Takdirku Bersama Denganmu

Takdirku Bersama Denganmu
Bab 18


__ADS_3

Episode 18


Rafa POV


Perlahan aku membungkuk di atasnya dan mencium bibirnya, aku pindah ketika dia bergerak.


"Tinggalkan aku sendiri, kau bedebah," gumamnya dan aku tersenyum.


Apakah Dinda tahu kalau dia berbicara keras ketika dia tidur, pikirku sambil membenarkan selimut di atas tubuhnya dengan benar. Aku pergi untuk berdiri di dekat jendela dan aku memikirkan apa yang baru saja yang aku lakukan pada Dinda.


Kenapa aku mencium Dinda, dia hanyalah seorang teman dan juga gadis yang aku sewa untuk membantuku meyakinkan orang tua aku bahwa aku akan lebih baik tanpa Ivanka.


Aku membuka pintu yang mengarah ke balkon dan aku berdiri di sana menatap malam dan menikmati angin sepoi -sepoi. Saat itu aku melihat David dan ayahnya berjalan ke belakang, sepertinya mereka dekat untuk hari itu, pikirku.


Aku masih tidak percaya bahwa aku telah menganggap keduanya sebagai keluarga. Aku telah menganggap David seperti saudara yang tidak pernah aku miliki dan itu menyakitkan ketika aku tahu apa tujuannya. Pikiranku melayang perlahan pada kejadian tiga tahun lalu.


Flashback On


(Tiga tahun yang lalu)


Aku berjalan melewati jalan setapak yang membawaku ke rumah David dan Siswo. Sudah seminggu, ditekan sepanjang hari oleh Mama Bella untuk menikahi Ivanka, aku akhirnya menjawabnya dan melakukan apa yang dia katakan.


Pesta itu masih berlangsung tetapi aku telah meninggalkan aula untuk melihat sahabatku. Aku tidak tahu mengapa David tidak pernah datang ke pesta, mungkin dia begitu sibuk dengan pekerjaan, pikirku saat sampai di depan pintu rumah David.


David dan aku telah berteman sejak ayahnya mulai bekerja untuk ayahku. Kami melakukan hal -hal bersama, pergi ke sekolah menengah yang sama dan jika bukan karena dia tidak ingin melanjutkan studinya, kami akan pergi ke sekolah yang sama.


David adalah saudara yang tidak pernah aku miliki, pikirku sambil mengetuk dengan lembut di pintu. Tidak ada respons bahkan ketika aku terus mengetuk pintu itu.


Aku hendak berbalik pergi tapi aku mendengar ayah David meneriaki seseorang. Aku pindah ke ladang dan melihat ayah dan anak yang sepertinya mereka sedang berbicara.


Aku tersenyum dan mulai melangkah untuk menemui mereka tetapi kemudian aku menghentikan langkahku saat aku mendengar apa yang dikatakan Siswo pada David.


"Berhenti merajuk dan terima saja apa yang sedang terjadi," seru Siswo memegang dagu David.


"Aku tidak bisa ayah, mengapa dia selalu mendapatkan apa yang dia mau, mengapa dia memiliki apa yang tidak aku miliki, dia baru saja diadopsi" David melanjutkan ketika Siswo terus memegangnya.


"itu adalah alasannya saat bersahabat denganmu, dia hanya diadopsi, Tuan Baskara belum memutuskan siapa pewarisnya, jadi cobalah untuk melakukan yang terbaik dalam hal ini,"


"Persahabatanmu dengan Rafa hanya untuk mendapatkan tempatnya dengan Tuan Baskara"

__ADS_1


"Jadi bagaimana dengan Ivanka, ayah tahu jika aku mencintainya tetapi dia diberikan kepada bajingan itu," sentak David dan aku masih berdiri untuk mendengarkannya.


"Lupakan saja wanita itu, dia tidak akan pernah menjadi milikmu," sahut ayahnya.


"Tapi aku mencintainya dan hanya tahu jika dia akan menikahi seseorang yang tidak mencintai atau menyayangi dia membuatku sangat marah," balas David dengan marah.


"Yah untuk saat ini dia tertarik padamu, satu -satunya kekhawatiranmu di sana adalah kamu dan orang yang kamu cintai, jadi David untuk saat ini jadilah cukup pintar, dapatkan kepercayaan Tuan Baskara," ujar Siswo.


"Lagipula, kamu adalah orang asli sini, untuk tetap dekat dengannya, kamu harus kuliah, Raka pergi ke perguruan tinggi saat kamu tinggal, kamu telah menjadi orang yang ada di sisi Tuan Baskara dan jadi dia pasti harus memberimu apa yang dia berutang padamu" Siswo berkata lagi.


"Pikirkan tentang itu, begitu kamu menjadi bagian dari orang -orang yang berkedudukan tinggi, kamu dapat menggenggam tangan Ivanka, kamu tidak perlu membiarkan Raka mengambil apa yang kamu suka lagi," tambah Siswo.


"Lakukan saja seperti apa yang telah aku katakan dan semuanya akan baik -baik saja dalam beberapa hari," titah ayah David.


"Mengapa dalam beberapa hari"


"Yah, Tuan. Baskara memberikan posisinya sebagai kepala setiap hal kepada seseorang, yang harus kamu lakukan untuk hari -hari yang tersisa adalah fokus untuk mendapatkan persetujuannya, jika kamu mendapatkan posisi, semuanya akan berada di genggamanmu bahkan putrinya, "tambah Siswo dan itu membuatnya bertindak.


