
nayla sudah selesai memindahkan barang-barangnya ke kos barunya. sekarang dia sedang rebahan di kasurnya.
aldo sudah kembali ke kantor karena ada urusan meeting.
"hmm ngapain ya, bosen banget" ucap nayla
"oh ya udah lama aku tidak menanyakan kabar bapak, lebih baik aku telvon reyhan" nayla mengambil hp dan menelpon reyhan
tettttt tetttt
tak berapa lama telpon tersambung.
" hallo assalamualaikum rey" sapa nayla
" ngpain kamu telpon reyhan" ucap rosmala, ternyata yang mengangkat adalah rosmala.
"dimana reyhan, aku mau bicara sama reyhan" ucap nayla ketus
" ada urusan apa kamu sama anak saya, oh kamu mau tau kabar bapakmu kan dasar anak gak tau diuntung, kalo kamu mau tau keadaan bapakmu datang ke sini bukan malah lewat telpon" ucap rosmala.
" apa ibu tidak sadar saat mengatakan itu? ibu sendiri yang melarang ku kerumah bukan?" ucap nayla
" karena kamu anak pembawa sial, makanya aku tidak ingin anak pembawa sial menginjak rumah ku" ucap rosmala.
" cukup buk! aku menelpon ingin mengetahui keadaan ayahku bukan berdebat dengan ibu sekarang berikan ponselnya ke reyhan" ucap nayla emosi
" siapa kamu ngatur-ngatur saya, saya tidak akan membiarkan kamu menghasut anak saya reyhan. lebih baik berhenti menghubunginya karena kamu bukan bagian dari keluarga ini lagi paham!" ucap rosmala dan dia langsung mematikan sambungan telponnya
" hallo hallo ibuk akhhh siall. sebenarnya kenapa wanita itu sangat membenciku sekarang bagaimana aku bisa tau keadaan bapak akhhh" ucap nayla frustasi
...
di rumah rojali
"lihat mas, anakmu yang satu itu tidak pernah datang menjengukmu bukan dia bahkan tidak peduli kepadamu" ucap rosmala penuh kelicikan
rojali yang tidak bisa apa-apa hanya diam, dia terlihat sedih dan juga marah
" lihatlah kondisimu seperti mayat hidup aku berharap kamu mati saja cihh" ucap rosmala tampa rasa bersalah.
rosmala meninggalkan rojali dan berjalan keluar.
"haduh si reyhan kenapa belum pulang juga sih dari kampusnya, reyna... reynaa" teriak rosmala
"iyaa bukkk, kenapa?" ucap reyna dari arah kamarnya
"kesini sebentarr" ucap rosmala
reyna datang menghampiri rosmala
"ada apa sib buk?" tanya reyna
"kamu kasih makan bapak kamu, ibu ada perlu keluar. oh ya jangan lupa setelah kami makan beri dia obat" jelas rosmala
"ihhh kenapa harus reyna sih buk, tunggu kaka aja" ucap reyna menolak
" kakak mu belum pulang na, jangan membantah turuti perkataan ibu jika tidak mau kamu dimarahin kakamu reyhan" jelas rosmala
"ihhh sangat menyusahkan" ucap reyna
" yaudah ibuk pergi dulu, kamu jangan kemana-mana paham!" ucap rosmala
"yaudah iya buk" ucap reyna pasrah
rosmala pergi meninggalkan reyna diruang tamu.
...
nayla sedang bersiap-siap dikamarnya, siang ini dia berencana untuk menemukan chandra untuk menjawab ungkapan perasaan chandra.
nayla memakai jeans navy dan juga atasan kemeja boyfriend bewarna cream dengan rambut di uraikan.
nayla sudah menunggu chandra di teras kosnya. tak berapa lama mobil chandra sampai dikos nayla, awalnya nayla tidak berharap dijemput akan tetapi chandra memaksa.
chandra turun dari mobil menghampiri nayla
" hai udah lama menunggu" tanyak chandra
"hai kak, belom kok kak" jawab nayla.
