Takdir Yang Mengubah Segalanya

Takdir Yang Mengubah Segalanya
20. kedatangan Celin kerumah Karin...!!!.


__ADS_3

satu bulan berlalu dimana Karin menjalani kehidupannya yg penuh penderitaan dan luka. setiap hari hanya luka dan air mata yg menemaninya. ya, selama satu bulan Arkan terus menerus menorehkan luka di hati sang istri. Arkan yg slalu bersikap kasar, pemarah, dan emosi membuat Karin terus bersabar menghadapinya. kekuatan cinta yg membuatnya terus bertahan dalam pernikahannya. meskipun cintanya tak pernah di balas dari sang suami tapi tak membuatnya menyerah untuk mendapatkan cinta dari sang suami. seperti pagi ini dimana Karin hanya makan sendirian di meja makan tanpa adanya Arkan di sampingnya. seperti itulah hari- hari di jalani Karin tanpa sang suami. setelah sarapan Karin pun memutuskan jalan-jalan di sekitar halaman belakang dimana di halaman itu di tumbuhi bermacam-macam bunga yg menambah keindahan halaman itu.


" huftt, udaranya sangat sejuk bangat dan segar" ucapnya dengan memejamkan matanya menghirup udara yg segar.


" seandainya mas Arkan mencintaiku pasti aku sangat beruntung bisa menikah dengannya tapi apa daya mas Arkan hanya mencintai kak Celin " ucapnya dengan perasaan sedih dan menunduk dimana kisah cintanya tak terbalas dari sang suami.


" kasihan sekali kamu nyonya di saat masih seperti ini nyonya masih saja mengharapkan cinta dari tuan yg slalu menyakiti hati nyonya. bahkan nyonya masih saja bertahan dan kuat menghadapi sikap tuan yg arogan pada nyonya" ucap bik Narsih dalam hati yg sedih melihat nyonya majikannya. ya, bik Narsih dari tadi terus memandangi Karin di halaman bahkan mendengar semua perkataan Karin. setelah puas memandangi nyonya majikannya, ia pun langsung menuju ke dapur meninggalkan Karin seorang diri di halaman rumah. suara langkah kaki dari atas tangga membuat bik Narsih langsung mengarahkan pandangannya kearah tangga di mana tuan majikannya turun menuju ke dapur.


" pagi tuan" sapa bik Narsih dengan menunduk.


" hmmm" hanya deheman dari Arkan.


" maaf tuan ada gerangan apa tuan datang ke dapur? " ucapnya sopan.


" buatkan saya kopi panas seperti biasa dan bawah keruang tamu dan satu lagi dimana wanita ****** itu kenapa dari tadi saya tidak melihatnya" ucapannya sangat datar.


" ini, anu tuan nyonya lagi di halaman belakang" kegugupan di wajah bik Narsih.


" oh, baguslah biar saya tidak melihat wajah busuknya itu" ucapnya tanpa dosa sama skali lalu menuju ke ruang tamu meninggalkan bik Narsih yg hanya sedih mendengar perkataan menyakitkan dari tuannya.


" andai saja tuan tahu wanita yg tuan sebut ****** adalah wanita yg berhati malaikat dan suatu saat nanti tuan akan menyesal telah membuang berlian demi sebuah batu kerikil" gumam dalam hati. setelah bergulat dengan pemikirannya bik Narsih pun langsung membuatkan kopi yg Arkan minta tadi lalu mengantarkannya keruang tamu.


" ini tuan kopinya" menaruh kopi diatas meja.

__ADS_1


" hmmm" ucapnya yg terus sibuk mengerjakan berkas di laptopnya.


" kalo gitu saya permisi tuan" pamit undur diri dari hadapan tuannya.


" hmmm".


setelah kepergian bik Narsih ke dapur, suara ketokan dari pintu utama membuat Arkan menoleh kearah pintu dimana seseorang mengetok pintu dengan beberapa kali ketokan. Arkan yg awalnya tak memperdulikan suara itu akhirnya diapun dengan terpaksa menuju ke pintu dengan hati yg dongkol.


