
" terserah loh Maimunah " jengkel dengan sikap Celin yg tak pernah berhenti mengejeknya. sedangkan Karin hanya menggeleng - gelengkan kepalanya melihat tingkah laku kedua kakaknya. selama perjalanan yg memakan waktu 30 menit akhirnya mereka sampai di sekolah Karin.
" ayo,Rin, kita turun" membuka pintu mobil.
" ia kak, ayo" ikut turun dari dalam mobil dan diikuti Kevin yg ikut turun juga dari dalam mobil. sepanjang koridor sekolah mereka menjadi pusat perhatian semua siswa. dimana ketiganya memiliki paras yg sempurna hingga tatapan seluruh siswa slalu tertuju pada mereka bertiga.
" kak, kenapa ya kok mereka lihatin kita terus apa penampilan Karin buruk ya kak" tanya Karin pada Celin dan Kevin.
" penampilan kamu bagus kok Rin" memandang penampilan Karin dari atas sampai bawah.
" terus kenapa mereka melihat kita kearah kita terus kak" bingung.
" kamu ngak tahu aja sih Rin, kalau mereka tuh lihat kakak karna kakak tampan " kepedean tingkat akut. sedangkan Celin yg mendengar perkataan Kevin hanya memutar matanya dengan malas dengan tingkah kakak angkatnya itu.
" heh, ontel- ontel, loh ngak usah kepedean deh jadi orang " jengkel.
" siapa juga yg kepedean Maimunah, loh aja kali yg irih secara kan gue tampan hingga banyak yg terpesona sama gue, ya kan Rin" bertanya pada Karin.
" kak Kevin mah, kepedean bangat sih ngomongnya lagian kak Kevin biasa- biasa aja kok" jawab Karin pada Kevin. perkataan Karin membuat Celin tertawa terbahak-bahak dimana teman laknatnya cuma dianggap biasa aja oleh adiknya sendiri.
" hahaha, memang enak di ejek, makanya kalau jadi orang tuh jangan kepedean tingkah dewa kalau jatuh kan sakit" ejekan Celin membuat Kevin menatap tajam kearah Celin.
" sudah- sudah yuk, kita masuk kedalam sebelum di dalam penuh " jawab Karin pada kedua kakaknya.
" ok, kuylah" mereka bertiga pun masuk kedalam aula tempat dimana semua siswa , guru dan para orang tua murid untuk menyaksikan hari kelulusan anak- anak mereka.
" Rin, kita duduk paling depan yuk".
" ia kak, ayo" menuju ke kursi paling depan. setelah semua siswa, guru dan para orang murid telah berkumpul, acara perpisahan kelulusan akan di mulai. pak Zain, selaku kepala sekolah membuka acara perpisahan kelulusan kelas Tiga.
__ADS_1
" assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh, salam sejahtera bagi kita semua, saya selaku kepala sekolah SMA MERDEKA dengan ini saya membuka peresmian acara perpisahan kelulusan kelas tiga di mulai" jawab pak Zain dengan mengetok mic tanda pembukaan perpisahan kelulusan di mulai. semua siswa, guru dan para orang tua murid bertepuk tangan. setelah melewati berbagai acara perpisahan, tibalah dimana sebuah pengumuman pemberitahuan nilai dan prestasi siswa kelas 3.
" baiklah, sekarang tiba saatnya saya akan mengumumkan siapa saja yg meraih nilai tertinggi di tahun ini". Bu, Sila pun memberitahukan peringkat dan nilai tertinggi siswa-siswi kelas 3.
" ok, saya akan bacakan siapa saja yg akan masuk 10 besar di tahun ini". semua siswa sangat heboh dan penasaran siapa saja yg akan masuk 10 besar di sekolahnya.
" gue yakin pasti gue yg masuk 10 besar" tingkat kepedean di wajah Arumi.
" hahaha, jangan mimpi loh Rum, nilai loh aja pas- pasan mana mungkin loh masuk 10 besar" mengejek Arumi.
