Takdirku Bersama Denganmu

Takdirku Bersama Denganmu
Bab 27


__ADS_3

Episode 27


Dinda Pov


"Kami semua ingin tahu Dinda, beri tahu kami apa yang terjadi selama pernikahan kalian," ucap Mama Bella lagi ketika aku tak kunjung menjawab pertanyaan yang diberikan Mama Bella.


"Hari pernikahan kami tidak ada hubungannya denganmu Mama, jadi berhentilah mengganggu istriku dengan pertanyaan yang tidak penting seperti itu Ma," sela Rafa cepat saat dia melirikku yang masih terdiam membisu.


"Bukan hal yang buruk untuk diketahui tentang hari pernikahanmu Nak, kamu tidak berpikir yang tidak - tidak bukan? "Tanya Mama Bella sambil menatapku.


"Tapi sepertinya kamu mencoba menutupi sesuatu dari kami semua, kamu tidak ingin memberi tahu Mama tentang pernikahanmu tentu berarti kamu menyembunyikan sesuatu," tambah Ivanka semakin menyudutkanku.


Jika aku tidak mengatakan sesuatu, mereka akan menebak yang sebenarnya, pikirku dalam hati karena itu aku dengan cepat memikirkan sesuatu untuk menjawabnya.


"Kita tidak menyembunyikan apa pun, pernikahan kami pernikahan yang normal, itu karena kita sama - sama jatuh cinta pada pandangan pertama, Rafa dan aku tahu kalau kita mencintai satu sama lain dan jadi kita putuskan untuk segera menikah, itu adalah pernikahan resmi dan kami telah melakukannya setiap hal secara hukum, Mama tidak punya alasan untuk meragukan pernikahan kita karena kami berdua saling mencintai, aku sangat mencintai suamiku," Aku menambahkan bagian terakhir yang menegaskan setiap kata.


"Tetapi ............"


"Bella aku pikir pertanyaanmu sudah cukup, ingatlah kalau kami berada di meja makan dan kami memiliki tamu dan Dita telah menjawab pertanyaanmu, jadi itu sudah cukup," potong ayah Leo pada istrinya dan ayah Leo masih fokus pada makanannya.


Sementara setiap orang telah selesai makan dan langsung menuju ke ruang keluarga untuk minum kopi dan berbincang, aku telah berpamitan pada semua yang ada di meja makan untuk pergi ke kamarku.


Mengapa aku mengatakan itu? gerutuku saat aku berjalan ke kamar.


Jika Rafa pintar, dia akan menebak kalau apa yang aku katakan beberapa waktu lalu adalah benar. Apa yang akan aku lakukan sekarang? pikirku saat aku mulai mondar -mandir di kamarku.


Itu adalah kesalahanku karena jatuh cinta padanya, haruskah aku menyebut apa yang aku ucapkan tadi juga sebuah kesalahan. Saat itu aku mendengar langkah kaki dan aku tahu itu adalah Rafa.


Apa yang akan aku katakan? Apa yang harus aku lakukan? rutukku dalam hati merutuki kebodohanku.


Pintu pun terbuka muncullah Septiana dari balik pintu, dia tersenyum saat dia berjalan ke dalam kamarku.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanyaku ketus.


"Untuk mengetahui apakah apa yang kamu katakan di ruang makan tadi adalah kebenaran?" Septiana menjawab dengan dingin.


"Ini bukan urusanmu, jadi keluar," aku berteriak padanya.


"Memang benar, kamu benar -benar mencintainya," ucap Septiana saat aku tidak menjawab dia mulai tertawa mencemooh.

__ADS_1


"Kamu orang bodoh, yang dia buat denganmu hanyalah kesepakatan, bagaimana kamu bisa jatuh cinta padanya?" Septiana bertanya dengan sinis.


"Apa! Kamu tahu tentang kesepakatan itu?" Tanyaku penasaran.


