Takdirku Bersama Denganmu

Takdirku Bersama Denganmu
Bab 64


__ADS_3

Episode 64


Dinda POV


Aku berdiri di luar menunggu kabar tentang kondisi Rafa tetapi tidak ada yang muncul untuk memberitahuku dan aku sangat penasaran untuk mengetahui keadaan Rafa sekarang.


Setelah aku meninggalkan kamar, tidak lama dokter tiba dan sejak dia berada di dalam bersama mereka dan butuh waktu lebih lama dari yang diharapkan dan aku menjadi takut terjadi sesuatu dengan Rafa. Hampir satu jam dan tidak ada kabar dari mereka sama sekali, aku semakin khawatir.


"Apa yang terjadi! Apa yang terjadi dengan Rafa?" Ivanka berjalan ke arah kita setelah mengetahui apa yang telah terjadi pada Rafa.


"Dia ditembak!", Tante Bella menjawab saat dia menatapku tajam.


"Tapi bagaimana? Apa yang terjadi!" Ivanka kembali bertanya.


"Kenapa kamu tidak bertanya padanya, dia yang telah menyebabkan semua ini!" Kata Tante Bella menyudutkan aku.


"Kamu lagi! Sampai kapan ini akan berhenti?" Ivanka berteriak padaku.


"Aku tidak melakukan apa -apa dan aku juga ada di sana ketika pistol itu ditembakkan," jawabku apa adanya.


"Tapi kamu tidak terluka sedikitpun bahkan tampak sehat saat Rafa di sana sedang melindungimu, kamu hanyalah pembawa sual!" Ivanka berteriak padaku dan sebelum aku bisa menghentikannya, dia berjalan ke arahku dan mulai menarik rambutku.


Aku mendorongnya tapi Ivanka tetap mendatangiku lagi, dia menyeret rambutku dan berhasil menampar wajahku.


"Kamu ******! Aku membencimu, kamu layak mati, kamu ******!" Ivanka berteriak saat dia terus menarik rambutku.


"Aku ..... lepaskan aku!" ucapku sambil mendorongnya untuk pergi dan Ivanka jatuh ke lantai.


"Kamu ******!" Ivanka berteriak sambil bangun dari duduknya dan datang ke arahku lagi.


"Hentikan itu Ivanka!" Mendengar suara ayahnya, dia berhenti dan dia berjalan ke arah kami.


"Apa yang terjadi dengan kalian berdua, Rafa berada dalam keadaan yang sangat tidak baik saat ini dan di sini kalian malah bertengkar seperti anak kecil," decak ayah Leo.


"Dia yang memulainya!" ujar Ivanka dengan cepat dan aku menatapnya dengan marah.


"Tidak ada alasan! Rafa sedang berjuang dan kalian berdua tidak akan bisa menyelesaikan apa pun," sahut ayah Leo.


"Itu semua yang salah Dinda, dia sudah membuat Rafa menderita dan dia adalah penyebab terjadinya penembakan itu," teriak Ivanka menatapku sengit.


"Ivanka anakku! Tolong tenanglah, kemarilah dan jangan ribut di sini," kata Tante Bella sambil menarik Ivanka ke sisinya.


"Apakah kamu baik -baik saja?" Ayah Rafa bertanya dan aku hanya bisa mengangguk pelan. Saat itu pintu terbuka lalu dokter bersama David keluar dari kamar.


"Bagaimana kondisi Rafa?" Kami semua bertanya secara serempak.


"Kami telah berhasil mengeluarkan peluru dan untungnya peluru itu tidak mengenai organ vital, yang harus kami lakukan sekarang adalah menunggu dia bangun," kata dokter dan aku merasa sangat lega saat mendengar penjelasan dari dokter.


"Bisakah aku melihatnya," kataku dengan cepat.


"Karena masih belum siuman, kita tidak bisa membiarkan siapa pun mendekatinya atau menemuinya ....." jawab dokter.


"Tapi aku istrinya, dia membutuhkanku untuk berada di sisinya!" Aku memohon pada dokter.

__ADS_1


"Apakah kamu tuli! Mereka bilang mereka tidak bisa membiarkan siapa pun ada di dekat Rafa," balas Ivanka sengit.


