
"richard tolong urus kepulanganku" ucap aldo
"tapi bos kondisimu masih belum pulih" balas richard
" aku tidak peduli, sejak kapan kau berani mengatur ku richard. turuti saja kemauanku!" tegas aldo
"baik bos saya akan mengurus kepulanganmu" ucap richard dan pergi dari ruangan
aku tidak boleh diam saja, aku harus mendapatkan hati nayla kembali aku tau dia mencintaiku, aku akan berjuang apapun resikonya. batin aldo
tak berapa lama richard kembali kembali ke ruangan aldo
"bos aku sudah mengurus semuanya, hari ini bos bisa pulang" ucap richard.
dokter datang menghampiri aldo. dokter memeriksa kondisi aldo.
"tuan aldo kondisimu masih lemah, tapi kami tidak bisa memaksamu untuk tetap dirawat, aku akan memberi resep obat dan aku harap tuan meminumnya" jelas dokter. aldo hanya mengangguk.
suster yang menemani dokter mepelaskan inpus yang terpasang di tangan aldo.
selesai membereskan semuanya aldo segera beranjak pergi dari ruangan tersebut dibantu oleh richard. richard menuntun aldo masuk ke mobil dan begitupun richard juga masuk ke dalam mobil.
"bos kemana tujuan kita" tanya richard
" ke apartement ku, aku ingin istirahat dan ya jangan lupa tebus obat ku" ucap aldo
"baik bos" richard pun melajukan mobilnya ke apartement aldo.
...
di kosan nayla
"nay kapan loe jeguk bokap loe" tanya anjani
"hmm iya gue sampai lupa sama bokap gue. gimana kalo sekarang loe temenin gue jeguk bokap gue" ucap nayla
"boleh, ayuk" ucap anjani antusias
" makasih, kita mampir ke toko buah dulu ya" balas nayla
"oke bos" mereka pun pergi membeli buah untuk ayah nayla dan juga pergi menuju rumah sakit.
ceklekkk
suara pintu ruang inap ayah nayla terbuka. ya nayla dan anjani telah sampai dirumah sakit. nayla masuk dan melihat keadaan ruangan sepi hanya ada reyhan yang sedang tidur di samping ayahnya nayla mendekat ke arah nayla.
" reyhan bangun ini kaka" ucap anjani membangunkan adk nya itu
"hmmm huaaaa kaka, kapan kaka sampai" ucap reyhan terbangun
" kaka baru saja sampai bersama anjani" ucap nayla
" hallo kak anjani" sapa reyhan
"hai rey" balas anjani
" bagaimana keadaan bapak rey" ucap nayla dia memandangi wajah bapaknya yang tengah terlelap.
"bapak mengalami struck kak, badan sebelah kiri bapak tidak bisa digerakan" ucap reyhan
"oh tuhann, kasihan sekali bapak rey" ucap nayla sedih
" iya mau gimana lagi kak, udah takdirnya" ucap reyhan
" apakah ibu dan reyna tidak datang" tanya nayla
" sudah 2 hari mereka tidak menjeguk bapak, aku tanya mereka cuman bilang sibuk sibuk dan sibuk, jadi cuman aku yang jagain bapak" ucap reyhan
" kamu yang sabar ya rey yang kuat, berdoa terus untuk kesembuhan bapak, kira-kira kapan bapak boleh pulang" tanya nayla
" rey belum tau kak, tapi sebaiknya bapak dirawat di rumah aja kak apa lagi biaya rumah sakit kan mahal ya kak, rey takut gak mampu buat bayar jika terlalu lama" ucap reyhan
__ADS_1
" yasudah nanti kaka urus ya kepulangan bapak" ucap nayla.
nayla mengenggan tangan bapaknya
" bapak nayla datang pak, nayla kangen banget sama bapak, bapak cepat sembuh ya" ucap nayla sambil menangis. tiba-tiba rojali terbangun
"nnn nayla, itt itu ka kamu" ucap rojali terbata- bata akibat struk nya.
" iya pak ini nayla, bapak cepat sembuh ya hiks hiks hiks" ucap nayla
"maa maa maafin ba ba bapak yya, ba bapak bbuanyak ssalah sa ssma ka ka kamu" ucap rojali menangis
"bapak gk pernah salah sama nayla, bapak gk perlu minta maaf ya, nayla cuman harap bapak cepat sembuh oh ya hari ini kita pulang kerumah ya nanti nayla urus kepulangan bapak supaya nayla bisa rawat bapak dirumah" ucap nayla. rojali hanya menganggu meng iyakan ucapan nayla.
anjani yang melihat adengan itu ikut merasa sedih dan terharu.
" reyhan kaka urus kepulangan bapak dulu ya, kamu bereskan semua barang- barang bapak ya" ucap nayla
"baik kak" balas reyhan
"ayok an" nayla mengajak anjani
mereka pun keluar dari ruangan menuju administrasi.
"nay loe yang kuat ya, bapak loe pasti sembuh normal kok" ucap anjani menguatkan nayla.
"iya an, aamiin makasih ya" balas nayla.
selesai membayar biaya rumah sakit nayla pun langsung membawa bapaknya pulang menggunakan mobil anjani.
nayla membayar biaya rumah sakit menggunakan tabungannya yang di tabung selama 2 tahun belakangan. tapi dia tidak menyesali itu dia bersyukur bisa membantu keluarganya.
sesampainya dirumah rojali, rosmala yang sedang menonton dengan reyna kaget mendengar suara klakson mobil.
