TAKDIR SEORANG GADIS

TAKDIR SEORANG GADIS
part 10


__ADS_3

Chandra sudah melajukan mobilnya meninggalkan area kampus. Disepanjang perjalanan nayla hanya diam sambil menatap keluar jendela. Chandra yang keheranan melihat nayla mencoba membuka suaranya.


“ehemm nay” ucap Chandra


“eh iya kenapa kak” jawab nayla sedikit kaget


“kamu kenapa diam saja, dan kelihatannya kamu lagi sedih” Tanya Chandra


“eh anu kak gk apa-apa kok kak, aku naik-baik saja” ucap nayla berbohong dan sedikit tersenyum.


“yasudah kalo kamu gk mau cerita, tapi denger nay aku siap kok dengerin curhatan kamu, jangan pernah segan buat cerita sama aku, mana tau aku bisa bantu, lagian kalo ada masalah itu gk boleh dipendem sendiri. Oke”


ucap chandra sambil memegang tangan nayla.


“ iya kak makasih sarannya” balas nayla dan melepaskan gengaman Chandra. Chandra tersenyum.


Nayla memang tidak mau menceritakan kejadian tadi kepada Chandra karena dia tidak mau membuat masalah, apa lagi aldo melarangnya untuk mengumbar hubungan mereka maka dari itu nayla memilih diam.


“oh iya kita makan dulu ya” ucap chandra


“gk usah kak, aku gk laper, kita langsung pulang ya aku capek mau istirahat” ucap nayla


“ ayolah sebentar saja, aku lapar nay, please” pinta Chandra memasang ekpresi memelas


Omg gemes banget sih meleleh nih lihatnya batin nayla


“ehmmm yaudah deh kak” jawab nayla


“yes makasih sweety” ucap Chandra senang. Nayla membalas dengan senyuman.


Tak berapa lama nayla dan Chandra sampai disebuah caffe. Nayla dan Chandra turun dari mobil dan masuk ke caffe.


“kamu mau pesen apa” Tanya Chandra


“samain aja sama kaka, tapiii hmmm aku gk bawak uang kak, aku ngutang dulu ya sama kaka” ucap nayla polos


“hahahaha kamu lucu banget sih, aku yang ajak kamu makan jadi aku yang teraktir” ucap Chandra sambil menarik hidung nayla gemas


“auuuu sakit tau kak, yak an aku gk enak aja sama kaka” ucap nayla


“ yaudah gk ap-apa aku yg traktir oke” jawab Chandra


“ okehh”


“pelayan” panggil Chandra


“iya mas mau pesen apa” Tanya seorang pelayan wanita


“kami pesen ayam penyet dua, kentang goreng satu sama minumnya jus alpukat dua” ucap Chandra


“hmm kak aku gk suka jus alpukat, jus jeruk aja ya mbak” ucap nayla


Pelayan wanita tadi mengulang menu pesanan mereka setelah memastikan sesuai diapun berlalu pergi.


Lagi asyik menunggu makanan mereka datang tiba-tiba nayla melihat sepasang manusia masuk ke caffe tersebut dengan posisi cowoknya dirangkul si cewek, dan nayla mengenali cowok itu. Nayla memandang sepasang kekasih itu dengan raut muka sedih. Ya mereka adalah aldo dan jennie. Aldo juga mendapati sosok nayla yang sedang duduk bersama Chandra ada perasaan marah dihati aldo namun dia tetap bersikap cuek dan berlalu begitu saja.

__ADS_1


Aldo duduk diujung meja yang posisinya menghadap ke nayla. Nayla tertunduk sedih dan berusaha menahan air matanya.


Siapa wanita itu? Apakah itu pacarnya? Terus kalo dia punya pacar kenapa dia juga menjadikanku pacarnya, apakah dia sengaja ingin mempermainkanku, tapi sebenarnya apa keuntungannya memainkan perasaanku aku hanya orang biasa. Kenapa hatiku merasa sakit, apa aku cemburu?apa aku mulai mencintainya batin nayla.


Pertanyaan itu muncul dipikiran nayla dan ya hatinya merasa sesak.


“nayla” panggil Chandra membuyarkan lamunan nayla


“eh iya kenapa kak” jawab nayla dan sedikit menahan tangisnya


“kamu kenapa kok matanya berkaca-kaca gitu” Tanya nayla


“ehh gk kok kak ini aku cuman ngantuk aja makaya mata ku berkaca-kaca kak” jawab nayla berbohong dan tersenyum paksa


“ouh kaka kira kamu nangis”


“heheh gk kok kak, yakali aku nangis tiba-tiba” ucap nayla tertawa


Aldo memandang kearah nayla dengan tatapan tajam, namun nayla tak menghiraukan


“sayang kamu mau pesen apa” ucap jennie manja


“terserah” ucap aldo datar


“ihhh kok terserah sih, ayolah aldo” ucap jennie


“hufffff yaudah samain aja sama kamu” jawab aldo kesal.


Memang sebenarnya mama aldo lah yang menyuruh aldo jalan dengan jennie, awalnya aldo menolak namun mamanya tetap memaksa karena tak inggin rebut dengan mamanya aldo menurut saja.


