
Dretttt…dretttt..drettt
“hmmmm hoammm” Nayla terbangun dari tidurnya karena telephone gengamnya bersuara,setelah kejadian tadi siang membuat dia lelah hingga terlelap
‘hallo” sapa nayla menjawab pangilan telponenya
“hallo nay, loe dimana loe pindah yak ok gue ke kosan loe kosong sih’ Tanya anjani
Nayla memang belum member tahu anjani jika dia pindah ke apartemennya aldo.
Astaga gue lupa kasih tau anjani, omg gue harus ngomong apa ya batin nayla
“ hallo nya hallo, elo masih disitukan nay, naylaaa!” karena kesal tidak dijawab anjani berteriak di seberang telephone membuat nayla kaget dan menjauhkan hpnya dari gendang telingganya.
“ ihhh bisa ngak sih ngak usah teriak, budek nih kuping guee anjriittt” jawab nayla kesal
“ya habisnya elo di panggil diam aja, jawab pertanyaan gue kambing” gerutu anjani
“iya iya bawel banget sih domba, gue gk lagi dikosan, gue ditempat kerja” jawab nayla bohong
“lah bukannya hari ini lo libur ya nay” Tanya anjani heran
“hmmm anu iyaa libur cuman gue udah pindah ke mess sini, biar hemat biaya” elak nayla
“ lah tumben, dulu aja disuruh nginap disitu kagak mau, elo gk bohongkan nay” ucap anjani curiga
"yae lah bohong apaan sih, gue gk bohong, emang udan berubah pikiran aja mau pindah kesini” jawab nayla masih berbohong, dia terpaksa berbohong karena belum siap menceritakan hal sebenarnya kepada anjani.
“hmm oke deh nanti malam keluar yokk” ajak anjani
“haduhh sorry an, gue lagi capek banget pengen istirahat kan baru pindahan, besok aja ya” tolak nayla, sebenarnya dia Cuman alas an karena dia tidak mau kebohongannya terbongkar
“hmm yaudah deh, kalo gitu elo istirahat aja, gue tutup ya telvonnya bye nay” ucap anjani menutup telfonnya
“bye” jawab nayla.
Sorry ya an, gue terpaksa bohong sama loe batin nayla sedikit sedih
Bagaimana tidak nayla tidak pernah berbohong sama anjani selama mereka bersahabat.
….
Di kediaman rojali
__ADS_1
Plakkk… plakkk
“ anak kurang ajar, berani sekali kau mempermalukan bapakmu ini ha” rojali marah dan menampar reysa.
“ pak ampun pak jangan pukul reysa hikss hikss” mohon reysa sambil menangis
“mas cukup, berani-beraninya kau memukuli anak ku” bentak rosmala yang marah tidak terima anak ya dipukul
“ ini semua salahmu ros, kau terlalu memanjakannya sehingga dia kelewat batas” bentak rojali kepada rosmala. Memang selama ini reysa terlalu dimanjakan oleh rosmala
“ dia anak ku, wajar jika aku memanjakannya” ucap rosmala tak kalah meninggi
“ berani-beraninya kau membentak ku ha plakkkk” rojali menampar rosmala
“ kau menamparku, dasar tua bangkaaaa bughhh” rosmala mendorong rojali hingga kepalanya terpentur ke dinding meja.
“ bapakkk” teriakk reyhan
“udah reyhan biarkan saja dia mati” ucap rosmala
“ibu memang tidak punya hati, ibu tahu reysa salah tapi ibu tetap membelanya, dank au reysa puas kamu ini semua gara-gara kamu” bentak reyhan kepada reysa
Plakkkk…
“pakk bangun pakk, bangun” reyhan mencoba membangunkan bapaknya yang sudah tidak sadarkan diri,dia tidak memperdulikan tamparan ibunya
“ibuu bapak buu” ucap reysa ketakutan melihat kondisi ayahnya yang mengeluarkan darah di kepalanya
“sudah biarkan saja ayok kita kekamar” ucap rosmala tidak peduli dengan rojali suaminya.
Memang rosmala berniat menghabisi rojali karena dia sudah tidak tahan hidup miskin.
“ ibuuu ibuu tolong bapak bu telvon ambulance ibuuu” panggil reyhan namun diabaikan rosmala.
Tuttt… tuttt..
“ halo ambulance, datang ke alamat xxx bapak ku jatuh dan tak sadarkan diri” reyhan menelpon ambulance
Tak berapa lama ambulance datang dan mereka membawa rojali kerumah sakit, hanya reyhan yang menemani ayahnya sedangkan rosmala memilih acuh
….
Ancaman jennie
__ADS_1
Brakkkk..
Aldo membanting pintu rumahnya sehingga sanjaya, larasati dan jennie terperanjak kaget. Aldo berjalan kearah mereka dengan keadaan sangat marah, pandangan matanya sangat tajam dan mematikan
“aldoo ada apa denganmu” Tanya larasati menahan lengan aldo, dia paham betul anaknya sedang sangat marah sekarang.
Aldo memandang mamanya dan menepis tangan mamanya, aldo berjalan kearah jennie, jennie merasa ketakutan namun dia berusaha menutupinya
“ kauuu, berani sekali kau menyakitinyaaa haa, siapa yang menyuruhmu menyentuh wanitaku ha” bentak aldo kepada jennie
“aldo kendalikan dirimu” ucap sanjaya
“apa papa tidak tahu apa yang dia lakukan, dia sudah berani mencelakai calon istriku pa, apakah aku harus diam ha” jawab aldo penuh amarah
“calon istri? Lantas aku apa aldo, aku calon istrimu bukan wanita m*r*h*n itu” ucap jennie
“ cukup jennie, dia bukan wanita murahan, dan kau, aku tidak pernah mencintaimu yang ingin kita menikah hanya orang tua ku bukan aku, kau paham itu!” bentak aldo
“aldooo cukup, hentikan omong kosong mu itu, dialah calon istrimu aldo” balas larasati
“kali ini aku tidak akan mendengarkan siapapun, aku tidak mencintai jennie jadi aku tidak akan menikah dengannya” ucap aldo
“baiklah aldo, kalau itu mau mu, om tante jennie permisi” jennie berjalan hendak pergi namun sebelum pergi jennie berhenti tepat di telingga aldo
“jika kau meninggalkanku, jangan salahkan aku jika wanitamu tidak ada lagi didunia ini, ini bukan ancaman tapi peringatan, pikirkan aldo aku bisa berbuat nekat” bisik jennie ke telingga aldo dan berlalu pergi.
Hal itu membuat aldo aldo sangat marah aldo mengenggam tangannya. Dan pergi menuju kamar meninggalkan orangtuanya
“bagaimana ini pa” ucap larasati
‘sudahlah ma, biarkan aldo menentukan pilihannya sendiri dia sudah besar” ucap sanjaya menenangkan larasati
“tidak pa, aku tidak sudi jika aldo menikah dengan wanita lain selain jennie’ jawab larasati tetap dengan pendiriannya..
“kita lihat saja nanti ma, yasudah ayok kita istirahat” ajak sanjaya dia tidak mau berdebat dengan istrinya lagi, karena akan sia-sia larasati tipikal wanita yang keras kepala.
…
‘argghhhh sialllll” ucap aldo meninju dinding kamarnya
Dia paham betul ucapan jennie tidak lah main-main.
jennie bisa melakukan apa saja
__ADS_1
Aku tidak akan membiarkan kau menyakiti wanitaku jennie baiklah akan aku ikuti permainanmu kita lihat siapa yang akan menang. Batin aldo