"Aku tahu segala sesuatu yang terjadi Dinda, Rafa dan aku bukan hanya kekasih, kami berbagi hal -hal satu sama lain," jawab Septiana dengan angkuh.


"Aku tidak percaya dia memberitahumu tentang kesepakatan yang kita buat," ucapku masih kaget dengan apa yang baru saja diungkapkan oleh Septiana padaku.


"Yah dia memberitahuku dan kupikir kamu baru saja membuat kesalahan yang sangat fatal," balasnya dengan senang.


"Kesalahan apa?"


"Kamu mengungkapkan kepada Rafa kalau kamu jatuh cinta padanya, Rafa tidak menginginkan cinta dalam suatu hubungan, dia selalu menjelaskan kepada setiap wanita yang dia tiduri, aku yakin kalau dia akan melakukan hal yang sama denganmu tetapi kamu mudah tertipu dan jatuh cinta padanya," terang Septiana.


"Ya, aku memang jatuh cinta padanya, jadi kenapa kamu tidak memintanya untuk mencintaiku sebagai balasannya," tantangku.


"Berhenti bercanda Dinda, seseorang yang jatuh cinta selalu ingin dicintai kembali dan kamu juga merasakan hal yang sama, mengapa kamu merasa terganggu dengan kehadiranku, kamu cemburu saat kamu melihat Rafa dan aku beberapa waktu yang lalu," Septiana mendesakku.


"Ya, aku cemburu,dan sakit melihat pria yang aku suka berduaan dengan wanita lain," seruku dengan marah.


"Aku senang kamu mengatakan itu karena Rafa akan mempercayaiku sekarang, benar kan," ucap Septiana sambil menatap kearah pintu.


"Apa yang aku bilang benar? Dinda mencintaimu dan dia telah melupakan kesepakatan yang kamu buat dengannya," kata Septiana saat dia pergi mendekat kearah Rafa,


"Septiana tolong tinggalkan kami sendirian," potong Rafa dan dia memberiku tatapan tajam sebelum berjalan melangkah pergi.


Segera setelah pintu tertutup, aku mulai berbicara hanya untuk dibungkam oleh ekspresi marah di wajah Rafa.


"Aku sudah memberitahumu untuk tidak jatuh cinta padaku," Rafa mulai perlahan mendekatiku.


"Ketika kamu mengatakan kamu membenciku, aku baik -baik saja dengan itu tetapi sekarang setelah kamu mengatakan kamu mencintaiku, aku tidak berpikir kalau aku bisa baik -baik saja dengan itu," tambah Rafa.


"Ini bukan sesuatu yang bisa aku rencanakan Rafa," jawabku lirih.


"Dan kenapa kamu memberi tahu Septiana tentang kesepakatan yang kita buat," aku menambahkan dengan nada yang meninggi.


"Kesepakatan dan Septiana tidak ada masalah sekarang, yang penting sekarang adalah kamu telah memiliki perasaan padaku," teriak Rafa padaku.


"Itu adalah perasaanku, aku akan tahu apa yang harus dilakukan dengan itu, aku tidak akan membebanimu dengan rasa itu, jadi kamu tidak perlu khawatir," jawab cepat.

__ADS_1


"Mari kita akhiri semua ini!" ucap Rafa tiba -tiba.


"Akhiri apa?"


"Kesepakatan itu, aku akan mengirimmu kembali ke negaramu dan kita akan kembali ke kehidupan normal kita masing - masing," sela Rafa.


"Bagaimana dengan orang tuamu? Apa yang akan kamu katakan padanya" aku bertanya dengan khawatir.


"Serahkan semuanya padaku Dinda, cukup kemasi barang -barangmu dan bersiaplah untuk pergi besok," potong Rafa saat dia berbalik untuk pergi dan dengan cepat aku mehalangi jalannya.


