai tidak tidur. " ucap Rangga.


" Sudah jangan di bahas, kita istirahat saja dulu di sini. Sudah lima jam kita tidak istirahat. "


" Ok, kita istirahat dulu di sini. " kata Rangga mengeluarkan bekalan mereka.


Perjalan mereka sangat lah panjang dan menempuh satu bulan baru sampai ke gunung Renjamian biasa di sebut gunung punggung naga.


Di dalam kerajaan Dewi Salju datang Dewa Yaksa untuk menyusun serang kembali dan membunuh semua orang orang di kerajaan Burpalingga.


Tapi semuanya itu sangat sia-sia kalau ada kakek tua yang yang masih hidup belum bisa di kalahkan, ilmunya sudah mencapai tingkat tinggi


Perjalan mereka masing panjang sedang kan Rangga masih dalam pemulaan dari tingkat alam dan langit, sudah sama dengan posisi Bella hanya saja di dalam tubuh Rangga mempunyai kekuatan yang terkunci.

__ADS_1


Gurunya selalu membimbing dirinya dalam mimpi dan belum bisa keluar kembali untuk bersama nya, dia selalu di temanin oleh seorang wanita cantik Yuna.


Selamat membaca......


__ADS_2