__ADS_1
"yaudah ayuk" ajak chandra. chandra membukakan pintu mobil untuk nayla.
"makasih kak" ucap nayla, nayla masuk ke mobil kemudian di susulin chandra.
chandra menjalankan mobilnya.
"kemana kita?" tanyak chandra
" bagaimana kalo ke caffe tripa twin aja kak, sekalian makan" ucap nayla.
" apapun untukmu" balas chandra. nayla tersenyum malu mendengar ucapan chandra.
tak berapa lama mereka sampai di caffe tersebut. nayla dan chandra duduk di kursi nomor 07
"kamu mau pesen apa?" tanya chandra
"aku makan steak sama minumnya jus apple aja kak" ucap nayla.
chandra memanggil pelayannya. pelayang datang menghampiri mereka
"mau pesen apa mas mbak?" tanya pelayan laki-laki itu.
"kami pesen steak 2 terus minumnya jus apple satu sama capuchino dinginnya satu ya mas" ucap chandra
" ada lagi mas" tanya pelayannya
"udah itu aja" ucap chandra.
"baiklah mohon menunggu ya mas mbak" ucap pelayan tersebut dan berlalu pergi.
nayla merasa gugup berhadapan dengan chandra dia binggung apakah dia siap untuk mengatakannya kepada chandra.
hufff kok aku deg deg an sih, aduh nay kamu pasti bisa tenang tenang. batin nayla
"kamu kenapa nay, kok tegang gitu" tanua chandra
"eh gk, gk apa-apa kok kak aku fine-fine aja" ucap nayla berbohong.
" jadi gimana?" tanya chandra sedikit gugup juga
" gimana apanya kak" tanya nayla pura-pura tidak mengerti
"hmm kita tunggu makanan datang dulu ya kak, biar enak gobrolnya" ucap nayla.
"baiklah" ucap chandra tersenyum.
tak berapa lama pelayan datang membawa pesanan mereka.
"makasih mas" ucap nayla kepada pelayannya, pelayannya terseyum dan berlalu pergi setelah meletakan makanan dan minumannya di meja.
" mari makan" ucap nayla.
chandra tersenyum gemas melihat tingkah gemoynya nayla. mereka mulai memasukan makanannya ke dalam mulut mereka.
awalnya hening hanya terdengar suara dentingan sendok makan. sampai akhirnya chandra bukak suara
" nay?" ucap chandra
" hmm iya kak?" jawab nayla
" aku menunggu jawabanmu nay" ucap chandra
nayla paham dan menghentikan kegiatan makannya sejenak.
" hmm oke kak naylah akan jawab, tapi nayla mohon kaka jangan potong pembicaraan nayla sampai selesai" ucap nayla
" baiklah" balas chandra
" dan aku harap kaka menerima semua keputusan yang nayla buat" ucap nayla
" iya nay, aku akan menerima apapun keputusan kamu" balas chandra
" oke, sebelumnya nayla minta maaf. kaka orang yang baik, perhatian sering bantu aku dan selalu ada disaat nayla butuh, tapi aku minta maaf kak aku gk bisa membalas perasaan kaka karena aku sudah mempunyai pacar aku harap kaka mengerti ya" ucap nayla menjelaskan kepada chandra.
chandra kecewa mendengar jawaban dari nayla. tapi dia harus bisa menerimanya karena itu sudah keputusan nayla.
" pacar? siapa pacar kamu kok kaka gk pernah lihat kamu sama dia" tanyak chandra
" ada kok kak, cuman aku belum sempat memperkenalkannya sama kaka. aku minta maaf ya kak" ucap nayla merasa bersalah
__ADS_1
" hmmm baiklah nay, kaka terima keputusan kamu" ucap chandra
" tapi kita masih tetap bisa berteman kan nay?" tanya chandra
" masih dong kak, kan gk ada yang larang untuk kita berteman" balas nayla
" ya mana tau setelah ini kamu tidak mau bertemu dengan ku lagi" balas chandra
" ihhh gk dong kak, kita tetap berteman kok" balas nayla.
chandra tersenyum dan membelai rambur nayla.
tampa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang memantau mereka berdua dari kejauhan.
cekrekk cekrek
orang tersebut mengambil fhoto saat chandra membelai rambut nayla.
