
Arkan sejak memasuki Rumah pandangannya tak pernah luput dari Celin. Karin yg menyaksikan tatapan Arkan tertuju padanya sangat sedih dan terluka namun sebisa mungkin dia menetralkan perasaannya. acara Lamaran pun berlangsung. kedua pihak Anggota keluarga berkumpul di ruang tamu bersama orang-orang yg datang ke acara itu. ya, hari ini Karin hanya di dampingi oleh bu, Saras , sebagai wali orang tua buat Karin. begitupun dengan Arkan di wakilkan oleh tuan Williams dan nyonya Rena.setelah melewati serangkaian lamaran, semua tamu undangan telah pergi. sedangkan di ruang tamu hanya sisa keluarga tuan Williams dan keluarga bu, Saras.
" oh, ya, nak, kami permisi dulu ya, bulan depan kita ketemu lagi" ucap nyonya Rena mengusap kepala Karin.
" ia mi".
" kami pulang dulu ya bu, Saras dan semuanya" pamit tuan Williams .
" ia makasih buat semua acara lamaran ini".
" nak, Karin sisa 1 bulan lagi kami akan datang kesini lagi jadi kamu persiapkan dirimu menjadi menantu kami".
" ia, pi, dan makasih sudah mau menjadikan saya menantu kalian" tersenyum merekah.
" yaudah, kalau gitu kami permisi dulu, assalamu'alaikum " .
"Walaikumsalam, hati- hati tante, om" ucap Kevin setelah mengantarkan keluarga tuan Williams keluar dari rumah menuju ke mobil.
setelah satu bulan yg lalu, tibalah dimana pernikahan Arkan dan Karin di langsungkan. semua biaya persiapan dekorasi dan Mua di tanggung oleh Arkan sendiri. pernikahan Arkan dan Karin di langsungkan di sebuah hotel Williams grup milik keluarga tuan Williams. pernikahan mereka sangat megah dan mewah. para tamu undangan sangat ramai memenuhi gedung hotel itu. tamu undangan semua dari kolega bisnis tuan Williams, kerabat, tetangga dan rekan bisnis nyonya Rena. sedangkan di pihak Karin hanya di hadiri keluarga, kerabat, tetangga, dan teman sekolah lama Karin.
Arkan sangat tampan dengan balutan jas berwarna biru di padukan dengan celana biru juga. sedangkan Karin tampak cantik dengan balutan kebaya model Sabrina berwarna biru dan aksesoris yg melekat di tubuhnya. mereka adalah pasangan yg sangat serasi.
# at. gedung hotel#.
di gedung, Arkan dan Karin mulai duduk di hadapan pak penghulu. mereka berjabat tangan.
" Arkan Williams, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan saudari Karina isabella binti Roberts dengan mas kawin seperangkat 100 gr emas dan hotel di bayar tunai...!!!!! " ucap pak penghulu.
" saya trima nikah dan kawinnya Karina isabella binti Roberts dengan emas kawin 100 gr dan hotel di bayar tunai..!!! " ucap Arkan lantang dengan sekali tarikan nafas.
" bagaimana para saksi SAH....!!! " Jawab pak penghulu.
" SAH....!!!!! " ucap para saksi pada pak penghulu dengan serempak.
Arkan yg awalnya gugup akhirnya bisa bernafas lega setelah para saksi menyatakan sah. Arkan yg mukanya dingin terpaksa tersenyum pura-pura manis pada istrinya. begitupun dengan Karin lalu mencium tangan sang suami. setelah acara akad nikah selesai semua tamu undangan memberi selamat pada kedua pengantin baru itu.
" slamat ya Rin, akhirnya kamu ngak jomblo lagi" ucap Tania teman sekolah lama Karin dengan menggoda Karin.
" makasih Tania atas ucapannya dan semoga kamu cepat nyusul juga ya kayak aku, hehehe" menggoda Tania hingga membuat Tania tersipu malu.
__ADS_1
"yaudah Rin, aku balik dulu ya kesana" ucap Tania.
" ok".
setelah kepergian Tania, Luna datang memberi ucapan selamat buat Karin.
" heyy, Markonah, slamat ya bestiku, akhirnya kamu udah nikah ngak ada lagi donk jadi saingan aku nanti dan jangan lupa buatkan ponakan lucu- lucu buat aku ya" menggoda Karin hingga membuat Karin tersipu.
" hahaha, kamu bisa aja Lun" .
" ingat Markonah ponakan yg lucu byyyy..!!! " ucap Luna lalu turun dari atas pelaminan dengan muka yg sangat senang telah membuat Karin kesal. sedangkan Karin hanya cemberut dengan perkataan Luna.
