Takdir Yang Mengubah Segalanya

Takdir Yang Mengubah Segalanya
19.Karin yg terluka...!!!!.


__ADS_3

malam berganti pagi, dimana suara ayam berkokok membangunkan seisi penghuni alam dari istirahat yg panjang. begitupun di kediaman Mansion milik Arkan, dimana seorang istri yg sibuk membantu para pembantu memasak. setelah kejadian perdebatan kemarin malam membuat Karin sadar akan posisinya dimana posisinya hanyalah istri diatas kertas. luka dan kata menyakitkan yg suaminya torehkan padanya membuat Karin sangat sedih dan kecewa namun sebisa mungkin ia lewati dengan hati penuh kesabaran. karna tekatnya yg kuat untuk mempertahankan pernikahan yg masih seumur jagung membuatnya terus kuat dalam menghadapi sang suami yg sangat kejam baginya.


" akhirnya, selesai juga ya bik" dengan perasaan legah.


" ia nyonya semua ini kan berkat nyonya yg sudah membantu kita masak hingga masakan ini cepat selesai" " ucap Bik, Lastri pada Karin.


" gpp bik kan aku senang bisa membantu kalian masak. di rumah aku sering kok masak sendirian di dapur ,jadi soal memasak kan tanggung jawab aku juga bik sebagai istri untuk melayani suami" sahut Karin sambil menata hasil masakan diatas meja makan.


" malang sekali nasib kamu nyonya saat nyonya terluka dengan perkataan tuan kemarin nyonya masih saja baik melayani tuan yg sudah menyakiti hati nyonya. andai orang lain di posisi nyonya pasti orang itu akan mundur dan menyerah dengan sikap tuan padanya tapi nyonya masih tetap sabar dan kuat menghadapi tuan yg kasar dan kejam pada nyonya" ucap bik Narsih iba pada keadaan Karin.


" eee, bik kok malah melamun sih apa bibik lagi sakit ya" sahutnya memegang kening bik Narsih.


" tapi kok ngak panas ya" ucapnya melepaskan tangannya dari kening bik Narsih.


" eee, saya gpp kok nyonya lagian nyonya jangan khawatir saya baik- baik aja kok" berusaha bersikap baik- baik saja di depan nyonya majikannya itu.


" yakin bibik gpp kan? atau bibik istirahat aja ya, aku ngak mau bibik kenapa - napa" kekhawatiran di wajahnya.

__ADS_1


" ia nyonya benar saya gpp kok lagian bibik istirahat kan bikin bibik bosan di kamar " ucapnya jujur.


" baiklah, kalo bibik tetap keras kepala aku harus gimana lagi " pasrah.


" hehehe, maaf nyonya " menunduk dengan perasaan bersalah pada nyonya nya.


" hey, bik, jangan gitu donk kan bibik ngak usah minta maaf lagian bibik ngak salah kok justru aku yg kelewat khawatir sama bibik".


" ya ampun nyonya dengan keadaan seperti ini nyonya masih saja mengkhawatirkan saya. nyonya benar-benar wanita berhati malaikat tuan saja yg bodoh membuang berlian seperti nyonya" ucap dalam hati. setelah perdebatan kecil di dapur, meraka pun menyajikan semua masakan diatas meja beserta jus Mangga kesukaan Rafen. beberapa menit pun tiba, Rafen yg baru saja bangun dan siap- siap, diapun turun kebawah menuju kemeja makan untuk sarapan sebelum berangkat ke kantor. Karin yg melihat kedatangan sang suami langsung mengambilkan makanan ke piring Rafen.


" sudah" jawab Rafen dengan singkatnya.


" mas mau lauk yg mana biar aku ambilkan" tawar Karin.


" ngak usah biar saya saja yg ambil" sahut Rafen dengan dingin.


" gpp mas biar aku saja yg ambilkan" ucap Karin lalu mengambil sup iga daging sapi kedalam piring Rafen. namun saat akan mengambilkan sup iga itu Rafen langsung marah dan menghempaskan semua makanan diatas meja ke lantai.

__ADS_1


" NGAK USAH SOK JADI ISTRI YG BAIK DI HADAPAN SAYA KARNA SAYA NGAK SUDI DI LAYANI DENGAN WANITA BODOH SEPERTI KAMU, DASAR ******!!! " emosi Rafen tak tertahankan pada Karin. Karin sangat syok dengan bentakan Rafen padanya terlebih mengatakan dirinya ******. namun sebisa mungkin Karin menahan dirinya untuk tidak lemah di hadapan Rafen suaminya.


" ma... ma... afkan aku mas, a... a... ku tidak bermaksud membuat mas marah" menunduk dengan hati yg terluka.


" ingat ya kamu cuma di sini hanya sebagai ISTRI DIATAS KERTAS NGAK LEBIH DARI ITU, PAHAM KAMU!!!! " menunjuk Karin dengan emosi yg meluap - luap.


" i.... i... a mas, aku minta maaf" menahan tangisannya.


" BIK NARSIH....!!!!! teriakan Rafen memanggil bik Narsih.


" i.... i... a tuan" menunduk ketakutan.


" bereskan ini semua dan beritahu sama ****** ini ngak usah sok baik melayani saya karna saya ngak sudi melihat wajahnya yg busuk itu!!!!! ucapnya dengan marah dan berlalu pergi meninggalkan Karin dengan perasaan sakit.


" hiks... hiks... hiks... ke... ke... napa mas Rafen sangat marah padaku bik, aku kan cuma mau melayaninya. apa aku salah bik melayani suami sendiri " tanya Karin dengan tangisan yg sangat memilukan.


" nyonya yg sabar ya bibik yakin nyonya pasti bisa melewati semua ini. karna nyonya adalah wanita yg kuat dan pemberani. bibik cuma mendoakan semoga tuan cepat sadar dan mencintai nyonya dengan tulus" memeluk Karin dengan perasaan sedih.

__ADS_1


__ADS_2