
nayla mendekatkan diri kepada jennie. jennie menatap nayla dengan penuh kebencian.
" ngapain kamu kesini" tanya nayla sedikit gugup
" jauhi aldo" tegas jennie
" ada hak apa kau melarangku menjauhi aldo?" ucap nayla mulai berani
" kau masih bertanya! kau dengar ya bi*ch aldo adalah calon suamiku kami sudah dijodohkan oleh orang tua kami masing-masing, jadi aku harap kau mengerti" jelas jennie
" ya aku tau, tapi bukankan aldo tidak menyetujui perjodohan ini bahkan aldo sendiri yang menginginkan ku" ucap nayla
" jangan percaya diri dulu nona! aldo hanya memperalatkan mu dia hanya memanfaatkan mu sebagai pemuas nafsunya" ucap jennie tak mau kalah
" oh really? tau dari mana kamu bahwa aldo memanfaatkan ku, bahkan aldo sendiri terang-terangan menolakmu tidak kah kau malu" balas nayla tak kalah sadis
"KAU!" jennie mulai kesal dengan perlakuan nayla. jennie mendekat dan ingin menampar nayla. namun dengan sigap nayla menampis tangan jennie
"jangan berani-berani menyentuhku, kemaren aku bisa sabar tapi untuk kali ini aku tak bisa membiarkannya lagi" tegas nayla
"auuu sialan berani-beraninya kau, lepaskan tanganku" rintih jennie
" kau yang memulainya, aku akan melepaskan tanganmu tapi kau harus pergi dari sini" ucap nayla dia tidak mau ribut dengan jennie
" LEPASKAN!" bentak jennie, nayla melepaskan tangan jennie
"auuuu awas kau ya, aku akan membalasmu kau lihat saja kau tidak akan hidup tenang b*cth" jennie pergi dengan kesal
"hufff akhirnya dia pergi juga, aku heran dengan wanita itu apa sih hebatnya aldo baru kali ini aku bertengkar dengan wanita gara-gara pria" gerutu nayla sambil masuk ke dalam apartement.
" huffff tenanga ku habis gara-gara wanita itu" nayla merebahkan tubuhnya di kasur. tak berapa lama dia terlelap dalam tidurnya.
aldo berjalan memasuki apartemennya. dia melihat nayla sedang terbaring di atas tempat tidur. aldo mendekat dan membaringkan badannya disamping nayla. aldo memandang wajah nayla
" kau sangat manis nona, aku tidak tau kenapa aku bisa jatuh hati kepadamu" aldo berbicara kepada dirinya sendiri.
aldo membelai pipi nayla. hal itu membuat nayla mengeliat
"hmmmmmm" racau nayla
" hihihi dia sangat lucu" aldo gemas dengan tingkah nayla. aldo mendekatkan wajahnya ke wajah nayal. semakin dekat bahkan deru nafas mereka bisa terasa, aldo mendekatkan bibirnya ke bibir nayla.
tiba-tiba nayla membuka kan matanya, aldo kaget begitupun nayla kaget mendapati muka aldo yang begitu dekat dengannya.
"yahhhhhhh" nayla mendorong aldo hingga aldo jatuh dari tempat tidur
"auhhhhh pinggang ku" ucap aldo
" ma-mau apa kauuu, dasar mesumm" teriak nayla
" bisakah kau bersikap lembut kepadaku, pinggang ku sakit tau" ucap aldo.
__ADS_1
" itu semua salahmu sendiri, berani-beraninya kau mau menciumku" ucap nayla kesal
" kita kan sudah pacaran wajar dong kalo kau menciummu" ucap aldo mengoda nayla
"iuuuu kita belum sah ya, jadi jangan mesumm" ucap nayla tak kalah kesal
"hahahha ya sudah aku minta maaf" aldo mengalah
"btw ngapain kamu kesini" tanya nayla.
aldo berjalan duduk disamping nayla
"aku merindukanmu" goda aldo
" ihhh aku seriuss aldo" ucap nayla kesal
" hahahaha aku juga serius, aku kesini hanya ingin menemui kekasihku yang judes ini" jelas aldo
" hmm terserah kau saja" balas nayla asal.
