
seperti biasa nayla bersiap-siap untuk pergi kekampus. disaat nayla sedang berkemas tiba-tiba masuk panggilan di hp nayla
dringgg...dringgg
nayla melihat nama yang menghubunginya, disitu tertera nama reyhan adiknya.
"tumben reyhan nelvon, ada apa ya" nayla menekan tombol hijau bertanda televon telah terhubung
"hallo reyhan" sapa nayla
"hallo kak, kak bapak kak bapak" reyhan berbicara sambil menangis
"iya rey bapak kenapa, coba jelaskan dengan tenang rey bapak kenapa"
"bapak masuk rumah sakit kak hiks hiks" jelas reyhan
" APA! kenapa bapak bisa masuk rumah sakit rey apa yang terjadi?" nayla kaget, walaupun bapaknya itu sering memukulnya namun dia tetap menyayangi sosok tua itu
"bapak jatuh dari tangga kak, kaka cepat ke rumah sakit xxxx nanti akan reyhan ceritakan apa yang terjadi" jelas reyhan
" habis pulang dari kampus kaka akan langsung ke rumah sakit, sekarang kamu jagain bapak dulu ya" ucap nayla
"baik kalo begitu kak, kaka jangan lama-lama ya reyhan sendiri dirumah sakit"
"iya rey setelah selesai kaka akan ke sana secepatnya"
"oke kak, bye kak" reyhan mematikan sambungan teleponnya.
"yaallah semoga bapak baik-baik saja" nayla berdoa untuk ayahnya.
setelah itu nayla keluar dari apartemen dan turun ke bawah. setelah sampai ke depan nayla melihat mobil yang tidak asing baginya sedang terpakir.
" sepertinya aku tidak asing dengan mobil ini" disaat sedang mengamati mobil itu tiba-tiba kaca mobil terbuka
" hai bebby" ya ternyata dia adalah aldo, yang sudah menanti nayla
"hadehh dia lagi. mau ngapain kamu kesini" ucap nayla ketus
"jutek amat sih, aku kesini ingin menjemput pacarku dong. ayok naik" jelas aldo
" aku bisa pergi sendiri" ucap nayla menolak
tiba-tiba aldo turun dari mobil dan menghampiri nayla. aldo membelai pipi nayla lembut nayla tertegun dengan perlakuan aldo dan dia menikmati sentuhan itu.
" maafkan aku atas kejadian kemaren ya, aku mencintaimu nayla. aku tidak mencintai jennie aku serius ingin menjaga mu dan bersama denganmu" aldo mengatakan dengan ketulusan hatinya.
nayla menatap mata aldo dan mencari kebohongan, namun nayla tidak mendapati kebohongan di mata aldo
apa dia serius apa benar dia mencintaiku batin nayla
" kenapa kau mencintaiku, apa yang kau lihat dariku aku hanya orang miskin yang tak pantas dengan dirimu" mata nayla berkaca-kaca dan air mata mulai menetes di pelupuk matanya dia tidak bisa menahan tangisannya.
"suttt jangan menangis, aku mencintaimu tampa alasan nayla aku hanya ingin menjagamu" jelas aldo, aldo menghapus air mata nayla
"jangan menangis lagi, ayuk kita berangkat kekampus, nanti terlambat"
nayla tersenyum dan mengangguk. aldo memeluk nayla, nayla sedikit kaget atas perlakuan aldo sebelumnya belum pernah ada lelaki yang perhatian dan peduli kepadanya. nayla membalas pelukan aldo.
" ayuk" ucap nayla aldo melepaskan pelukan nya dan menuntun nayla masuk ke mobil dan membuka pintu mobilnya.
"terimakasih" balas nayla dengan tersenyum. setelah itu aldo masuk ke mobil dan mulai menjalan kan mobilnya menuju ke kampus.
dikejauhan ada sepasang mata sedang memperhatikan mereka berdua. terlihat ada kekesalan di sorot mata orang tersebut
" kau sungguh peduli dengan wanita mu*ahan itu ya aldo, kau bahkan sangat peduli kepadanya aku saja belum pernah kau perlakukan seperti itu, sebenarnya apa yang kau lihat dari perempuan itu jelas aku lebih baik aldo!" ya ternyata jennie dari tadi memperhatikan gerak-gerik aldo dan nayla.
"aaaa sialan kau aldo, aku membenci muu" jenni memukul setirnya dengan kesal.
