TAKDIR SANG PENGUASA BENUA

TAKDIR SANG PENGUASA BENUA
PERTEMUAN DI ARENA.


__ADS_3

Setelah berhasil menjadi anak mudah yang berbakat di kerajaan Gaib semua orang mulai menghormati nya.


Ada beberapa orang yang datang dari dunia fana untuk melakukan latihan khusus bersama gurunya yang berasal dari kerajaan Gaib. Di belakang ada empat anak mudah ikut masuk dalam kerajaan gaib.


Mereka adalah anak yang berbakat dari kerajaan bawah, sedangkan di antara empat orang anak mudah itu ada tunangannya Rangga.


Bella pun datang ke tempat itu untuk melakukan perjanjian yang sudah di sepakati mereka. Rangga dan Lingling belum muncul di dalam aula karena masih merayakan kemenangan mereka.


" Di mana Lingling? " ucap penetua kerajaan.


" Mereka masih di jalan tuan. "


" Hmm.. Kalian silakan duduk dulu, sedikit lagi mereka akan sampai. "


" Aku dengar ada anak muda laki-laki sudah datang di kerajaan ini? " ucap ketua Randa.


" Oh, ya namanya Rangga dia hampir saja membuat Kaisar di kerajaan ini hampir menghukumnya. " ucap penetua.


" Anak itu luar biasa sekali. "


Temannya sambil berbisik tentang anak muda itu. Yang dulu hanya seorang biasa kini menjadi sangat hebat dan berbakat.


Bella melihat di sekitar arah kiri kanan untuk memastikan apakah Rangga ada atau tidak, dia sangat khawatir kalau isu itu benar dia harus segera menciptakan pil untuk kekuatan terakhir nya.


" Bella! ada apa dengan mu? " ucap teman nya.


" Tidak ada, aku hanya bosan saja di sini. "


" Hm... "


Lingling dan Rangga pun tiba di dalam istana dan memberikan hormat kepada penetua kerajaan, setelah memberikan salam penetua mempersilakan mereka berdua mengambil tempat duduk yang masih kosong.


Di sebelah kiri ada Bella dan teman-temannya yang sudah berada di dalam ruangan, semua murid-murid luar maupun dalam hadir di tempat itu.


Setelah melihat kedatangan Rangga bersama Lingling hatinya mulai sedikit cemburu.


Bella menatap Rangga yang tidak henti-hentinya. Ada sesuatu yang membuat dia sangat tegang, karena Rangga tidak seperti dulu lagi. Bukan lagi anak yang di katakan sampah tetapi anak yang sangat berbakat.


" Siapa anak mudah yang disana itu? "


" Diii..... Diaa bukan nya Rangga yang pernah berbuat masalah di kawasan lembah kematian itu kan? "


" Benar itu dia. "


" Lihatlah dia duduk bersama Lingling kesayangan kita? "

__ADS_1


" Aku akan memberinya pelajaran nanti. "


Seorang laki laki yang sudah tua mulai naik di atas panggung sambil berjalan mendekati beberapa orang, mereka adalah senior yang di perintahkan untuk menjaga arena pertarungan.


Setelah mendengar apa yang di bicara oleh penetua, mereka semua bangun untuk berkumpul di suatu tempat yang di sebut battle king di situ akan di tentu siapa yang bisa bertahan di dalam sana.


Rangg melihat Bella sambil menatapnya tidak lama seorang laki laki dengan berjubah seperti seorang anak kaya mendatangi Bella. Rangga tidak sedikit merasa cemburu atau sakit hati dia hanya menoleh dan melihat di atas panggung.


" Semua peserta yang hadir di sini, inilah tempat pertarungan terakhir kalian. "


Semua para peserta yang tanggung dan kuat sangat gembira melihat arena itu.


" Di dalam kotak ini ada undian antara peserta yang mengikuti lomba pada hari ini, sedangkan yang dapat ronde kedua akan di adakan besok pagi. " penjelasan dari penetua.


Mereka pun di persilakan maju ke depan untuk mengambil undian yang sudah di sediakan di dalam kotak. Lingling dan Rangga di panggil oleh penetua untuk menyuruh mereka datang saat malam jam pukul 8.


Beberapa jam kemudian semua peserta mulai mendapatkan undian masing masing, pengumuman pertandingan di buka dan resmi dimulai.


