
Semua orang berlari ke arah tempat pelindungan, mereka ketakutan melihat Rangga yang sudah membuat energi begitu besar. Apa yang terjadi dengan rangga sampai kekuatan besar menjadi meningkat.
Di sisi lain Kakek Yosan bersama para ninja lain nya sampai di perbatasan, mereka di kejutkn dengan kekuatan besar. Seorang dari klan ninja langsung gemetaran melihat kekuatan itu.
Ketua Yosi Muraka sampai di buat keringat dingin karena dia tahu kekuatan yang di pegang oleh Rangga merupakan ilmu yang begitu besar.
Dia langsung mengingat saat kejadian dulu pada masa dia masih mudah, dulu tempat mereka di bantai karena kesalahan dari klan mereka sendiri.
Suasana di medan perang samkin kacau balau karena tempat itu sudah di kontrol oleh kekuatan Rangga, tapi Dewa Yaksa dan Dewa Neraka masih menyimpan kekuatan untuk menghalau benda itu.
Mereka sedikit ketakutan dengan ilmu itu, Dewa yaksa sambil berlari untuk mengelilingi Rangga sedangkan Dewa Neraka berusaha menyerang dari arah depan.
" Apa yang di lakukan Rangga? "
" Aku tidak tahu bantu aku untuk mengulur waktu bagi nya. " ucap Iskandar.
" Ayo kita juga bantu. " ujar Kakek Yosan.
Rangga membuat bola cahaya api yang semakin membesar walaupun itu sangat lama proses nya karena dia belum mampu memahami kekuatan bola api. Tenaganya semakin terkuras akibat aura yang besar.
Di dalam ruangan hampa gurunya mencoba untuk membantu, Dewa Neraka melepaskan kekuatan nya untuk menghajar dari depan. Di tubuh Rangga muncul tenaga api yang begitu besar membuat ledakan sangat dasyat di sekitarnya.
" Apa yang terjadi? " kata Dewa Yaksa.
" Sialan, kekuatannya semakin kuat. " ucap Dewa Neraka sambil coba menahan diri..
Setelah berhasil mempelajari kekuatan itu Rangga mulai buka mata dan melihat di depan nya terlihat Dewa Neraka yang sambil menatapnya. Tidak lama dengan dia melepaskan bola api itu di hadapan Dewa Neraka. .
Membuat Dewa Neraka terdesak dengan bola api, dia tidak bisa melawan hanya berlari untuk menjauhi dari tempat itu. Mereka seperti nya tidak punya waktu lagi untuk menghindar dari bola api.
Rangga langsung membuka matanya dan bersiap untuk melempar ke arah Dewa Neraka, melihat kekuatan yang sangat dasyat dan besar Dewa Yaksa berteriak kepada nya untuk menghindar gelombang kekuatan Rangga.
Menghindar dari situ, kamu tidak bisa melawan nya. " ucap Dewa Yaksa.
Di dalam hati Dewa Neraka, dia tidak mampu melawan apa lagi menghindari karena di dalam arena itu sudah di kunci oleh kekuatan Rangga.
Melihat temannya dalam keadaan kesulitan Dewa yaksa langsung lari ke arah Dewa Neraka, untuk menahan serangan yang di keluarkan oleh Rangga.
__ADS_1
Tidak lama muncul Zeunda berdiri di hadapan Dewa Neraka sambil mengeluarkan pedangnya.
Gelombang kekuatan itu menghantam mereka bertiga sampai jatuh di bawah tanah, walaupun sedikit terluka mereka masih tetap bisa bangun.
" Sial tubuh ku sangat sakit. " ucap Dewa Yaksa
" Lebih kita mundur saja dari sini. "
Tunggu, seperti nya tubuhnya mulai melemah. " ucap Zeunda.
" Mari kita sama-sama menyerang nya tubuhnya mulai melemah. "
Yuna mengambil sebuah pil peningkat tubuh di bagikan ke semua orang, tapi Julia menahannya karena di luar sana semakin kacau .