"Kenapa Rafa? Apa yang mengubahmu menjadi pria yang hatinya sekeras batu?, Mengapa kamu menghindar dari cinta? Apakah itu ada hubungannya dengan apa yang terjadi di masa lalu?" Aku terus bertanya dan dengan marah Rafa menarik lenganku lalu mendorongku ke dinding.


"Kamu benar -benar ingin tahu! Kamu benar -benar ingin tahu kenapa? Yah aku akan memberitahumu, aku pria bejat, pria brengsek yang tidak pantas dicintai atau bahagia"


"Aku melakukan sesuatu yang buruk pada seseorang, aku menghancurkan hidupnya, aku bukan pria yang menurut baik, aku juga bukan orang suci, aku hanyalah orang jahat, apakah kamu masih mencintaiku setelah kamu mengetahui semua ini," seru Rafa dengan begitu banyak menyimpan rasa sakit dalam suaranya.


Aku tahu kalau apa yang terjadi di masa lalu tentu saja menghancurkan hatinya sedalam itu menghancurkan orang yang ia lukai. Dengan lembut aku menyentuh wajahnya dan dia menjauh dariku,


"Kamu tidak hanya melakukannya dengan benar! Aku bukan orang yang bisa kamu cintai, aku telah memilihmu untuk melakukan ini karena aku pikir kamu berbeda dari yang lain, karena kamu tidak jatuh cinta pada uangku, kamu pasti tidak akan jatuh cinta padaku tetapi aku menilai dengan salah kali ini,"


"Seperti yang telah aku katakan sebelumnya, kamu harus mengemas barang -barangmu dan siap untuk pergi," tambah Rafa dan kemudian meninggalkan kamar.


Aku duduk di tempat tidur dengan perasaan terluka, untuk kedua kalinya aku jatuh cinta hanya untuk terluka lagi, hidup sangat tidak adil untukku.................


Rafa POV


Aku berdiri di lapangan, mencari udara untuk membantu menenangkan hatiku yang sedang memanas. Jatuh cinta tidak diperuntukkan untukku, itu bukan sesuatu yang bisa aku miliki karena apa yang terjadi di masa lalu.


Sejak hal itu terjadi sepuluh tahun yang lalu aku bukan lagi orang yang sama, aku selalu dihantui oleh apa yang aku lakukan. Aku tidak pernah bahagia dan setiap kali aku mencoba memikirkan apa yang aku lakukan pada gadis malang itu kembali menghantuiku dan sejak saat itu telah menjadikannya aturan untuk diriku sendiri dan juga untuk semua wanita yang aku kencani tidak boleh jatuh cinta padaku.


Itulah salah satu alasan mengapa aku terus menolak Ivanka dan aku telah memilih Dinda karena dia sepertinya berbeda dengan wanita lain tetapi dia juga jatuh cinta padaku.


Dia membiarkan hatinya menjadi lemah dengan mencintai pria sepertiku, aku tidak mengatakan kepadanya seluruh kebenaran di masa laluku karena aku takut dengan reaksinya, aku yakin jika aku mengatakan yang sebenarnya dia akan membenciku saat melihatku. Tetapi aku tidak dan yang terburuk aku merasa tidak tega mengirimnya pergi.


Aku merasa terluka mengetahui kalau aku telah memaksanya untuk di sini dan juga terluka karena harus mengirimnya pergi dari sini.


Jika salah satu wanitaku jatuh cinta padaku, aku selalu mengirim mereka tanpa merasakan apa pun tetapi berbeda dengan Dinda, aku merasakan hal yang berbeda, seperti separuh dari diriku akan pergi bersamanya dan aku yakin itu akan sangat menyakitkan dan aku tidak tahu kenapa? Aku tidak tahu mengapa memikirkannya begitu dalam seperti ini.Dita meninggalkanku dan sangat menyakitkan untukku.


T b c 👇

__ADS_1


Bisakah seseorang memberi tahu Rafa mengapa dia merasa terluka 🙄🙄🙄


__ADS_2