" huftt, siapa sih yg berani - beraninya menganggu aktivitas ku " dengan perasaan marah namun tetap membuka pintu. betapa kagetnya Arkan saat membuka pintu ternyata yg mengetok pintu adalah Celin wanita yg sangat dia cintai.


" A... a... arkan" kegugupan Celin pada Arkan.


" hy, Celin apa kabar" ucapnya yg terus menatap wanita pujaannya dengan senyuman yg sangat manis di bibirnya.


" eee, ia maaf silahkan masuk" . Celin pun masuk dan mencari sosok adik kesayangannya. Arkan hanya tersenyum menatap sang pujaan hati tanpa memalingkan sedikit pandangannya dari Celin.


" Arkan, Karin mana ? " ucap Celin yg terus mencari keberadaan sang adik.


" oh, itu dia lagi di halaman belakang".


" halaman belakang? " keterkejutan Celin.


" kalo gitu kamu duduk dulu Cel, trus kamu mau minum apa biar aku ambilkan" tawar Arkan yg sengaja mengambil kesempatan untuk mendekati sang pujaan hatinya. sedangkan di balik pintu arah dapur, Karin yg menyaksikan betapa lembutnya Arkan pada sang kakak berbanding balik dengannya yg hanya kata kasar yg di berikan Arkan padanya.

__ADS_1


" seandainya mas Arkan bicara lembut seperti itu sama aku mungkin aku sangat bahagia tapi mas Arkan hanya memberiku kata kasar sedangkan sama kak Celin dia sangat lembut. apa aku harus menyerah atau bertahan dan mengikhlaskan mas Arkan sama kak Celin " ucapnya dalam hati yg betapa hancurnya melihat orang yg di cintai memilih mencintai sang kakak. setelah bergumam sendiri dia pun memutuskan menemui sang kakak dan suaminya di ruang tamu.


" kak Celin...!!!! teriakan Karin memeluk Celin dengan perasaan senang.


" Karin, kakak kangen bangat sama kamu dek" membalas pelukan sang adik dengan sangat erat.


" ihh, kakak, Karin ngak bisa bernafas nih" .


" hehehe, maaf dek, saking senangnya kakak hingga memelukmu dengan sangat erat" ucap Celin cenggesan dan melepaskan pelukannya dari sang adik.


" eee, gpp kok kak".


" dek, kabar kamu gimana apa kamu bahagia dengan pernikahan ini".


pertanyaan Celin membuat Karin binggung harus menjawabnya hingga dia terpaksa berpura-pura bahagia dalam pernikahannya agar sang kakak tidak khawatir padanya.


" ia kak, Karin sangaaaat bahagia dan mas Arkan begitu menyayangi Karin bahkan mas Arkan sangat mencintaiku " . ucapan Karin membuat Arkan sangat terkejut terlebih sang istri tidak mengadukan setiap perbuatannya pada Karin.


" wah, bagus donk kakak senang mendengarnya. semoga pernikahan kamu sama Arkan langgeng ya sampai maut memisahkan kalian dan jangan lupa kasih kakak secepatnya keponakan yg lucu- lucu ya, hehehe" sahut Celin menggoda sang adik. Arkan dan Karin sangat terkejut dengan perkataan Celin yg menginginkan keponakan dari mereka berdua.


" gimana mau punya anak kalo mas Arkan saja tidak mau menyentuhku bahkan tidur pun harus terpisah" gumam dalam hati yg sedih membayangkan betapa malang takdir yg menimpanya.


" huft, mana mau aku menyentuh ****** seperti dia apa lagi mendapat anak dari wanita yg sudah membuat ku tidak bisa mendapatkan mu Cel, karna aku cuma mau anak dari kamu Cel, bukan dari wanita ****** ini!!! " ucapnya dalam hati yg menatap Karin dengan penuh kebencian.

__ADS_1


__ADS_2