Dia tidak mempedulikan dengan semua itu karena Rangga dalam kondisi yang sangat lemah, jalan satu-satunya adalah membawah pil ke tempat Rangga.
Semua terheran melihat tiga orang yang masih bisa berdiri, kekuatan itu sudah sangat besar dan bisa membunuh siapa saja yang menghalangi nya,
Sebenarnya kekuatan itu belum sempurna makanya tiga orang itu masih bisa bertahan, mereka terdesak saat Rangga tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
Perkelahian pun terjadi, pukulan dari Rangga langsung menghantam tubuh Dewa Yaksa dengan keras, tendangan zeunda membuat Rangga berhasil menghindari.
Zeunda langsung di bunuh oleh Rangga, membuat mereka berdua sangat marah sampai menggunakan darah Iblis tingkat sembilan dan tingkat Dewa pembunuh.
Melihat kejadian itu awan pun semakin gelap dan hujan mulai turun dari langit, tidak lama muncul kekuatan hebat yang menyelimuti seluruh langit.
Setelah kekuatan mulai muncul Dewa Yaksa bersama Dewa Neraka langsung melemparkan ke arah Rangga, melihat kekuatan itu Rangga mulai membuat pedang roh langit dengan jurusan pembela langit.
" Bocah terima ini serangan dari ini adalah kekuatan terakhir kami. " ucap Dewa Neraka.
" Cih.. Dasar makhluk lemah berani sekali meremehkan aku. " ujar Rangga sambil serang
" Dia datang ayo kita hajar dia. "
" Iya, aku akan membuat dia mati di tangan ku, jawab Dewa Yaksa.
" Baiklah ini adalah pertarungan terakhir ku untuk kalian, terima serangan ku ini. " teriak Rangga sambil lari ke arah mereka
__ADS_1
Semua orang merasa tenggang melihat mereka bertarung sampai akhir, tapi itu sangat lama karena mereka bertiga sangat kuat.
" Aku ingin membantu Rangga, kalian tunggu saja di sini. "
" Ratu jangan di sana sangat bahaya. " ucap Julia.
" Iya Ratu di sangat sangat bahaya kamu tidak kesana. " kata Yuna sambil menahan Ratu Viola.
Reni dan Iskandar berusaha untuk menahannya karena di luar sana sangat berbahaya, bukan mereka melarang untuk membantu karena kekuatan di dalam tubuh nya masih lemah.
Terjadi ledakan besar mengakibatkan semua tempat jadi berantakan sampai tembok menara runtuh akibat gelombang kekuatan itu.
Tangannya berdarah sampai baju nya sedikit robek. Kedua Dewa itu mulai merasakan tidak mampu bertarung lagi akibat dari ledakan.
Reni dan Iskandar menghampirinya dan berusaha membantunya untuk berdiri.
" Anaku bagaimana keadaan mu? " ucap Reni sambil merasa sangat cemas.
" Kamu bawah dia pergi, biar aku yang tangani masalah ini. " ucap Iskandar.
" Tapi mereka berdua bukan tandingan mu, Iskandar. " kata Reni sambil melihat dua orang itu.
" Kamu tenang saja bukan hanya aku sendiri yang melawan mereka, tapi ada dua orang yang ikut dengan ku melawan mereka. " tegas Iskandar.
Tidak lama terdengar bunyi dari langit membuat semua orang menatap ke atas langit, suara itu seperti orang yang lagi sedang ketawa sampai turun dari langit.
" Siapa kamu sebenarnya? " ucap Kakek Yosan.
Orang itu melihat ke arah Yosan dan dengan tatapan yang sangat kuat membuat tubuh nya tidak bisa di kendalikan oleh.
" Ada dengan mu? " ucap pria bertopeng itu.
" Tubuhku seperti nya tidak bisa di kendali. "
" Orang itu bukan sembarangan dia sudah masuk alam 7 giok. "
melihat di sekitar nya dia turun sambil menyapa Raja Iblis dengan tersenyum, Raja Iblis tidak mengubris kedatangan sang kaisar Dewa langit.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca.