TAKDIR SEORANG GADIS

TAKDIR SEORANG GADIS
part 16


__ADS_3

selesai bertemu nayla aldo pamit untuk pulang kerumah karena ayahnya menelpon. aldo tiba dirumah dan sudah di sambur ayah dan ibunya di ruang tamu.


"ada apa papa dan mama suruh aldo pulang" tanya aldo


"duduk dulu aldo" balas larasati


aldo duduk di sofa depan orang tuanya.


" malam nanti bawak pacarmu ke rumah, papa dan mama ingin berkenalan dengannya" ucap sanjaya


"papa dan mama serius?" tanya aldo kaget dan bahagia juga


" iya aldo kami serius, kami ingin melihat wanita pilihanmu itu" ucap larasati.


" tapi pa ma, kalian tidak sedang merencanakan sesuatu kan" tanya aldo curiga


" apakah kau tidak percaya kepada orang tua mu aldo?" ucap sanjaya sedikit tegas


"aldo mama sama papa hanya ingin berkenalan dengannya tidak lebih" ucap larasati meyakinkan aldo.


"oke pa ma, nanti malam aldo akan membawanya kesini aldo, ada yang lain mau papa dan mama sampaikab lagi?" tanya aldo


" tidak kamu boleh pergi" tegas sanjaya


" oke ma pa, aldo pergi dulu" aldo beranjak pergi dari rumahnya menuju apartementnya, dia ingin memberikan kabar bahagia ini kepada nayla.


" ma apakah rencana kita akan berhasil, papa takut aldo malah marah dan semakin membenci jennie" ucap sanjaya


" semoga aja berhasil pa, mama yakin wanita itu akan meninggalkab aldo setelah mengetahui semuanya" ucap larasati. ya papa dan mama aldo sudah merencanakan sesuatu untuk memisahkan nayla dan aldo.


...


DIRUMAH SAKIT


reyhan sedang membaca buku diruangan ayahnya di rawat.


"akhhhh nayla nayla nayla" ucap rojali dia telah siuman. mendengar suara ayahnya reyhan langsung bangkit dan mendekat ke ayahnya


"bapak, bapak sudah siuman" tanya reyhan


" rey dimana nayla, bapak ingin ketemu nayla" ucap rojali


"iya pak nanti rey suruh kaka datang kesini, bapak tunggu dulu rey panggil dokter" rey berjalan keluar memanggil dokter. dokter pun datang keruangan rey dan memeriksa keadaan rojali.


"bagaimana kondisi bapak saya dok" tanya reyhan


"alhamdulillah keadaan beliau sudah membaik dan sudah melewati masa kritisnya" jelas dokter


"alamdulillah terimakasih banyak dok" ucap reyhan


"iya sama-sama kalo begitu saya permisi dulu" dokterpun pergi meninggalkan ruangan.


"bapak istirahat ya rey akan telpon ibu dan juga kaka" jelas rey. rojali hanya mengangguk. reyhan meraih ponselnya di kantong celananya dan mwnghubunggi ibunya, setelah itu dia menghubunggi nayla.


dringgg dringg


" hallo rey" jawab nayla


"hallo kak, kak bapak sudah sadar dan keadaab bapak sudah semakin pulih. kapan kaka jenguk bapak" tanya reyhan


" alhamdulillah syukurlah kalo bapak sudah sadar, kaka ingin sekali menjeguk bapak rey, tapi kaka kawatir yang ada nanti malah ribut sama ibu" jawab nayla sedih


" kaka tenang aja, nanti kalo ibu dan reyna gk disini aku akan kasih tau kaka" ucap reyhan


"benarkah? terimakasih banyak rey" ucap nayla


"iya kak sama-sama. kaka jaga kesehatan ya" balas reyhan


" iya kamu juga jaga kesehatan, jangan bolos kuliah buat kaka bapak dan ibu bangga ya" ucap nayla


" pasti kk, nanti rey kabarin kaka ya. udah dulu ya kk bye" reyhan mematikan sambungan telponnya.


