
setelah perdebatan di rumah sakit, kedua jenazah orang tua Karin selesai di mandikan dan di suntikan. kedua jenazah itu pun langsung di pindahkan ke mobil ambulans. sepanjang jalan menuju ke rumah, Karin tak henti- hentinya menanggis hingga membuat bu' Saras sangat sedih dengan keadaan yg dialami Karin.
" nak, kamu yg sabar ya dan kuat menjalaninya, ibu yakin kamu pasti bisa melewatinya " membawah Karin kedalam pelukannya.
" hiks... hiks.... ini semua salah aku andai aja waktu bisa di putar kembali , mungkin mommy sama daddy ngak akan pergi ninggalin aku bu', ini semua salahku harusnya aku ngak menyeberang sembarangan mungkin semua ini ngak akan terjadi" menanggis tersedu-sedu dalam pelukan bu' Saras.
" nak, kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri,ini semua bukan salah kamu ,ini sudah takdir kedua orang tua kamu jadi kamu jangan sedih lagi ya ".
" kak Clara benar aku adalah pembunuh, aku yg sudah bikin mommy sama daddy meninggal, harusnya aku yg mati bukan mommy sama daddy, hiks... hiks... hiks... ".
" nak, kamu jangan bicara seperti itu, soal omongan Clara, kamu jangan masukkan dalam hati ya? " mengusap kepala Karin dengan penuh kasih sayang.
" tapi bu".
pembicaraan Karin di potong oleh Bu' Saras.
" nak, dengarin ibu ya, apa pun yg di bilangi sama Clara itu semua ngak benar lagian ibu percaya kamu ngak sengaja bikin orang tua kamu kecelakaan semua itu sudah diatur sama yg diatas jadi kamu jangan terus menyalahkan diri kamu sendiri".
Karin yg mendengar perkataan bu' Saras hanya terdiam. bu' Saras sedih melihat anak sahabatnya itu terus- terusan menyalahkan dirinya sendiri. namun sekuat tenaga bu' Saras terus mengatakan kalau itu semua bukan kesalahan Karin melainkan sudah takdir bagi kedua orang tuanya.
__ADS_1
" nak, sudah ya kalau kamu sedih terus nanti orang tua kamu diatas sangat sedih melihat anaknya yg cantik ini terus- terusan menangis ".
" ia bu' maafin Karin ya bu' yg sudah bikin ibu repot" Pura-pura tersenyum.
" gpp kok nak, justru ibu senang melihat kamu tersenyum kayak gitu" membalas senyuman pada Karin.
" makasih banyak ya bu, Saras, ibu sudah mau menghibur aku meskipun aku dalam keadaan berduka".
" ia nak, Sama-sama karna ibu sudah menganggap kamu sebagai anak ibu sendiri jadi kamu jangan merasa kesepian ya kalau kamu butuh apa- apa kamu jangan sungkan- sungkan bilang sama ibu ya".
" ia bu, aku merasa senang masih ada bu' Saras yg masih menyayangi aku".
" ia nak, kalau bukan ibu siapa lagi coba yg sayang sama anak cantik ini, hmmm" goda bu, Saras pada Karin.
" nah, gitu donk senyum kan tambah manis dan cantik".
" hehehe".
" ibu senang nak, melihat kamu bisa ceria lagi meskipun ibu tahu senyuman itu hanya kepalsuan di bibir kamu tapi kamu tetap menutupi kesedihanmu dengan cara membuat orang tersenyum, tetap jadi anak yg kuat nak, ibu akan slalu menemanimu " ucap bu' Saras dalam hati dengan tatapan yg menyedihkan. setelah beberapa menit mobil ambulans yg membawa kedua orang tua Karin akhirnya sampai di rumah duka. para warga yg datang melayat memberi bela sungkawang pada Karin, Clara dan juga Celin. jenazah kedua orang tua Karin lalu di turunkan dari dalam mobil dan di bawah masuk kedalam rumah. Clara yg melihat Karin masih tetap menaruh Dendam di hatinya.
__ADS_1
" awas, loh pembunuh jangan harap setelah ini loh bebas dari gue karna gue ngak akan membiarkan loh bahagia dan gue akan slalu bikin hidup loh menderita!!" ucap dalam hati dengan dendam yg membara di hatinya. bu' Saras yg melihat tatapan Clara yg tajam pada Karin sangat sedih. namun bu' Saras tidak bisa berbuat apa-apa untuk membuat Clara sadar. setelah beberapa saat kemudian acara penghiburan dan doa untuk kedua orang tua Karin, mereka pun langsung menuju ke tempat pemakaman nyonya Elisabeth dan suaminya. sepanjang perjalanan menuju ke pemakaman Karin tak henti- hentinya menangis hingga membuat bu' Saras terus menenangkannya.
" nak, sudah ya jangan menangis lagi lihat tuh mata kamu sudah bengkak gara- gara kamu menangis terus" memeluk Karin. namun Karin hanya tetap menangis tanpa menghiraukan perkataan bu' Saras. kedua orang tua Karin akhirnya telah sampai di pemakamannya. para warga yg datang mengantar peristirahatan terakhir nyonya Elisabeth dan suaminya sangat sedih. orang yg slama ini mereka kagumi dengan kebaikan dari beliau dan istrinya kini telah kembali ke penciptanya. ya, slama ini keluarga nyonya Elisabeth dan suaminya adalah orang yg baik, slalu membantu para warga yg kesulitan ekonomi dan slalu membagi- bagikan harta dan kekayaannya di sumbangkan pada panti asuhan. proses pemakaman nyonya Elisabeth dan suaminya pun berjalan dengan lancar. mulai dari acara penaburan bunga dan doa yg di panjatkan pada kedua beliau itu. setelah selesai, para warga pun pamit pulang kerumah mereka masing-masing.
" nak, Clara, Celin dan Karin, kalian yg sabar ya tetap kuat dan tabah menjalani ini semua karna di balik semua ini ada hikmahnya buat kalian" ucap bu' RT pada Karin dan saudara- saudaranya.
" ia, neng, ibu selaku ketua RW di sini turut berdukacita atas meninggalnya kedua orang tua kalian, ibu hanya mendoakan yg terbaik bagi kedua orang tua kalian".
" makasih banyak ya bu' RT , bu' RW dan para warga telah membantu kami dalam proses pemakaman kedua orang tua kami dan kami minta maaf sikap selama hidup beliau banyak salah sama kalian semua 🙏🙏🙏 "ucap Celin dengan penuh trimah kasih pada warga yg telah membantunya.
" Sama-sama nak, karna sesama manusia saling tolong menolong, lagian selama hidup beliau ngak pernah buat kesalahan justru beliu sangat berjasa buat kami tanpa beliau mungkin sekarang hidup kami terlantar. beliau sangat berarti buat kami semua".
" skali lagi makasih banyak ya,bu' pak, atas kebaikan dari kalian semua".
" ia neng, kalau gitu kami permisi dulu ya".
" ia bu, pak, makasih buat bantuannya ".
para warga pun akhirnya pamit undur diri dari hadapan mereka. Sedangkan bu, Saras, Karin, Celin dan Clara mereka masih tetap menemani kedua orang tuanya di samping kuburan. Clara yg sedari tadi menahan emosinya langsung mendorong Karin hingga Karin terjatuh ke tanah.
__ADS_1
" dasar pembunuh!!! puas loh yg sudah membunuh mommy dan daddy hah!!!" memaki Karin tanpa henti. sedangkan Karin hanya terus menangis tanpa perlawanan kepada Clara.
" bangun loh pembunuh..!!! " dengan kemarahan di wajahnya.