
pesta pernikahan yg sangat mewah berlangsung hingga malam hari. pada saat jam 7 malam, seluruh tamu undangan, kerabat dan keluarga akhirnya bubar. Arkan lalu memilih pulang kerumahnya di dan diikuti oleh Karin di belakangnya. selama di dalam mobil hanya keheningan. Karin yg mulai bosan dia pun memulai obrolan dengan Arkan.
" mas, kita sebenarnya mau kemana sih" tanya Karin yg sedikit penasaran kemana Arkan membawanya.
" ngak usah banyak tanya!!!!" ucap Arkan dengan judes.
" ta.. ta.. pi mas, aku kan cuma mau...!!!! ".
pembicaraan Karin di potong oleh Arkan.
" saya udah bilang ngak usah banyak tanya!!! apa kamu tuli atau buta hah!!!! " ucap Arkan membentak Karin dan memukul stir mobil dengan perasaan marah.
" ma... ma... afkan aku mas" menunduk ketakukan dan sedih.
" kalau kamu bertanya lagi saya ngak segan- segan menendang kamu dari mobil saya" jawab Arkan dengan marah.
" i... i... a mas, maafkan aku" menuduk dengan mata yg berkaca- kaca.
Arkan tak membalas perkataan Karin.selama perjalanan yg cukup panjang dari hotel Williams grup memakan waktu yg cukup lama. akhirnya, mereka tiba di sebuah Mansion yg tak kalah mewah dari Mansion tuan Williams. Seorang satpam yg bernama pak Seno, langsung membukakan gerbang buat tuan majikannya. ya, pak Seno, telah lama bekerja di Mansion milik Arkan.
__ADS_1
" slamat malam tuan dan nyonya" jawab pak Seno menyapa tuan dan nyonya nya.
" hmmm!!! " ucap Arkan dingin.
"malam juga pak " membalas sapaan pak Seno dengan senyuman hangat di wajahnya.
" ngak usah sok cari muka di depan satpam saya karna kamu bukan nyonya disini!!! " ucap Arkan dengan tatapan dingin pada Karin.
" i... i.. a mas, aku minta maaf" dengan perasaan ketakutan melihat tatapan dingin Arkan padanya. Arkan tak mempedulikan perkataan Karin. lalu dia memberhentikan mobilnya di halaman rumah lalu keluar dari dalam mobil. begitupun dengan Karin keluar dari dalam mobil mengikuti Sang suami yg akan masuk kedalam rumah. bik, Narsih yg mendengar majikannya telah pulang diapun langsung membukakan pintu buat tuan dan nyonya majikannya itu.
" slamat datang tuan dan nyonya" ucap bik, Narsih membungkukan badan dan diikuti oleh pengawal dan pelayan yg lainnya.
" makasih bik, dan lainnya telah menyambut kami" dengan sopan dan senyuman di wajahnya.
" sama - sama tuan Dan nyonya" mengangguk sebagai tanda Terima kasih.
" bik, Narsih!!! " .
" ia tuan" .
__ADS_1
" bawah wanita bodoh ini kekamar pembantu!!! " jawabnya tanpa perasaan sama skali pada Karin. Karin yg mendengar perkataan Arkan sangat terkejut. dimana sang suami sendiri tega menyuruhnya tidur di kamar pembantu.
" ta... ta... pi mas, bukannya kita udah sah jadi suami istri ya, tapi kenapa kita tidak tidur sekamar" ucap Karin dengan perasaan sedikit syok dengan perkataan sang suami padanya.namun perkataan Karin hanyalah lelucon bagi Arkan.
" hahaha, kamu bodoh atau pura-pura bodoh sih!! kamu pikir saya mau tidur satu ranjang denganmu, jangan mimpi!!! karna gimana pun pernikahan ini hanya diatas kertas, paham kamu!!!! " ucap Arkan dengan penuh kemarahan dan bentakan pada Karin.
" tapi mas, bukannya ini malam pertama kita dan kenapa mas menyuruhku pisah kamar sama mas".
" saya ngak sudi tidur satu ranjang denganmu terlebih malam pertama denganmu!!!! menarik tangan Karin dengan sangat kasar dan menghentakkan nya ke lantai. semua para pelayan yg melihat tuannya kasar sama nyonya majikannya sangat sedih namun mereka tak bisa berbuat apa-apa untuk membantu nyonya mereka.
" bangun kamu wanita bodoh!!!! " ucap Arkan dengan penekanan. Karin lalu bangun dan menatap wajah Arkan dengan penuh kemarahan dan emosi. Karin tak habis pikir, laki-laki yg baru tadi pagi mengucap janji suci di hadapan keluarga dan orang lain, skarang malah kasar padanya. Karin pun mencoba kuat dan menahan tanggisnya. sedangkan Arkan sehabis membentak Karin, diapun lalu menuju ke kamarnya di lantai dua tanpa memperdulikan Karin yg terluka akibat ulahnya sendiri.
" maaf, nyonya mari saya antar ke kamar " ucap bik, Narsih membawah koper milik Karin ke kamar pembantu.
" ia bik, makasih" mencoba tersenyum meskipun hatinya sakit dan terluka dengan perkataan suaminya. diapun lalu mengikuti bik, Narsih dari belakang. setelah sampai di kamar pembantu yg ada di belakang dapur, bik, Narsih mempersilahkan nyonya majikannya masuk dan istirahat. Karin yg awalnya bengong membuat bik, Narsih menyadarkannya.
" silahkan masuk nyonya, maaf kalau kamarnya kecil dan sempit " ucap bik, Narsih menunduk dan tak enak hati pada majikannya itu.
" eeee, gpp kok bik, ini udah lebih nyaman kok" tersenyum. bik, Narsih yg mendengar perkataan nyonya majikannya sangat terkejut. dimana kamar yg kecil dan sempit membuat majikannya nyaman.
__ADS_1
" ya ampun nyonya, kamar kecil dan sempit ini nyonya bilang nyaman bahkan aku sama pembantu yg lainnya merasa pegal tidur di kamar ini. tapi aku sangat kasian sama anda nyonya. saat nyonya habis di perlakukan tidak baik sama tuan tapi nyonya masih bisa tersenyum.nyonya berhati malaikat ini kenapa tuan malah menyia- nyiakan nya. semoga suatu saat tuan sadar dan memperlakukan nyonya dengan baik" gumam dalam hati yg menatap sedih nyonya majikannya.