" hyyy, adekku yg sangat cantik, slamat ya atas pernikahannya. smoga langgeng sampai kakek nenek. dan jangan lupa ya buatkan kakak ponakan yg tampan dan cantik seperti aku" memeluk Karin dan mencolek dagu Karin.
" hehehe, kakak Celin bisa aja" tersipu malu.
" hahaha, kamu lucu bangat dek kalau lagi salting".
Arkan yg sedari tadi melihat percakapan kedua wanita itu hanya terdiam. namun tatapannya tak pernah lepas dari Celin, wanita yg sudah menghiasi hatinya.
" Cel, andai kamu yg ada di posisi Karin, sungguh aku sangat bahagia bisa menikah dengan orang yg aku cintai tapi semuanya hancur karna harus menikah dengan wanita yg sudah menghalangiku untuk mendapatkanmu. tapi aku janji aku ngak akan pernah melepaskanmu lagi dari hidupku" gumam dalam hati dengan harapan yg penuh.
" ia Cel, aku janji akan menjaga dan membahagiakan Karin sepenuh jiwa dan raga ku" mengengam tangan Karin dengan pura-pura.
" makasih ya Arkan, kamu mau menjaga Karin untukku dan aku pegang janjimu ".
" ia Cel" penuh cinta pada Celin.
" oh, ya Arkan Karin, aku kesana dulu ya nyamperin teman- teman aku ".
" ia kak dan makasih untuk semuanya. aku sayang sama kak Celin" memeluk Celin dengan perasaan bahagia.
" ia dek, dan sukses ya buat malam pertamanya, hihihi" berlari menjauh dari kedua pengantin menuju teman- temannya berada.
" hahaha, kak Celin lucu" senyum bahagia.
" cihhh, sampai kapan pun aku ngak akan sudi menyentuhmu cewek penghalang karna aku cuma menginginkan Celin yg menjadi istri dan ibu dari anak-anak ku kelak" gumam dalam hati penuh kemarahan memandangi Karin.
" slamat ya nak, slamat menempuh hidup baru dan smoga pernikahan kalian berdua langgeng sampai maut memisahkan kalian dan ibu harap, nak, Arkan tolong ya jaga putri ibu yg cantik ini, bikin dia bahagia, tersenyum, serta kasih sayang dari kamu dan jangan skali- skali kamu menyakiti hatinya karna slama ini putri saya ini cukup sangat menderita. ibu berharap kamu perlakukan dia seperti istri bukan pembantu. kamu bisa berjanji kan sama ibu untuk buat putri saya bahagia, ketawa, ceria dan tersenyum" ucap Bu, Saras panjang lebar pada Arkan penuh harapan.
__ADS_1
" ia, bu, saya janji akan menjaga dia dan membahagiakan dia".
" ibu pegang janji kamu nak".
" ibu.. !!! " ucap Karin memeluk bu, Saras dengan menangis.
" sudah nak, jangan menangis, masa di hari bahagia kamu ini kamu malah menangis " menggoda Karin.
" hehehe, makasih banyak bu".
" ia nak, kalau gitu ibu turun dulu ya mau menyapa para tamu".
" ia bu".bu, Saras pun turun. setelah bu, Saras turun kevin datang menyampaikan ucapan slamat buat adik tercintanya.
" slamat ya adek kakak yg palingggg..., kakak sayangi. slamat ya dek, smoga hidup bahagia dan berikan kakak keponakan yg lucu- lucu ya, hehehe" mengusap kepala Karin.
" ihhh, rambut aku berantakan nih kak" cemberut.
" hahaha, oh, ya dan buat loh jangan pernah loh sakiti adek gue kalau sampai loh sakiti loh orang pertama yg akan gue habisi" mengancam Arkan hingga membuat nyali Arkan terciut.
" ishhh, kak Kevin gitu sih bicaranya" cemberut.
" kakak cuma ngak mau aja dia menyakiti kamu dek, kakak cuma memperingati dia kalau sampai melukai hati kamu ".
" kak Arkan ngak akan menyakiti aku kok kak jadi kak Kevin tenang saja".
" huftt, baiklah kakak pasrah deh, tapi kalau sampai kakak dengar dia bikin kamu nanggis habis dia di tangan kakak" menunjuk ke Arkan dengan wajah yg sedikit mengancam.
" loh tenang saja aku ngak kan menyakiti Karin jadi loh jangan khawatir ".
" ok, gue pegang kata-kata loh, awas kalau loh ingkar janji gue ngak segan- segan membawa adik gue kembali bersama gue".
" kakak Kevin jangan gitu".
" ya sudah kakak balik dulu ya mau temani ibu menyapa para tamu".
" ia kak". Kevin pergi menghampiri sang ibu yg sibuk menyapa para tamu.
semua para tamu bergantian memberi slamat pada mereka.
__ADS_1