"kau lihat saja aldo apa yang bisa ku perbuat kepada wanita kesayanganmu itu heuh" jennie tersenyum licik merencanakan hal yang jahat ke pada nayla. setelah itu dia melajukan mobilnya pergi dari tempat tersebut.
....
nayla dan aldo sudah sampai ke kampus nayla berjalan dan memasuki kelas, aldo mengantar nayla sampai ke kelas.
__ADS_1
"yasudah sana masuk" ucap aldo sambil memegang tangan nayla
"kau juga masuk ke kelas?" tanya nayla
"tidak aku sudah mengambil cuti dari kampus, aku akan bekerja dikantor sekarang" jelas aldo
"jadi kau kesini cuman mau mengantarku, uhh manis sekali" ucap nayla sambil menarik hidung aldo
"auuu sakit nay, sekarang kau sudah banyak berubah ya, apa jangan-jangan kau sudah mulai mencintaiku" goda aldo
"ihh geer ya kamu, aku aku ya suka-suka aku lah" nayla binggung mau beralasan gimana, pipinya terlihat merah malu memang benar nayla sudah mulai nyaman dan memiliki perasaan kepada aldo
"hahahhaa muka mu sangat lucu nay, yasudah aku kekantor dulu ya, nanti aku jemput" ucap aldo
"hmm tidak usah, nanti aku mau ke rumah anjani" nayla berbohong, sebenarnya nayla ingin menjeguk ayahnya tapi dia tidak ingin aldo tahu.
"baiklah, jangan lupa kabari aku oke"
" oke "
"yasudah masuk lah" ucap aldo
" bagaimana aku bisa masuk sedangkan kau masih memegang tanganku tuan aldo" jelas nayla
" oh iya habis aku sangat nyaman dengan tangan ini" goda aldo
" dasar gombal" balas nayla. aldo melepaskan genggamannya dan memegang pipi nayla kemudian mencium kening nayla. nayla yang mendapatkan perlakuan itu kaget.
"aldoo malu dilihat orang" ucap nayla sedikit kesal namun bahagia juga
" ngapain malu kan kita udah pacaran, yasudah aku pergi dulu, bye" setelah mengatakan itu aldo pergi menjauh dari nayla, nayla memandang punggung aldo hingga aldo menghilang dari pandangannya.
nayla masuk ke kelas dia melihat disana sudah ada anjani sedang menantapnya penuh intimidasi.
haduhh apa anjani melihat semuanya ya, apa yang harus aku lakukan sekarang. batin nayla
" ha-hai anjani" ucap nayla terbata-bata
"kok lu natap gue kek gitu sih, serem tau" ucap nayla yang merasa horor dengan tatapan anjani
" maksud lo apaan, emang apa yang terjadi" jelas nayla pura-pura tidak mengerti
"nay lo jangan pura-pura bego ya, gue lihat semuanya, loe ada hubungankan sama kk aldo?" ucap anjani
"hmmm gimana ya anjani, tapi loe jangan marah ya hehehe"
" yaudah cepat jelasin sekarang NAYLA!" ucap anjani sedikit meninggikan suaranya.
" yayaya gue jelasin jangan marah-marah dong, sebenarnya yang terjadi tu..." nayla menjelaslan semuanya ke pada anjani apa yang terjadi mulai dari dia ditembak oleh aldo sehingga dia pindah ke apartementnya aldo.
"APA! loe pacaran sama kak aldo dan loe sekarang tinggal di apartemennya dia" ucap anjani kaget
"suttt loe jangan keras-keras ngomongnya anjanii, iya kan dah gue jelasin, tapi loe diam-diam aja ya jangan kasih tau siapa-siapa please" balas nayla
" hehehe maaf efek kaget, oke deh gue akan silent, btw selamat ya semoga langgeng jan lupa kemek-kemeknya" ucap anjani senang
"hadehh loe mah pikirannya makan mulu"
"hehehe habis kelas kita kekantin makan dan loe traktir gue oke"
"iya bawel, eh tapi nanti temenin gue ke rumah sakit xxx ya, bapak gue masuk rumah sakit" ucap nayla
"kok bisa bapak lu masuk rumah sakit nay?" tanya anjani
"gue juga gk tau, adk gue kagak jelasin"
" oke deh kalo gitu" balas anjani.
tak berapa lama dosen masuk dan mereka mulai melakukan pembelajaran dengan serius. setah kuliah selesai anjani dan nayla langsung pergi ke rumah sakit.
setibanya dirumah sakit nayla menanyakan kepada perawat dimana ruangan ayahnya, setelah mendapatkan nayla dan anjani langsung ke ruangan ayah nayla.
