
jam sudah menunjukan pukul 10 malam namun nayla belum kunjung memejamkan matanya.
nayla merasa gelisah pikirannya kacau, bagaimana tidak setelah mendengar ungkapan dari chandra nayla mulai merasa binggung.
" aaaakkhhhh aku harus bagaimana, aku sangat binggung dengan ini semuaa akkkkhh" nayla berteriak kesal kepada dirinya sendiri.
" masalah dengan aldo belom selesai kini muncul masalah baruuuu oh tuhann tolobg akuuu huaaaa" ucap nayla frustasi.
flasback on
" nay sebenarnya udah lama kaka ingin mengatakan ini kepadamu, jujur sebelumnya kaka belum pernah merasa se nyaman ini bersama perempuan. kaka merasa bahagia bila dekat denganmu nay, kaka ingin selalu ingin dekat dan melindungi mu nay" ucap chandra
"ma-maksud kaka apa ya nayla gk paham" ucap nayla sedikit gugup. sebenarnya nayla paham betul apa maksud dari chandra.
no no please kak jangan katakan itu please jangan ungkapkan itu please no. batin nayla menolak
" kaka suka sama kamu nay, semenjak kita kenalan kaka sudah mulai suka sama kamu dan lama-lama perasaan suka berubah menjadi cinta dan sayang, nay..." chandra berbicara sambil memegang tangan nayla
" maukah kamu menjadi pacar kaka?" ucap aldo penuh keyakinan
" haaa? pacar kak? hmm apa tidak terlalu cepat ya kak, kita kan baru kenal kak" ucap nayla.
" tidak nay, kaka sudah tidak bisa memendam lagi nay, bagaimana apa jawabanmu" tanya chandra
"hmm kak kasih nayla waktu ya, nayla masih binggung mau jawab apa" ucap nayla
" sampai kapan nay" tanya chandra
"nayla belum tau, tapi nayla akan segera memberi jawaban untuk kaka" ucap nayla
" baiklah nay, kaka akan menunggu" ucap chandra sedikit kecewa.
"kak pulang yuk, nayla capek" nayla mengajak chandra pulang karena sudah merasa canggung. mereka pun akhirnya pergi meninggalkan tempat itu
flasback off.
dringgg dring
suara ponsel nayla berdering.
" haduhh siapa sih yang nganggu malam-malam begini ahh" ucap nayla kesal. tampa melihat layar nayla mengangkat telpon dengan nada sedikit emosi
"HALLO!" sapa nayla
"woyy santai dong, ngegas banget mbak" ternyata anjanie yang menelpon
" ehh elu jan, sorri sori" ucap nayla
" elu kenapa sih, kedengerannya lagi emosi gitu" tanya anjani.
"gue lagi kesel lagi bete lagi badmood pokoknya." ucap nayla
" iya kenapaa cerita dong" ucap anjani
"ceritanya puanjanggg, besok aja gue cerita pas di kampus" ucap nayla
" hmm oke deh kalo begitu" ucap anjani
"btw loe telpon gue kenapa" tanya nayla.
" oh iya hampir lupa, gue cuman mau bilang besok gue jemput loe ya, jadi loe tunggu gue oke" ucap anjani
"yaelah gitu doang kirain apaan, yaudah deh kalo gitu gue mau tidur bye" ucap nayla
" oke see ypu tomorrow, bye" sambungan telponpun terputus.
nayla menatap langit-langit kamarnya yang terlihat menarik untuk dilihat saat itu.
"huffff ngapin coba gue mikirin semua ini, mendingan gue tidur aja lah puyeng" setelah mengatakan itu nayla menarik selimutnya dan memejamkan matanya.
...
di tempat aldo
aldo sedang berkumpul dengan teman-temannya di sebuah caffe. ada rio chandra kelvin dan aldo.
mereka asyik mengobrol bersama, sebelumnya aldo sudah ijin ke nayla kalo dia akan keluar dengan teman-temannya.
lagi asyik bercanda tiba-tiba chandra mengatakan sesuatu.