" pak nanti kaka akan datang jeguk bapak" jelas reyhan kepada bapaknya. rojali tersenyum dan mengangguk.


...


di apartement aldo


nayla sedang membaca buku sambil berbaring ditempat tidurnya. lagi vokus baca buku ponselnya berdering lagi.


dringgg dringg


nayla meraih ponselnya ternyata itu panggilan video call dari anjani sahabatnya, nayla msnekan tombol hijau bertanda panggilan terhubung.


" hallo naylaaaaaaaa" ucap anjani berteriak


"hai anjani, long time no see ya" ucap nayla. ya mereka sudah hampir seminggu tidak ketemu dikarenakan anjani sedang berlibur bersama keluarganya di bali.


" aaaaa iya nih gue kangen banget sama loe nay" ucap anjani


"uluh uluh gue juga kangen, kapan loe balik" tanya nayla


" hmmm 2 atau 3 hari lagi gue akan balik kok dan kita bisa hang out bareng lagiii yeeee" ucap anjani senang


"yuhuuuu jangan lupa bawak oleh-oleh ya" ucap nayla


"pastinya dong apa sih yang gk buat sahabag gue" jelas anjani


"hihihi gimana seru gk liburannya" tanya nayla


" seru banget nayy, tapi lebih seru kalo loe ada sih hmmm"


" hahahaha manis amat omonganlu" ucap nayla


" hahahah gue serius tau, eh btw gimana hubungan loe sama kak aldo? tanya anjani


"hmmm ya begitulah, belum ada kepastian tapi dia bilang dia serius sama gue" ucap nayla


"uhh so sweet banget sih, kan pengen punya pacar gue" balas anjani

__ADS_1


" hahahaha dasar loe yaa, yaudah cari pacar sana" ucap nayla


"loe pikir cari pacar gampang apa, oh ya nay gimana kerjaan loe" tanya anjani


"gue udah gk kerja lagi, aldo ngelarang gue kerja hmm mau gk mau gue harus nurut deh" jelas nayla


" memang ya kak aldo tu lelaki idaman, loe beruntung nay" ucap anjani


" hmm iya anj loe bener, semenjak gue kenal dia gue lebih merasa bahagia dan gue berharap dia bener-bener serius sama gue" ucap nayla


" Aamiin gue doan kalian langgeng" ucap anjani


"makasih" selagi asyik mereka mengobrol tiba-tiba suara bel apartement berbunyi


ding donggg


"ehh nanti gue telpon lagi ya keknya aldo dateng tuh" ucap nayla


" oke nay, bye bye"


"bye" nayla memutuskan sambungan video callnya dan membuka pintu dan benar ternyata aldo yang datang.


" loh kok kesini lagi" tanya nayla


" hmm itu mama dan papa mengundang kamu untuk makan malam" jelas aldo


" kapan?" tanya nayla


"malam ini" jawab aldo


"haa? malam ini, kenapa mendadak sekali kan aku belum ada persiapan" ucap nayla sedikit kaget


"persiapan? persiapan apa sayang" tanya aldo


"ya ya itu baju terus juga sepatu tas kan aku belum punya itu, ada sih tapi udah jelek" icap nayla sedih


" hahahaha kamu lucu sekali sih, yaudah sekarang kamu siap-siap kita belanja" ucap aldo


" kamu serius? tapi aku gk punya uang" jawab nayla polos


" hahahahha nayla tolong jangan hilangkan sifat polosmu ini ya" ucap aldo terkekeh dengan tingkah nayla


" kok kamu malah ketawa sih, aku seriusss" ucap nayla kesal


" sayang dengarkan aku, kita belanja mengunakan uangku jangan pernah sungkan-sungkan terhadapku mulai sekarang kebutuhanmu adalah tanggung jawabku" jelas aldo


"hmm tapi kan tetap saja aku menyusahkanmu" ucap nayla sambil menunduk. aldo mendekatkan dirinya lebih dekat ke nayla dan memegang dagu nayla agar nayla menatapnya