" ia loh benar Lia lagian loh sadar diri Rum, kan slama ini loh hanya dapat peringkat 30 dari seluruh siswa".
" yeh, kalian mah slalu mengejek gue mulu bukannya senang lihat temanya bahagia malah kalian tertawain" kesal Arumi pada kedua sahabatnya yg slalu mengejeknya.
" ya memang gitu kok faktanya " jawab Zia yg tak hentinya mengejek Arumi.
" terserah kalian aja tapi lihat aja nanti kalau sampai nama gue di sebut diatas panggung, kalian jangan nyesal ya " menyombongkan dirinya.
" lah, kok gue sih loh bawah- bawah ogeb, kalau loh mau traktir Arumi loh aja jangan bawah- bawah gue" jengkel dengan sikap Zia yg selalu membawa namanya dalam urusan traktir.
" yaelah, loh pelit bangat sih Lia, loh kan orang kaya skali- skalilah loh traktir kita".
" tahu tuh, dasar pelit" jawab Zia.
" eee, gue bukannya pelit tapi kalian tahu sendiri yang jajan gue slama ini di potong sama nyokap dan bokap gue".
" yayaya, terserah" ucap Zia dengan perasaan dongkol.
"ia deh, gue pasrah aja nanti gue juga ikutan traktir" dengan wajah lesuh.
__ADS_1
" loh serius kan? ".
" hmmm, ia" pasrah.
" nah, gitu donk dari tadi kek" dengan muka berbinar diwajah keduanya sedangkan Lia jangan di tanya lagi setelah mendengar kata traktiran membuatnya lemas tak bersemangat. sedangkan di atas panggung Bu, Sila pun membacakan nilai dan prestasi siswa-siswi.
" ok, yg masuk peringkat 10 adalah Reza dan kepada saudara Reza silahkan naik keatas panggung " . sorak- sorai menggema di Aula, dimana semua siswa, guru dan para orang tua siswa bertepuk tangan dengan prestasi yg di raih oleh Reza. Bu, Sila terus membacakan setiap peringkat siswa dan kini tibalah dimana peringkat satu sangat di tunggu- tunggu oleh semua orang dalam Aula.
" ok, hari ini saya akan bacakan peringkat satu dan kalian pasti penasaran kan siapa yg akan mendapat peringkat satu tahun ini" jawab Bu, Sila yg terus bikin semua orang deg- degan di buatnya.
" peringkat satu di raih oleh...... KARIN ISABELLA.... !!! " . karin yg mendengar namanya di sebutkan sangat terkejut.sedangkan Celin dan kevin juga terkejut.
" ya ampun Rin, kamu sangat hebat, slamat ya kak Kevin bangga sama kamu" mengusap kepala Karin.
" slamat ya dek, kakak bangga punya adek seperti kamu" memeluk Karin dengan sangat bahagia.
" makasih banyak ya kak Celin dan kak Kevin atas ucapannya " tersenyum merekah di bibirnya.
" ok, saudari Karin silahkan naik keatas panggung". Karin yg di panggil namanya pun langsung naik keatas panggung. semua bersorak bertepuk tangan dengan keberhasilan Karin. Arumi dan csnya sangat kecewa dan kesal dimana dia mengharapkan berada di posisi Karin.
" ckkk, sialan, kenapa harus cewek kutu buku itu sih yg dapat peringkat satu harusnya gue yg di posisi cupu itu"jawab Arumi kesal dan memandangi kearah Karin dengan tatapan kebencian.
" sabar say, ya wajar kan kalau cewek cupu itu yg juara satu kan slama ini nilainya slalu tinggi " ucap Lia pada Arumi.
" ia gue sependapat dengan loh Lia, kan Karin slama ini slalu bikin sekolah kita juara terus" ucap Zia.
" yg sahabat kalian disini gue atau cupu itu, dari tadi kalian berdua slalu memujinya " kesal.
" yeh, maaf Rum, itu aja loh cemburu ".
__ADS_1
" terserah " berlalu pergi.