" reyha apa yang terjadi" tanya nayla kepada ayahnya.
__ADS_1
" kaka, akhirnya kaka datang juga" reyhan memeluk kakanya dan menangis.
"usss tenang-tenang jangan menangis kaka disini, sekarang ceritakan semuanya" balas anjani
reyhan menceritakan semua kejadian yang menimpa ayahnya. anjani dan nayla sangat kaget mendengar penjelasan reyhan
"kurang ajar, tega-teganya wanita itu menyakiti bapakku. apa sebenarnya mau dia, kenapa dia melakukan ini kepada keluargaku" ucap nayla sambil menangis
" udah tenang nay, serahkan semuanya sama allah" ucap anjani menenangkan nayla
"rey bagaimana keadaan bapak, dokter bilang apa"
" dokter bilang bapak kehilangan banyak darah dan koma kak" jelas reyhan sedih
nayla mendekati ayahnya dan mengenggam tangan ayahnya.
"bapak maafkan nayla pak, maafkan nayla jika nayla banyak salah dan selalu melawan bapak. bapak harus kuat dan harus sembuh hiks hiks" nayla menangis meratapi nasib ayahnya
" nayla mohon bapak jangan tinggalkan nayla, nayla cuman punya bapak didunia ini, bertahanlah demi nayla"
" sabar ya nay, ini cobaan loe harus kuat" ucap anjani dia juga mulai menangis melihat kesedihan sahabatnya itu.
tiba-tiba dua orang masuk ke ruangan. dia adalah ibu tiri dan adik tiri nayla.
"ohh ternyata ada adengan sedih ya disini" ucap rosmala tampa rasa iba. mendengar suara itu nayla menoleh dan berdiri
"mau apa kau kesini, setelah kau menjelakai bapak ku kau berani kesini" ucap nayla penuh emosi
" wauw kau sudah berani kepada ku ya nayla" ucap rosmala dengan nada emosi
"ibu aku mohon jangan memulai keributan disini bapak lagi sakit buk" balas reyhan
" kau diam rey, kau juga sudah berani ya melawanku dan membela anak sialan ini" balas rosmala
" asal kau tau nay, ini semua karena kesalahanmu, kau itu anak pembawa sial. lebih baik kau pergi dari sini aku bisa merawat suamiku" balas rosmala
"aku lebih berhak menjaganya karena aku anak kandungnya" balas nayla tidak kalah emosinya
"kau berani membentak ku hah" rosmala menjambak rambut nayla
" ibuk ibuk sudah bu lepaskan" ucap reyhan
" lepaskan tante jangan sakiti nayla" balas anjani. rosmala melepaskan jambakannya
"anjani sekarang kau bawa dia keluar sebelum aku melukainya lebih parah, bawa dia keluar aku muak melihat mukanya!" bentak rosmala
"nay ayok kita pulang saja, jangan membuat keributan kau harus mengalah nay besok kita kesini lagi" ucap anjani. nayla mengangguk mendengarkan sahabatnya itu karena dia tahu bahwa rosmala tidak bisa ditentang
"reyhan kaka pergi dulu, jaga bapak baik-baik" ucap nayla
"baik kak, kaka hati-hati ya" balas reyhan
nayla dan anjani pergi dari ruangan itu meninggalkan semuanya.
anjani mengantar nayla ke partement aldo, karena nayla sudah memberi tahu tempat tinggalnya kepada aldo.
" makasih ya an udah nganterin gue" ucap nayla
"iya sama-sama, loe istirahat ya dan jangan terlalu dipikirkan ya semuanya akan baik-baik saja" ucap anjani menenangkan nayla.
"iya loe hati-hati ya dijalan, gue masuk dulu" nayla keluar dari mobil dan masuk ke apartemennya. anjani melajukan mobilnya untuk pulang kerumah.
nayla menaiki lift dan memencet angka 04, ya apartemen aldo berada dilantai 04, setelah lift terbuka tiba-tiba nayla kaget karena ada jenni yang sedang berdiri di depan pintu apartement aldo.
"kamu" ucap nayla.
.
.
.
hallo guys, kira-kira apa yang akan terjadi sama jenni dan nayla ya. kita lanjut besok ya semoga kalian suka😊
__ADS_1
jangan lupa like, comment dan vote
HAPPY READING😊💜