Takdir Yang Mengubah Segalanya

Takdir Yang Mengubah Segalanya
7. Celin yg berubah...!!!


__ADS_3

Karin hanya diam tanpa menghiraukan perkataan Clara. setelah puas menghina bik, inem dan Karin, Clara pun pergi tanpa memperdulikan perasaan bik, inem dan Karin.


" non, Karin ya sabar ya, bibik yakin suatu saat non, Clara akan berubah dan menyayangi non, Karin" mengusap lembut kepala Karin dengan penuh sayang.


" ia bik, Karin gpp kok dan makasih ya bik, inem yg slalu ada buat aku" memeluk bik, inem dengan perasaan sedih.


" ia non, kalau gitu biarkan bibik membersihkan luka kamu nih non".


" ia bik".


bik, inem pun membersihkan luka Karin dengan air hangat dan kapas. setelah membersihkan lukanya, dia pun berpamitan pada bik, inem.


" oh ya, bik, aku ke kamar dulu ya soalnya besok Karin mau ke sekolah takutnya nanti telat bangun".


" ia non".


kepergian Karin ke kamarnya membuat bik, inem sangat ibah pada anak majikannya itu.


" bibik yakin non, suatu saat non, Karin pasti bahagia" ucap dalam hati yg terus memandangi Karin yg sudah menjauh dari hadapannya.


keesokan harinya di pagi yg cerah, burung berkicau riang menandakan pagi telah datang. seorang gadis yg sedang bergulat di dapur memasak. ya, gadis itu tak lain adalah Karin. semenjak peristiwa kemarin sore tak membuatnya patah semangat dalam menjalani kehidupannya yg pahit. Karin memilih bangun kepagian agar dia bisa memasak buat saudara- saudaranya. di balik kamar bik, inem yg mendengar suara dentuman di dapur langsung bergegas kesana. betapa kagetnya bik, inem melihat anak majikannya itu yg sibuk memasak.


" ya ampun!!!non, lagi ngapain di sini".


" eee, bik, inem, bikin kaget saja" mengelus dadanya.


" e, maaf non, bibik teh ngak bermaksud kagetin non, bibik cuma kaget melihat non, bangun kepagian biasanya kan non, bangun jam 6 pagi nah, ini kan baru jam 3 non" ucap panjang lebar kepada Karin.


" ia bik, aku cuma mau membiasakan bangun kepagian biar sempat masak bik".


" tapi non, kan ini tugas bibik non".

__ADS_1


" gpp kok bik, malahan aku senang bisa mandiri " senyum.


" bibik, senang melihat non, senyum lagi" ucap dalam hati.


" bibik kenapa kok lihatin aku terus memangnya muka aku ada sesuatu ya" memegang mukanya hingga membuat bik, inem tersenyum dengan kelakuan anak majikannya yg satu ini.


" di muka non, ngak ada apa -apa kok".


" syukur deh, oh ya, ampun aku lupa kalau hari kan aku mau bersiap- siap kesekolah karna hari ini kelulusan sekolah bik".


" yaudah non, biar bibik aja yg melanjutkan semua ini, non, sana siap- siap mandi dan pake baju".


" bibik yakin mau melanjutkan tugas aku".


" ia non".


" yaudah, aku kekamar dulu ya bik, maaf udah merepotkan bibik".


" aku kekamar dulu ya bik".


" ia non" . karin pun berlalu ke kamarnya. setelah beberapa menit karin telah selesai dengan rutinitasnya di kamar dan bersiap- siap turun sarapan dan berangkat kesekolah. Sedangkan di kamar lain Clara dan Celin sudah selesai berdandan dan langsung turun untuk sarapan pagi. sedangkan di meja makan karin menunggu kedatangan kedua saudaranya itu untuk makan bersama. setelah menunggu 5 menit, akhirnya orang yg di tunggu telah sampai di meja makan.


# at. meja makan. #


" pagi kak Clara dan Kak Celin" dengan tersenyum menyapa kedua saudaranya itu.namun sapaan Karin hanya dianggap angin lewat oleh Clara. sedangkan Celin hanya menganggukkan kepalanya tanda membalas sapaan Karin. di meja makan hanya keheningan hingga Karin memutuskan memulai percakapan kepada kedua kakaknya.


" kak, boleh ngak aku tanya sesuatu" menunduk ketakutan.


" siapa suruh loh makan disini hah!!! " tatapan Clara mengintimidasi Karin hingga membuat Karin gemetaran.


" ma.... af kak, a....ku ngak tahu kalau kakak melarang aku makan satu meja dengan kakak" sedih.

__ADS_1


"heh, ingat ya loh hanya seorang pembantu disini ngak usah sok berlagak jadi tuan putri".


" ia kak, maaf" Karin hanya menunduk dan sakit hati dengan perkataan kakaknya. namun sebisa mungkin ia kuat dan bersabar dengan skenario perjalanan kisah hidupnya.


" di rumah ini ada aturan ngak ada istilah seorang pembantu makan satu meja dengan majikan, kalau loh mau makan sana makan di dapur dengan bik, inem, loh paham ngak..!!! " kemarahan yg terpancar dari wajahnya. sedangkan Celin justru merasa ibah pada Karin. meskipun rasa ketidaksukaan pada Karin.namun di balik sikapnya yg cuek dan keras tapi masih memiliki sedikit hati yg baik pada Karin.


" Ra, udah loh ngak usah sekasar gitu bicara sama Karin, kasihan dia. biarkan saja dia makan di sini sama kita".


" ngak bisa Cel, orang seperti dia harus sadar diri siapa dia rumah ini biar ngak semena- mena pada kita".


" udahlah Ra, gue capek lihat loh sama dia berantam mulu".


" sejak kapan loh beralih berpihak sama pembunuh kayak dia".


" gue ngak beralih berpihak sama dia tapi gue pusing lihat loh ribut mulu sama dia".


" heh, pembunuh loh pelet apa sama Celin sampai dia beralih berpihak sama loh hah!!! " mengeprak meja dengan kasar hingga menimbulkan pertengkaran di kedua kakaknya itu.


" Ra, stoopp....!!!! ".


" loh udah berani berteriak di depan gue Cel, gue ngak menyangkah loh malah membela pembunuh itu yg sudah membuat mommy sama daddy meninggal" tatapan penuh kebencian pada Karin.


" kak, udah jangan bertengkar lagi".


" diam loh pembunuh!!! skarang loh puaskan udah merebut apa yg gue miliki. pertama, loh udah merebut kasih sayang mommy sama daddy, dan kedua, skarang loh menghasut otak Celin biar Celin dan gue berantam ia kan? ".


" ma... ma..afkan aku kak, aku ngak tahu kalau kakak sakit hati slama ini. aku ngak bermaksud merebut kasih sayang mommy sama daddy dari kakak dan bahkan aku juga ngak bermaksud membuat kakak sama kak Celin berantam, hiks.... hiks.. hiks... " dengan perasaan bersalah.


" ngak usah sok polos loh ferguso!!! ingat ya sampai kapanpun gue ngak akan luluh dengan sikap licik loh itu camkan itu..!!!! " berlaku meninggalkan meja makan. di meja makan hanya tinggal Celin dan Karin. dimana Karin masih terus menangis . Celin yg melihat Karin langsung menghampirinya dan menenangkan Karin.


" Rin, udah ya loh ngak usah menangis lagi. maafin Clara ya, dan semua perkataan Clara , loh jangan masukkan dalam hati" memeluk Karin dengan sayang.

__ADS_1


" maafkan aku ya kak, gara-gara aku kakak sama kak Clara berantam" menunduk sedih.


__ADS_2