
Episode 3
Rafa POV
Aku berdiri di dekat jendela menunggunya sampai ke kantorku.
Aku bertanya -tanya mengapa dia datang jauh -jauh ke perusahaanku.
Apakah meyakinkan aku lagi untuk menggunakan perusahaan mereka sebagai agen periklanan kami? aku berpikir sambil menatap jalan -jalan yang sibuk di kota Surabaya.
Aku tidak akan menyangkal bahwa presentasi mereka baik dan aku menolaknya, hanya karena apa yang dilakukan Dinda dan juga karena aku menemukan presentasi kekurangan sesuatu.
Suara ketukan terdengar di pintu dan dengan perintahku, pintu itu terbuka dan dia masuk.
Dia masih mengenakan kemeja dan celana sederhana, dia terlihat begitu cantik.
Aku tidak akan menyangkal bahwa aku memuji dia memang begitu cantik, dengan sedikit riasan tipis di wajahnya dan semua yang dia kenakan. Dia akan terlihat lebih cantik jika berdandan, pikirku saat aku terus menatapnya.
"Duduklah Nona Adinda," kataku lembut dan dia langsung segera duduk sementara aku berdiri menatapnya.
"Kamu pasti mengejarku kesini begitu aku meninggalkan perusahaanmu," lanjutku berucap.
"Saya harus melakukannya, karna saya tidak bisa melepaskan kesempatan untuk bekerja sama dengan perusahaan Anda," jawabnya dengan penuh tekad.
"Tapi kamu sepertinya pasrah ketika aku memberitahumu bahwa aku tidak menginginkan bekerja sama dengan perusahaanmu, apa yang membuatmu berubah pikiran? '' Tanyaku penasaran.
"Keluarga saya, teman - teman kantor saya, bos dan juga pekerjaan saya yang membawa saya untuk mengejar Anda sampai di sini hanya untuk membuat Anda memberi kami kesempatan lagi," paparnya.
"Sungguh! Setelah melakukan sesuatu yang tidak aku sukai, apa yang membuat kamu berpikir bahwa aku akan memberi kamu kesempatan lagi?" aku kembali bertanya pada wanita yang ada di hadapanku.
"Karena saya tahu bahwa Anda adalah orang yang sangat baik hati dan juga bijaksana," balasnya dan hal itu membuatku.tertawa
"Baik hati dan bijaksana? Apakah Anda baru saja mengatakan bahwa saya adalah orang yang baik?" Tanyaku memperjelas ucapnya.
"Saya dapat melihat hail itu di diri Anda Tuan Rafa '' tambahnya dengan cepat.
"Yah tapi sayangnya Anda menilai dengan salah kali ini, saya bukan orang yang cukup baik Nona Adinda, saya adalah seseorang yang bermain kotor ketika datang untuk mendapatkan apa yang saya inginkan," kataku
"Kotor, seperti halnya hal -hal yang berbau ilegal?" Dia bertanya dengan penasaran.
"Oh tidak, jangan salah paham, aku bermain kotor tapi aku tidak melakukan hal -hal ilegal, aku melakukan hal -hal dengan bersih," jawabku memberi penjelasan dan itu membuatnya tersenyum.
Senyum pertama yang aku lihat di wajah cantiknya dan aku tidak akan menyangka bahwa dia terlihat sangat cantik jika dia tersenyum.
"Jadi apa yang bisa saya lakukan untuk membuat Anda memberi kami kesempatan kedua Tuan?" Tanyanya tiba -tiba.
Apakah dia sudah gila? Mengapa dia mengajukan pertanyaan semacam itu kepada pria yang baru di kenalnya, bukankah dia tahu bahwa itu akan membuat mereka meminta sesuatu yang besar sebagai imbalan atas permintaannya untuk dipenuhi.
"Saya tidak bermaksud bahwa saya akan memberikan diri saya kepada Anda sehingga Anda dapat memberi kami kesempatan kedua, itu adalah hal terakhir yang akan saya lakukan," tambahnya lagi, membuatku tahu bahwa dia tidak menganggap diriku menarik di matanya dan dia adalah orang pertama yang tidak tertarik oleh pesonaku.
Gadis -gadis di luat sana semua jatuh cinta dan tergila - gila oleh pesona dan kharisma yang aku miliki, mengapa dia berbeda dari gadis - gadis itu, hal itu membuatku begitu terkejut atas penolakannya, dan aku terus menatapnya dengan intrik.
