
hari berganti bulan begitupun bulan berganti tahun, dimana hari kelulusan Karin telah tiba. semua peristiwa yg dialaminya di lalui dengan hati yg penuh sabar dan kuat. saat ini di mansion sangat heboh dengan perdebatan Kevin dan Celin. dimana keduanya saling memperebutkan baju yg cocok buat Karin sang adek tercinta.
" Rin, kamu pake yg ini ya sangat cocok loh buat kulit kamu yg putih dan serasi dengan gaun ini" ucap Kevin pada Karin dengan menyodorkan satu gaun berwarna kuning yg memiliki lengan panjang.
" heh, ontel- ontel, loh mau membuat Karin malu gara-gara memakai gaun yg model emak- emak kayak gini hah!!! " ucap Celin pada Kevin.
" enak aja, gaun ini cocok loh untuk Karin, loh aja tuh punya mata minus ngak bisa bedakan mana yg gaun bagus dan jelek" .
" sekate- Kate loh ngomon, heh, loh tuh yg punya mata minus bukan gue" tak kalah sindiran dari Kevin.
" apa loh bilang..!!! " dengan berkacak pinggang pada Celin sedangkan Celin hanya menatap dengan tatapan mautnya pada Kevin.
" apa...!!!! loh pikir gue takut sama loh, sini loh kalau loh berani lawan gue" Celin langsung memasang posisi kuda- kuda melawan Kevin.
" ok, ayo, siapa takut" . saat keduanya mau bertarung tiba-tiba Karin langsung menghentikan pertarungan mereka berdua.
" stooppp.....!!! kak Celin dan kak Kevin, kenapa malah berantam sih bukannya bantuin Karin malah berantam" kesal dengan tingkah kedua kakaknya dimana keduanya setiap kali bertemu slalu ribut namun keduanya memiliki sikap menyayangi.
__ADS_1
" tuh, sih ontel- ontel yg duluan cari gara-gara sama gue Rin" aduh Celin pada Karin.
" enak aja loh main nuduh- nuduh gue bukannya loh yg cari gara-gara mulu sama gue dasar Maimunah " kekesalan di wajah Kevin dimana dia ngak suka di tuduh mencari masalah duluan.
" enak aja loh ontel- ontel, loh kali yg mulai duluan".
" dasar Maimunah ngak mau mengalah sama gue".
" heh, dimana - mana cowok yg harus mengalah sama cewek bukan sebaliknya dasar ontel- ontel".
" kalau kak Celin sama kak Kevin masih ribut silahkan Karin mau berangkat ke sekolah " berlalu meninggalkan Celin dan Kevin yg masih terus beradu mulut.
" loh yg salah Maimunah bukan gue" tak mau mengalah dan keras kepala.
" terserah" berlalu pergi dengan kekesalan di wajahnya.
" woyyy, Maimunah tungguin gue donk" mengejar Celin yg sudah masuk dalam mobil bersama Karin. sedangkan bik, inem dan pembantu yg lainnya hanya menggeleng- gelengkan kepalanya dengan tingkah laku anak majikan dan teman anak majikannya itu. sedangkan di gerbang mansion Kevin datang menghampiri mereka berdua dengan keadaan ngos-ngosan. dengan keadaan Kevin seperti itu membuat Celin tanpa dosa mengejeknya.
__ADS_1
" loh kenapa ontel ngos-ngosan kayak gitu loh habis di kejar setan ya" mengejek Kevin. namun Kevin hanya menatapnya dengan tatapan yg tajam pada Celin.
" woyy, santai men, ngak usah menatap gue kayak gitu keles".
" terserah" lalu masuk dalam mobil. sepanjang perjalanan Celin tak henti- hentinya menggoda Kevin hingga membuat Kevin tambah jengkel dan kesal pada Celin.
" yaampun ontel- ontel muka loh kenapa di tekuk kayak gitu habis di putusin ya bang sama pacarnya" senyum mengejek pada Kevin.
" diam loh Maimunah..!!! kesal di buatnya.
" yaelah bang, santai napa".
" udahlah kak jangan mengejek kak kevin terus kasihan kak Kevin dari tadi kak Celin goda".
" hahaha ,memang enak di suruh diam sama Karin" mengejek Celin.
" kak Kevin juga diam jangan mengejek kak Celin begitu".
__ADS_1
" hahaha, rasain loh ontel- ontel" mengejek kembali kearah Kevin.