
“ada apa pa” Tanya aldo dan menghampiri papanya
“papa punya teman lama, papa dan mama ingin menjodohkan mu dengan anaknya, setelah papa melihat siapa anaknya ternyata anaknya adalah jennie, bukankah ini jodoh” ucap papanya
“terus” Tanya aldo curiga
“papa dan mama bersepakat mau menjodohkan kamu dengan dia” ucap demian santai
“ pa bukankah aldo udah pernah bilang kalo aldo tidak mau dijodohkan dengan jenni, dia bukan wanita baik seperti yang kalian pikirkan” jelas aldo dan berdiri dari duduknya.
“tapi aldo ini demi kelangsungan bisnis papa, jika kamu menikah dengannya bisnis kita akan bertambah sukses" tegas sanjaya
“papa mu benar aldo dia gadis yang cantik” timpa larasati
“ tapi pa ma, aldo tidak mau dijodohkan, ini bukan zaman siti nurbaya lagi. Aldo pengen nikah sama orang pilihan aldo” ucap aldo menolak
“jangan buat papa malu didepan teman papa aldo, cobalah untuk mengenalinya terlebih dahulu” balas sanjaya
“selama ini aldo selalu menuruti keinginan papa, tapi aldo mohon untuk hal ini biar aldo yang menentukannya pa ma, lagian aldo udah kenal dengan jennie aldo tau betul sifat licik dia” ucap aldo lirih
Larasati yang mendengar perkataan putranya merasa iba.
“oke begini saja bagaimana kalo kamu dan dia menjalani hubungan dengan dia dulu jika kamu menyukainya kamu boleh menikah dengannya jika tidak kamu boleh membatalkannya” ucap larasati
“ mama apa-apaan sih, gk bisa begitu dong” bantah sanjaya
“pa aldo sudah besar biar dia yang menentukannya, mama tidak mau kita juga salah memilih dan menyesal nantinya” ucap larasati meyakinkan demian
“ baiklah papa setuju dengan mama kamu” ucap sanjaya
“ok deal, tapi kalo dia memang gk pantas buat aldo jangan pernah menjodohkan aldo lagi” ucap aldo dan berlalu pergi.
sanjaya dan larasati hanya bisa menghela napasnya kasar. Memang aldo tipikal anak yang keras kepala.
…
Aldo masuk kekamar dan menghempaskan tubuhya kekasur, dia mengusap wajahnya kasar terlihat frustasi
“huaaaaa kenapa harus dijodoh-jodohkan sih, ini sungguh membuat aku pusing argghhh” teriak aldo sambil melempari bantalnya ke tembok kamarnya.
Aldo terdiam dan terlihat menyusun rencana.
Oke akan aku ikuti permainan papa, dan aku pastikan perempuan itu bukan perempuan yang pantas untukku, karena hanya nayla yang pantas untukku batin aldo.
Aldo bangun dan masuk kekamar mandi untuk membersihkan badannya, setelah selesai aldo merebahkan badannya dikasur dan terlelap tidur.
…
Keesokannya
Aldo bangun dari tidurnya dan membuka gorden dikamarnya. Dia menatap keluar dan mersakan hembusan angin pagi. Kemudian aldo berjalan kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, karena hari ini aldo akan pergi kekampus ada jam kuliah hari ini.
Selesai mandi aldo bersiap-siap dan langsung pergi tampa sarapan karena sebenarnya aldo malas harus mendengar ocehan papa dan mamanya yang pasti akan membahas perjodohan itu.
…
Dikosan nayla.
“huaaaaaa” nayla bangun dan merengangkan tubuhnya kemudian bangu, dia melihat arloji dan diakaget karena mendapati sudah jam 7 lewat..
“astagaaa gue ka nada kelas jam 9, oh shit” ucap nayla dan langsung lari kekamar mandi, nayla amndi dengan cepat. Selesai mandi nayla langsung siap-siap untuk pergi kekampus.
Nayla menelvon anjani berharap akan dijemput.
Tut tut tut…
“halo nay” jawab anjani
“anj loe dimana jemput gue dong gue kesiangan nih, takut telat” ucap nayla
“haduhh sorry nay, gue hari ini gk masuk karena mau antar nyokap ama bokap kebandara”
jawab anjani. Ya orang tua anjani akan ke amerika untuk mengurus beberapa bisnis disana.
“yahhh emang ortu loe mau kemana” Tanya nayla
“ke amerika nay, ada urusan bisnis, yadh gue tutup ya gue mau berangkat baye” ucap anjani sembari memutuskan sambungan telvonnya.