__ADS_1
Saat akan memberinya tanggapan di waktu yang sama sekretarisku masuk tanpa mengetuk pintu dahulu.
"Maaf bos tapi Nyonya besar baru saja telepon dan dia berpesan kalau Anda harus menerima teleponnya atau dia akan mengambil penerbangan berikutnya yang tersedia, untuk datang kesini" selanya sebelum aku mengatakan apa - apa
Mengetahui bahwa Mama selalu tidak main - main dengan ancamannya, Aku segera menerima panggilannya dan tidak repot -repot untuk memperdulikan Kaditha yang masih berada di kantor.
"Halo Ma"
"Akhirnya kamu memilih menjawabnya Rafa, setelah sekretarismu memberitahumu tentang ancamanku kan?" ucap Mama tanpa membalas sapaanku.
"Mama aku sedang dalam pertemuan yang sangat penting sekarang, bisakah Mama .........",
"Pergi keluar dari ruang pertemuan, apa yang akan kukatakan padamu juga sangat penting dan kamu tidak akan membuatku menunggu sampai kamu menyelesaikan pertemuanmu," potongnya sebelum aku menyelesaikan ucapanku.
"Hal penting apa yang akan Mama bicarakan?" Tanyaku sopan.
"Kembalilah ke rumah, tunanganmu tidak bisa mentolerir menunggu lagi," balasnya.
"Aku belum siap untuk itu Mama!" jawabku memberi alasan.
"Kenapa! Kenapa kamu tidak siap? Sudah tiga tahun sejak kamu meletakkan cincin di jarinya, kamu jarang kembali ke rumah untuk melihatnya dan ketika kamu melakukannya, kamu tidak pernah memperlakukannya seperti tunanganmu," ujar Mama kesal.
"Itu karena aku tidak menginginkannya! Kamu sudah tahu selama ini aku tidak pernah menginginkannya," aku berteriak di telepon dengan marah benar -benar melupakan bahwa Dinda masih ada di kantor ini.
"Tapi dia adalah tunanganmu dan kamu tahu jika tidak ada ayahnya kamu tidak akan ada lagi di dunia ini dan juga tidak akan menjadi seperti yang sekarang ini, kamu menghormatinya dan kamu selalu memperlakukannya seperti ayah kandungmu meskipun kamu memperlakukan aku ibumu seperti musuhmu," ucapnya dengan berapi - api.
"Jangan gunakan dia sebagai alasan!" balasku ketus.
"Aku akan menggunakannya, pria itu yang kamu tolak putrinya memberimu ginjalnya ketika kamu akan mati, dia mendaftarkanmu di salah satu sekolah terbaik dan menjadikanmu seperti sekarang ini dan hanya sedikit permintaan yang dia minta darimu, dan kamu menolak? Seberapa tidak berterima kasih kamu padanya? " Dia berteriak ke ponsel hingga membuatku sedikit menjauhkan ponsel dari telingaku.
"Tapi apa Rafa? Apa yang menghentikanmu melakukannya? Menikah dengan putrinya?" Tanyanya dengan tidak sabar.
"Jika kamu tidak punya alasan, maka kembalilah ke pulau itu dan balas budilah kepada putrinya, kamu berhutang budi padanya," tambahnya ketika aku tidak mengatakan apa -apa
"Yah, saya punya alasan Mama dan alasan itu adalah karena aku memiliki seseorang yang aku sayangi, aku mencintai orang lain '' jawabku tanpa berpikir panjang.
"Kamu apa? Itu pasti bohong kan, kamu selalu mengatakan padaku bahwa kamu tidak akan pernah mencintai siapa pun, jadi kenapa sekarang kamu bisa punya seorang kekasih?" tanyanya dengan bingung.
"Saya menemukannya dan hanya dia yang bisa membuatku jatuh cinta ,dia mengubahku menjadi seseorang yang berbeda. Aku mencintainya dan aku akan menikah dengannya sesegera mungkin, aku akan membawanya kembali ke rumah itu denganku" balasku dengan mantap.