Perlahan -lahan aku menyaksikan keduanya berjalan lepas, jadi aku tidak punya simpati apa -apa lagi untuk David dan ayahnya.


Untuk sekali dalam hidupku, aku telah menganggap dua orang itu sebagai keluargaku tapi yang aku dapatka hanyalah ditikam di belakang dengan cara seperti ini.


Flaskback Off


Dan aku membuat itu menjadi nyata, aku lakukan secepatnya setelah aku mendapat kepercayaan dari ayahku, hal pertama yang aku lakukan adalah menghentikan rencana mereka untuk datang ke rumah.


Aku akan memutuskan semua hubungan dengan mereka sepenuhnya tetapi ayah masih menganggap mereka sebagai keluarga kami dan dia masih menyukai Ivanka.


Siapa tahu aku mungkin bisa membantunya untuk mendapatkan Ivanka, pikirku saat aku berdiri di dekat jendela dan menatap ke arah luar.


Aku hampir tidak memperlakukannya seperti teman lagi, meskipun aku tidak pernah mengetahuinya kalau aku mendengar percakapannya dengan ayahnya.


Ketika mereka tahu jika aku adalah orang yang mengambil kursi pewaris selanjutnya, mereka mulai bertindak seperti teman, ingin mendekatiku.


Mereka pikir aku akan jatuh dengan mudah tetapi aku tidak melakukannya dan aku memberitahukan kepada David kalau aku membenci fakta bahwa dia berpura -pura menjadi teman dan kemudian aku menyuruhnya untuk menjauh dariku.


Sejak saat itu kami belum melakukan kontak dekat, dia hanya seorang pekerja dan aku adalah bosnya dan itulah sebabnya aku terkejut saat aku melihat Dinda di pelukannya sebelumnya.


Aku pikir David ingin menggunakan Dinda untuk sampai ke posisiku saat ini tetapi ketika aku mengetahui bahwa Dinda sendiri hanya membantuku aku untuk bersandiwara, dan aku tahu kalau aku harus mencari cara agar tidak dekat dengan Dinda.

__ADS_1


Begitu Dinda bangun besok, aku akan memberitahunya sendiri. Ini hari yang sulit, aku harus mandi dan bersiap -siap untuk tidur, pikirku lalu aku pergi melangkah ke kamar mandi untuk mandi.


HARI BERIKUTNYA


Ketika aku bangun dari tidur panjangku, aku tidak menemukan keberadaan Dinda di dalam kamar, ke mana dia bisa pergi, gumamku beranjak dari tempat tidur untuk mencari Dinda. Untungnya aku tidak bertemu Mama Bella atau Ivanka untuk mengganggku pagi ini.


Dimana Dinda? aku bertanya dalam hati lalu aku melewati dapur.


"Nyonya, Anda seharusnya tidak melakukan ini, mari saya lakukan," aku mendengar seorang pelayan berkata.


Aku pun berbalik, aku pergi lagi untuk melihat ke dapur dan saat sampai di dapur aku dapat melihat Dinda sedang menyiapkan sarapan.


"Biarkan aku melakukannya, aku harus membuat diriku sibuk," sahut Dinda kepada pelayan yang semuanya berdiri di samping Dinda untuk membiarkan dia melakukan apa yang ingin dia lakukan.


"Biarkan dia memasak sarapan untuk pagi ini," selaku melalui pintu dan ketika Dinda melihat ke atas, dia memberiku sebuah senyuman.


Sulit untuk melihat senyumnya sebelumnya, tetapi sekarang di sini Dinda memberiku senyum yang begitu manis ke arahku.


Sepertinya sejak kita berbaikan dan telah membuat kesepakatan untuk memulai dari awal lagi, dia melakukan yang terbaik untuk membuatnya bekerja sama dengan bagus dan aku juga seperti itu, pikirku sambil membalas senyumannya.


"Aku hanya ingin membuatkan kamu sarapan," ujar Dinda saat dia datang berjalan mendekat kearahku.


"Terima kasih, kamu terlihat cukup senang pagi ini" aku bertanya.


"Ya, aku senang dan itu karena kamu dan aku telah membuat kesepakatan yang tepat untuk semua ini," Dinda menggumamkan bagian terakhir hanya untuk di dengar di telingaku saja.


"Ya, kita bisa melakukannya," jawabku sambil aku memberinya senyum. Saat itu pintu dapur terbuka dan David masuk.


"Hallo apa ada yang bisa dimakan disini, aku benar -benar kelaparan," seru David karena tidak memperhatikan sekitar dia tidak melihat keberadaan aku dan Dinda.


"Kenapa tidak ada..............." David menghentikan ucapannya ketika dia melihat Dita dan aku berdiri di sana.


"Oh, kita bertemu lagi, Nona oh maaf maksud saya Nyonya," tambahnya dengan datar dan aku tahu dia punya rencana di dalam otaknya yang licik itu.


"Itu penyelamatku," aku mendengar Dinda bergumam dan sebelum aku bisa menghentikannya, dia sudah pergi menuju kearah David, dan hal itu membuatku begitu marah.


T b c


Sepertinya Rafa sudah mulai cemburu nih 🙄🙄

__ADS_1


__ADS_2