“huffff terpaksa deh naik angkot” ucap nayla pasrah.
Nayla pergi ke halte angkot untuk menunggu angkot, namun tiba-tiba sebuah mobil sport bewarna merah menghampirinya.
Kaca mobil itu terbuka dan muncullah kepala seorang pria, ya dia adalah aldo.
__ADS_1
Deg…
Jantung nayla berdetak sangat cepat melihat aldo..
Haduh ngpain sih dia kesini batin nayla
“ kamu ngapain disini” Tanya aldo
“nunggu kang urut lewat” jawab nayla asal
“emangnya siapa yang mau diurut” Tanya aldo
“ otak loe yang mw diurut, uudah tau ini halte angkot bearti gue nunggu angkot dong udinn” ucap nayla kesal
“yee judes amat sih orang nanya doang, lgian nama aku itu aldo bukan udin maimunah” ucap aldo tak mau kalah
“serah loe deh, loe ngapain disini” Tanya nayla
“ya aku mau kekampus terus tiba-tiba lihat kamu makanya aku mampir.” Jelas aldo
“oh” nayla hanya beroh ria
“yadah ayok bareng aku aja” tawar aldo
“ngak usah terimakasih, gue nunggu angkot aja” jawab nayla
“ udah ayok nanti kamu telat, apa perlu aku keluar dan mengendongmu” ucap aldo.
Mendengar perkataan aldo nayla kaget yang benar saja aldo mau mengendongnya. Tak ada pilihan nayla pun mengikuti keingginan aldo
“yah malah bengong” ucap aldo
“yyaya bawel banget sih” jawab nayla. Nayla berjalan menghampiri mobil aldo dan duduk dikursi belakang.
“siapa yang menyuruhmu duduk dibelakang, aku ini pacarmu bukan suppirmu” ucap aldo
Deg…
Jantung nayla berdegup kencang lagi, dia baru ingat kalo aldo sudah menjadi pacarnya.
“cepat kedepan” perintah aldo.
Huffff menyebalkan sekali batin nayla
Nayla turun dan pindah kedepan. Tak butuh waktu lama aldo dan nayla sampai kekampus. Disaat nayla mau turun aldo menarik tanggan nayla. Sontak hal itu membuat nayla kaget
Seketika nayla merasa sesak dengan ucapan aldo.
Keapa dadaku jadi sesak gini mendengar ucapannya itu apa aku sedih apa aku sudah mulai mencintainya tidak tidak tidakk nayla kontrolkan dirimu oke batin nayla
“ okee” jawab nayla datar dan langsung keluar dari mobil
Aldo yang mendengar jawaban singkat nayla terpaku bingung.
“kenapa dia langsung menyetujuinya dan tidak bertanya, apakah memang sifatnya begitu, sungguh susah ditebaak” ucap aldo sendiri
Aldo juga turun dari mobil dan menuju kekantin untuk sarapan, karena aldo belum sarapan dirumah.
Nayla juga pergi kekantin untuk sarapan karena masih ada setengah jam lagi untuk masuk kelas. Disaat dia makan tiba-tiba geng aldo lewat didepannya. Aldo tidak meliriknya sedikitpun bahkan bersikap seperti tidak mengenalnya.
Dasar cowok aneh dia bahkan tidak melihatku cihh batin nayla.
nayla memutar bola matanya malas dan lanjut makan.
Geng aldo duduk dimeja depan nayla. Aldo duduk menghadap kearah nayla hal itu sengaja dia lakukan. Dia memperhatikan nayla tampa sadar temannya bernama Chandra menyadari hal itu.
“ehemm ada yang lagi curi-curi pandang nih” ledek Chandra. Menyadari kalo dirinya yang diledek Chandra aldo mengalihkan pandangannya
“apaan sih loe siapa yang curi-curi pandang cobak” ucap aldo ngeles
“ emangnya siapa yang dilihat aldo chand” Tanya rio
“ituh cewek didepan kita” rio deni dan satrya meloihat kearah yang ditunjukan oleh Chandra
“widihh cantik juga tuh cewek” ucap satria
“jadi elo ngincar dia nih al” Tanya deni
“apaan sih kalian, dia itu bukan type gue” jawab aldo datar
“wusss sombong amat pak, yadah kalo dia bukan type loe bearti gue boleh dong deketin ducap Chandra
“ ngapain elo minta izin ke gue yadah terserah elo lah” ucap aldo. Padahal dihati nya menolak namun demi rencananya aldo berpura-pura.