"Tidak bisakah kau memberi aku kesempatan sekali saja untuk melihatnya," aku berusaha memohon lagi.


"Baiklah, karena kamu adalah istrinya, kamu boleh berada di dekat mungkin saja bisa membuatnya cepat terbangun," ucap dokter lembut dan membawaku masuk ke dalam kamar.


Mama Bella Pov


📱 "Apa yang terjadi di luar sana! Mengapa kamu menembak anakku, bukan gadis itu?" Tanyaku dengan marah.


📱 "Waktu itu gelap dan aku memang menembaknya, aku tidak tahu jika itu bisa menembak anakmu," jawab Lita.


📱 "Kamu bodoh, kamu baru saja menembak putraku, kamu hampir membunuhnya" raungku penuh emosi.


📱 "Saat aku akan menembak Dinda di sudah berada di depanku dan aku tidak tahu jika putramu menghalanginya!" balas Lita.


📱 "Jika kamu berniat membunuhnya, kamu akan melakukannya sebelum anakku tiba!"


📱 "Aku sudah memastikan jika pelurunya akan sampai di tubuh Dinda, Aku memang sudah mencoba membunuh Dinda," kata Lita berteriak padaku.


📱Aku sudah memberitahumu apa yang akan aku lakukan padamu jika kamu gagal dalam misi ini, maka bersiaplah untuk menderita konsekuensinya," seruku.


📱 "Aku akan melakukan apa yang kamu minta dariku!"


📱 "Jika kamu melakukannya dengan benar, anakku tidak akan menjadi orang yang terbaring di kamar tidur itu," kataku dan memotong panggilan.


Aku berdiri di dekat balkon memikirkan apa yang baru saja terjadi. Jika aku tahu kalau Rafa akan menjadi orang yang berpengaruh dalam semua ini, aku tidak akan melakukan apa -apa.


Meskipun aku mungkin bertindak gila kadang -kadang dan tidak peduli, aku masih mencintai anakku dan bersedia melakukan apa pun untuknya dan melihatnya hari ini, berbaring tak bernyawa dan dalam darahnya sendiri membuatku merasa aneh.


Sekarang lebih dari sebelumnya aku harus menyingkirkan Dinda, dia harus mati! pikirku penuh tekad.


"Jadi kamu yang sudah merencanakan semua kejadian ini ,!" Kata seseorang di belakangku, aku berbalik dan terkejut melihat siapa yang berdiri di sana.


Dinda POV


Aku duduk di kursi kosong di samping tempat tidur hanya bisa menatap Rafa yang tengah terbaring lemah. Rafa terlihat sangat pucat dan hampir tak bernyawa, aku seharusnya mendengarkan semua tanda itu, jika saja aku lebih sedikit peka, Rafa tidak akan berada dalam kekacauan ini, pikirku saat aku memegang tangannya yang pucat dan dingin.


Ketika aku melihatnya hampir mati, semua kemarahan dan luka itu hilang begitu saja. Yang aku inginkan saat ini adalah dia baik -baik saja dan segera sadar, tidak peduli seberapa besar aku ingin membencinya, aku tidak bisa melakukannya.


Ya aku marah, marah karena apa yang dia lakukan dan bagaimana dia tetap diam tentang hal itu tetapi aku tidak merasa seperti itu lagi dan begitu dia bangun, aku akan menghujani dia dengan semua cinta yang bisa aku berikan. Pintu terbuka dan David berjalan menatapku.


"Bagaimana keadaan Rafa?" Tanya David.


"Masih sama," jawabku.


"Kenapa kamu tidak beristirahat, aku akan menunggu Rafa," David menawarkan untuk bergantian menjaga Rafa.


"Tidak David, aku ingin berada di sini untuk menemaninya!" jawabku.


"Tapi kamu terlihat lelah dan kamu perlu mendapatkan perawatan media," balas David sambil menunjuk ke arah wajahku.


"Aku akan baik -baik saja, aku tidak ingin meninggalkan Rafa sendirian," ujarku lagi.