" eh bro kalian ingat gk sama cewek yang kota jumpain di caffe dulu yang weater itu loh" ucap chandra
" yang mana sih" tanya aldo
"ituloh cewek yang ribut sama loe al" ucap chandra
__ADS_1
" nayla?" tanya aldo.
" nah iyaa kok loe tau namanya" tanya chandra
" ya kan kita satu kampus sama dia dulu" ucap aldo.
" emang kenapa chand?" tanya rio
" sebenarnya beberapa minggu ni gue deket sama dia, terus kemaren gue tembak dia" ucap chandra.
aldo yang mendengar itu kaget begitupun dengan rio dan kelvin
"wahh gila loe bro, si jesica mau loe kemanain" tanya kelvin
" gue udah putus sama jesica walaupun dia gak terima tapi gue gak peduli sih" ucap chandra dengan santai
" wah wah gila loe ya chand, si nayla mau lo jadiin permainan juga" ucap rio
" gk bro, kali ini gue beneran serius sama tuh cewek gue kagak tau kenapa tuh cewek beda aja. gue bakalan tinggalin sifat badboy gue demi nayla" ucap chandra serius.
" alah palingan omongan loe doang sebulan dua bulan loe juga bakalan bosen" ucap kelvin
" nah bener tuh" balas rio
" kalian lihat aja nanti" ucap chandra.
sedang kan aldo memilih diam, dia merasa marah karena nayla tidak memberi tahunya soal chandra.
kenapa kamu menyembunyikannya dariku nay, dan kemaren kamu keluar dengan chandra tampa memberitahuku. apa maksudmu nay kenapa kau melakukan semua ini. batin aldo
aldo merasa kecewa karena tidak dihargai oleh nayla.
" ehh ald kok lo diem aja" tanya kevin
" iya nih, loe kenapa" tanya chandra
" gue gk apa-apa, btw gue cabut dulu ya ada urusan penting" ucap aldo yang langsung beranjak pergi tampa mendengarkan teman-temannya
" lah woyy kenapa sih tu anak" ucap kelvin
" kesambet kali" balas rio.
sedangkan chandra merasa heran dan curiga dengan sikap temannya itu.
....
tak berapa lama aldo sampai di kos nayla.
tok tok tok
tok tok tok
aldo mengetok pintu kos nayla dengan kuat. nayla yang baru terlelap kaget.
" siapa sih jam segini yang datang" ucap nayla
tok tok tok
" nay bukak pintunya" teriak aldo
" hah? itu suara aldo kan, kenapa dia kesini malam-malam" nayla bangkit dari tempat tidurnya menuju pintu depan
tok tok tok
"nayla bukak pintunya" ucap aldo dengan emosi
" oya sebentar" nayla membuka pintu kosnya. aldo langsung menarik tangan nayla membawa nayla masuk ke dalam mobil.
" eh eh aldo kamu kenapaa auu" nayla merasa kaget dengan perlakuan aldo yang kasar
aldo masuk ke mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
" aldoo aldoo kamu kenapa sih, ada apa denganmu aldoo kau mau membuat kita mati hah" ucap nayla yang panik
" aldoo hentikann aldoo aku takutt" ucap nayla yang semakin panik
aldo tidak memperdulikan ucapan nayla dia tetap melajukan mobilnya dengan emosi.
nayla memejamkan matanya karena sangat ketakutan
" hiksss hikss aldo aku mohon hentikan aku sangat takut hiks hiks" nayla menangis sangking takutnya. aldo yang mendapati nayla menangis merasa bersalah.
dia kemudian menghentikan mobilnya di jalan yang sepi.
nayla yang merasa mobil sudah berhenti membuka matanya, dia menatap ke arah aldo. ternyata aldo juga sedang menatapnya dengan tatapan tajam
__ADS_1
" aldo sebenarnya kamu kenapa, kamu datang ke kos ku malam-malam dan membawa ku pergi tampa persetujuan denganku dan sekarang kau ingin membuat kita mati, sebenarnya apa masalah mu" ucap nayla yamg sudah merasa emosi dengan sikap aldo
aldo masih terdiam
" apa kau tuli aldo jawab pertanyaanku" ucap nayla
" kenapa? kenapa kau tidak memberitahuku kalo kau dekat dengan chandra" tanya aldo
mendengar hal itu nayla terdiam.
