Takdir Yang Mengubah Segalanya

Takdir Yang Mengubah Segalanya
16 . Hari Lamaran.....!!!!!.


__ADS_3

Arkan yg mendengar perkataan Celin sangat sakit.


" segitu bencinya kah kamu padaku Cel, hingga kamu menolak untuk menikah dengan ku" gumam dalam hati memandang Celin dengan perasaan terluka.


" baiklah, kalau kamu memang menolakku gpp, aku minta maaf yg sudah memaksamu menikah denganku" ucap Arkan penuh kesesalan di wajahnya.


" aku juga minta maaf Arkan , aku ngak bermaksud berbicara kasar padamu . aku hanya ingin kamu belajar mencintai Adikku dan jangan pernah kamu sakiti hatinya cukup slama ini dia banyak menderita, aku mohon sayangilah adikku dan trimalah dia sebagai istrimu nanti" memohon pada Arkan.


" maafkan aku Cel, sampai kapan pun aku ngak akan bisa belajar mencintai adik kamu karna gimana pun di hatiku cuma ada kamu dan sangat sulit berbagi hati dan cinta" ucap Arkan dalam hati.


"Arkan..!!!! ".


" ia Cel, ".


" berjanjilah padaku bahwa kamu akan belajar mencintai Karin dan membuatnya bahagia".


" baiklah, aku janji tapi kita bisakan jadi teman".


" ia, tentu saja skarang kita jadi teman sekaligus jadi calon kakak iparmu, hahaha" ucap Celin dengan perasaan bercanda.


" ok, calon kakak ipar, hahahah" mereka pun tertawa lepas. setelah menyelesaikan masalah akhirnya, Arkan pamitan pada Celin dan Karin.


" Celin, Karin, aku pamit dulu ya soalnya aku ada urusan di kantor".


" ia Arkan, kamu hati - hati ya di jalan" ucap Karin lalu menciun tangan Arkan. Arkan hanya tertegun melihat Karin mencium tangannya.


" khmmm, belum nikah aja udah sosweet apa lagi kalau udah nikah" menggoda Karin dan Arkan.


" hehehe, kak Celin bisa aja" tersipu malu.


" hmmm, aku pergi dulu assalamu'alaikum " pamit Arkan pada Celin dan Karin lalu menuju ke mobilnya.


" Walaikumsalam " jawab barengan.


setelah kepergian Arkan, bu, saras dan kevin datang menghampiri kedua gadis itu yg masih setia duduk dan asik menonton.


" khmm" deheman Kevin membuyarkan mereka berdua.


" eee, kak Kevin kagetin aja sih" cemberut.


" tahu tuh sih ontel- ontel, kayak jelangkung aja datang ngak di undang pergi ngak di jemput" kesal.


" heh, Maimunah, enak aja loh samain gue dengan jelangkung, loh ngak bisa bedain cowok setampan ini di bilangi jelangkung " kesal dan jengkel pada Celin.

__ADS_1


" hahahah, muka loh memang seperti jelangkung sama- sama jelek, wleee" mengejek Kevin hingga membuat Kevin tambah emosi.


" apa loh bilang..!!!! penuh amarah.


" wleee, dasar jelangkung, kejar gue kalau loh bisa" mengejek Kevin sambil berlari di dalama ruang tamu. bu, Saras dan Karin hanya tertawa, tersenyum dan menggeleng- gelengkan kepalanya melihat aksi kedua tom and jerry yg saling mengejar satu sama lain.


tiga hari kemudian, tibalah dimana lamaran Karin dan Arkan datang. di Mansion semua orang sibuk mempersiapkan acara lamaran Karin dan Arkan.


" bu, apa semuanya sudah beres" tanya Celin pada bu, Saras.


" eee, nak Celin, semuanya beres nak, sisa bagian samping kolam belum beres dekorasinya ".


" oh, gitu ya bu, kalau gitu Celin kekamar Karin dulu ya bu" ucap Celin lalu beranjak naik ke atas tangga.


" ia nak".


sesampainya di depan pintu Kamar Karin, Celin langsung membuka pintu dan masuk kedalam kamar sang adek.


" hy, adik kakak yg paling cantik" duduk di samping Karin.


" eee, kak Celin ngagetin aja" mengusap dadanya.