__ADS_1


"Sampai kapan Dinda? Dia bahkan tidak mungkin bisa bangun dalam waktu dekat," kata David tiba -tiba.


"Jangan katakan itu, dia akan segera bangun," jawabku dengan kesal.


"Jadi kamu akan tetap tinggal di sisinya sampai dia benar - benar akan terbangun?"


"Ya, akan aku lakukan!" Jawabku tegas.


"Apa masalahmu Dinda, kenapa harus dia, dia telah sangat menyakitimu, namun kamu masih menginginkannya!"


"Ini bukan tentang menginginkannya, aku mencintai Rafa dan tidak peduli seberapa besar dia menyakitiku, aku akan terus mencintainya," jawabku dan tiba -tiba David menarikku dengan paksa.


"Tidak bisakah kamu melihat apa yang kamu sebabkan padaku, setiap kali kamu mengatakan jika kamu mencintai orang bodoh ini, aku sangat terluka, aku sangat sakit mendengar ucapanmu itu Dinda!" David berkata dan aku menarik diriku untuk menjauh dari David.


"Apa yang kamu katakan David!"


"Aku mengatakan kalau aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu Dinda," kata David saat dia mencoba untuk berjalan ke arahku lagi tetapi aku menjauh darinya.


"Kamu tidak tahu apa yang kamu katakan David, bisakah kamu meninggalkan ruangan ini!", Kataku.


"Tidak, Dinda, selama berbulan -bulan sampai sekarang aku telah menahan diri, tidak ingin ikut campur tetapi aku tidak bisa melakukannya lagi, aku menyayangimu, aku menginginkanmu dan setiap kali aku melihat kamu dengan Rafa aku menjadi sangat cemburu dan geram, aku berharap beberapa kali kamu bertemu dengan ku lebih dulu, bukan dengan Rafa, aku mencintaimu Dinda, aku sangat mencintaimu," kata David sambil terus berjalan ke arahku.


"Menjauhlah dariku David!" ucapku supaya David berhenti tetapi dia masih terus mekangkah dan aku terus mundur menjauhinya, David terus maju ke arahku.


"Aku ini istri dari sahabat kamu, kenapa kamu mengatakan omong kosong itu!" seruku.


"Untuk dia menjadi sahabatku, tapi aku mencintaimu Dinda dan hanya itu yang penting," ucap David sambil terkekeh.


"Jangan mendekat lagi, jangan mendekatiku," pintaku tapi David menarik diriku dan dia memelukku dengan begitu erat.


"Aku mencintaimu dan kuharap Rafa tidak bisa kembali hidup," harap David.


"Kamu Gila! Biarkan aku ........" Aku tidak bisa menyelesaikan kata -kataku karena dia menciumku dengan paksa.


Aku mencoba menarik diriku tetapi David memperdalam ciuman pada saat itu juga Rafa mulai membuka matanya , kami ditatap oleh Rafa yang telah membuka matanya sebentar dan kemudian kembali terpejam mata Rafa.


"Biarkan aku pergi David" Aku berhasil melepaskan ciuman David dan dia melepaskanku.


"Jangan pernah menyentuhku, jangan pernah menyentuhku lagi!" Aku berteriak padanya.


"Tapi kamu menikmatinya sama sepertiku, berhenti memberontak dan berhenti melawan apa yang aku berikan untukmu," jawab David santai.


"Kamu gila, aku tidak merasakan apa pun untukmu, aku benci kamu menyentuhku!" Aku berteriak pada David lagi.


"Rafa tidak mencintaimu, dia hanya menggunakanmu supaya dia bisa menyembunyikan apa yang dia lakukan padamu Rara, kapan kamu akan menyadarinya?" David berkata dan aku berdiri terkejut melihatnya.


"Bagaimana kamu tahu kalau aku adalah Rara? Tidak ada seorang pun yang tahu kecuali Rafa, orang tuanya dan aku, bagaimana kamu tahu kalau aku Rara!" desakku.


T b c 👇


Siapa ya kira - kira yang menangkap basah Mama Bella saat dia berbicara di telepon 🙄


Bagaimana David bisa tahu kalau Dinda adalah Rara 🤔

__ADS_1


__ADS_2