
" skali lagi ibu minta maaf ya nak" mengusap kepala Karin dengan kasih sayang.
" khmmmm..!!! " deheman tuan Williams membuyarkan pembicaraan Bu, Saras dan kedua anak sahabatnya itu.obrolan yg tadinya tertunda akhirnya di lanjutkan kembali. keheningan di ruang tamu membuat Celin bete. dia pun memulai obrolan. meskipun Celin adalah anak yg sedikit Bar-bar, namun memiliki sikap pemberani. karna dalam kamus seorang Celin ngak ada namanya malu. hingga dia memutuskan memulai pembicaraan.
" khmmm, maaf, bisakah mami sama papi dan juga ibu menjelaskannya? " jawab Celin kepada seluruh orang yg ada di ruang tamu.
" eee, ia nak, maaf ya mami sama papi lupa menjelaskannya" menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
" ok, skarang papi akan menjelaskan tentang perihal perjodohan ini" ucap tuan Williams dengan tegas. tuan Williams pun menceritakan tentang perjodohan yg di lakukan antar dua keluarga. dimana dulu saat Celin dan Clara masih kecil, mereka melakukan perjodohan .menurut sebagian orang perjodohan yg masih dini adalah hal yg tabuh di lakukan sebagian masyarakat desa dan kota.
# fall backs#.
di sebuah taman berkumpul dua keluarga. ya, keluarga tuan Roberts dan tuan Williams. mereka menjalin persahabatan semenjak dari bangku kuliah. ya, nyonya Isabella dan nyonya Rena adalah sahabat masa kecil.
# at. taman#.
" hy, jeng, apa kabar" memeluk isabella sahabat kecilnya.
" kabar aku baik, dan kamu gimana" ucap isabella pada Rena dengan perasaan bahagia di wajahnya.
" alhamdulillah, kabar aku baik jeng, lama ya ngak pernah ketemu dan kamu tambah cantik aja".
" hehehe, kamu juga cantik loh".
"hahaha, eee, kamu lagi hamil ya jeng, trus kehamilanmu udah berapa bulan? " ucap Rena yg melihat perut buncit isabella.
" ia, jeng, skarang udah memasuki 7 bulan".
" ya ampun jeng, sisa dua bulan lagi loh kamu lahiran" mengelus perut buncit isabella.
" ia jeng, aku ngak sabar menunggu kelahiran ketiga putri kami".
" wah, jeng, jadi jenis kelamin anak kamu perempuan lagi, aku ngak menyangkah loh kamu mengandung anak perempuan lagi".
" ia jeng, aku kira laki-laki tapi malah perempuan lagi".
__ADS_1
" kamu syukuri aja jeng, aku saja mau pengen punya anak perempuan tapi ngak bisa malah aku di karunia anak laki-laki lagi".
" hehehe, ia jeng, trus anak kamu yg Arkan itu kemana ".
" oh, dia lagi sama papinya, tuh lihat kesana dia sibuk main sama papinya" menunjuk kearah pepohonan dimana seorang anak dan ayah asik bermain bola.
" oh, ya, anak kamu yg kembar kemana kok aku ngak lihat dari tadi" Celengguk mencari keberadaan dua kembar. sedangkan dari arah taman bunga Celin dan Clara berlari kearah ibunya.
" mommy..!!!! " ucap mereka barengan.
" eee, princes mommy, kenapa sayang, apa kalian sudah puas ya mainnya " memeluk kedua putri kembarnya.
" hehehe, ia mom, seru bangat mainnya " muka yg berbinar terpancar dari wajah Celin kecil.
" issshh, kak Celin nyebelin mom, masa tadi Clara terus di suruh cari kak Celin kan Clara juga pengen sembunyi dan di cari" mengaduh pada sang mommy dengan muka kesal.
" hahaha" jawab Rena dengan perasaan bahagia melihat kedua putri sahabatnya yg lucu baginya.
" eee, mami Rena, Celin kangen" beranjak memeluk Rena dengan perasaan senang.
" uhh, mami juga kangen sama kalian berdua, ternyata anak mami sudah besar ya dan cantik lagi" mencium kedua pipi Celin dan Clara secara bergantian. sedangkan dari kejauhan Arkan kecil yg melihat kedua anak gadis kecil memeluk sang mami dia pun langsung berlari menghampiri sang mami tercinta.
" mami...!!!!! " ucap Arkan kecil dengan berlarian kearah sang mami.
" eee, anak mami yg tampan, sini sayang" menarik Arkan kecil mendekat kearahnya.