Setelah memastikan pesanan jennie pelayan pun pergi


“wahhh sudah sampai” ucap Chandra karena pesanan mereka sudah sampai.


Chandra dan nayla melahap makananya samba mengobrol sesekali mereka tertawa kecil.


Aldo yang semakin geram mencoba membalasnya. Aldo menyuapi jennie dan jennie menerimanya dengan sangat senang kemudian bergantian jennie yang menyuapi aldo.


Nayla yang melihat itu merasa sangat sedih ingin rasanya nayla menangis namun ditahan karena dia tidak mau membuat dirinya malu.


“kak pulang yuk” pinta nayla


“kamu sduah kenyang” Tanya Chandra


“udah kak aku ngantuk” jawab nayla


“yaudah kaka bayar dulu ya” setelah selesai membayar Chandra dan nayla keluar dari caffe tersebut.


Chandra dan nayla masuk ke mobil dan cahdra langsung melajukan mobilnya. Aldo yang mengetahui nayla sudah pergi segera menyudahi acara makannya dengan jennie. jennie mengajak aldo ke mall untuk berbelanja namun ditolak dan akhirnya memutuskan untuk pulang.


Disepanjang perjalanan nayla tetap diam dan menghadap ke kaca mobil dan tertidur. Chandra yang melihat nayla tidur terseyum kecil dan mengengam tangan nayla.


Aku tidak tahu apa masalahmu, namun aku akan mencoba menghiburmu dan berusaha mendapatkan hatimu batin chandra.


Mereka berdua sampai di alamat kos nayla yang sudah diberitahukan nayla kepada Chandra.

__ADS_1


Chandra memandangi wajah nayla dan sesekali membelai pipi nayla. Nayla yang merasakan ada yang menyentuh pipinya terbangun.


“huaaaaa udah sampai ya kak” ucap nayla sambil menguap


“hahahha tutup udahin dulu menguapnya baru ngomong” ucap Chandra tertwa gemas dengan tingkah nayla


“hehehe kaka kok gk bangunin aku” Tanya nayla


“gk tega banguninya habis kamu tidurnya nyenyak amat” ucap Chandra


“terus kalo aku gk bangun-bangun kita bakalan dimobil terus gitu” ucap nayla kesal


“iya kita tidur berdua dimobil” ucap Chandra mengoda nayla


“idihh ogahh ntar digrebek lagi sama warga huu kaka mesum” jawab nayla


“lah kok mesum, kan cuman tidur emangnya kita mau ngapain, hayoo otak kamu tu mesum” ucap Chandra menoel kepala nayla halus


“ihhh enak aja engak kok, yaudah aku turun makasih kak udah dianterin, kaka hati-hati ya” ucap nayla sambil melepaskan seatbeltnya.


Nayla hendak turun namun ditahan oleh Chandra


“nay” ucap Chandra


“ya kak kenapa” Tanya nayla. Lama Chandra memandangi wajah nayla dan membuat nayla gugup


Aduhh kok jantung aku cenat cenut gini ya dipandangin kak Chandra gumam nayla


“good night” ucap Chandra tersenyum kemudian melepaskan tangan nayla


“eh iya kak” balas nayla dan berlari masuk kedalam kosnya.


Chandra memandangi punggung nayla. Setelah mendapati nayla pergi Chandra melajukan mobilnya pulang.


“hufffff huffftt yaampun jantungku mau copot, kak Chandra ngapain coba pakek mandangin aku kek gitu aku kan deg deg an..” ucap nayla sedikit ngos ngosan.


Setelah itu nayla masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Didalam kamar mandi nayla termenung mengingat kejadian siang tadi di caffe.


“ kenapaa kenapa dia tega ngeklakuin itu sam aku, padahal sebelumnya kami bertengkar bahkan dia tidak meminta maaf tapi dia malah pergi dengan wanita lain hiks hiks” tangis nayla mulai pecah


“ setelah kamu buat aku mencintaimu terus kamu campakin aku begitu saja, sebenarnya apa tujuan kamu aldooo hiks hiks” ucap nayla semakin terisak.


Ya nayla sudah menyadari kalo dia mencintai aldo.


Setelah sekian lama melampiaskan tangisan dan amarahnya, nayla keluar dari kamar mandi kemudian memakai baju dan merebahkan badannya dikasur, kemudian tertidur karena lelaah mennagis.



Dirumah aldo


“arhhhhhggggg sialllll” ucap aldo sambil melemparkan bantalnya ke sembarangan arah


“aku gk akan biarin Chandra buat deketin nayla, nayla cumin milik aku, dan kenapa tadi siang dianharus melihatku bersama jennie aku yakin dia salah paham arhgggg” ucap aldo kemudian mengacak-acak rambutnya penuh emosi

__ADS_1


“maafin aku nay, aku akan menjelaskannya sama kamu besok, aku janji, dan aku pastikan kamu hanya akan menjadi miliku nay” ucap aldo lirih kemudian diapun tertidur.


__ADS_2