"ma siapa itu" tanya rena
"ya mana mama tau, bentar mama lihat dulu" rosmala membuka pintu, dia kaget melihat rojali nayla dan reyhan pulang ke rumah
nayla dan reyhan tak mengubris ibunya. mereka berjalan masuk kerumah tampa menghiraukan rosmala.
kurang ajar berani-beraninya mereka mengabaikanku batin rosmala.
" bapak sudah pulang" ucap reyna menghampiri bapaknya.
"na tolong bawakan tas bapak ke kamar ya" ucap reyhan, reyna mengangguk.
nayla dan reyhan memapah ayahnya ke tempat tidur.
" bapak istirahat ya, nayla akan sering-sering datang kesini" ucap nayla
" apa maksud kamu? kamu pikir aku tidak bisa merawat suamiku" ucap rosmala.
namun nayla tak menghiraukannya, dia malas berdebat dengan ibu sambungnya itu.
"heyy aku sedang berbicara kepadamu, dimana sopan santun mu hah!" ucap rosmala mulai kesal
" hmmm maaf ya bu, aku lagi malas ribut sama ibu, lagipun ini masih rumahku dan dia adalah bapak ku jadi wajar aku mau merawatnya. dan satu lagi tidak ada yang melarang ibu untuk merawaf bapak hanya saja aku tidak yakin kalo ibu akan merawat bapak dengan baik" ucap nayla dengan tegas.
" berani-beraninya kau ya..." rosmala hendak melayangkan tangannya ke pipi nayla namun dengan sigap nayla menampisnya
" dulu aku memang menerima semua perlakuan ibu kepadaku, tapi sekarang aku tidak akan tinggal diam" ucap nayla dengan tegas.
"reyhan kaka pamit dulu, besok kaka akan datang kesini lagi kamu jaga bapak baik-baik dan jangan lupa beri bapak obat" kata nayla
" baik kak, reyhan akan ikuti semua kata-kata kaka dan akan merawat bapak dengan baik" balas reyha.
"bagus, pak nayla permisi dulu, semoga bapak cepat membaik" nayla mengecup kening ayahnya kemudian dia keluar dari rumah menuju mobil.
" udah selesai" tanya anjani yang sedari tadi menunggu di mobil.
"sudah ayok kita pulang" ucap nayla. anjani mengangguk.
__ADS_1
anjani melajukan mobilnya ke arah kos nayla, selesai mengantar nayla anjani pun pulang ke rumahnya.
nayla masuk kekos nya dan merebahkan tubuhnya di kasur.
"hufffd aku sangat lelah, sebaiknya aku istirahat sebentar" ucap nayla.
tok tok tok
tiba-tiba ada yang mengetok pintu kos nayla
"haduhh siapa sih, apa jangan-jangan itu ibuk kos ya" ucap nayla dan bangkit dari tidurnya
tok tok tok
"iya sebentarr" nayla membuka pintu, dan nayla kagey mendapati sosok aldo yang datang ke kosnya.
nayla hendak menutup pintu namun ditahan sama kaki aldo
"nay please mari kita bicara" ucap aldo
"tidak aldo, aku sudah tidak mau berurusan denganmu lagi, aku mohon pergi" ucap nayla
" aku mohon sekali ini lagi dengerin aku, please nay aku ada rencana, kalo memang kau tidak setuju aku akan menjauhimu" ucap aldo
nayla berpikir sejenak dia tampak ragu namun perasaannya tidak bisa menolak
" aku mohon nay" rayu aldo. nayla mempersilahkan aldo masuk. aldo masuk dan mengunci pintu kos nayla. aldo duduk disamping nayla.
" katakan apa yang ingin kau katakan aldo" ucap nayla
"nay aku mohon, beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya aku janji aku tidak akan menyakitimu lagi" ucap aldo meyakinkan nayla
" aldo kau tidak pernah menyakitiku, tapi keluargamu yang menyakitiku" ucap nayla
"aku berjanji akan membuktikan kepada keluarga ku bahwa kamu yang terbaik untuk ku nay" balas aldo
"bagaimana? bagaimana kau akan meyakinkan orang tua mu" tanya nayla
" aku punya rencana sendiri nay, dan aku hanya butuh dukungan darimu" balas aldo.
" apa rencanamu?" tanya nayla
" nanti juga kau akan tau" ucap aldo
" tapi aku mohon beri aku kesempatan, aku tau kau masih mencintaiku nay begitupun denganku" ucap aldo sambil memegang tangan nayla
"hmmm ya aku memang masih sangat mencintaimu aldo, sangat" ucap nayla. aldo senang mendengar pengakuan dari nayla
" jadi kau mau kan kita memulainya lagi?" tanya aldo. nayla mengangguk dan ter senyum
" terimakasih nay, terimakasih aku sangat bahagia" aldo memeluk nayal dan nayla membalas pelukan aldo.
aldo melepaskan pelukannya dan memandang wajah nayla, nayla membalas tatapan aldo.
aldo memegang kedua pipi nayla dia mendekatkan bibirnya ke bibir nayla sehingga benda kenyal itu saling menempel.
aldo melum*at b*bir nayla dengan lembut, nayla membalasnya. lama mereka berci*uman.
aldo memegang pinggang nayla agar semakin dekat dengannya dan nayla menautkan kedua tangannya di leher aldo.
mereka melepaskan hasrat rindu mereka. awalnya c*iuman itu nampak lembut lama-lama menjadi sangat brutal sampai-sampai nayla mendes*h di sela-sela ci*umannya.
setelah merasa puas keduanya melepaskan c*iumannya. nampak nayla dan aldo mencoba menetralkan nafas mereka masing-masing.
aldo tersenyum dan dibalas oleh nayla
"aku mencintaimu nay" ucap aldo
" aku juga mencintaimu aldo" balas nayla.
....
__ADS_1