"Apa kamu sudah gila! teriaknya lagi
"Lakukan apapun yang kamu inginkan Mama, aku tidak peduli lagi," aku menambahkan dan memutus panggilan. Baru setelah itu aku mendengar sebuah suara yang indah mengalun di telingaku, aku lupa dan batu menyadari bahwa Dinda masih ada di sini.
"Apakah kamu baik-baik saja Tuan!"
"Apakah kamu mendengarkan percakapanku tadi?" Tanyaku, masih merasa marah.
"Maaf tetapi karena Anda tidak meminta saya untuk pergi keluar, saya ada di sini sampai panggilan berakhir," jawabnya dengan jujur.
"Jadi kamu mendengar semuanya," balasku memastikan.
__ADS_1
"Jika Anda mau, saya bisa berpura -pura bahwa saya tidak pernah mendengar apa pun, saya sangat pandai dalam menjaga rahasia," ucapnya meyakinkan.
Aku berdiri berpikir tentang apa yang dia katakan dan saat itu aku ingat sesuatu yang aku katakan pada Mama dengan marah.
"Yah, aku punya masalah dengan Mamaku, dan hal itu adalah karena saya memiliki hutang budi pada seseorang, orang itu memintaku untuk menikahi putrinya tapi aku mencintai orang lain"
"Aku menemukannya dan hanya dia yang dapat membuatku jatuh cinta, dia mampu mengubahku menjadi seseorang yang berbeda dari sebelumnya, aku sangat mencintainya dan aku akan menikah dengannya sesegera mungkin, aku akan membawanya kembali ke pulau itu bersama saya"
Hanya mengingat apa yang tadi aku katakan membuatku kaget.
Kekacauan apa yang telah aku lakukan! Bagaimana bisa aku keluar dari masalah ini sekarang?
Aku akan kembali ke pulau dalam beberapa hari dan harus menunjukkan istri saya pada orang tuaku. Jika aku tidak bersamanya, mereka pasti akan membuatku untuk menikahi Ivanka.
Meskipun aku sangat berterima kasih atas apa yang dilakukan ayah Isabel untukku, aku tidak mau menikahi putrinya hanya karena rasa terima kasih yang aku rasakan terhadapnya.
'' Apa ada yang salah? '' suara Dinda membuyarkan lamunanku lalu aku menatapnya.
Mengapa aku harus pusing jika saat ini ada wanita cantik di hadapanku pikirku dengan senang.
Dia pasti akan melakukan apa yang aku inginkan dan sebagai gantinya aku akan memberikan kontrak kepada perusahaannya, hanya itu kan yang dia inginkan, pikirku lagi ketika saya terus menatapnya.
"Duduklah dulu Kaditha, kamu dan aku harus membicarakan banyak hal," kataku dan dia menatapku dengan tatapan aneh sebelum dia duduk.
Dinda Pov
Aku duduk dengan perasaan yang tidak nyaman tentang apa yang ingin dia katakan kepadaku.
Dari apa yang aku dengar tentang percakapannya dengan Mamanya, aku tahu bahwa dia mencintai seseorang dan dia berniat menikahinya.
Ini menjadi mengejutkan bagiku karena dari apa yang aku dengar dari orang lain, mereka mengatakan bahwa kekasihnya adalah seorang wanita yang terkenal dan dalam perjalanan ke kantornya, aku bertemu dengan berambut cokelat yang cantik dan aku yakin dia datang menemuinya.
"Apa yang ingin Anda bicarakan dengan saya Tuan?" Tanyaku to the poin.
"Tentang memberimu kesempatan kedua yang telah kamu minta tadi," Balas Rafa
"Benarkah? Apakah Anda bersedia memberi kami kesempatan kedua?" Tanyaku memastikan
"Ya" jawabnya singkat
"Tapi jawab pertanyaanku, apakah kamu lajang?" tambahnya lagi
"Apa?" aku terkejut dengan ucapannya.
"Apakah kamu lajang?" Rafa mengulangnya lagi.
"Mengapa Anda menanyakan itu Tuan?" balasku penuh selidik
"Karena aku membutuhkanmu untuk membantuku dengan sesuatu dan sebagai gantinya aku akan memberimu kontrak," jawabnya enteng
"Dan apa itu?" Tanyaku lagi, mengetahui bahwa apa yang akan dia katakan akan menjadi sesuatu yang tidak aku sukai .....................
__ADS_1
T b c
Apa yang akan Dinda tanyakan pada Rafa ??????