
betapa kagetnya mereka bertiga melihat satu keluarga yg mereka tak kenal duduk manis di dalam rumahnya. bu, Saras, yg menyadari kedatangan mereka langsung menghampirinya.
" eee, nak, kalian sudah pulang ya".
" ia, bu, oh ya mereka siapa kok mereka bisa ada disini bu" tanya Kevin pada bu, Saras , ibu kandungnya.
" eee, itu nak, keluarga tuan Williams dan nyonya Rena beserta kedua anak laki-lakinya" ucap Bu, Saras menjelaskan pada mereka bertiga.
" maaf Bu, Saras kalau boleh tahu kenapa mereka ada disini trus apa hubungannya sama keluarga ini" kebingungan di wajah Celin. bu, Saras pun kebingungan harus menjawab apa pada mereka berdua. lalu dia pun menyuruh mereka duduk bersama keluarga tuan Williams. nyonya Rena yg terkejut melihat kedua anak gadis sahabatnya itu sangat senang dan bahagia. mereka pun lalu mengobrol satu sama lain.
" wah, cantik bangat kalian berdua" jawab nyonya Rena memuji kecantikan Celin dan Karin.
" hehehe, tante biasa aja tante juga cantik kok" ucap Celin pada nyonya Rena.
" jangan panggil tante donk, panggil aja mami kan mami sudah menganggap kalian seperti anak kandung mami sendiri" tersenyum merekah di wajah nyonya Rena.
__ADS_1
" ia tant, eee, maksudnya mami" jawab Celin yg cengegesan dan menggaruk kepalanya yg tidak gatal. obrolan mereka tak pernah luntur dari wajah Arkan yg terus menatap Celin tanpa memalingkan wajahnya sedikit dari Celin.
" ya ampun, lucu bangat nih cewek, udah cantik, imut lagi " gumam dalam hati dengan senyuman yg tak pernah luntur dari bibirnya. Ardi yg sedari tadi menatap kearah kakaknya yg terus senyum- senyum memandangi kearah salah satu gadis yg asik mengobrol bersama maminya.
" kak Arkan, kakak kenapa kok senyum - senyum kayak orang gila" tanya Ardi pada kakaknya.
" apaan sih, anak kecil ngak boleh kepo, ini urusan orang dewasa. kamu ngak usah ikut campur" mengusap kepala adiknya.
" isshh, apaan sih kak, rambut Ardi rusak ini. Ardi bukan anak kecil lagi kak, Ardi udah gede' bahkan Ardi udah kuliah biar kakak paham itu" jengkel.
" terserah, kak Arkan nyebelin " kesal dengan tingkah laku kakaknya yg slalu mengejeknya anak kecil. setelah perdebatan yg cukup lama antara kakak beradik itu, akhirnya obrolan tentang perjodohan antar kedua keluarga itu terjadi.
" khmmm" tuan Williams berdehem memecahkan keheningan yg terjadi.
" papi kenapa" tanya sang istri kebingungan pada suaminya.
__ADS_1
" mmm, bisa minta waktunya sebentar? " tanya tuan Williams pada seluruh keluarga yg berkumpul.
" ada apa pi" jawab Arkan bingung dengan perkataan sang ayah.
" papi mau membahas perjodohan yg telah papi dan sahabat papi rencanakan dari awal" ucap Tuan Williams pada mereka yg telah berkumpul.
" oh, ia mami lupa kalau mami dan almarhumah jeng isabella sepakat menjodohkan kalian kalau kalian sudah besar".
" ia nak, ibu selaku teman almarhumah isabella telah memberitahu ibu tentang perjodohan diantara kalian berdua dengan anak sahabat almarhumah isabella " jawab bu, Saras memberitahu perjodohan mereka pada kedua anak temannya itu.
" apa....!!! perjodohan!!! kok bisa trus kenapa mommy sama daddy slama ini ngak pernah kasih tahu Celin sama Karin, kenapa baru sekarang bu, Saras mengatakannya " keterkejutan di wajah Celin.
" emm, maafkan ibu nak, ibu ngak bermaksud ngak mengasih tahukan pada kalian" jawab bu, Saras dengan perasaan bersalah.
" bu, Saras jangan minta maaf begitu sama kami. lagian aku sama kak Celin cuma kaget aja bu dengan semua ini".
__ADS_1