" ya ampun jeng, Anak kamu ganteng bangat".
" hahaha, siapa dulu donk papinya" kepedean tingkat dewa.
" hahaha, ia bro, aku akui kalau bibit kamu memang unggul".
" ia donk".
" sudah - sudah, lebih baik kita menjodohkan kedua anak kita gimana" jawab Rena dengan antusias.
__ADS_1
" boleh, aku setuju, gimana dengan kalian berdua, kalian setuju kan? ".
" ia kami setuju".
Arkan kecil , Celin dan Clara tidak paham dengan pembicaraan keempat orang tuanya. sedangkan kedua keluarga itu sibuk dengan perjodohan dini yg mereka lakukan. saat itulah perjodohan dini terjadi diantar kedua keluarga itu.
# backs#.
setelah menceritakan semua kejadian 25 tahun yg lalu, membuat Celin dan Karin kaget. bagi Celin perjodohan masa kecil adalah perjodohan yg konyol. namun wasiat kedua orang tuanya harus dia laksanakan.
" baiklah, karna kalian sudah dewasa papi dan mami akan memberitahukan kalian dengan sebuah surat wasiat dari kedua orang tua kalian" ucap tuan Williams dan mengambil sebuah surat wasiat yg di titipkan kedua orang tua Celin dan karin lalu membacakan surat wasiat itu pada semua orang yg berkumpul bersama.
" dalam surat wasiat ini di sampaikan bahwa kelak kalau anak- anak sudah dewasa, perjodohan antar kedua keluarga tetap di laksanakan. dimana anak ketiga dari Almarhum Roberts dan Isabella akan menikah dengan anak pertama kami yaitu Arkan Williams " ucap tuan Williams panjang lebar sehingga membuat Arkan dan Karin kaget dengan isi surat wasiat dari orang tuanya.
" apa....!!!!! menikah!!!!, papi ngak ngak bercanda kan? " . Arkan tak Terima kalau ia di jodohkan dengan orang yg sama skali tak di cintai.
" papi ngak bercanda Arkan, semua sudah tertulis dalam surat wasiat ini. kalau kamu akan menikah dengan Karin isabella ".
" ngak pi, Arkan ngak setuju dengan perjodohan ini" . penolakan Arkan membuat tuan Williams dan nyonya Rena syok terutama dengan Celin dan Karin.
" kalau kamu menolak perjodohan ini semua fasilitas yg kamu miliki terutama perusahan Williams grup papi ambil alih dan kamu ngak akan mendapatkan harta warisan sepersen pun dari papi" penuh kemarahan di wajah tuan Williams .
" Arkan, mami mohon kamu trima ya perjodohan ini" membujuk Arkan namun Arkan tetap dengan keegoisannya.
" Arkan tidak mau mi, Arkan cuma mau menikah sama wanita yg Arkan cintai" melirik kearah Celin. namun Celin hanya menatapnya dengan tatapan sulit di artikan.
" siapa wanita itu Arkan!!! jawab!!!! " ucap tuan Williams dengan emosi yg tak bisa di bendung lagi.
" Celin pi, Arkan mau menikah dengan Celin yg Arkan cintai bukan Karin" penuh tatapan cinta pada Celin. Celin yg mendengar perkataan Arkan sangat terkejut. pasalnya laki-laki yg dia tak kenali sama skali tiba-tiba datang dan mengatakan cinta padanya.
" tidak Arkan, karna dalam wasiat ini kamu cuma mau menikah dari anak ketiga almarhum Roberts dan isabella " tegas tuan Williams pada anak sulungnya.
" ngak pi, Arkan menolak keras perjodohan ini kalau papi sama mami nekat tetap melanjutkan perjodohan ini Arkan akan nekat menikahi Celin dan pergi dari kota ini bersama Celin" keras kepala dan tak mau mengalah. dia pun langsung menghampiri Celin dan menariknya keluar dari rumah yg seperti neraka baginya.
" Arkan!!! kalau kamu mencoba pergi dari rumah ini, kamu ngak akan mendapat sepersen pun harta warisan dari papi!!! " kemarahan di wajah tuan Williams. Karin, kevin, Ardi dan bu, saras hanya terdiam tanpa kata sepatah pun dari mulut mereka. Celin yg berada dalam genggaman tangan Arkan langsung melepaskannya dan berjalan kearah Karin. Arkan yg dengan keterkejutan nya melihat wanita yg dia cintai memilih kearah Karin.
__ADS_1