
setelah beberapa menit pun mobil ambulans yg membawah kedua orang tua Karin tiba di Rumah Sakit Medika. Dokter dan suster langsung menghampiri mobil jenazah itu. jenazah kedua orang tua karin lalu di turunkan dari atas mobil dan mereka langsung membawah jenazah itu ke ruang jenasah dimana kedua orang tua Karin harus di mandikan dan di suntikan. Sedangkan Karin hanya menunggu di ruang jenazah sambil menangis dengan tanggisan piluh.Bu' Saras selaku tetangga nyonya Isabella, sangat sedih mendengar kepergian orang yg slama ini dianggap seperti adeknya sendiri.
" kenapa kamu malah secepat ini pergi Bella, kamu sudah berjanji kalau kita akan bersama membesarkan anak kita sampai anak kita mendapatkan jodoh masing-masing tapi kenapa kamu malah meninggalkan aku adikku" berlinang air mata terpancar dari wajah bu' Saras. sedangkan di tempat lain di mall Clara dan Celin sibuk berbelanja. keasikan mereka tertunda ketika suara telpon mengagetkan Clara. hingga Clara langsung mengambil hpnya itu dari dalam tasnya lalu mengangkatnya.
" ia, halo, ada apa ya bu' Saras menelpon saya"ucap Clara dari seberang telpon. ya, bu' Saras yg telah menelpon Clara untuk mengabarkan kalau kedua orang tuanya telah pergi.
" ha.... ha... lo, nak" dengan ucapan terbata- bata dan tanggisan yg piluh.
" bu' Saras, kenapa kok ngomongnya terbata- bata gitu apa lagi sambil nangis lagi, bu' Saras gpp kan? " kekhawatiran terpancar dari wajah Clara meskipun Clara dan Celin memiliki sikap keras kepala dan susah diatur namun disisi lain masih tersimpan kebaikan dari keduanya.
" halo, bu' Saras ini Celin, bu' Saras ada apa kenapa bu' Saras menanggis jangan bikin kami khawatir bu".
" maafkan ibu, nak, kalau ibu mau menyampaikan kalau orang tua kalian hiks... hiks. . hiks.. kalau orang tua ka..... lian" terbata- bata.
" mommy sama daddy kenapa bu' jawab bu!!! jangan diam saja!!! " dengan kemarahan di wajahnya.
" bu' Saras jawab!!!mommy sama daddy saya kenapa!!! " penuh kegeraman di wajah keduanya.
" orang tua kalian sudah pergi nak, hiks... hiks... hiks.. ".
" apa.....!!!! n.... gak mungkin!! pasti bu' Saras bohongan kan? jawab bu!!!!! " penuh ke emosian. belanjaan yg mereka bawah ke kasir langsung di jatuhkan hingga berhamburan di lantai. para pengunjung mall yg melihat tingkah mereka sangat kaget dengan penampilan kedua gadis remaja itu. keadaan Clara dan Celin menjadi pusat perhatian para pengunjung mall tak banyak dari mereka ada yg menyindir dan ada pula yg merasa iba dengan kondisi mereka berdua. Namun keduanya tak memperdulikan omongan setiap para pengunjung itu. skarang kita beralih ke kisah bu' Saras dengan Clara dan Celin.
" bu' Saras jangan ngaco ya kalau bicara" emosi yg meluap- luap.
" maafkan ibu nak, semua yg ibu katakan itu benar kalau kalian ngak percaya kalian boleh datang ke rumah sakit Medika . skarang ibu sama adek kalian masih menunggu orang tua kalian di ruang jenazah " .
" ia bu' kalau gitu kami sekarang kesana" merekapun bergegas berlari kearah parkiran tanpa menghiraukan tatapan tajam dari para pengunjung mall. selama perjalanan yg cukup macet membuat Clara dan Celin menjadi kesal.
" woyyy, loh bisa ngak mundurin mobil loh yg jelek itu gue maw lewat!!! " teriakan Clara membuat para kendaraan sangat geram dengan tingkah kesombongan dari Clara.
__ADS_1
" Ra, udah ya loh jangan emosi" menenangkan saudara kembarnya itu.
" ngak bisa Cel, kita harus cepat ke rumah sakit ".
" ya gue tahu Ra, tapikan loh tahu kita ngak akan bisa secepat ini ke rumah sakit, loh lihat kan situasi yg macet kayak gini".
" akhh....!!! sialan...!!! " memukul stir mobil. sedangkan Celin yg melihat kemarahan saudaranya itu hanya menggeleng- gelengkan kepalanya. setelah 30 menit kemacetan yg menguras tenaga akhirnya selesai. mereka pun melajukan mobilnya kerumah sakit Medika. sesampainya mereka di rumah sakit Medika, mereka pun langsung memarkirkan mobilnya di parkiran kendaraan yg lain. setelah urusan parkiran mereka pun langsung berlari kedalam rumah sakit. lalu mereka langsung menghampiri resepsionis.