" cihhh dasar ja*ang, dia tidak hanya dekat dengan aldo tapi dia juga dekat dengan temannya aldo. mampus loe gue akan kasih lihat fhoto ini kepada aldo dan keluarganya biar aldo jauhin loe ja*ang" ucap jennie.
ya sedari tadi jennie melihat mereka dari kejauhan. dan dia menunggu waktu yang tepat untuk mengabadikan kegiatan mereka untuk di perlihatkan kepada aldo.
" bersiaplah bit*h hubunganmu dengan aldo akan berakhir, aldo akan tau kebusukanmu" ucap jennie dengan senyum penuh kemenangan.
dia masuk ke mobilnya dan melajukan mobilnya menuju kantor aldo.
....
"kak ayok pulang aku sudah kenyang" ucap nayla setelah menghabiskan makanannya
" yaudah ayok, kamu tunggu disini sebentar ya aku mau bayar dulu" ucap chandra.
" oke kak" balas nayla. chandra beranjak untuk membayar makanan mereka.
setelah itu chandra dan nayla meninggalkan caffe tersebut dan menuju ke mobil.
" kak kita langsung pulang ya, aku mau buat tugas kuliah" ucap nayla.
" baiklah, aku juga ada urusan lain" jawab chandra.
mereka berdua masuk mobil. kemudian chandra melajukan mobilnya menuju kos nayla.
...
DI KANTOR ALDO
" sialann! dari mana kamu dapat fhoto ini hah!" ucap aldo yang penuh emosi
" aku mengambilnya sendiri, aku melihat dengan mata kepala ku bahwa mereka berdua sedang bermseraan di caffe itu" ucap jennie
aldo terdiam menahan amarahnya. jennie puas melihat kemarahan aldo.
" heuh bagaimana aldo, wanita yang kau puja-puja ternyata tidak sebaik yang kau kira bahkan dia bermain dengan sahabatmu sendiri cihh dasar ja*lang" ucap jennie
" jaga omonganmu jennie! kau tidak berhak menghinanya seperti itu" ucap aldo
" aku bicara fakta aldo, sudah ada buktinya" ucap jennie
" terus kamu pikir dengan fhoto yang kamu tunjukan itu aku akan menerima mu dan menjauhkan nayla begitu!" ucap aldo dengan sedikit mengejek
" lalu apa lagi aldo, kamu sudah melihat sendiri bukan. aku yang terbaik buatmu aldo buka matamu lebar-lebar" ucap jennie penuh percaya diri
" cihhh aku sangat muak mendengar kata-kata mu jennie, bahkan kau tidak sadar bahwa kau lebih buruk dari pada nayla. dengar jennie aku tidak mencintaimu jadi berhenti berharap kepadaku. kau paham!" ucap aldo penuh penekanan
" aku benar-benar tidak mengerti dengan isi pikiranmu aldo kau sudah dibutai oleh wanita ja*lang itu" ucap jennie berteriak
"DIAM! lebih baik kau pergi dari sini sebelum aku berbuat kasar terhadapmu. PERGI!" bentak aldo
" kau lihat saja aldo, kau akan menjadi milikku seutuhnya kau lihat saja" ucap jennie dengan penuh amarah kemudian dia pergi.
" akkhhhhhh"
pranggg
aldo berteriak dan melempar gelas yang dipegangnya.
" nayla! kau melakukan kesalahan yang sama lagi, kenapa kau tidak mendengarku nay kenapa akhhh" aldo sangat marah karena nayla tidak memberi tahunya bahwa dia bertemu chandra.
" tidakk tidakk, aku harus mendengar penjelasan dari nayla sekarang juga" aldo meraih jasnya dan kunci mobil kemudian berjalan keluar meninggalkan ruangannya.
__ADS_1
aldo masuk ke mobil dan menuju kos nayla.