__ADS_1
“oke gue samperin dia dulu” ucap Chandra. Chandra bangkit dan menghampiri nayla
“hay” ucap Chandra yang duduk dibangku depan nayla. Dan sekarang posisi mereka saling hadap
“hay” balas nayla datar
“gue boleh duduk disinikan” Tanya Chandra
“emangnya ada larangan yaa” jawab nayla
“hahahaha engak sih, btw kenalin nama gue Chandra” ucap Chandra dan menjulurkan tangganya
“gue nayla” balas nayla dan menyambut tanggan Chandra
“elo jurusan apa” Tanya Chandra “kedokteran” ucap nayla
“wawww guee arsitek” jawab Chandra padahal anyal tidak bertanya
“oh” ucap nayla datar.
Cuek banget, gue suka gayanya dan gue harus bisa dapetin hatinya batin Chandra
Aldo yang sedari tadi menyaksikan mereka berdua memasag muka padam. Nayla yang mengetahui hal itu tidak peduli.
Lagi asyik ngobrol dengan Chandra nayla tersadar kalo dia akan ada kelas jam 9 dia melihat jam dan kaget ternyata 5 menit lagi dia akan memulai kelasnya.
“oh **** gue sampe lupa, gue ada kelas, gue duluan ya kak karena ada kelas jam 9” ucap nayla dan langsung bergegas pergi.
Nayla memanggil Chandra kak karena memang usianya lebih tua setahun dari Chandra.
Chandra kembali ketemantemannya. Dan duduk disamping aldo
“gimna bro” Tanya deni
“wihh orangnya asyik ya walaupun sedikit cuek cuman hal itu buat gue penasaran sama dia gue harus dapetin dia” ucap Chandra sambil melirik ke aldo.
“wihhh gercep juga loe ya” ucap satria
“yaudah yok kita kekelas gue bentar lagi mau masuk” ucap aldo dan berdiri kemudian berlalu pergi meninggalkan teman-temannyua
“ woyy maen tingal-tingal aje lu” teriak rio namun tak digubris oleh aldo.
Mereka semua masuk kelas dan memulai pelajaran. Tak berapa lama pelajaran selesai mereka pun keluar dari kelas.
“gue pergi dulu ada urusan” ucap aldo ke teman temannya.
“mau kemana lu” Tanya Chandra
“kepo lu” jawab aldo dan berlalu pergi.
Aldo ingin menemyi nayla, setelah melihat nayla aldo menghampiri nayla dan berbisik ke telingga nayla.
“ aku tunggu di belakang kampus” ucap aldo dan berlalu pergi tampa mendengar jawaban nayla
Huff ngapain dia ajak gue ketemuan di belakang kampus, haduhh firasat gue gk enak nih tuhan tolong hambamu ini batin nayla.
Nayla pergi kebelakang kampus untuk menemui aldo. Sesampainya disana nayla tidak menemukan aldo
“aldooo aldoo loe dimana gue udah dating nih” ucap nayla memangil-mangil aldo.
Tiiba-tiba aldo menarik tanggan nayla dan menempelkan tubuh nayla ke dinding
“huaaaaa” nayla teriak kaget
“elo ngapain sih maen tariktarik gini gue kaget tau” ucap nayla kesal
Aldo mendekatkan tubuhnya ke nayla.
“ aku gk suka kalo kamu dekat-dekat dengan laki-laki lain” ucap aldo
“ lah memangnya kenapa, bukannya elo sendiri yang merahasiakan hubungan kita, bukan salah gue dong kalo ada cowok dekat-dekat sama gue” bantah nayla
“pokoknya aku gk suka kamu dekat dengan pria lain, akmu itu cuman milik aku paham” bentak aldo
Nayla kaget atas perlakuan aldo, air mata nayla mengalir. Menyadari akan nayla nangis aldo merasa bersalah
“ eh eh kamu jangan nangis, maafkan aku sudah bersikap kasar” ucap aldo sambil memeluk nayla
Nayla mendorong tubuh aldo
“gue paling benci diteriakin, elo kan yang mau ini semua, kenapa elo malah nyalahin gue sih, sebenarnya apa rencana loe ha, elo pikir elo siapa bisa seenaknya sama gue. Gue benci sama loe” ucap nayla dan berlari pergi
“nay nay dengerin gue nay” panggil aldo tapi tak dihiraukan nayla.
__ADS_1
“arrghhhhh siall” ucap aldo dan menghantamkan tangannya ke tembok
….