Rendya bertarung dengan Lingling di ronde pertama. Rangga sangat mendukung nya untuk memenangkan pertandingan itu.


Di babak arena kedua Bella ketemu dengan peserta di bukit gonna kerajaan iblis. Pertarungan itu sangat lah sengit membuat para penonton semakin suka.


Lingling memenangkan pertarungan itu dan masuk ke babak kedua melawan pajidan, Rangga menghadapi amide di babak pertama.


Setelah wasit memberikan aba aba dan mulai, pajidan langsung berlari dan menyerang Rangga. Tidak lama tendangan Rangga membuat pajidan tersungkur di luar arena.


Setelah beberapa jam kemudian ada 10 orang yang lolos dalam pertarungan itu, Bella lolos dan Lingling di putaran kedua mereka akan bertemu.


Lingling vs Bella, Rangga vs koruven dan peserta lain. Di putaran ke dua ini lah akan menjadi pertarungan yang sangat sengit.


" Rangga bagaimana keadaan mu? " ucap Lingling.


" Aku baik baik saja. "


Bella dan teman teman nya langsung datang ke tempat Rangga, setelah sampai di situ Bella langsung berhadapan dengan Lingling.


" Lingling biar kan dia kemari. " kata Rangga.


" Ok baiklah "


" Aku kira kamu tidak akan datang di perjanjian kita? " ucap Bella sambil bergaya.


" Aku akan datang sesuai dengan perjanjian yang kamu buat. "


" Di dalam arena nanti aku akan tunjukkan siapa yang lebih hebat dan siapa yang lebih lemah. Karena laki laki lemah seperti mu tidak pantas untuk menjadi suamiku. " Ucap Bella.

__ADS_1


" Hahahaaa... Itu luar biasa, aku ingin lihat bagaimana ekspresi mu ketika kamu akan kalah di hadapanku. " kata Rangga sambil senyum.


" Baiklah tunggu saja waktu pertarungan antara kita berdua tiba. "


" Aku akan tunggu waktu itu tiba. " ucap Rangga sampai tersenyum.


Bella langsung pergi dari tempat itu bersama dengan teman teman nya, jordan dengan cepat menghampiri Bella.


Melihat jordan yang berlari di menghampiri nya, Bella nyuruh untuk membunuh Rangga di tempat penginapan nya.


Semua itu dia lakukan untuk menjatuhkan keluarga besar dari kerajaan burpalingga. Tapi tidak semudah itu untuk membunuh sang pahlawan.


Rangga terseyum melihat gurunya sambil membuat suatu pil api miliknya, karena dia ingin menggabungkan dua inti api sekaligus.


" Waahh.. Guru sangat hebat. "


" Ini belum selesai "


" Tunggu itu bukan nya api langit? "


" Ini adalah api langit misterius yang bisa menghancurkan seluruh lapisan level 9 kaisar. "


" Itu sangat hebat guru. " Ucap Rangga.


" Seperti nya ada yang datang. " kata gurunya.


Malam itu sangat terasa sunyi dan semua orang pada tidur, terjadilah penyergapan di dalam kawasan penginapan Rangga.


Kelompok orang menggunakan topeng tidak lama masuk di dalam rumah, dalam kamar itu sudah di matikan lampu oleh Rangga.


Rangga langsung menagkap satu orang dan mematahkan leher nya terjadilah perkelahian sengit di antara mereka.


Pertarungan antara Rangga melawan sekelompok penjahat itu semakin memanas, mereka melakukan serangan menggunakan asap racun.


Setelah membunuh satu persatu kaki tangan Bella, Rangga melihat di dalam saku itu mempunyai surat perjanjian antara Bella dan sekelompok bertopeng.


" Perempuan itu sangat membenci mu. " kata gurunya.


" Iya dia adalah calon istri ku tapi kini kami menjadi musuhan. " ucap Rangga.


Datang Lingling bersama dengan pelayannya untuk melihat keadaan Rangga. Tapi semua itu sudah selesai di tangani dengan cepat.


Setelah lewat beberapa hari kemudian, mulailah pertandingan babak semi final di arena pertempuran.


Kini menjadi pertarungan yang sangat sengit antara merebut posisi final di arena itu.

__ADS_1


Arena hidup dan mati adalah tempat pembunuhan yang sangat berdarah tak ada mengenal ampun untuk lawan.


__ADS_2