" dengarkan aku. kau kekasihku nay, jadi sudah tanggung jawabku untuk memberimu sesuatu yang kau butuhkan, tolong jangan anggap aku seperti orang asing"


jelas aldo nayla mengangguk dan mengedikan kedua matanya ( bisakan kalian bayangkan gimana gemoynya nayla).


tuhann kenapa dia imut sekali batin aldo.


aldo menatap nayla penuh kasih dia semakin mendekatkan wajahnya ke wajah nayla sehingga bibir mereka bertemu. aldo men*ium b*bir nayla penuh dengan kelembutan.


nayla membalas ci*man aldo tak kalah lembut. nayla merangkul leher aldo dan aldo merangkul pinggang nayla. aldo memerengkan kepalanya kekanan dan nayla memerengkan kepalanya kekiri. lama mereka berc*iuman sehingga disaat berhenti nafas mereka ter engah-engah.


" bersiaplah aku tunggu diluar" ucap aldo. nayla tersenyum dan mengangguk. aldo berjalan keluar.


15 menit aldo menunggu nayla. nayla pun selesai bersiap nayla memakai sweater berwarna toska dan ron selutut bewarna hitam tak lupa dengan tas selempang kecil senada dengan rokny. nayla keluar menghampiri aldo


aldo melihat ke nayla dan tersenyum


" sudah siap" tanya aldo


" sudah" jawab nayla


" ayok" aldo mengamitkan jari-jarinya ke jari nayla mereka bergandengan berjalan menuju mobil.


aldo dan nayla masuk ke mobil kemudian aldo melajukan mobilnya.


" kita mau belanja kemana" tanya nayla penasaran


" ke mall sayang" jelas aldo.


"ouhh oke" balas nayla.


tak berapa lama aldo dan nayla sampai di mall mereka keluar dari mobil dan berjalan bergandengan tangan. pertama mereka menuju ke toko baju.


aldo memilih beberapa gaun untuk nayla coba.


" nih cobain" ucap aldo


"oke" ucap nayla


nayla mencoba satu persatu pakainnya.


"bagaimana" tunjuk nayla ke aldo


"tidak ganti" ucap aldo


nayla menganti baju ke duanya


" taraaa bagaimanaa" ucap nayla aldo melihat-lihat dan perpikir


"tidakkk ganti" ucap aldo


"huffff" nayla mulai kesel. nayla menganti pakaiannya lagi dan ditolak aldo begitu seterusnya sehingga gaun terakhir.


nayla keluar dengan wajah cemberut.


" bagaimanaa" ucap nayla sedikit bete


aldo memandangi nayla dari atas sampai bawah dengan sedikit terpukau. nayala memakai gaun bewarna merah gelap sepaha gaun itu tampak sangan cantik dan cocok untuk nayla.


" okee" ucap aldo sambil membuat tanda oke pada jarinya.


nayla tersenyum bahagia. kemudian setelah memilih gaun aldo membelikan tas dan juga sepatu kepada nayla. selesai belanja mereka kembali ke apartement.

__ADS_1


" huaaaa sangat melelahkan" ucap nayla sembari duduk di sofa


" beby nanti akan datang seseorang untuk meriasmu" ucap aldo." hah? maksudmu tukang make up" tanya nayla


"iya, aku mau kau tampil cantik malam ini" ucap aldo


" baiklah kalo begitu." balas nayla.


" oke kamu istirahat dulu, nanti jam 7 malam aku menjemputmu" ucap aldo. nayla mengangguk.


sebelum pergi aldo mencium kening nayla.


" jaga dirimu" ucap aldo


" oke, kamu hati-hati ya" balas nayla. aldo pun berlalu pergi dari hadapan nayla.


....


nayla sudah selesai make up kini dia duduk di sofa menunggu aldo. dia sedikit gugup


"haduhh nanti aku harus bagaimana ya, aku takut akan buat masalah" nayla berdiri dan mondar-mandir


" aldo juga lama sekali, aku kan deg deg an. atau jangan-jangan acaranya dibatalkan ohh tidak tidak nay tenanglah tenang" ucap nayla berbicara kepada dirinya sendiri.


ding dong


bel berbunyi.


