
di kantin kampus
" nay loe serius mau lupain kak aldo" tanya anjani
"hmm iya an, gue udah pikirin semuanya, gue udah gak mau berurusan sama keluarga mereka lagian gue gk pantas buat aldo" ucap nayla
" loe yang sabar ya, kalo emang kalian jodoh mau sejauh apapun kalian pasti akan bersatu dan begitupun sebaliknya, serahin semuanya sama yang diatas" anjani memberi nasehat untuk nayla.
"iya an, makasih ya udah selalu support gue. gue binggung an kenapa hidup gue selalu ada masalah gue capek an" ucap nayla sambil menangis.
" nayyy, loe gk boleh ngomong gitu ini semua sudah takdir dari tuhan pasti tuhan punya rencana baik dibalik semua ini, loe harus sabar gue yakin loe pasti kuat" ucap anjani
" tapi an, masalah datang bertubi-tubi dalam hidup gue, mulai dari nyokap gue meninggal gue diusir dari rumah dan sekarang cinta gue gak di restuin. gue capek an gue lelah hiks hiks" nayla semakin sedih
"udah nay, gue gk bisa lihat loe gini gue akan selalu ada disamping loe udah ya jangan nangis lagi" anjani memeluk nayla dan mencoba menenangkannya.
dari kejauhan ada sepasang mata sedang memperhatikan mereka ya dia adalah chandra sahabat aldo yang jatuh hati sama nayla.
*gadis yang malang, mulai sekarang gue akan selalu ada untuk loe nay gue akan menjadi sumber bahagia dalam hidup loe. gue akan berusaha buat loe jatuh cinta sama gue. batin chandra
"cih* baru kali ini ada cewek yang buat gue bener-bener serius" chandra berbicara sama dirinya sendiri.
kemudian dia berjalan mendekat ke nayla dan anjani
"ehemm boleh gabung" tanya chandra. anjani dan nayla menoleh ke sumber suara
" eh kak chandra boleh kok kak gk ada larangan juga kan" ucap anjani
nayla segera menghapus air matanya dia gk mau terlihat lemah di mata orang lain.
"hai kak chandra duduk aja kak" ucap nayla.
chandra duduk di bangku depan nayla.
" kamu baik-baik aja nay" tanya chandra
"ehh iya aku baik-baik aja kok kak, emang aku kenapa" ucap nayla.
"syukurlah kalo begitu, kalo ada masalah jangan segan-segan ya cerita sama aku, aku akan selalu ada untuk kamu" ucap chandra
nayla dan anjani kaget mendengar ucapan chandra mereka sampai saling tatap
" eh iya makasih ya kak, tapi aku baik-baik aja kok kak" ucap nayla.
"yaudah aku ke kelas dulu ya, udah jam masuk ni bye" chandra pun pergi meninggalkan mereka berdua.
" eh nay kayaknya kak chandra sukak deh sama loe" ucap anjani yang sok tau
"ihhh jangan sok tau deh kak chandra tu emang baik ke semua orang" ucap nayla tak mau berpikir lebih
" tapi sifat dia ke loe beda loh, kelihatan banget dia kek sukak" anjani belum menyerah
"stttt udah ah jangan buat gue makin tambah pusing ya, masalah gue aja belom kelar. udaj stop" nayla mulai kesal dengan sahabatnya yang sok tau itu
"heheheh iya iya deh maap" ucap anjani
arigato nyannn ni chini-san
arigatooo..
suara ponsel nayla berdering. nampak panggilan tak dikenal nayla mencoba mengangkatnya.
"hallo" sapa nayla.
"hallo apa benar ini dengan nayla" ucap sosok lelaki.
__ADS_1
"iya betul, ini siapa ya" tanya nayla
"saya richard bodyguardnya pak aldo, sekarang pak aldo berada di rumah sakit" ternyata richard yang menghubungi aldo
"maaf saya sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan aldo kenapa tidak menghubungi keluarganya saja " ucap nayla
"tapi nona untuk saat ini hanya anda yang bisa saya hubungi, sebab tuan aldo sedari tadi selalu memanggil nama nona, saya harap ada kemurahan hati nona untuk datang ke sini" ucap richard.
nayla sedikit berpikir.
"hmm baiklah, akan saya pikirkan, kirim alamat rumah sakitnya" ucap nayla
"baik nona nanti saya kirim melalui chat, kalo begitu terimakasih" richard mematikan sambungan teleponnya.
"kenapa nay, siapa itu" tanya anjani
"anak buahnya aldo, aldo masuk RS dan dia menyuruhku menemui aldo" jelas nayla.
"terus loe akan pergi" tanya anjani
"hmm iya terpaksa gue harus pergi, karena aldo butuh gue saat ini" ucap nayla.
"mau gue temenin"
"gk usah an, gue sendiri aja kalo begitu gue pergi dulu ya" ucap nayla.
