Takdir Yang Mengubah Segalanya

Takdir Yang Mengubah Segalanya
5. awal penderitaan Karin...!!!.


__ADS_3

bu, Saras yg melihat Karin terjatuh langsung membantunya berdiri. sedangkan Clara terus - terusan menuduh Karin atas kematian kedua orang tuanya.


" nak, sudah ya kamu jangan menyalahkan Karin terus ini semua bukan salah Karin tapi ini sudah takdir dari yg maha Kuasa " menyadarkan Clara.


" bu, Saras jangan ikut campur urusan saya dengan pembunuh ini. bu, Saras hanya orang asing yg masuk dalam keluarga kami jadi bu, Saras diam saja ngak usah belain pembunuh seperti dia!!" penuh emosi dan kegeraman di wajahnya. bu, Saras yg mendengar perkataan Clara sangat terluka namun sebisa mungkin tetap kuat dan tegar di hadapan anak sahabatnya itu.


" kak, aku mohon jangan marahi bu, Saras karna bu, Saras tidak tahu Apa-apa dengan semua ini" .


" diam loh pembunuh!!! jangan pernah memanggil gue sebagai kakak loh karna loh bukan adek gue camkan itu!!! ".Karin sangat sedih dan terluka dengan omongan Clara yg tak mau mengakuinya sebagai adiknya sendiri namun Karin tetap sabar karna dia percaya suatu saat kakaknya akan berubah dan menerima kehadirannya.


" Ra, udah ya tahan emosi loh ingat mommy sama daddy baru saja di kuburkan, apa loh mau mommy sama daddy lihat loh dari atas merasa sedih melihat loh kayak gini" menenangkan Clara hingga membuat sedikit hati Clara luluh.


" ingat ya pembunuh, gue akan membuat hidup loh menderita seperti di nerakah kalau bukan karna gue menghormati mommy sama daddy, loh udah habis di tangan gue" penuh kebencian.


" yaudah yuk, Clara, kita pulang" ucap Celin mengajak saudarinya itu pulang.


" hari ini loh bebas tapi setelah ini gue ngak akan bikin hidup loh bahagia, gue akan slalu bikin hidup loh tersiksa camkan itu!!!! beralih pergi meninggalkan Karin yg masih diam mematung dengan perkataan Clara yg membuat hatinya sakit dan terluka. sedangkan bu, Saras yg melihat Karin menyatukan dirinya ketanah langsung menghampirinya dan membawanya ke dalam pelukannya.


" hiks.... hiks... hiks... kenapa semua ini harus terjadi bu" tangisan Karin membuat bu, Saras sedih.


" nak, sudah ya jangan menangis lagi ibu sedih melihat kamu seperti ini " memeluk Karin.


" hiks... hiks... hiks... mommy, daddy kenapa segitu cepatnya kalian meninggalkan Karin, Karin masih sangat membutuhkan kalian sekarang kak Clara sangat membenci Karin mom, dad, hiks... hiks.. hiks... kenapa... kenapa kalian ngak membawah Karin juga ikut bersama kalian, Karin kangen sama kalian mom, dad" menangis di pusara pemakaman orang tuanya. bu, Saras yg melihat Karin menangis piluh sangat terluka.


" nak, udah ya, ibu sangat terluka melihat kamu seperti ini, jangan pernah kamu bicara seperti itu lagi, kamu ngak sendirian masih ada ibu dan Kevin yg akan slalu menyayangimu nak" memeluk Karin dengan perasaan terluka.


" maafin Karin ya bu, Karin harusnya kuat dan sabar menghadapi ini semua karna Karin sadar masih ada ibu dan kak Kevin yg masih sayang sama Karin ".


" ia nak, ibu sama Kevin akan slalu ada buat kamu jadi jangan sedih lagi ya".


" ia bu".


" kalau gitu kita pulang ya nak, bentar lagi mau sore" .


" ia bu, tapi izinkan Karin sebentar untuk bicara yg terakhirnya sama mommy dan dady".


" ia nak, ibu izinkan kamu meluapkan semua kerinduanmu pada mereka setelah ini kamu janji ya sama ibu untuk tidak menangis dan sedih lagi".


" ia bu, makasih banyak" . Karin pun langsung meluapkan kerinduannya pada kedua orang tuanya.


" mom, dad, maafin Karin ya kalau slama ini Karin belum bisa bikin mommy sama daddy bahagia tapi Karin janji Karin ngak akan menangis lagi karna untuk hari ini izinkan Karin untuk menangis besok dan seterusnya Karin tidak akan menangis lagi dan Karin sangat merindukan kalian berdua. smoga mommy sama daddy tenang ya diatas sana Karin sudah mengikhlaskan kalian pergi dan doakan Karin ya mom, dad dari atas sana agar Karin bisa melewati ini semua, Karin sayang bangat sama kalian" Karin pun mencium papan nisan kedua orang tuanya.setelah selesai dari pemakaman Karin dan bu, Saras pun langsung pulang kerumah. beberapa menitpun mereka telah sampai di rumah Karin.

__ADS_1


" nak, ibu permisi dulu ya, kalau kamu butuh Apa-apa kamu langsung telpon ibu ya "mengusap kepala Karin dengan lembut.


" ia bu, makasih ya ibu sudah menemani Karin ke pemakaman mommy sama daddy . maaf kalau Karin merepotkan bu, Saras ".