" Sus, ruang jenazahnya dimana ya" ucapnya dengan terburu-buru.
" maaf, kalau boleh tahu mbak ini mau bertemu dengan siapa? " jawab suster itu dengan sopan.
" cepat jawab Sus!!!! ngak usah berbelit- belit" emosi di wajah Clara.
" Ra, loh bisa ngak sih kalau bicara yg sopan, maafkan saudara saya ya Sus" .
" eee, ia mbak, saya juga minta maaf".
" oh ya mbak, kalian keluarga dari pasien kecelakaan itu".
" ia Sus, kita adalah anaknya dan orang tua kami di ruang jenazah mana".
" ruang jenazahnya ada di lorong 5 ,mbak lurus aja trus belok di situ ada petunjuk nomor 5 ".
" ok, Sus, makasih banyak Sus, kalau gitu kami permisi dulu".
" Sama-sama mbak".mereka pun langsung menuju kearah petunjuk dari suster tadi. sesampainya di ruang jenazah, mereka langsung menghampiri bu' Saras yg masih tetap menangis.
" bu' Saras" menghampiri dengan perasaan tak bersahabat.
__ADS_1
" bu, kenapa mommy sama daddy bisa kecelakan, gimana kronologinya bu".
bu' Saras pun menceritakan dari awal kronologi kecelakaan yg menimpa keluarga nyonya isabella dan suaminya sampai akhir. sedangkan Clara dan Celin terkejut mendengar cerita dari bu' Saras langsung emosi.
" brengsek....!!!! kurang ajar..!!! berani- beraninya anak sialan itu bikin mommy sama daddy meninggal, gue ngak trima dengan semua ini yg harus meninggal itu anak pembawa sial itu"kemarahan Clara tak bisa di bendung kala ia melihat Karin yg berada di samping salah satu para warga yg telah membawa orang tuanya langsung melabrak Karin dengan muka emosi yg meluap- luap.
" dasar sialan!!! mati aja loh brengsek!! menarik rambut Karin hingga membuat Karin kesakitan. bu' Saras yg melihatnya langsung menarik tangan Clara dari rambut Karin.
" Clara, hentikan nak, jangan seperti ini" berusaha menarik tangan Clara namun nihil tarikan Clara sangat kuat hingga membuat Karin terus meracau karna kesakitan.
"ka.... k hen... tikan kepala aku sakit kak" terus menangis dan meminta Clara untuk melepaskan tarikan tangannya dari rambutnya.
" hahaha, ngak semudah itu ferguso, mati aja loh sialan!! loh ngak pantas hidup!!! " tanpa belas kasih Clara terus melontarkan setiap kata- kata menyakitkan dari mulutnya. sedangkan sebagian warga yg mengantar kerumah sakit tak bisa berbicara apa pun lagi dengan keganasan Clara membuat para warga sangat takut dan mereka juga sangat ibah dengan apa yg dialami sama Karin.
" ma.. afkan aku kak, a... ku ngak bermaksud bikin mommy sama daddy kecelakaan, hiks.. hiks.. hiks.. " menanggis tanpa henti.
" loh pikir dengan kata maaf membuat mommy sama daddy hidup kembali hah!!! " emosi yg meluap- luap.
perkataan Clara membuat Karin terdiam. Celin yg melihat Clara dengan emosi langsung menenangkannya.
" Ra, udah ya tahan emosi loh, ingat kita ini masih dirumah sakit lagi berduka jadi gue mohon loh jangan bikin ribut disini ".
" ngak Cel, gue ngak akan beri ampun sama pembunuh kayak dia".
" Ra, udahlah kasian mommy sama daddy di dalam".
" awas loh pembunuh kalau bukan karna Celin hari ini loh udah menyusul mommy sama daddy "dengan tatapan yg mematikan. para warga, suster, dokter dan pengunjung rumah sakit terdiam dan gemetar mendengarkan perkataan Clara pada Karin.
" kasian ya sama sih neng itu, segitu benci saudaranya pada dia sampai-sampai saudaranya menginginkan dia pergi menyusul kedua orang tuanya "ucap salah satu pengunjung rumah sakit pada temannya.
__ADS_1
" ia ya jeng, lagian itukan sudah takdir kedua orang tuanya ".
" anak itu ngak sepenuhnya salah ini sudah takdir dari Tuhan sedangkan kita manusia kan hanya menunggu takdir kita".