"yaudah hati-hati ya nay.." ucap anjani
"oke" nayla pun beranjak pergi dari hadapan anjani menunju rumah sakit.
nayla menaiki taksi untuk pergi ke rumah sakit. sesampainya dirumah sakit nayla langsung mencari ruangan aldo.
"suster ruangan atas nama tuan aldo syahreza sanjaya dimana ya" tanya nayla ke suster
"sebentar ya mbak saya lihat dulu.... ruangan nomor VIP nomor 04" ucap susternya
nayla melihat sosok laki-laki sedang duduk di kursi tunggu ruangan 04.
"ehem tuan richard?" tanya nayla
"iya nona, silahkan masuk" ucap richard mempersilahkan nayla masuk
"terimakasih" nayla memasuki ruangan itu. nayla melihat aldo masih belum sadarkan diri. nayla mendekat ke arah aldo.
nayla mengenggam tanggan aldo dan menangis
"apa yang terjadi kepadamu sampai engkau masuk rumah sakit" ucap nayla.
" aku disini aldo, tolong sadarlah aku mohon hiks hiks" nayla semakin menangis melihat kondisi aldo yang lemah
disaat nayla lagi nangis tiba-tiba tangan aldo bergerak.
"ahkkk hmm" aldo mengeluarkan suaranya
"aldo aldo kamu sudah sadar" ucap nayla
" naylaa, naylaa nayla" aldo meracau memanggil nama nayla
"aldo aku disini, aku disini bersamamu" ucap nayla.
aldo membuka matanya dan benar saja dia melihat sosok nayla berdiri di hadapannya.
"nayla ini beneran kamu" tanya aldo sambil mengenggam tangan nayla
"iya ini aku" ucap nayla tersenyum
__ADS_1
" aku akan panggil dokter" disaat nayla hendak pergi aldo mengenggam tangan nayla melarangnya untuk pergi.
" jangan pergi, tetap disini. nanti saja panggil dokternya" ucap aldo. nayla kembali duduk disamping aldo
"apa yang terjadi, kenapa sampai masuk rumah sakit" tanya nayla.
" nay jangan tinggalkan aku" bukannya menjawab pertanyaan nayla aldo malah menyuruh nayla untuk tidak meninggalkannya.
nayla terdiam dan menangis dia menatap mata aldo
"nay aku sangat mencintaimu, aku tidak bisa hidup tampamu nay, aku mohon stay with me" mohon aldo
"aldo kita tidak bisa bersama, orangtuamu tidak merestui hubungan kita" ucap nayla.
" aku tidak perduli nay, aku tidak butuh restu dari orang tuaku aku hanya butuh kamu" ucap aldo meyakinkan nayla.
" aldo, bagiku restu orang tua itu penting, aku tidak mau kita bersama tampa restu orang tua aku harap kamu mengerti" nayla kemudian berdiri dan hendak pergi
" nay please" aldo masih merayu
" maaf aku harus pergi, jaga dirimu baik-baik jangan lupa makan dan minum obat. permisi" nayla pun pergi meninggalkan ruangan itu
"nayla naylaa hiks hiks" aldo menangisi melihat nayla pergi
diluar richard masih setia menunggu.
"aldo sudah sadar sebaiknya kamu panggil dokter, dan tolong jaga dia baik-baik" ucap nayla kepada richard
"baik nona" ucap richard. nayla mengangguk dan berlalu pergi.
nayla keluar dari rumah sakit sambil menangis dia tidak perduli orang-orang melihatnya.
maafkan aku aldo maafkan aku, aku mencintaimu tapi aku bukanlah yang terbaik. semoga engkau bisa melupakanku batin nayla.
nayla berdiri di halte bis menunggu bis. nayla masih tetap menangis.
tiba-tiba sebuah mobil berhenti didepan nayla. nayla heran, disaat kaca mobil terbuka nayla mendapati sosok chandra.
" kak chandra" ucap nayla
"kamu ngapain disini sendirian" tanya chandra
"aku lagi nunggu bis kak" ucap nayla
"yaudah ayok naik, kaka akan antar kamu pulang" ucap chandra. nayla mengangguk dan masuk kedalam mobil...
chandra mengantar nayla pulang kekosnya, ya setelah kejadian malam itu nayla kembali ke kos lamanya, beruntung nayla masih memegang kunci kosnya.
"terimakasih kak sudah mengantarku pulang" ucap nayla
"iya sama-sama nay" ucap chandra
"kalo begitu aku masuk dulu" ucap nayla. disaat nayla hendak keluar chandra menarik tangan nayla
"nay" ucap chandra
" hmm iya kak ada apa" tanya nayla. lama mereka saling pandang
" jaga dirimu baik-baik" ucap chandra.
"eh iya kak makasih" setelah itu chandra melepaskan genggamannya dan nayla pun keluar dari mobil dan masuk ke kosnya.
chandra tersenyum.
gadi itu benar-benar membuatku gila batin chandra.
__ADS_1
chandra melajukan mobilnya meninggalkan kos nayla.