" oh my goad itu pasti aldo, haduhh aku sangat takut oke oke nayla tenang tenang ehemm oke bismillah" nayla berjalan membuka pintu.


aldo memandang nayla dari atas sampai bawah dengan terpesona. bagaimana tidak penampilan nayla memang sangat cantik dengan rambut yang digerai dan juga dengan beberapa aksesoris menambah kecantikannya.


" aldo aldo aldo!" ucap nayla sedikit memukul pundak aldo


" haaa apa? oh maaf aku begitu terpesona dengan penampilanmu, kau sangat cantik" jelas aldo


" hmmm kamu bisa aja merayuku. sudah ayok nanti terlambat" ucap nayla


"ayok" aldo mengembangkan lengannya berbentuk melengkung bertanda agar nayla menaruh tanggannya di sela-sela lengan aldo.


nayla yang paham melakukannya dengan malu-malu dan tersenyum. mereka berjalan menuju mobil.


aldo membukakan pintu mobil nayla. nayla tersenyum dan masuk ke mobil. aldo berlari ke sisi mobil berikutnya dan juga masuk.


" siap" kata aldo.


"hmm sial" ucap nayla penuh keyakinan.


"let's gooo" ucap aldo dan melajukan mobilnya menuju rumahnya.


...


mereka sampai di depan rumah aldo. aldo melihat nayla yang gelisah. aldo memegang tangan nayla


" tenanglah semua akan baik-baik saja" ucap aldo menenagkan nayla. nayla mengangguk.


mereka keluar dan berjalan menuju pintu. aldo membuka pintu rumah, mereka berjalan beriringan memasuki rumah menuju ruangan makan.


disana sudah ada larasati sanjaya dan juga jennie. nayla dan aldo kaget melihat keberadaan jenni. aldo dan nayla saling tatap.


"aldo kalian sudah datang, duduklah" ucap sanjaya.


larasati menatap nayla dari atas sampai bawah begitupun jennie menatap nayla dengan tatapan sinis


*cihhh sok cantik sekali ja*ang ini. dia pikir dia bisa menyaingiku. batin jennie


cantik juga gadis ini pantas aldo tergila-gila padanya batin larasati*.


aldo dan nayla duduk. nayla duduk di samping aldo sedangkan jennie duduk disampibg larasati posisi mereka saat ini adalah saling berhadapan.


" ma kenapa mama dan papa tidak bilang kalo jennie juga ikut" tegas aldo


" maaf sayang mama lupa memberitahumu" ucap larasati berbohong


" hahahaha mama sangat pandai berbohong" balas aldo


"jaga sikapmu aldo" balas sanjaya.


"tapii pa" belum selesai aldo ngomong nayla memegang tangan aldo menyuruh aldo untuk tenang. mengetahui itu jennie tersenyum kesal


" oh ini kekasihmu aldo, siapa namamu" tanya larasati


" hmm sa-saya nayla tante" ucap nayla gugup


" apa pekerjaanmu" tanya larasati


" saya masih kuliah tante di universitas xx jurusan kebidanan" jelas nayla


"ohh jadi kamu bidan, orang tua mu kerja apa" tanya larasati


" ma stop it" ucap aldo menyuruh mamanya berhenti


" kenapa aldo, kamu takut mama dan papa mu tau kalo dia orang miskin" jelas jennie


" jaga bicaramu jennie" tegas aldo


" hahahaha aku heran aldo kenapa pilihanmu rendahan sekali" jennie semakin memancing kemarahan aldo.


" jenni aku bilang JAGA UCAPANMU!" Aldo mulai emosi dan meninggikan suaranya.


.


.


.


oke penasaran kan apa yang akan terjadi. kita lanjut besok ya guys..


jangan lupa like vote dan komen😊😊

__ADS_1


HAPPY REANDING😊💜


__ADS_2