" hehehe, maaf dek, oh, ya hari ini kamu cantik bangat Rin, sampai- sampai kakak ngak mengenali mu" takjub dengan penampilan Karin yg berubah 180 Derajat.


" hahaha, kakak bisa aja, kak Celin juga tambah cantik ".


" dek, kamu kenapa kok benggong apa kamu sakit".


" eee, ngak kok kak, aku cuma kangen sama kak Clara " dengan lesuh.


" Rin, dengerin kakak ya kamu ngak boleh sedih ingat hari ini hari spesial buat kamu masa ia seorang gadis cantik di lamar pangeran berkuda kok sedih" mencoba menghibur Karin.


" isshhh, kak Celin mah suka bangat menggoda aku".


" hahaha, kan kakak ngak bisa tenang kalau ngak menggoda kamu" mencolek dagu sang adik.


" yayayaya, itu memang hobby kakak" pasrah.


" hehehe, udah ah, jangan cemberut lagi yuk, Siap-siap bentar lagi calon suamimu datang".


" kak".


" ya, ada apa Rin".

__ADS_1


" apa kak Arkan nanti benar menerima aku ".


" hey, dengerin kakak, Arkan pasti sangat mencintaimu dan kakak yakin suatu saat Arkan akan benar menerimamu " mengusap kepala sang adik.


" tapi kak, kalau kak Arkan benar tidak mencintai aku gimana" penuh keraguan.


" dek, kamu percaya aja sama Tuhan karna takdir jodoh hidup seseorang Tuhan yg atur kalau memang kamu di takdirkan berjodoh dengan Arkan ,kamu ngak boleh khawatir dan kalau suatu saat Arkan tidak membalas Cintamu, kamu harus bersabar dan kuat dan kamu ngak boleh menyerah, kamu harus pertahankan apa yg sudah menjadi milikmu ".


" aku ngak yakin kak kuat dan sabar menjalani semuanya ".


" dek, kakak yakin dan percaya kamu pasti bisa melewati semuanya, yakinkan Arkan buat jatuh cinta padamu dan kalau suatu saat kalian ada masalah kamu bicarakan baik- baik sama Arkan jangan mengambil keputusan yg salah".


" ia kak".


" suatu saat pernikahanmu dengan Arkan udah melewati batas kamu berjanji ya sama kakak kalau kamu bisa mempertahankan pernikahanmu karna kakak mau melihat kamu menikah sekali seumur hidup".


" tentu kak, aku janji apa pun masalahnya nanti aku akan mempertahankan pernikahanmu sama kak Arkan".


" nah, gitu donk ini baru adek kakak" mencubit pipi Karin.


" hehehe" tersenyum.


" yaudah yuk, sana gih siap- siap kakak juga mau ke kamar untuk bersiap- siap" beranjak keluar dari kamar Karin.


" ok, kak".


sore berganti malam, dimana malam ini adalah malam spesial buat seorang gadis yg masih setia menunggu kedatangan sang calon suami. ya, gadis itu tak lain adalah Karin yg sedari tadi mondar-mandir di depan pintu kamarnya. Celin yg tak sengaja lewat di depan kamar sang adik, dia melihat Karin mondar-mandir seperti setrikaan.


" Rin, kamu kenapa apa kamu sakit atau butuh sesuatu bilang sama kakak nanti kakak ambilkan" penuh kekhawatiran di wajahnya.


" eee, kak Celin, ngak kok, aku gpp".


" kamu serius gpp".


" aku serius kak gpp jadi kak Celin jangan khawatir ya".


" ia deh tapi kenapa dari tadi kakak perhatiin kamu mondar-mandir sana sini".


" eee, itu, anu" mengaruk kepalanya yg tidak gatal dan bingung menjelaskan pada sang kakak.


" yaudah deh, kalau kamu ngak mau kasih tahu kakak gpp".


" maaf ya kak" merasa bersalah dan menunduk.

__ADS_1


" ngak kok dek, yaudah yuk kita turun bawah bentar lagi Arkan dan keluarganya datang".


" ayo kak".mereka pun turun kebawah. sedangkan di ruang tamu semua orang telah berkumpul. keluarga tuan Williams pun telah sampai di Mansion tuan Roberts. kedatang mereka di sambut baik oleh bu, Saras dan juga anggota keluarga tuan Roberts.


__ADS_2