"apa kau sudah makan" tanya aldo
"hmm belum" jawab nayla
" oke aku akan memasak sesuatu untuk mu, katakan apa makanan kesukaanmu" tanya aldo
" aku suka omlet dan nasi goreng" jelas nayla
nayla mengikuti aldo dari belakang.
" memangnya kau bisa masak" tanya nayla
" ya tentu bisa, kau pikir hanya wanita yang bisa memasak. aku hobby memasak aku belajar dari youtube dan juga mama" jawab aldo
uhh dia manis sekali batin nayla
" ouh i see" balas nayla
" aldo" panggil nayla
"iya beby" jawab aldo
" seserius apa kau denganku?" tanya nayla. nayla ingin memastikannya agar dia tidak berharap banyak kepada aldo.
" kenapa kau bertanya begitu" aldo balik bertanya
"bisakah kau tidak menjawab pertanyaan ku dengan bertanya!" nayla sedikit kesal. aldo menghentikan kegiatannya dan mendekat ke arah nayal. bisa kalian bayangkan posisi nayla dan aldo sekarang mereka saling berhadapan.
"aku serius kepadamu nay, bahkan aku berencana akan menikahimu" jelas aldo. nayla kaget atas penjelasan aldo
"tapi aku bukan wanita dari keluarga yang kaya dan berada aldo" ucap nayla
__ADS_1
"jangan mengatakan itu, aku tulus kepadamu nay" ucap aldo sambil memegang pipi nayla
"bagaimana jika orang tua mu tidak setuju denganku" pertanyaan nayla membuat aldo terdiam. dia juga binggung harus melakukan apa jika orang tuanya menentang hubungan mereka.
"nay aku akan berjuanh demi hubungan kita, aku akan meyakinkan orang tua ku dan jika mereka tetap tidak setuju, aku akan memikirkan caranya. sudah ya jangan berpikir buruk lagi" balas aldo
"hmm baiklah aldo, aku harap kau tidak mempermainkanku" ucap nayla.
aldo memeluk nayla dan nayla membalasnya, nayla sudah biasa dengan perlakuan aldo tersebut.
"hmm sampai kapan kau akan memeluku, aku sudah lapar" ucap nayla.
" hahaha oke baiklah aku akan melanjutkan memasakku" aldo melepaskan pelukannya dan lanjut memasak.
tak butuh waktu lama masakan aldo sudah siap.
"yuhuu masakannya sudah siap" ucap aldo sembari membawa makannanya ke depan nayla
"hmmm wangi sekali, pasti rasanya enak" ucap nayla.
"silahkan mencoba nona" ucap aldo sembari tersenyum. nayla tertawa dengan tingkah lucu aldo. nayla mencoba makanan yanh di masak aldo.
"bagaimana rasanya, kau suka" tanya aldo yang penasaran
"hmmm not bad, bolehlah boleh lah" ucap nayla sedikit sombong
" not bad? hanya segitu" ucap aldo sedih.
"hahahah wajahmu lucu sekali, aku bercanda rasanya sangat enak" ucap nayla.
"benarkah, syukurlah kalo begitu, sekarang habiskan makananmu." ucap aldo senang
mereka makan bersama sesekali aldo menyuapi nayla begitupun nayla menyuapi aldo.
...
DIRUMAH ALDO
" Tenanglah jennie, semuanya butuh proses tidak mudah menaklukan hati aldo" jelas larasati.
jennie datang kerumah aldo dan mengadu kepada orang tua aldo atas perlakuan aldo dan nayla kepadanya. dia bahkan menjelek-jelek an nayla didepan orang tua aldo
" tapi tante wanita itu sudah berani menghinaku, bahkan dia bilang aku tidak pantas untuk aldo" jelas nayla membalikan fakta
"jennie bersabarlah, om dan tante akan berusaha membujuk aldo" ucap sanjaya ayah aldo
" iya jennie, kamu yang sabar ya" ucap larasati
" baiklah om tante, jennie akan sabar menghadapi aldo" ucap jennie sambil tersenyum paksa.
kalo bukan karna harta, aku tak sudi mengemis-ngemis seperti ini batin jenni.
__ADS_1
....