" dan kenapa juga engkau tidak memberitahuku kalo kemaren kau jalan dengan chandra. KENAPA!" aldo semakin emosi dan berteriak.
" a-aku aku" ucap nayla terbata-bata karena merasa takut.
" nay sebenarnya kau anggap apa aku ini, kenapa kau tidak menghargai ku sebagai kekasihmu nay" ucap aldo yang sudah memelankan suaranya namun terdengar sedih
" aldo aku minta maaf, aku ingin memberitahumu tapi aku takut kau marah" ucap nayla
" teruss sekarang aku sudah marah, bagaimana menurutmu?" ucap aldo
" iya aku tau aku salah, aku tidak bermaksud. kak chandra mengajak ku pergi tiba-tiba aku tidak sempat memberitahumu" ucap nayla yang masih merasa bersalah
" nay aku benci jika kau tidak terbuka kepadaku, aku benci jika aku mendengar hal tentangmu dari orang lain, aku mohon hargai aku sebagai kekasihmy" ucap aldo frustasi.
dia menundukan mukanya di stir mobil. nayla yang melihat itu merasa sangat bersalah. nayla meraih tangan aldo.
"aldo aku minta maaf, aku janji tidak akan membuat kesalahan lagi, maafkan aku hikss" nayla mulai menangis.
aldo mengangkat kepalanya dan menatap nayla
" aku mohon nay, beritahu aku apapun tentangmu, kemana kau pergi dengan siapa. aku mohon hargai aku sebagai kekasihmu" ucap aldo memohon
" iya aku janji akan melakukan itu semua maafkan aku" ucap nayla. aldo memeluk nayla.
"sudah jangan menangis, aku juga minta maaf telah marah-marah tadi" ucap aldo merasa bersalah.
aldo melepaskan pelukan nayla.
" untuk jawaban pernyataan cinta chandra tolak lah" ucap aldo
" aku pasti akan menolaknya, karena aku tidak punya perasaan sama kak chandra. hanya saja aku bingung harus mengatakannya gimana, aku gk enak aldo" ucap nayla
" nay kau sudah dewasa, cobalah bersikap yang sebenarnya, jika kau tidak suka bilang tidak karena itu menyangkut soal perasaan. ambil keputusan sesuai kata hatimu" ucap aldo
" hmm baiklah, aku akan mengatakannya besok" ucap nayla.
" bagus! aku harap setelah ini kau jangan berhubungan ladi dengannya." ucap aldo. nayla hanya mengangguk.
" aldo ayok pulang, sudah malam aku mengantuk" ucap nayla.
aldo tersenyum dan megangguk. aldo menjalanoan mobilnya menuju ke kos nayla.
tak lama mereka sampai. aldo melihat nayla tidur pulas.
aldo tersenyum dan membelai rambut nayla.
"nay bangunn sudah sampai" ucap aldo membangunkan nayla.
" hmmm huaaaa sudah sampai ya" ucap nayla sambil mengucek-ngucek matanya. aldo merasa gemas dengan tingkah nayla
" yasudah masuk gih" ucap aldo
" oke kamu hati-hati ya dijalan" ucap nayla. nayla keluar dari mobil berjalan ke pintu kos disusuli oleh aldo.
" tidur yang nyenyak ya, besok aku jemput untuk memindahkan barang-barang ke kos baru mu" ucap aldo
" baiklah, yaudah masuk sana ke mobil" ucap nayla
aldo mendekatkan muka nya ke kening nayla dan mengecup lama kening nayla. nayla tersenyum mendapati perlakuan mesra dari aldo.
" aku pulang ya" ucap aldo
" hati-hati ya" ucap nayla.
aldo masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan kos nayla.
nayla masuk ke dalam koss kemudian mengunci pintu kos dan pergi ke kamar merebahkan dirinya ke kasur.
" hufff besok aku harus memutuskannya, benar kata aldo aku harus mengambil keputusan yang benar" ucap nayla.
kemudian dia memejamkan matanya dan terlelap tidur.
.
.
__ADS_1
.
.