" ia nak, ibu ngak merasa di repot kan kok justru ibu senang bisa membantu kamu mengurus pemakaman orang tua kamu nak".


" ia bu, Karin akan slalu ingat semua kebaikan ibu Saras ".


" yaudah ibu pamit pulang dulu ya kasihan ayah Raka ibu tinggalin sendirian ".


" ia bu, titip salam ya buat ayah Raka maaf kalau Karin belum sempat menjenguk ayah Raka".


" ia nak, nanti ibu sampaikan salam kamu dan semua kejadian ini kamu jangan sedih lagi ya ibu tahu kamu anak yg kuat".


" Karin tahu kok bu, skali lagi makasih banyak".


" kamu jaga diri baik- baik ya, assalamu'alaikum " .


" Walaikumsalam " . bu, Saras pun pamitan pada Karin. sesampainya di dalam rumah, bik inem, asisten rumah tangga itu langsung menghampiri anak majikannya itu.


" eeee, non, Karin sudah pulang? ".


" ia bik, maaf ya kalau Karin lambat pulang soalnya Karin masih kangen sama mommy dan daddy bik" sambil memeluk bik inem dengan perasaan hancur.


" ia bik, doakan Karin ya agar Karin bisa kuat dan sabar ".


" itu pasti non, tanpa non, Karin bilang bibik akan mendoakan yg terbaik buat non".


" ia bik, kalau gitu Karin kekamar dulu ya bik".


" ia non".karin pun langsung menuju ke kamarnya diatas lantai dua. di dalam kamar Karin hanya menangis dan termenung. kehilangan sosok orang tua yg slalu menyayanginya menjadi hal yg menyakitkan. Karin yg tak bisa menahan air matanya pun langsung menetesi pipinya.


" mom, dad, Karin kangen sama kalian, kenapa secepat ini kalian meninggalkan Karin. skarang ngak ada lagi yg mengajak Karin bercanda, ngobrol, bercerita tentang kegiatan Karin di sekolah. andai waktu itu Karin ngak meminta jalan ke taman dan ngak menyeberang sembarang mungkin mommy sama daddy akan tetap disini bersama Karin. Karin rindu masa - masa kita berkumpul mom, dad. kenapa waktu itu mommy sama daddy menyelamatkan Karin, harusnya waktu itu biarkan Karin yg di tabrak mobil dan meninggal bukan kalian hiks.... hiks.... hiks.... " menangis piluh sambil memeluk bingkai foto kedua orang tuanya. sedangkan Clara masih terus menyimpan dendam pada Karin. dia pun langsung menghampiri kamar Karin. Karin yg terkejut dengan kedatangan Clara yg mendobrak pintu sangat keras membuatnya kaget.


" k..ak Clara, a..... da apa kakak datang kesini" menghapus air matanya.


" ngak usah kaget loh pembunuh!!! " .


" maaf kak" menunduk.


" loh pikir dengan kata maaf dari loh bikin gue luluh, ngak karna sampai kapan pun gue ngak akan pernah memaafkan loh dasar pembunuh" tatapan tajam kepada Karin.

__ADS_1


" aku tahu kakak sangat marah padaku dan membenciku tapi aku ngak pernah bikin mommy sama daddy meninggal".


" hallah, pembunuh kayak loh mana mau mengaku".


" aku berani sumpah kak, aku ngak pernah mau berada di posisi ini aku juga terluka atas kepergian mommy sama daddy ".


" loh pikir gue percaya dengan omongan loh ,ngak akan pernah karna loh hanya pembawa sial di rumah ini".


" maafin aku kak, andai aku bisa putar waktu kembali aku yg akan berada di posisi mommy sama daddy ".


" loh memang pantas mati sialan!!!! ".perkataan Clara membuat Karin sedih dan terluka.


" loh jangan harap bisa jadi tuan putri di rumah ini ".


Clara pun langsung memanggil bik, inem.


" Bik, inem...!!! " teriakan Clara membuat bik, inem menyudahi aktivitasnya langsung menghampiri anak majikannya itu di kamar Karin.


" eeee, ia non, ada apa non manggil bibik? " ucapnya dengan sopan.


" cepat bereskan barang- barang pembunuh ini dan bawah ke kamar bibik cepat..!!!! ".


" a.... pa.. non" kaget dengan apa yg di katakan anak majikannya itu.


" jangan pura-pura tuli atau kaget bik" jengkel dengan tingkah laku pembantunya itu.


" i.... i... a maaf non" menunduk ketakutan.


" jangan banyak bicara cepat bereskan barang pembunuh itu dari kamar ini".


" i... a non" lalu membereskan barang Karin.


" ta... ta... pi kak , kenapa barang aku di bereskan ini kan kamar aku kak".


" mulai hari ini dan seterusnya loh akan tidur di kamar bik, inem ".


" ta... ta... pi kak" .


pembicaraan Karin di potong oleh Clara.


" dan satu lagi loh harus mengerjakan semua pekerjaan di rumah ini sama seperti bik, inem dan loh ngak usah sok- sok jadi tuan putri di rumah ini, loh paham kan?!!!! ".

__ADS_1


" eee, ia kak, aku paham kok".


" bagus, cepat sana !!!buatkan gue nasi goreng seafood, awas loh kalau sampai nasi goreng seafood gue ngak jadi dalam waktu 5 menit loh tahu akibatnya!!! " berlalu pergi meninggalkan Karin dan bik, inem.


__ADS_2